Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM

MOTOR BAKAR DAN TENAGA PERTANIAN


KONSTRUKSI MOTOR BENSIN

Oleh :
Raden Fahmi Husaini
NIM A1H012033

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2014

I. PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Motor bakar adalah pesawat yang menggunakan energi termal untuk melakukan kerja
mekanik. Energi termal itu sendiri diperoleh dari proses pembakaran, proses fisi bahan bakar
nulkir, atau proses-proses lain. Motor bakar menurut system kerjanya dibagi menjadi dua,
yaitu:
a) Motor pembakaran luar (external combustion enginee)
Pada motor pembakaran luar ini, proses pembakaran bahan bakar terjadi di luar
mesin itu, sehingga untuk melaksanakan pembakaran digunakan mesin tersendiri. Panas
dari hasil pembakaran bahan bakar tidak langsung diubah menjadi tenaga gerak, tetapi
terlebih dulu melalui media penghantar, baru kemudian diubah menjadi tenaga mekanik.
Misalnya pada ketel uap dan turbin uap.
b) Motor pembakaran dalam (internal combustion engine)
Pada motor pembakaran dalam, proses pembakaran bahan bakar terjadi di dalam
mesin itu sendiri, sehingga panas dari hasil pembakaran langsung bisa diubah menjadi
tenaga mekanik. Misalnya : pada turbin gas, motor bakar torak dan mesin propulasi
pancar gas.
Motor bakar internal sudah banyak digunakan untuk menggantikan motor bakar
eksternal. Kelebihan motor bakar internal dibandingkan dengan motor bakar eksternal
diantaranya adalah lebih effisien, daya per satuan berat lebih besar, dan kontruksinya lebih
kompak. Berdasarkan bahan bakar yang digunakan, motor bakar internal internal ada dua
macam, yaitu motor diesel (bahan bakar solar) dan motor bensin.
B.

Tujuan

1. Praktikan dapat lebih memahami tentang konstruksi motor bakar.


2. Praktikan dapat mengetahui bagian bagian utama kontruksi motor bakar serta sistem
pelumasan.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Motor bakar adalah mesin atau pesawat yang menggunakan energi termal untuk
melakukan kerja mekanik, yaitu dengan cara merubah energi kimia dari bahan bakar menjadi
energi panas, dan menggunakan energi tersebut untuk melakukan kerja mekanik. Energi
termal diperoleh dari pembakaran bahan bakar pada masin itu sendiri. Jika ditinjau dari cara
memperoleh energy termal ini (proses pembakaran bahan bakar), maka motor bakar dapat
dibagi menjadi 2 golongan yaitu: motor pembakaran luar dan motor pembakaran dalam.
Motor bakar memiliki bermacam-macam bagian yang memiliki tugas tertentu yang saling
bekerja sama menghasilkan putaran motor. Bagian-bagian motor bakar antara lain :
1. Torak (batang penggerak)

Torak adalah bagian motor bakar yang bergerak lurus bolak-balik dalam silinder.
Torak ditopang oleh batang torak yang menghubungkan torak dengan poros engkol.
Torak merupakan bagian dari motor bakar yang berfungsi mengkompresi muatan segar ke
dalam silinder, mengubah tenaga gas(selama ekspansi) menjadi usaha mekanis, dan
menyekat hubungan gas diatas dan dibawah torak. Karena fungsinya yang amat penting
maka torak harus memiliki sifat-sifat khusus, yaitu ringan, kuat/kokoh, penghantar panas
yang baik, koefisien muai kecil dan tahan aus. Biasanya torak dibuat dari besi tuang
kelabu, baja tuang campuran alumunium karena logam ini tahan panas dan tahan aus.
Bagian ujung connecting rod yang berhubungan dengan piston pin disebut small end,
dan yang berhubungan dengan po-ros engkol adalah big end. Pada connecting rod
terdapat oil hole yang berfungsi untuk memercikkan oli untuk melumasi piston.
Tujuan piston dalam silinder adalah:
a. Mengubah volume dari isi silinder, perubahan volume bisa diakibatkan karena piston
mendapat tekanan dari isi silinder atau sebaliknya piston menekan isi silinder. Piston
yang menerima tekanan dari fluida dan akan mengubah tekanan tersebut menjadi gaya
(linear).
b. Membuka-tutup jalur aliran.
c. Kombinasi dari hal di atas.
Dengan fungsi tersebut, maka piston harus terpasang dengan rapat dalam silinder.
Satu atau beberapa ring (cincin) dipasang pada piston agar sangat rapat dengan silinder.
Pada silinder dengan temperatur kerja menengah ke atas, bahan ring terbuat dari logam,
disebut dengan ring piston (piston ring). Sedangkan pada silinder dengan temperatur kerja
rendah, umumnya bahan ring terbuat dari karet, disebut dengan ring sil (seal ring).

Gambar 1 Torak.
2. Poros Engkol.

Poros engkol disebut juga sebagai roda gila. Karena gerakan piston yang naik turun
pada saat mesin hidup roda gila berputar.Fungsi roda gila adalah mengubah gerakan
piston yang naik turun menjadi putaran. Karena putaran roda gila itu digunakan untuk
menggerakkan

mobil,sepeda

motor,dan

berbagai

macam

peralatan

lain

yang

membutuhkan mesin otomotif. Poros engkol juga berfungsi sebagai tempat batang
piston,lahger krug as/poros engkol,rotor magnet,gigi timing pada motor 4 takt &tempat
rotari valve pada motor 2 tak Poros engkol berada di dalam ruang engkol yang
didalamnya juga terdapat bantalan-bantalan luncur yang berfungsi menyetabilkan putaran
poros engkol
Pada bantalan terdapat locking lip yang berfungsi untuk mencegah bantalan ikut
berputar. Thrust washer berfungsi untuk mencegah gerak aksial (maju mundur) yang
berlebihan. Kerusakan pada poros engkol/poros engkol:
1. Poros engkol aus akibatnya:suara mesin berisik dari arah krug as,mesin cepat panas.
2. Pen krug as aus akibatnya:suara motor berisik,mesin bisa macet.
3. Lahger krug as aus akibatnya:suara mesin berisik,mesin macet.
4. Seal krug as aus/rusak akibatnya: bocor kompresi ckarter.
5. Drat ulir rotor rusak akibatnya generator kendor,motor hidup tidak normal.
Pemeriksaan :
a. Periksa kondisi permukaan main journal.
b. Lakukan pemeriksaan pada permukaan main journal.
c. Lakukan pengukuran besarnya diameter main journal.

d. Bila besarnya diameter permukaan melebihi batasan spesifikasi yang ada pada buku
manual maka poros engkol perlu di under size.

Gambar 2 poros engkol.


3. Katup (klep)

Fungsi dari katup adalah untuk memutuskan dan menghubungkan ruang silinder di
atas kotak dengan udara luar pada saat dibutuhkan.

Gambar 3 katup (klep)


4. Cylinder Head.
Cylinder head terbuat dari besi tuang (konstruksi mesin lama)Saat ini banyak mesin
yang kepala silindernya dibuat dari paduan alumunium. Kepala silinder yang terbuat dari
paduan aluminium memiliki kemampuan pendingin yang lebih besar disbanding dengan
yang terbuat dari besi tuang. Pada kepala silinder juga dilengkapi dengan mantel
pendingin yang dialiri air pendingin yang dating dari blok silinder untuk mendinginkan
mesin.
Pada kepala silinder ditempatkan ruang bakar, tempat terjadinya pembakaran bahan
bakar. Bentuk ruang bakar sangat berpengaruh dengan adanya penempatan dua buah
katup dan busi.

Gambar 4 Cylinder head


5. Cylinder Block

Blok silinder dan ruang engkol merupakan bagian utama dari motor bakar. Bagianbagian lain dari motor dipasangkan di dalam atau pada blok silinder,sehingga terbentuk
susunan motor yang lengkap. Pada blok silinder ini terdapat lubang silinder yang
berdinding halus,dimana torak bergerak bolak-balik dan pada bagian sisi-sisi blok silinder
dibuatkan sirip-sirip maupun lubang-lubang mantel air pendingin yang digunakan untuk
pendinginan motor. Silinder bersama-sama dengan kepala silinder membentuk ruang
bakar, yaitu tempat melaksanakan pembakaran bahan bakar.
Blok silinder dan ruang engkol dapat dituang menjadi satu bagian atau terpisah satu
sama lain, kemudian disatukan dengan baut-baut. Variasi lain dalam konstruksi blok
silinder ialah dengan pemasangan tabung silinder ke dalam blok silinder. Tabung ini
dibuat dari besi tuang atau baja tuang.
Pelepasan
a. Lepaskan semua saluran air pendingin dari radiator.
b. Lepaskan cylinder head unit.
c. Lepaskan semua engine mounting.
d. Setelah engine dipisahkan dari badan kendaraan lepaskan komponen yang terdapat
pada ruang poros engkol seperti pompa oli.
e. Lepaskan batang piston dapat melepaskan poros engkol.
f. Setelah semua bagian dilepas bersihkan komponen dengan solven atau glass bead.
Pemeriksaan
a. Kondisi permukaan cylinder blok
b. Diameter cylinder blok
c. Ketirusan
d. keovalan

Lakukan over size jika pada cylinder blok tidak sesuai dengan standar mesin yang
ada pada service manual. Pemasangan. Lakukan pemasangan sesuai dengan arah
kebalikan pembongkaran. Pada saat pemasangan poros engkol dan batang piston lakukan
pengecangan baut sesuai dengan standar momen pengencangan

Gambar 5 Cylinder block

6. Piston
Piston adalah sumbat geser yang terpasang di dalam sebuah silinder mesin
pembakaran dalam silinder hidrolik, pneumatik, dan silinder pompa.
Fungsi piston dalam silinder adalah:
a.

Mengubah volume dari isi silinder, perubahan volume bisa diakibatkan karena piston
mendapat tekanan dari isi silinder atau sebaliknya piston menekan isi silinder. Piston
yang menerima tekanan dari fluida dan akan mengubah tekanan tersebut menjadi gaya
(linear).

b.

Membuka-tutup jalur aliran.

c.

Kombinasi dari hal di atas.


Dengan fungsi tersebut, maka piston harus terpasang dengan rapat dalam silinder.

Satu atau beberapa ring (cincin) dipasang pada piston agar sangat rapat dengan silinder.
Pada silinder dengan temperatur kerja menengah ke atas, bahan ring terbuat dari logam,
disebut dengan ring piston (piston ring). Sedangkan pada silinder dengan temperatur kerja
rendah, umumnya bahan ring terbuat dari karet, disebut dengan ring sil (seal ring).

Pada beberapa piston terdapat offset dan cooling channel. Offset berfungsi mencegah
keausan ke satu sisi yang berlebihan. Cooling channel berfungsi mendinginkan piston.
Oil jet berfungsi untuk melumasi piston. Piston slap adalah benturan kesamping akibat
tenaga dorong.

Gambar 6 Piston.
7. Ring Piston
Ring piston memiliki dua tipe, ring kompresi dan ring oli. Ring kompresi berfungsi
untuk pemampatan volume dalam silinder serta menghapus oli pada dinding silinder.
Kemampuan kompresi ring piston yang sudah menurun mengakibatkan performa mesin
menurun. Ring oli berfungsi untuk menampung dan membawa oli serta melumasi parts
dalam ruang silinder. Ring oli hanya ada pada mesin empat tak karena pelumasan mesin
dua tak menggunakan oli samping.
Ring piston berfungsi untuk :
a. Mencegah kebocoran selama langkah kompresi dan usaha.
b. Mencegah oli yang melumasi piston dan silinder masuk ke ruang bakar.
c. Memindahkan panas dari piston ke dinding silinder pelepasan.

Gambar 7 Ring Piston


8. Poros Nok
Poros nok berfungsi untuk menggerakkan mekanisme katup pompa bahan bakar
dan distributor.

Gambar 8 Poros Nok


9. Bak Oli (Oli Pan).
Bak Oli terbuat dari baja dan dilengkapi separator untuk menjaga agar permukaan
oli tetap rata ketika kendaraan dalam posisi miring. Penyumbat oli (drain plug) letaknya
di bagian bawah oil pan yang berfungsi untuk mengeluarkan oli mesin bekas.

Gambar 9 Bak Oli

Beri Nilai