Anda di halaman 1dari 13

TEKNOLOGI PEMBELAJARAN FISIKA

BAHAN AJAR FISIKA


PEMUAIAN PANJANG

Dosen :
Lia Angraini, S.Si., M.Pd.

Disusun oleh :
Wahyu Saputra (321300017)
Kelas :
B Sore

FAKULTAS MIPA & TEKNOLOGI


INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PERSATUAN GURU
REPUBLIK INDONESIA PONTIANAK
(IKIP PGRI PONTIANAK)
2014/2015

A.

STANDAR KOMPETENSI
1.

B.

Menerapkan konsep perubahan zat dalam pemuaian panjang.

KOMPETENSI DASAR
1.1 Menganalisis pengaruh kalor terhadap suatu zat dalam pemuaian panjang,
1.2 Menganalisis cara perpindahan kalor dalam pemuaian panjang.

C.

D.

INDIKATOR
1.

Mengamati percobaan sederhana untuk menyelidiki Pemuaian Panjang.

2.

Menjelaskan konsep Pemuaian Panjang.

3.

Menganalisis konsep Pemuaian Panjang dalam kehidupan sehari-hari.

4.

Mempraktikan Pemuaian Panjang dalam kehidupan sehari-hari.

TUJUAN
Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan mampu:
1.

Menganalisis pengaruh perubahan suhu benda terhadap ukuran benda (pemuaian),

2.

Memaparkan faktor-faktor yang mempengaruhi besar pemuaian zat padat,

3.

Membedakan besar pemuaian panjang pada berbagai zat secara kuantitatif,

4.

Menganalisis pengaruh kalor terhadap perubahan suhu benda,

5.

Menganalisis pengaruh kalor terhadap perubahan wujud benda,

6.

Menjelaskan peristiwa perubahan wujud dan karakteristiknya serta memberikan


contohnya dalam kehidupan sehari-hari.

E.

MATERI POKOK/SUB MATERI


-

Pemuaian Panjang

1.

PEMUAIAN
Pada umumnya suatu zat akan memuai ketika dipanaskan dan
menyusut ketika didinginkan. Walaupun pemuaian ini biasanya cukup kecil
untuk bisa diamati, namun fenomena ini sangat penting karena gaya yang
dihasilkan sangat besar dan harus diperhitungkan untuk rancang bangun
tertentu seperti rel kereta api, jembatan baja, atau sambungan beton di jalan
raya. Pada saat sebuah benda dipanaskan, gerakan molekul-molekulnya
semakin cepat, yang menyebabkan semakin besar.

2.

PEMUAIAN TERMAL/PEMUAIAN ZAT


Pemuaian termal adalah pemuaian suatu zat (padat, cair, dan gas) yang
disebabkan oleh kenaikkan suhu zat itu.
a.

Pemuaian Zat Padat


Zat padat yang dipanaskan akan mengalami pemuaian panjang,

pemuaian luas, dan pemuaian volume. Pemuaian zat sebenarnya terjadi ke


segala arah. Akan tetapi dalam hal-hal tertentu kita dapat memperhatikan
pada arah panjangnya saja, misalnya pemuaian pada batang logam atau
mungkin pada luas permukaan tertentu saja, misalnya pemuaian pada
kepingan kaca jendela.
Menurut teori partikel, pada zat padat partikel-pertikelnya, yaitu:
1)

Tersusun sangat rapi dan rapat (sangat berdekatan),

2)

Gaya tarik-menarik antar partikel-partikelnya (partikel zat) sangat


kuat,

3)

Bentuknya tetap.
Jika

suatu benda padat dipanaskan (dinaikkan suhunya), maka

partikel-partikelnya akan bergetar lebih cepat. Akibatnya kecepatan partikel


meningkat (bertambah) sehingga energi kinetiknya menjadi lebih besar.
Partikel yang telah terpanaskan itu akan menumbuk partikel tetangganya

yang masih bersuhu lebih rendah, begitu seterusnya. Jika panas terus
diberikan, lama kelamaan panjang benda padat itu akan bertambah karena
jarak antar partikelnya menjauh. Peristiwa ini disebut pemuaian panjang.
b.

Pemuaian Panjang
Jika suatu benda berbentuk batang yang panjangnya L0 dipanaskan

sehingga suhunya berubah sebesar T, maka benda tersebut akan memuai


seperti pada gambar 1.1.

L0

Gambar 1.1 Pemuaian Panjang


Pertambahan panjang L adalah sebanding dengan panjang mula-mula
L0, jenis benda (yang dinyatakan dengan koefisien muai panjang ) dan
perubahan suhu T.

Gambar 1.2 Pemuaian Panjang setelah dipanaskan

L = L0T

(1-2)

Oleh karena itu, panjang akhir setelah pemuaian dapat dirumuskan sebagai
L = L0 + L
L = L0 + L0T
L = L0 (1 + T)

(1-2)

dengan
L = panjang akhir (m)
L0 = panjang mula-mula (m)
= koefisien muai panjang (/0C-1 atau /K-1)
T = perubahan suhu (0C atau K)
Tabel 1.1 koefisien muai panjang untuk berbagai zat
Koefisien Pemuaian Berbagai Zat
Material

Koefisien Muai Panjang


(/0C)

Es pada 00C

51 x 10-6

Timah

29 x 10-6

Aluminium

23 x 10-6

Kuningan

19 x 10-6

Tembaga

17 x 10-6

Beton

12 x 10-6

Baja

11 x 10-6

Gelas

9 x 10-6

Pyrex

3,2 x 10-6

Intan

1,2 x 10-6

Invar

0,7 x 10-6

Sekring Kwarsa

0,5 x 10-6

c.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertambahan Panjang Benda


Ketika Dipanaskan

d.

1)

Kenaikan suhu (t)

2)

Panjang benda mula-mula (L0)

3)

Jenis zat pada/benda yang dipanaskan

Koefisien Muai Panjang


Setiap zat mempunyai nilai (koefisien) atau konstanta yang

menyatakan berapa pertambahan panjangnya jika suhunya dinaikkan sebesar


10C atau 1 Kelvin. Nilai ini disebut koefisien muai panjang/muai linier ().
= nilai yang menyatakan pertambahan panjang suatu zat padat, jika
suhunya dinaikkan sebesar 10C atau 1 Kelvin.
e.

Kerugian Dan Keuntungan Akibat Pemuaian


Pemuaian zat padat ternyata membawa beberapa kerugian, khususnya

pada konstruksi seperti jembatan, jalan raya, dan rel kereta api, di mana
setiap hari secara terus-menerus mengalami perubahan suhu akibat panas
sinar Matahari dan dinginnya udara di malam hari. Untuk itu, para
perancang konstruksi harus memberikan ruang lebih yang memungkinkan
bahan-bahan konstruksi tersebut memuai. Ruang lebih inilah yang harus
benar-benar diperhitungkan, tidak boleh kurang dan tidak boleh berlebihan.
Di samping merugikan, pemuaian juga bias dimanfaatkan, misalnya
untuk memasang roda logam (besi) pada sebuah lokomotif. Untuk
menghasilkan suatu ban baja yang bisa menempel kuat pada roda,
diameter dalam ban baja dibuat sedikit lebih kecil daripada diameter luar
roda. Ban baja kemudian dipanaskan sehingga memuai dan diameternya
menjadi lebih besar daripada diameter roda. Dengan demikian, ban baja bisa
dipasang pada roda. Ketika ban baja ini mendingin, ia mengerut (menyusut)
sehingga pasangan ban baja ini sangat kuat.

f.

Contoh Pemuaian Panjang Dalam Kehidupan Sehari-hari


Pernahkah kamu mengamati kabel jaringan listrik pada pagi hari dan

siang hari? Kabel jaringan akan tampak kencang pada pagi hari dan tampak
kendor pada siang hari. Kabel tersebut mengalami pemuaian panjang akibat
terkena panas sinar matahari. Pada pemasangan kaca jendela juga kacanya
harus dipasang renggang pada bingkainya, supaya saat terjadi pemuaian
kaca tidak akan pecah.

Gambar 1.3 Pemasangan kaca pada bingkai


Alat yang digunakan untuk menyelidiki pemuaian panjang berbagai
jenis zat padat adalah musschenbroek. Pemuaian panjang suatu benda
dipengaruhi oleh panjang mula-mula benda, besar kenaikan suhu, dan
tergantung dari jenis benda.

Gambar 1.4 Musschenbroek


Besarnya

panjang

logam

setelah

dipanaskan

adalah

sebesar

Besarnya panjang zat padat untuk setiap kenaikan 1C pada zat sepanjang
1 m disebut koefisien muai panjang (). Hubungan antara panjang benda,
suhu, dan koefisien muai panjang dinyatakan dengan persamaan

Keterangan:
L = Panjang akhir (m)
L0 = Panjang mula-mula (m)
L = Pertambahan panjang (m)
= Koefisien muai panjang (/C)
t = kenaikan suhu (C)

Tabel 1.2 Koefisien Muai Panjang Benda

g.

Manfaat Pemuaian Yang Sering Kita Jumpai Dalam Kehidupan


Sehari-Hari
1)

Pengelingan
Menyambung dua pelat dengan menggunakan paku khusus
dengan proses khusus disebut mengeling. Bagaimanakah cara
pemasangan paku keling? Paku keling yang dipakai untuk
mengeling sesuatu dalam keadaan panas sampai berpijar dan
dimasukkan ke dalam lubang pelat yang hendak kita keling.
Kemudian paku bagian atas dipukul-pukul sampai rata. Setelah
dingin paku keling tersebut akan menyusut dan menekan kuat
pelat tersebut. Pengelingan dapat kamu jumpai pada pembuatan
badan kapal laut.

2)

Keping bimetal
Dua keping logam yang mempunyai koefisien muai
panjang berbeda dikeling menjadi satu disebut keping bimetal.
Keping bimetal peka terhadap perubahan suhu. Jika keping
bimetal dipanaskan, maka akan melengkung ke arah logam yang
angka koefisien muai panjangnya kecil. Bila didinginkan, keping

bimetal akan melengkung ke arah logam yang angka koefisien


muai panjangnya besar. Perbedaan pemuaian ini dipakai sebagai
termostat. Termostat adalah alat yang berfungsi ganda sebagai
saklar otomatis dan sebagai pengatur suhu. Beberapa alat yang
memanfaatkan keping bimetal dalam termostat, antara lain:
setrika listrik, lemari es, bel listrik, alarm kebakaran, lampu sen
mobil atau motor, rice cooker, oven.
3)

Pemasangan bingkai roda logam pada pedati dan kereta api


Roda pedati dan roda kereta api memiliki ukuran lebih kecil
daripada ukuran bingkainya. Untuk dapat memasang roda logam
tersebut , maka dengan cara pemanasan. Hal ini mengakibatkan
roda logam akan mengalami pemuaian. Kemudian roda logam
tersebut dipasang pada bingkainya, setelah dingin roda akan
menyusut dan terpasang pada bingkainya dengan kuat.

Gambar 1.5 Pemasangan sambungan rel kereta

3.

CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN PEMUAIAN PANJANG


1.

Sebatang baja panjang 2 meter dinaikkan suhunya sampai 300C.


Berapa panjang baja itu sekarang?
Penyelesaian :
Diketahui :
= 11 x 10-6 /0C
L0 = 2 m
T = 300C
Ditanya: L = ?
Jawab :
L = L0 T
= 2 x (11 x 10-6) x 300C
= 6,6 x 10-4 m
= 0,00066 m
L = L0+ L
= 2 + 0,00066
= 2,00066 m

2.

Panjang sebatang alumunium pada suhu 0 C adalah 100 cm. Berapa


panjang pada suhu 100 C, bila angka muai panjangnya 0,000026/ C?
Penyelesaian:
Diketahui :
t0 = 0 C
t1 = 1000C
L0 = 100 cm
= 0,000026/C
Ditanya : L1 = ?
Jawab :
L1 = L0 (1 + t)
= 100{1 + 0,000026 (100-0)}
= 100{1 + 0,000026 x100}
= 100 {1,0026}
= 100,26 cm

IDENTITAS BUKU
1. Judul Buku

IPA FISIKA Untuk SMA Kelas X

2. Penulis

Drs. Supiyanto, M.Si

3. Penerbit

Phibeta

4. Kota dan Tahun Terbit

Jakarta, 2006

5. Sekolah

SMA

6. Nomor ISBN

979-781-782-2

7. Materi

Pemuaian Panjang