Anda di halaman 1dari 15

Kasus 2

KELUARGA BERENCANA
Definisi
Menurut World Health Organisation (WHO) expert committee 1997: keluarga berencana
adalah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk menghindari kehamilan yang tidak
diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang sangat diinginkan, mengatur interval diantara
kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri serta
menentukan jumlah anak dalam keluarga (Suratun, 2008).
Keluarga berencana menurut Undang-Undang no 10 tahun 1992 (tentang perkembangan
kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera) adalah upaya peningkatan kepedulian dan
peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran,
pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera
(Arum, 2008).

Tujuan Keluarga Berencana


Gerakan KB dan pelayanan kontrasepsi memiliki tujuan:
a. Tujuan demografi yaitu mencegah terjadinya ledakan penduduk dengan menekan laju
pertumbuhan penduduk (LLP) dan hal ini tentunya akan diikuti dengan menurunnya
angka kelahiran atau TFR (Total Fertility Rate) dari 2,87 menjadi 2,69 per wanita
(Hanafi, 2002). Pertambahan penduduk yang tidak terkendalikan akan mengakibatkan
kesengsaraan dan menurunkan sumber daya alam serta banyaknya kerusakan yang
ditimbulkan dan kesenjangan penyediaan bahan pangan dibandingkan jumlah penduduk.
Hal ini diperkuat dengan teori Malthus (1766-1834) yang menyatakan bahwa
pertumbuhan manusia cenderung mengikuti deret ukur, sedangkan pertumbuhan bahan
pangan mengikuti deret hitung.
b. Mengatur kehamilan dengan menunda perkawinan, menunda kehamilan anak pertama
dan menjarangkan kehamilan setelah kelahiran anak pertama serta menghentikan
kehamilan bila dirasakan anak telah cukup.

c. Mengobati kemandulan atau infertilitas bagi pasangan yang telah menikah lebih dari satu
tahun tetapi belum juga mempunyai keturunan, hal ini memungkinkan untuk tercapainya
keluarga bahagia.
d. Married Conseling atau nasehat perkawinan bagi remaja atau pasangan yang akan
menikah dengan harapan bahwa pasangan akan mempunyai pengetahuan dan
pemahaman yang cukup tinggi dalam membentuk keluarga yang bahagia dan berkualitas.
e. Tujuan akhir KB adalah tercapainya NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia dan
Sejahtera) dan membentuk keluarga berkualitas, keluarga berkualitas artinya suatu
keluarga yang harmonis, sehat, tercukupi sandang, pangan, papan, pendidikan dan
produktif dari segi ekonomi (Suratun, 2008).

Akseptor Keluarga Berencana


Akseptor Keluarga Barencana (KB) adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang
menggunakan salah satu alat/obat kontrasepsi (BKKBN, 2007). Adapun jenis-jenis Akseptor KB
adalah sebagai berikut:
a. Akseptor Aktif adalah: Akseptor yang ada pada saat ini menggunakan salah satu cara/alat
kontrasepsi untuk menjarangkan kehamilan atau mengakhiri kesuburan.
b. Akseptor Aktif Kembali adalah : Pasangan Usia Subur yang telah menggunakan
kontrasepsi selama tiga bulan atau lebih yang tidak diselingi suatu kehamilan, dan
kembali menggunakan cara alat kontrasepsi baik dengan cara yang sama maupun
berganti cara setelah berhenti/istirahat kurang lebih tiga bulan berturut-turut dan bukan
karena hamil.
c. Akseptor KB Baru adalah: Akseptor yang baru pertama kali menggunakan alat/obat
kontrasepsi atau PUS yang kembali menggunakan alat kontrasepsi setelah melahirkan
atau abortus.
d. Akseptor KB Dini adalah: Para ibu yang menerima salah satu cara kontrasepsi dalam
waktu 2 minggu setelah melahirkan atau abortus.
e. Akseptor Langsung : Para Istri yang memakai salah satu cara kontrasepsi dalam waktu 40
hari setelah melahirkan atau abortus.
f. Akseptor dropout adalah: Akseptor yang menghentikan pemakaian kontrasepsi lebih dari
3 bulan (BKKBN, 2007).

Akseptor KB menurut sasarannya terbagi menjadi tiga fase yaitu:


a. Fase menunda kehamilan
b. Masa menunda kehamilan pertama, sebaiknya dilakukan oleh pasangan yang istrinya
belum mencapai usia 20 tahun. Karena umur dibawah 20 tahun adalah usia yang
sebaiknya tidak mempunyai anak dulu karena berbagai alasan. Kriteria kontrasepsi yang
diperlukan yaitu kontrasepsi dengan pulihnya kesuburan yang tinggi, artinya kembalinya
kesuburan dapat terjamin 100%. Hal ini penting karena pada masa ini pasangan belum
mempunyai anak, serta efektifitas yang tinggi. Kontrasepsi yang cocok dan yang
disarankan adalah pil KB, AKDR dan cara sederhana.
c. Fase mengatur/menjarangkan kehamilan
d. Periode usia istri antara 20-30 tahun merupakan periode usia paling baik untuk
melahirkan, dengan jumlah anak 2 orang dan jarak antara kelahiran adalah 24 tahun.
Umur terbaik bagi ibu untuk melahirkan adalah usia antara 20-30 tahun. Kriteria
kontrasepsi yang perlukan yaitu : efektifitas tinggi, reversibilitas tinggi karena pasangan
masih mengharapkan punya anak lagi, dapat dipakai 34 tahun sesuai jarak kelahiran
yang direncanakan, serta tidak menghambat produksi air susu ibu (ASI). Kontrasepsi
yang cocok dan disarankan menurut kondisi ibu yaitu : AKDR, suntik KB, Pil KB atau
Implan.
e. Fase mengakhiri kesuburan/tidak hamil lagi
f. Sebaiknya keluarga setelah mempunyai 2 anak dan umur istri lebih dari 30 tahun tidak
hamil lagi. Kondisi keluarga seperti ini dapat menggunakan kontrasepsi yang mempunyai
efektifitas tinggi, karena jika terjadi kegagalan hal ini dapat menyebabkan terjadinya
kehamilan dengan resiko tinggi bagi ibu dan anak. Disamping itu jika pasangan akseptor
tidak mengharapkan untuk mempunyai anak lagi, kontrasepsi yang cocok dan disarankan
adalah metode kontap, AKDR, Implan, Suntik KB dan Pil KB (Suratun, 2008).

Kontrasepsi
Istilah kontrasepsi berasal dari kata kontra dan konsepsi. Kontra berarti melawan atau
mencegah, sedangkan konsepsi adalah pertemuan antara sel telur yang matang dengan sperma
yang mengakibatkan kehamilan. Maksud dari kontrasepsi adalah menghindari/mencegah

terjadinya kehamilan sebagai akibat adanya pertemuan antara sel telur dengan sel sperma. Untuk
itu, berdasarkan maksud dan tujuan kontrasepsi, maka yang membutuhkan kontrasepsi adalah
pasangan yang aktif melakukan hubungan seks dan kedua-duanya memiliki kesuburan normal
namun tidak menghendaki kehamilan (Suratun, 2008).
Metode kontrasepsi bekerja dengan dasar mencegah sperma laki-laki mencapai dan
membuahi telur wanita (fertilisasi) atau mencegah telur yang sudah dibuahi untuk berimplantasi
(melekat) dan berkembang di dalam rahim. Kontrasepsi dapat reversible (kembali) atau
permanen (tetap). Kontrasepsi yang reversible adalah metode kontrasepsi yang dapat dihentikan
setiap saat tanpa efek lama di dalam mengembalikan kesuburan atau kemampuan untuk punya
anak lagi. Metode kontrasepsi permanen atau yang kita sebut sterilisasi adalah metode
kontrasepsi yang tidak dapat mengembalikan kesuburan dikarenakan melibatkan tindakan
operasi.
Metode kontrasepsi juga dapat digolongkan berdasarkan cara kerjanya yaitu metode
barrier (penghalang), sebagai contoh, kondom yang menghalangi sperma; metode mekanik
seperti IUD; atau metode hormonal seperti pil. Metode kontrasepsi alami tidak memakai alat-alat
bantu maupun hormonal namun berdasarkan fisiologis seorang wanita dengan tujuan untuk
mencegah fertilisasi (pembuahan).
Faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi adalah efektivitas, keamanan,
frekuensi pemakaian dan efek samping, serta kemauan dan kemampuan untuk melakukan
kontrasepsi secara teratur dan benar. Selain hal tersebut, pertimbangan kontrasepsi juga
didasarkan atas biaya serta peran dari agama dan kultur budaya mengenai kontrasepsi tersebut.
Faktor lainnya adalah frekuensi bersenggama, kemudahan untuk kembali hamil lagi, efek
samping ke laktasi, dan efek dari kontrasepsi tersebut di masa depan. Sayangnya, tidak ada
metode kontrasepsi, kecuali abstinensia (tidak berhubungan seksual), yang efektif mencegah
kehamilan 100%.

Jenis-jenis Kontrasepsi
A. Kontrasepsi Non Hormonal
1. Metode Amenore Laktasi (MAL)
Metode Amenorea Laktasi (MAL) adalah kontrasepsi yang mengandalkan pemberian Air
Susu Ibu (ASI) secara eksklusif, artinya hanya diberikan ASI tanpa tambahan makanan ataupun

minuman apapun lainnya. Syarat untuk dapat menggunakan cukup mudah, yakni menyusui
secara penuh (full breast feeding), lebih efektif bila pemberian lebih dari 8 kali sehari. Cara kerja
metode ini ialah dengan penundaan/penekanan ovulasi yang terjadi selama masa menyusui.
Metode jenis inin tidak memiliki efek samping.
Keuntungan Metode Amenore Laktasi (MAL)
Keuntungan Kontrasepsi

Keuntungan Nonkontrasepsi
Untuk Bayi:

Efektivitas tinggi (keberhasilan 98%


pada enam bulan pascapersalinan).

Mendapatkan

kekebalan

pasif

Segera efektif.

(mendapatkan antibodi perlindungan

Tidak mengganggu senggama.

lewat ASI)

Tidak

ada

efek

samping secara

Sumber asupan gizi yang terbaik dan

sistemik.

sempurna untuk tumbuh kembang

Tidak perlu pengawasan medis.

bayi yang optimal

Tidak perlu obat atau alat.

Tidak biaya.

Terhindar dari keterpaparan terhadap


kontaminasi dari air, susu lain atau
formula,

atau

alat

minum

yang

dipakai
Untuk Ibu:

Mengurangi

pendarahan

pascapersalinan

Mengurangi risiko anemia

Meningkatkan hubungan psikologik


ibu dan bayi

Keterbatasan Metode Amenore Laktasi (MAL)

Perlupersiapan sejak perawatan kehamilan agar segera menyusui dalam 30 menit


pascapersalinan.

Mungkin sulit dilaksanakan karena kondisi sosial.

Efektifitas tinggi hanya sampai kembalinya haid atau sampai dengan 6 bulan.

Tidak melindungi terhadap IMS termasuk virus hepatitis B/HBV dan HIV/AIDS

2. Kondom
Kondom merupakan selubung/sarung karet sebagai salah satu metode kontrasepsi atau ala
tuntuk mencegah kehamilan dan atau penularan penyakit kelamin pada saat bersenggama.
Kondom bekerja dengan jalan menghalangi terjadinya pertemuan sperma dan sel telur dengan
cara mengemas sperma diujung selubung karet yang dipasang pada penis sehingga sperma
tersebut tidak tercurah kedalam saluran reproduksi perempuan. Selain itu, kondom juga
mencegah penularan mikroorganisme (IMS termasuk HBV dan HIV/AIDS) dari satu pasangan
kepada pasangan yang lain (khusus kondom yang terbuat dari lateks dan vinil).
Manfaat Kondom
Keuntungan Kontrasepsi

Keuntungan Nonkontrasepsi

Efektif mencegah kehamilan bila

Membantu

mencegah

terjadinya

digunakan dengan benar

kanker serviks (mengurangi iritasi

Tidak mengganggu produksi ASI

bahan karsinogenik eksogen pada

Tidak mengganggu kesehatan klien

serviks)

Tidak mempunyai pengaruh sistemik

Mencegah penularan IMS, HIV

Murah dan dapat dibeli secara umum

Memberi dorongan kepada suami

Tidak

perlu

resep

dokter

untuk ikut ber-KB

atau

pemeriksaan kesehatan khusus

Mencegah ejakulasi dini

Metode kontrasepsi sementara bila

Saling berinteraksi sesama pasangan

metode kontrasepsi lainnya harus

Mencegah imunoin fertilitas

ditunda

Keterbatasan Kondom

Cara penggunaan sangat mempengaruhi keberhasilan kontrasepsi

Agak mengganggu hubungan seksual (mengurangi sentuhan langsung)

Harus selalu tersedia setiap kali berhubungan seksual

Malu membeli kondom di tempat umum

Pembuangan kondom bekas mungkin menimbulkan masalah dalam hal limbah

3. Spermisida
Agen yang menghancurkan membran sel sperma dan menurunkan motilitas (pergerakan
sperma). Tipe spermisida mencakup foam aerosol, krim, vagina suposituria, jeli, sponge (busa)
yang dimasukkan sebelum melakukan hubungan seksual. Terutama mengandung nonoxynol 9.

Efektivitas : kehamilan terjadi pada 6-26 per 100 wanita pada 1 tahun penggunaan
pertama

Keuntungan : tidak mengganggu kesehatan, berfungsi sebagai pelumas, dapat mencegah


PMS bakterial

Kerugian : angka kegagalan tinggi, dapat meningkatkan transmisi virus HIV, hanya
efektif 1-2 jam

4. Metode Ritmik
Metode ritmik adalah metode dimana pasangan suami istri menghindari berhubungan
seksual pada siklus subur seorang wanita. Ovulasi (pelepasan sel telur dari indung telur) terjadi
14 hari sebelum menstruasi. Sel telur yang telah dilepaskan hanya bertahan hidup selama 24 jam,
tetapi sperma bisa bertahan selama 3-4 hari setelah melakukan hubungan seksual. Karena itu
pembuahan bisa terjadi akibat hubungan seksual yang dilakukan 4 hari sebelum ovulasi.

Jenis metode ritmik:

a. Metode ritmik kalender


Merupakan metode dimana pasangan menghindari berhubungan seksual selama periode
subur wanita berdasarkan panjang siklus menstruasi, kemungkinan waktu ovulasi, jangka
waktu sel telur masih dapat dibuahi, dan kemampuan sperma untuk bertahan di saluran
reproduksi wanita. Periode subur seorang wanita dihitung dari : (siklus menstruasi
terpendek 18) dan (siklus menstruasi terpanjang - 11) Contoh: bila siklus terpendek
seorang wanita adalah 25 hari, dan siklus terpanjangnya 29 hari, maka periode suburnya
adalah (25 18) dan (29 11) yang berarti hubunan seksual tidak boleh dilakukan pada
hari ke-7 sampai hari ke-18 setelah menstruasi.
b. Metode lendir serviks

Adalah metode mengamati kualitas dan kuantitas lendir serviks setiap hari. Periode subur
ditandai dengan lendir yang jernih, encer, dan licin. Abstinensia (tidak melakukan
hubungan seksual) diperlukan selama menstruasi, setiap hari selama periode preovulasi
(berdasarkan lendir serviks), dan sampai waktu lendir masa subur muncul sampai 3 hari
setelah lendir masa subur itu berhenti.
c. Metode pengukuran suhu tubuh
Metode pengukuran suhu tubuh berdasarkan perubahan temperatur. Pengukuran
dilakukan pada suhu basal (suhu ketika bangun tidur sebelum beranjak dari tempat tidur.
Suhu basal akan menurun sebelum ovulasi dan agak meningkat (kurang dari 1 Celsius)
setelah ovulasi. Hubungan seksual sebaiknya tidak dilakukan sejak hari pertama
menstruasi sampai 3 hari setelah kenaikan dari temperatur.

Efektivitas : kehamilan terjadi pada 9-25 per 100 wanita pada 1 tahun penggunaan
pertama

Keuntungan : tidak ada efek samping gangguan kesehatan,ekonomis

Kerugian : angka kegagalan tinggi, tidak melindungi dari PMS, menghambat spontanitas,
membutuhkan siklus menstruasi teratur

5. Penarikan penis sebelum terjadinya ejakulasi


Disebut juga coitus interruptus. Pada metode ini, pria mengeluarkan/menarik penisnya
dari vagina sebelum terjadinya ejakulasi (pelepasan sperma ketika mengalami orgasme). Metode
ini kurang dapat diandalkan karena sperma bisa keluar sebelum orgasme juga memerlukan
pengendalian diri yang tinggi serta penentuan waktu yang tepat.

6. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)


Alat kontrasepsi yang dipasang dalam rahim dengan menjepit kedua saluran yang
menghasilkan indung telur sehingga tidak terjadi pembuahan, terdiri dari bahan plastik
polietilena, ada yang dililit oleh tembaga dan ada yang tidak. Cara kerja metode ini yakni dengan
mencegah terjadinya fertilisasi, tembaga pada AKDR menyebabkan reaksi inflamasi steril, toksik
buat sperma sehingga tidak mampu untuk fertilisasi
Keuntungan

Keterbatasan

Efektivitas tinggi, 99,2-99,4% ( 0,6


0,8

kehamilan/100

perempuan

Dapat

efektif

segera

Tidak mencegah Infeksi Menular


Seksual (IMS)

dalam 1 tahun pertama)

setelah

Tidak

baik

perempuan

digunakan
dengan

pada

IMS

atau

pemasangan

perempuan yang sering berganti

Metode jangka panjang

pasangan

Sangat efektif karena tidak perlu

Tidak

mempengaruhi

hubungan

medis

Klien tidak dapat melepas AKDR


sendiri

sosial

prosedur

termasuk pemeriksaan pelvis

lagi mengingat-ingat

Diperlukan

Meningkatkan kenyamanan seksual

Klien

harus

memeriksa

posisi

karena tidak perlu takut untuk hamil

benang AKDR dari waktu ke

Tidak ada efek samping hormonal

waktu.

Tidak mempengaruhi kualitas dan

perempuan

volume ASI

jarinya ke dalam vagina, sebagian

Dapat

dipasang

segera

setelah

melahirkan atau sesudah abortus

Untuk

melakukan

harus

ini

memasukkan

perempuan tidak mau melakukan


ini.

(apabila tidak terjadi infeksi)

Dapat

digunakan

sampai

menopause (1 tahun atau lebih


setelah haid terakhir)

Tidak ada interaksi dengan obatobat

Membantu

mencegah

kehamilan

ektopik

7. Kontrasepsi Mantap
a. Tubektomi
Tubektomi (Metode Operasi Wanita/MOW) adalah metode kontrasepsi mantap yang
bersifat sukarela bagi seorang wanita bila tidak ingin hamil lagi dengan cara mengoklusi tuba

falupii (mengikat dan memotong atau memasang cincin), sehingga sperma tidak dapat bertemu
dengan ovum.
Waktu penggunaan:

Idealnya dilakukan dalam 48 jam pascapersalinan

Dapat dilakukan segera setelah persalinan atau setelah operasi sesar

Jika tidak dapat dikerjakan dalam1minggu setelah persalinan, ditunda 4-6 minggu.
Keuntungan

Keterbatasan

Kontrasepsi

Efektivitasnya

99,5%

dipertimbangkan

sifat

(0,5

permanen kontrasepsi ini (tidak dapat

kehamilan per 100 perempuan selama

dipulihkan kembali, kecuali dengan

tahun pertama penggunaan)

operasi rekanalisasi)

Tidak

tinggi

Harus

mempengaruhi

proses

Dilakukan oleh dokter yang terlatih

menyusui

Tidak

bergantung

pada

faktor

sanggama

Baik bagi klien apabila kehamilan


akan menjadi risiko kesehatan yang
serius.

Tidak ada efek samping dalam jangka


panjang

Tidak ada perubahan dalam fungsi


seksual

Non Kontrasepsi

Berkurangnya risiko kanker ovarium

b. Vasektomi
Vasektomi (Metode Operasi Pria/ MOP) adalah prosedur klinik untuk menghentikan
kapasitas reproduksi pria dengan cara mengoklusi vasa deferensia sehingga alur transportasi
sperma terhambat dan proses fertilisasi (penyatuan dengan ovum) tidak terjadi. Ada 2 jenis
vasektomi yakni insisi dan Vasektomi Tanpa Pisau (VTP). Vasektomi bisa dilakukan kapan saja.

Keuntungan

Keterbatasan

Efektivitas tinggi 99,6-99,8%

Sangat aman, tidak ditemukan efek

menyarankan kontrasepsi tambahan

samping jangka panjang

selama 3 bulan setelah prosedur

Morbiditas dan mortalitas jarang

(kurang lebih 20 kali ejakulasi)

Hanya sekali aplikasi dan efektif

Tidak

efektif

segera,

WHO

Teknik tanpa pisau merupakan pilihan

dalam jangka panjang

mengurangi perdarahan dan nyeri

Tinggi tingkat rasio efisiensi biaya

dibandingkan teknik insisi

dan lamanya penggunaan kontrasepsi

B. Kontrasepsi Hormonal
1. Hormon Progestin
Hormon Progestin adalah metode kontrasepsi dengan menggunakan progestin, yaitu
bahan tiruan dari progesteron. Kontrasepsi jenis ini dapat berupa pil, injeksi dan implan.
Pil Progestin
Keuntungan

Keterbatasan

Efektif jika diminum setiap hari di

waktu yang sama (0,05-5 kehamilan /


100

perempuan

dalam

tahun

waktu yang sama

pertama)

Tidak

Harus digunakan setiap hari dan pada

Bila lupa satu pil saja, kegagalan


menjadi lebih besar

diperlukan

pemeriksaan

Risiko

kehamilan

panggul

risiko

ini

Tidak mempengaruhi ASI

dibandingkan

Tidak mengganggu hubungan seksual

yang tidak menggunakan minipil

Kembalinya

fertilitas

segera

jika

Efektifitas

ektopik,

lebih
dengan

menjadi

tetapi

rendah

jika

perempuan

rendah

bila

pemakaian dihentikan

digunakan bersamaan dengan obat

Mudah digunakan dan nyaman

tuberkulosis atau obat epilepsi

Efek samping kecil

Tidak mencegah IMS

Injeksi/Suntikan Progestin
Keuntungan

Keterbatasan

Sangat efektif (0,3 kehamilan per 100

Klien sangat tergantung pada tempat

perempuan dalam 1 tahun pertama

sarana pelayanan kesehatan (harus

Pencegahan

kembali sesuai jadwal suntikan)

kehamilan

jangka

panjang

Tidak

dapat

dihentikan

sewaktu-

waktu sebelum suntikan berikut

Tidak berpengaruh pada hubungan


suami isteri

Tidak mencegah IMS

Tidak mengandung estrogen sehingga

Terlambatnya kembalinya kesuburan

tidak

berdampak

penyakit

jantung

serius

terhadap

dan

gangguan

setelah penghentian pemakaian

pembekuan darah

Tidak mempengaruhi ASI

Sedikit efek samping

Dapat digunakan oleh perempuan usia


> 35 tahun sampai perimenopause

Membantu

mencegah

kanker

endometrium dan kehamilan ektopik

Menurunkan kejadian penyakit jinak


payudara

Mencegah

beberapa

penyebab

penyakit radang panggul

Menurunkan krisis anemia bulan sabit


(sicle cell)

Implan
Keuntungan
Keuntungan Kontrasepsi

Keterbatasan

Sangat efektif (kegagalan 0,2 -1,0


kehamilan per 100 perempuan)

Membutuhkan tindak pembedahan


minor untuk insersi dan pencabutan.

Tidak mencegah infeksi menular

Daya guna tinggi.

Perlindungan jangka panjang (sampai

seksual

Klien

tidak

dapat

menghentikan

5 tahun).

sendiri pemakaian kontrasepsi, akan

Pengembalian tingkat kesuburan yang

tetapi harus pergi ke klinik untuk

cepat setelah pencabutan.

pencabutan

Tidak

memerlukan

pemeriksaan

Efektivitas

menurun

bila

dalam.

menggunakan obat tuberkulosis atau

Bebas dari pengaruh estrogen.

obat epilepsi

Tidak

mengganggu

kegiatan

senggama.

Tidak mengganggu ASI.


Keuntungan Nonkontrasepsi

Mengurangi nyeri haid.

Mengurangi jumlah darah haid.

Mengurangi/memperbaiki anemia.

Melindungi

terjadinya

kanker

endometrium.

Menurunkan angka kejadian kelainan


jinak payudara.

Melindungi

diri

dari

beberapa

penyebab penyakit radang panggul.

Menurunkan

angka

kejadian

endometriosis.

2. Hormon Kombinasi
Hormon Kombinasi adalah metode kontrasepsi dengan menggunakan kombinasi hormon
mengandung hormon esterogen dan progesteron. Kontrasepsi jenis ini dapat berupa pil dan
injeksi.

Pil Kombinasi
Keuntungan

Keterbatasan

Efektivitas yang tinggi (1 kehamilan

per 100 perempuan dalam tahun

Risiko terhadap kesehatan sangat

Tidak mengganggu hubungan seksual

Mudah dihentikan setiap saat

Kesuburan segera kembali setelah

harus

Tidak

boleh

diberikan

kepada

perempuan menyusui

kecil

karena

menggunakannya setiap hari

pertama penggunaan)

Membosankan

Tidak mencegah IMS

penggunaan pil dihentikan

Dapat digunakan sebagai kontrasepsi


darurat

Dpat digunakan sejak usia remaja


hingga menopause

Membantu
ektopik,

mencegah

kanker

kehamilan

ovarium,

kanker

endometrium, kista ovarium, penyakit


radang panggul, kelainan jinak pada
payudara, dismenore atau akne

Suntikan Kombinasi
Keuntungan
Keuntungan Kontrasepsi

Keterbatasan

Pola haid tidak teratur, perdarahan

Sangat efektif (0,1 -0,4 kehamilan per

bercak atau perdarahan sela sampai10

100 perempuan selama tahun pertama

hari.

penggunaan)

Mual, sakitk epala, nyeri payudara

Risiko terhadap kesehatan kecil.

ringan, dan keluhan seperti ini akan

Tidak berpengaruh pada hubungan

hilang setelah suntikan kedua atau

suami istri.

ketiga.

Tidak diperlukan pemeriksaan dalam.

Efek samping sangat kecil.

pelayanan kesehatan. Klien harus

Keuntungan Nonkontrasepsi

kembali

Mengurangi jumlah perdarahan.

mendapatkan suntikan.

Mengurangi nyeri saat haid.

Mencegah anemia.

digunakan bersamaan dengan obat-

Khasiat pencegahan terhadap kanker

obat epilepsi (Fenitoin dan Barbiturat)

ovarium dan kanker endometrium.

atau obat tuberculosis (Rifampisin).

Ketergantungan

klien

setiap30

Efektivitasnya

hari

berkurang

Mengurangi penyakit payudara jinak

Penambahan berat badan.

dan kista ovarium.

Tidak

menjamin

terhadap

untuk

bila

perlindungan

Mencegah kehamilan ektopik.

terhadap penularan infeksi menular

Melindungi

seksual, hepatitis B virus, atau infeksi

klien

dari

jenis-jenis

virus HIV.

tertentu penyakit radang panggul.

Pada keadaan tertentu dapat diberikan


pada perempuan usia perimenopause

Kemungkinan
pemulihan

terlambatnya
kesuburan

penghentian pemakaian.

setelah