Anda di halaman 1dari 4

A.

Latar Belakang
Pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa yang
bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap
orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Upaya untuk
mencapai

tujuan

tersebut,

pembangunan

kesehatan

dilaksanakan

secara

terarah,

berkesinambungan dan realistis sesuai pentahapannya.


Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat
yang setinggi-tingginya ialah dengan menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Adapun yang
dimaksud pelayanan kesehatan menurut Levey dan Loomba adalah setiap upaya yang
diselenggarakan secara sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk
memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah, dan menyembuhkan penyakit, serta
memulihkan kesehatan perseorangan, keluarga, kelompok dan ataupun masyarakat.
Puskesmas sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan memiliki peranan penting
dalam peningkatan kesehatan masyarakat. Saat ini puskesmas telah didirikan hampir
diseluruh pelosok daerah. Puskesmas diperkuat dengan puskemas pembantu serta puskesmas
keliling, kecuali untuk daerah yang jauh dari sarana pelayanan rujukan maka puskesmas
dilengkapi dengan fasilitas rawat inap. Pembangunan baru puskesmas rawat inap
dilaksanakan dalam rangka meningkatkan jangkauan masyarakat terhadap pelayanan
kesehatan yang bermutu dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pembangunan baru
puskesmas rawat inap sebenarnya diprioritaskan untuk wilayah tertinggal, terpencil,
kepulauan dan perbatasan akan tetapi pembangunan puskesmas rawat inap kini diarahkan
pembangunan ke perkotaan.
Pelaksanaan Undang-Undang No 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dirasa
belum dilaksanakan dengan baik dan tepat oleh semua dokter, antara lain dikarenakan
ketidaksadaran tentang pasal-pasal penting yang tercantum dalam

UU ini sehingga

pelanggaran tentang praktik kedokteran masih saja terjadi. Hal ini tidak saja ditinjau dari
praktik pribadi, namun juga dalam ruang lingkup sarana kesehatan seperti puskesmas. Inilah
yang menjadi dasar pentinganya penugas kali ini dalam membantu pemahaman mahasiswa
kedokteran tentang tingkat pelayanan kesehatan serta turut berpartisipasi dalam
meningkatkan derajat kesehatan.

B. Kegiatan Pelaksanaan
Tugas ini kami laksanakan pada :
Hari/tanggal

: Selasa, 8 Mei 2012

Waktu

: 09.30-10.00

Tempat

: Puskemas Perawatan Tanjung Karang

Kegiatan ini kami lakukan dengan menanyakan kuisioner yang telah kami susun
sebelumnya kepada 7 orang pasien (baik auto maupun hetero) berkaitan dengan tingkat
pemahaman dari segi pasien. Kuisioner ini kami sesuaikan dengan beberapa pasal dalam UU
No. 29 Th 2004.

C. Tujuan Kegiatan
Berdasarkan latar belakang dan bentuk kegiatan, hal ini bertujuan untuk mengetahui tingkat
pemahaman dan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan dokter dan medis di puskemas
tersebut, kemudian kita bandingkan dengan beberapa pasal yang ada di UU No.29 Th 2004
mengenai praktik kedokteran.

D. Manfaat Kegiatan
1. Meningkatkan pemahaman mahasiswa kedokteran mengenai pelaksanaan praktik
kedokteran di puskemas berdasarkan Undang-Undang tersebut
2. Memberikan feedback positif kepada pihak puskesmas untuk mengevaluasi pelayanan
medis kembali
3. Meningkatkan kesadaran masyarakat terutama mahasiswa kedokteran akan pentingnya
menjaga keselarasan lingkungan medis agar tidak terjadi lagi pelanggaran praktik
kedokteran

E. Hasil Kegiatan
(Terlampir)

F. Analisis
Berdasarkan hasil kuisioner yang kami lakukan dipuskesmas perawatan tanjung karang,
didapatkan sebagian besar pasien mendapatkan informed consent sebelumnya atas tindakan
yang akan dilakukan seorang dokter terhadap pasiennya. Hal ini sesuai dengan pasal 45
dalam Undang-Undang Praktek Kedokteran No. 29 Tahun 2004 yakni (1) Setiap tindakan
kedokteran atau kedokteran gigi yang akan dilakukan oleh dokter atau dokter gigi terhadap
pasien harus mendapat persetujuan.
Dalam kuisioner yang kita tanyakan juga berkaitan dengan penjelasan tindakan yang
dilakukan seorang dokter, ternyata kebanyakan pasien tidak mengetahui tentang diagnosis,
tujuan, resiko, komplikasi, serta prognosis dari penyakitnya. Hal ini berlawanan dengan pasal
45 ayat 2 dan 3 yaitu (2) Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan setelah
pasien mendapat penjelasan secara lengkap. (3) Penjelasan sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) sekurang-kurangnya mencakup :
a. diagnosis dan tata cara tindakan medis;
b. tujuan tindakan medis yang dilakukan;
c. alternatif tindakan lain dan risikonya;
d. risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi; dan
e. prognosis terhadap tindakan yang dilakukan.
Dari hasil kuisioner secara umum pasien merasa puas terhadap pelayanan medis yang
ada dipuskesmas tersebut,karena didukung dengan pendapat pasien yang merasa senang
terhadap pelayanan medis dimana hal ini sesuai dengan pasal 52 point C, yakni : Pasien,
dalam menerima pelayanan pada praktik kedokteran, mempunyai hak:
a. mendapatkan penjelasan secara lengkap tentang tindakan medis sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 45 ayat (3);
b. meminta pendapat dokter atau dokter gigi lain;
c. mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan medis;
d. menolak tindakan medis; dan
e. mendapatkan isi rekam medis.

G. Simpulan
Secara umum pasien puas dengan pelayanan medis di puskemas tersebut, namun informasi
dan penjelasan mengenai diagnosis, komplikasi, resiko, dan tindakan medis yang dilakukan
tidak begitu dijalankan dengan baik. Hal ini mungkin dikarenakan tingkat pendidikan pasien
yang kurang baik sehingga jika diberikan penjelasan akan lebih membingungkan pasien.

H. Saran
Dokter sebagai tenaga medis harus mampu memberikan edukasi kepada pasien berkaitan
mengenai penyakit dan tindakan medis yang diberikan. Pasien juga harus bertanya dan
memberikan informasi dengan jujur akan penyakitnya agar hubungan timbal balik dengan
dokter dapat berjalan baik dan ini tentunya sesuai dengan UU Praktik Kedokteran No. 29
Tahun 2004 tersebut.