Anda di halaman 1dari 7

IX - 1

Modul Kuliah : Pengembangan Sumber Daya Air


Modul No. 9 : Bangunan Pelimpah
Tujuan Instruksional Umum (TIU) :
Mahasiswa mengetahui dan memahami secara umum pengertian waduk, mulai dari
perencanaan ketersediaan air, penentuan kapasitas waduk serta pola operasi
pemanfaatan volume waduk sesuai dengan kaidah pengembangan sumber daya air.
Tujuan Instruksional khusus (TIK) :
Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian, tujuan serta merencanakan ketersediaan
dan kapasitas waduk sesuai dengan kaidah pengembangan sumber daya air secara
keseluruhan.

IX - 1

9.

BANGUNAN PELIMPAH

9.1

FUNGSI
Pelimpah adalah bangunan pelengkap dam yang berfungsi mengalirkan debit
banjir dari hulu ke hilir dam sehingga air di hulu dam tidak melebihi tinggi tertentu
yang berbahaya terhadap mercu dan tubuh dam.
Pelimpah terdiri dari tiga komponen :

Bangunan control yang berfungsi mengstur debit pelimpahan

Saluran pengarah yang berfungsi mengalirkan air dari bangunan control ke


sungai di hilir

Bangunan ahkir yang berfungsi meredam energi aliran air

Kapasitas

pelimpah

ditentukan

terutama

berdasarkan

debit

banjir

yang

diperhitungkan akanmelalui dam. Faktor lain yang harus diperhatikan dalam


penentuan kapasitas pelimpah antara lain :

9.2

Sifat banjir rancangan

Biaya pembuatan

Risiko atas tingkat kerugian apabila terjadi bencana banjir

KLASIFIKASI
Jenis pelimpah dikelompokan berdasarkan jenis atau bentuk komponen pokoknya,
terutama jenis atau bentuk bangunan control dan saluran pengarah.
Faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan jenis pelimpah adalah sama dengan
factor yang mempengaruhi dalam penentuan kapasitas pelim pah ditambah
dengan factor-faktor berikut :

Topografi dan geologi lokasi,

Jenis dam

Operasi pelimpah

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM


PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

IX - 2

9.2.1

JENIS PELIMPAH BERDASARKAN BANGUNAN KONTROL


Berdasarkan jenis bangunan control, pelimpah digolongkan berdasarkan dua
aspek, yaitu operasi bangunan control dan bentuk bangunan control.
Berdasarkan aspek oprasi, pelimpah dibedakan antara :

Pelimpah berpintu

Pelimpah tak berpintu

Jenis pelimpah berdasarkan aspek bentuk bangunan control antara lain :

9.2.2

Pelimpah overflow,

Pelimpah ogee,

Pelimpah samping, dan

Pelimpah morning glory.

JENIS PELIMPAH BERDASARKAN SALURAN PENGARAH


Jenis pelimpah berdasarkan bentuk atau jenis saluran pelimpah antara lain :

9.2.3

Pelimpah luncur

Pelimpah terowong

Pelimpah gorong-gorong

Pelimpah terjun bebas

JENIS PELIMPAH BERDASARKAN BANGUNAN AKHIR


Berdasarkan bangunan ahkir, pelimpah dapat dibedakan menjadi :

Pelimpah tanpa pemecah energi

Pelimpah dengan pemecah energi

Pemecah energi dipakai untuk meredam energi kinetic aliran air yang melalui
mercu pelimpah atau saluran pengarah.
Jenis pemecah energi anatara lain :

Baffle,

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM


PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

IX - 3

9.3

Cekungan (deflector bucket, flip bucket),

Kisi peredam,

Kolam penenang (stilling basin, hydraulic jump basin, plunge basin)

MERCU PELIMPAH
Mercu pelimpah merupakan bagian terpenting untuk pengaturan debit yang
dialirkan melalui pelimpah.
Untuk pelimpah terkontrol, mercu dilengkapi dengan pintu. Jenis pintu antara lain :

Stoplog,

Pintu geder, dan

Pintu radial.

Untuk pelimpah tanpa pintu, debit bergantung pada tinggi muka air di atas mercu.
9.3.1

JENIS MERCU
Jenis mercu ditentukan dari bentuknya, antara lain :

9.3.2

Peluap ambang tajam,

Peluap ambang lebar, dsn

Peluap agee

KAPASITAS PELIMPAH
Kapasitas pelimpah harus cukup untuk mengalirkan debit banjir rancangan tanpa
membahayakan dam dan pelimpah.
Kapasitas pelimpah ditentukan oleh tinggi energi di atas mercu dan panjang yang
dinyatakan dengan persamaan berikut :
Q = C L Hm
Di mana Q adalah debit melalui pelimpah, C adalah koefisian debit, L adalah
panjang mercu, H tinggi energi diatas mercu, dan m adalah konstanta.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM


PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

IX - 4

9.3.3

ALUR MASUK
Sebelum melewati mercu, aliran melalui alur masuk yang dimasukkan untuk
mengarahkan aliran. Bentuk alur ditentukan sedemikian hingga aliran di depan
mercu terdistribusi merata di sepanjang mercu dan kecepatan aliran sekecil
mungkin.

9.4

SALURAN PENGARAH
Saluran pengarah berfungsi mengalirkan air dari mercu ke bangunan ahkir atau ke
sungai di hilir dam. Aliran dapat berupa aliran seragam (uniform flow) atau takseragam (non-uniform flow). Umumnya sifat aliran di saluran pengarah adalah
aliran superkritik.
Aspek hidraulika dalam perancangan saluran pelimpah anatara lain :

Tampang saluran,

Kedalaman aliran,

Kemiringan saluran, dan

Tinggi jagaan.

Persamaan aliran di saluran pelimpah adalah persamaan kontinuitas.


Q=vA
= ! R2/3 Sf A
n
di mana v adalah kecepatan aliran, n adalah koefisien kekasaran darsar aliran
Manning, R adalah radius hidraulik, Sf adalah kemiringan garis energi, dan A
adalah luas tampang aliran.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM


PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

IX - 5

9.4.1

JENIS SALURAN PENGARAH


Saluran pengarah, ditinjau secara hidraulik, terdiri dari dua jenis, yaitu :

Saluran terbuka, dan

Saluran tekan

Bentuk fisik saluran dapat bermacam-macam dengan bentuk yang umum dipakai
antara lain :

9.4.2

Saluran terbuka,

Terowong, dan

Pipa

ALINEMEN SALURAN
Alinemen saluran [pelimpah ditentukan dengan memperhatikan kondisi topografi
setempat. Kemiringan memanjang saluran dapat dibuat sama (kemiringan
tunggal) atau bervariasi (kemiringan majemuk) di seluruh saluran. Untuk saluran
dengan kemiringan majemuk, perubahan kemiringan dibuat bertahap melalui
suatu lengkung peralihan.

9.4.3

BENTUK TAMPANG
Secara hidraulik, bentuk tampang saluran pelimpah sebaiknya merupakan bentuk
yang memberikan luas tampang terkecil untuk debit aliran tertentu. Untuk salulan
terbuka, bentuk tampang yang dapat dibuka adalah trapesium atau segi- empat,
sedang untuk saluran terowong atau pipa dipakai bentuk tampang lingkaran.

9.5

BANGUNAN AKHIR
Bangunan ahkir merupakan bagian ahkir saluran pelimpah yang berfungsi
mengalirkan air dari saluran ke sungai. Bangunan ini dilengkapi dengan pemecah
energi yang berfungsi meredam energi kinetic aliran sebelum aliran masuk

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM


PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

IX - 6

kesungai. Dengan demikian sungai, kaki hilir dam, atau ujung saluran pelimpah
tidak tergerus.

9.5.1

JENIS
Bangunan ahkir dibedakan berdasarkan ada-tidaknya permecah energi. Bentuk
pemecah energi yang dipakai antara lain : baffle, cekungan , kisi peredam, dan
kolam

penenang.

Pemilihan

pemecah

energi

dilakukan

dengan

mempertimbangkan :

9.5.2

Sifat debit rancangan

Topografi dan geologi setempat, dan

Jenis dam

PEMECAH ENERGI
Aliran dari mercu mempunyai energi yang sangat besar yang harus diredam agar
tidak membahayakan kaki hilir dam. Pemecahan energi dapat berlangsung di
saluran pengarah, di bangunan akhir, atau di sungai hilir dam.
Pemecah energi di saluran pengarah dilakukan dengan penempatan baffle di
sepanjang saluran. Pemecahan energi dapat juga dilakukan dengan penempatan
cekungan atau kisi di bagian ahkir saluran pengarah.
Pemecahan

energi

dengan

kolam

penenang

dilakukan

dengan

prinsip

pembentukan olakan, turbulensi, atau gelombang (standing wafes) di kolam yang


berada dihilir pelimpah.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM


PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR