Anda di halaman 1dari 31

Laporan Kasus

TUMOR MAMAE DEXTRA


Disusun oleh Ricky Julianto
030.10.236
Pembimbing :
dr. Cahyo Novianto, Sp.B(K) Onk

IDENTITAS PASIEN

Nama
Umur
Jenis Kelamin
Alamat

Status
Pekerjaan
Agama

: Ny. R
: 38 tahun
: Perempuan
: Kapuk Taniwan RT/RW.09/05
Cengkareng, Jakarta Barat
: Menikah
: Ibu Rumah Tangga
: Islam

Pasien masuk ke ruang rawat P.Sibatik 21 Juli 2014

Dilakukan auto-anamnesis kepada


pasien pada hari Senin, 21 Juli 2014
pukul 13.00 WIB.

ANAMNESIS
Keluhan Utama

Benjolan di payudara kanan sejak 2 bulan yll.


Keluhan Tambahan

Tidak ada keluhan tambahan.

ANAMNESIS(1)
Riwayat Penyakit Sekarang (RPS)
Pasien datang ke poli bedah RSAL MINTOHARDJO dengan
keluhan adanya benjolan di dalam payudara kanan pasien,
sudah ada sejak 2 bulan yll, tidak nyeri pada payudara kanan,
tidak demam, tidak pusing, tidak mual hingga muntah, tidak
ada keluar cairan dari puting susunya, tidak ada retraksi puting
susu, serta tidak ada benjolan di ketiaknya.

ANAMNESIS(2)
Riwayat Penyakit Dahulu (RPD)

Dirawat di rumah sakit untuk operasi tonsilitis.


Riwayat Penyakit Keluarga

Tidak ada keluarga pasien yang mengalami hal serupa.


Riwayat Medikasi

Menggunakan pil KB selama 2 tahun. Sudah 3 tahun belakangan ini


pasien tidak mengkonsumsi pil KB.
Riwayat Alergi

Menyangkal riwayat alergi terhadap makanan ataupun obat-obatan.


Riwayat Kebiasaan

Jarang mengkonsumsi buah dan sayur. Minum 8 gelas per hari ( 2


liter) dan senam.

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum
Kesan sakit
: Tampak sakit ringan
Kesadaran
: Composmentis

Tanda Vital
Tekanan darah
Nadi
Suhu
Pernapasan

: 110/70 mmHg
: 76 x/menit
: 36,5 oC
: 20 x/menit

PEMERIKSAAN FISIK(1)
Status Generalis
Dalam batas normal.
Status Lokalis

Regio Mammae Dextra


Inspeksi
: benjolan (-), sekret papilla (-), retraksi papilla
mamae (-), krusta ataupun ulkus areola mamae (-), areola
mamae kanan kiri sejajar dan berwarna coklat gelap, tidak
tampak kelainan kulit, warna kulit payudara kanan sama
dengan kulit sekitar dan kulit payudara kiri, payudara kanan
kiri simetris.

PEMERIKSAAN FISIK(2)
Regio Mammae Dextra
Palpasi : benjolan (+) 1 cm di arah jam 8
dan 12 dari areola mamae dextra, kenyal,
permukaan rata tidak berbenjol, berbatas tegas,
tidak terfiksasi ke jaringan sekitar payudara dan
kulit, nyeri tekan (-).

PEMERIKSAAN FISIK(3)
Regio Mammae Sinistra
Inspeksi : benjolan (-), sekret papilla (-),
retraksi papilla mamae (-), krusta ataupun ulkus
areola mamae (-), areola mamae kanan kiri
sejajar dan berwarna coklat gelap, tidak tampak
kelainan kulit, warna kulit payudara kanan sama
dengan kulit sekitar dan kulit payudara kiri,
payudara kanan kiri simetris.

PEMERIKSAAN FISIK(4)
Regio Mammae Sinistra
Palpasi : benjolan (+) 1 cm diarah jam 12,
jam 3, dan jam 7-8 dari areola mamae sinistra,
kenyal, permukaan rata tidak berbenjol, berbatas
tegas, tidak terfiksasi ke jaringan sekitar
payudara dan kulit, nyeri tekan (-).

PEMERIKSAAN FISIK(5)
Regio Axillaris & Regio Supraklavikula Dextra
& Sinistra
Inspeksi : tak tampak adanya benjolan.
Palpasi : tidak teraba adanya benjolan.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Jenis Pemeriksaan
LED
Hemoglobin
Leukosit
Basofil
Eosinofil
Batang
Segmen
Limfosit
Monosit
Glukosa Puasa
Glukosa 2 Jam PP
Cholesterol
HDL Cholesterol
LDL Cholesterol
Trigliserida
SGOT
SGPT
Alkali Fosfatase
Protein Total
Albumin
Globulin
Ureum
Kreatinin
Asam Urat
Bilirubin Total
Bilirubin Direk
Bilirubin Indirek

Hasil
11 mm
12,9 g/dL
6.300 /L
0
1
0
57
33
9
81 mg%
93 mg%
187 mg/dL
56 mg/dL
107 mg/dL
119 mg/dL
16 /L
20 /L
131 /L
7,3 g/dL
4,3 g/dL
3,0 g/dL
20 mg/dL
0,8 mg/dL
3,2 mg/dL
0, 53 mg/dL
0,11 mg/dL
0,42 mg/dL

Nilai Rujukan
< 20 mm (untuk wanita)
14 16 g/dL
5.000 10.000 /L
01
13
26
50 70
20 40
28
< 110 mg%
< 140 mg%
< 200 mg/dL
40 60 mg/dL
< 130 mg/dL
<170 mg/dL
5 34 /L
< 55 /L
< 258 /L
6,6 8,8 g/dL
3,5 5,2 g/dL
2,6 3,4 g/dL
17 43 mg/dL
0,9 1,3 mg/dL
2,6 6,0 mg/dL
0,1 1,2 mg/dL
< 0,5 mg/dL
< 0,7 mg/dL

PEMERIKSAAN PENUNJANG(1)

PEMERIKSAAN PENUNJANG(2)

PEMERIKSAAN PENUNJANG(3)
Hasil pemeriksaan USG Mamae
Tampak massa hipoekhoik dan batas tegas pada kedua mamae.
Mamae Dextra
: lokasi jam 8 dekat puting susu (1,0 x 0,88
cm), jam 12 dekat puting susu (1,10 x 0,08 x 1,13cm) dan 0,56 x
0,67 x 0,44 cm.
Mamae Sinistra
: lokasi di bawah puting susu (0,46 x 0,43 x
0,78 cm), jam 12 (0,69 x 0,65 x 0,31 cm), jam 3 (0,75 xx 0,66 x 0,30
cm).
Kesan

: Massa solid kedua mamae (FAM).

DIAGNOSIS KERJA
Fibroadenoma mamae bilateral

LAPORAN OPERASI

PENATALAKSANAAN
Pada pasien
direncanakan operasi
(eksisi lumpectomy)
pada tanggal 21 Juli
2014.

Ahli Bedah

: dr. Cahyo Sp.B(K) Onk

Ahli Anastesi

: dr. Triseno Sp.An

Cara pembiusan

: General Anaesthetic

Instrumentator

: Br. Harun

Asisten

: co-ass bedah

Diagnosis pra bedah

: Tumor Mamae Dextra Suspek Jinak

Diagnosis pasca bedah

: Malignant Neoplasm of Breast Dextra

Macam operasi

Laporan operasi

1. Pada OS dilakukan general anaesthetic


2. Desinfeksi lapangan operasi
3. Dilakukan eksisi lumpectomy dengan luka berdiameter 5 cm
4. Cuci NaCl
5. Tutup luka operasi
6. Operasi selesai
Dilakukan pemeriksaan histopatologi terhadap jaringan hasil operasi.
Tindakan post-operasi,
1. Bed rest dan perawatan luka operasi
2. Cefotaxime

2x1 IV

3. Ketorolac

3x1 IV

Tanggal 22 Juli 2014 direncanakan untuk pulang.

PROGNOSIS
Ad Vitam
Ad Fungsionam
Ad Sanationam

: Bonam
: Bonam
: dubia ad Bonam

FOLLOW UP POST-OP Hari III (22 Juli 2014)


Subjektif

: Tidak ada keluhan pada daerah operasi.

Objektif

: Keadaan umum pasien baik, composmentis,


Tekanan Darah 100/70, Nadi 76 x/menit, Suhu 36,5 C,
RR 16 x/menit,
Bising usus (+),
Status Lokalis Regio Mamae Dextra = terdapat luka operasi
yang tertutup perban, tidak ada rembesan darah pada perban.

Assesment

: Malignant Neoplasm of Breast post-eksisi H+1.

Planning

: Ciprofloxaxin
Asam Mefenamat

2x1 No.X
3x1 No.X

Kontrol kembali 2 minggu kemudian.

HASIL LABORATORIUM PATOLOGI ANATOMI / SITOLOGI


Diterima tanggal 25 Juli 2014.
Makroskopik : tiga buah jaringan coklat kenyal ( 1 x 1 x 0,5 dan 3 x 1 x 0,5 cm).
Mikroskopik : sediiaan tanpa keterangan, agaknya jaringan payudara dengan
proliferasi asinus / duktulus yang dibatasi tegas jaringan ikat padat
kolagen. Pada sebagian tempat proliferasi asinus duktulus dibatasi
jaringan ikat miksomatosa.
Kesimpulan

: gambaran histologik sesuai dengan Mammary Dysplasia, dengan

Fibro Adenoma Mammae. Tidak tampak tanda ganas / khas.

TINJAUAN PUSTAKA
Embriologi

Tumbuh sejak minggu ke-6 masa embrio berupa


penebalan ektodermal disepanjang garis (disebut
garis susu) yang terbentang dari aksila sampai
regio inguinal.

TINJAUAN PUSTAKA(1)
Anatomi

Batas payudara :
1. iga 2 di superior,
2. iga 6 di inferior,
3. sternokostal di medial, dan
4. linia aksilaris anterior di lateral.

TINJAUAN PUSTAKA(2)
12 - 20 lobulus kelenjar duktus laktiferus
papilla mamma.
Dibungkus oleh fascia pektoralis superfisialis.
Bagian anterior & posterior disangga oleh lig
Cooper.

TINJAUAN PUSTAKA(3)
Pendarahan Payudara
cabang arteri perforantes
anterior dan arteri
mamaria interna,
arteri torakalis lateralis
yang bercabang dari arteri
aksilaris, dan
beberapa arteri
interkostalis.

TINJAUAN PUSTAKA(4)
Persarafan Payudara
Superior : n. supraklavikula C3-4,
Medial : n. cabang kutaneus anterior dari
nervus interkostalis 2-7,
Papilla mamma
: n. cabang kutaneus
lateral dari nervus interkostalis 4,
Lateral : n. cabang kutaneus lateral dari
nervus interkostalis lain.

TINJAUAN PUSTAKA(5)
6 kelompok kelenjar limfatik,
kelompok limfatik vena aksilaris (75%),
mamaria interna,
skapular,
sentral,
subklavikular, dan
interpektoral (Rotters group).

TERIMAKASIH