Anda di halaman 1dari 27

Gelombang Mikro

Pandu Gelombang
Pandu gelombang adalah alat untuk
memandu
gelombang
atau
mengarahkan
penjalaran gelombang pada arah dan pola
tertentu. Gelombang electromagnet umum yang
tak terpolarisasi bidang, dapat diarahakan
penjalarannya ke arah tertentu melalui rongga
pandu gelombang (wave guide). Bentuk rongga
pandu gelombang yang umum digunakan adalah
segi empat panjang dan silinder dengan bahan
dari konduktor.
3.1 Pandu Gelombang Segi Empat
Pandu gelombang berbentuk segi empat panjang,
dengan lebar, tinggi dan panjang tertentu.
Gelombang menjalar di dalam rongga arah
sumbu panjang seperti aliran caiaran dalam pipa.
Gelombang yang dapat menjalar adalah hanya
yang mempunyai pola tertentu saja, dimana ini
dikaitkan dengan panjang gelombang dan ukuran
geometri pandu gelombang. Untuk menyajikan
bentuk gelombang dalam pandu gelombang ini,
digunakan koordinat Kartesian.
Pola umum dari gelombang dinyatakan
dengan TE atau TM. Pada pola TE (Transverse
Electric Mode), medan listrik E yang menjalar
Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Gelombang Mikro

tidak mempunyai komponen ke z, jadi hanya


komponen ke x dan y (transversalnya), sedang
medan magnetnya mempunyai komponen ke x, y
dan z. Pada pola TM (Transverse magnetic Mode),
medan magenetnya tidak mempunyai komponen
ke z, jadi hanya komponen transversalnya saja,
sedang medan listriknya mempunyai semua
komponen ke x, y dan z.
Ditinjau gelombang mikro pola TE yang
menjalar pada pandu gelombang segi 4 panjang
dengan sumbu panjang arah z. Gelombang TE
tidak mempunyai komponen ke arah z, pada
penjalarannya ke z dapat dituliskan secara
umum,
E = E ( x, y )ei (k z z t )
Bila gelombang hanya berupa sinus saja, dapat
dituliskan,
E = E ( x, y )sin (k z z t )
(3.30)
Bila pers.(3.30) dimasukkan ke pers.(3.31), maka
2
2
2
2
2 + 2 E ( x, y ) k z E ( x, y ) = E ( x, y )
y
x

E ( x, y )
v2
= k 2 E ( x, y ) .
=

(3.32)

Bila dituliskan,
k 2 k z2 = kc2 , maka persamaan menjadi,

2
2
+
E ( x, y ) = kc2 E ( x, y )
2
2
y
x
Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

(3.33)

Gelombang Mikro

Penyelesaian umum persamaan ini yaitu


komponen Ex dan E y adalah fungsi sinus atau
cosinus, masing-masing mengandung campuran
variabel x dan y.

Gelombang Mikro

3.1.1 Syarat Batas


Ditinjau pandu gelombang segi 4 lebar a, tinggi b
dan panjang ke arah z bebas.

Diambil bentuk sederhana fungsi sinus semua,


dapat dituliskan,
E x = E x 0 sin ( px + )sin (qy + )
p, q, dan adalah tetapan-tetapan.

(3.34)

Bila komponen ini dimasukkan ke pers. Maxwell


(2.6a) yang dapat dituliskan,

E x E y E z
+
+
= 0.
(3.35)
x
y
z
Dengan komponen Ez = 0, diperoleh,
E
y = pEx 0 cos( px + )sin (qy + ),
y
Bila diintegralkan, dihasilkan komponen medan
Ey ,
p
cos( px + )cos(qy + ).
(3.36)
q
Harga-harga tetapan p, q, dan dapat
ditentukan dari syarat batas.
E y = Ex0

Gambar 3.1 Pandu gelombang segi 4. Gelombang


pola TE dimasukkan dengan penjalaran ke z.
Agar gelombang dapat mejalar di dalam
pandu gelombang sejauh-jauhnya, serapan
gelombang oleh dinding harus sesedikit mungkin.
Bahan
pandu
gelombang
harus
bersifat
konduktor yang baik, sehingga gelombang dapat
terpantul-pantul oleh dinding secara sempurna.
Agar tidak terjadi serapan pada dindingnya,
komponen medan E // dinding (tangensial) = 0.
Jadi syarat batasnya dapat diyatakan,
di x = 0 dan x = a komponen E y = 0 dan
di y = 0 dan y = b komponen Ex = 0.
Di x = 0 komponen E y (3.36) menjadi,

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

(3.37)

Gelombang Mikro

Ex0

9
p
cos( )cos(qy + ) = 0
q

(3.38)

Hanya cos yang boleh = 0, maka = 90 .


0

Di y = 0, komponen Ex = 0, dari (3.34), menjadi,


E x 0 sin ( px + 90)sin ( ) = 0,

(3.39)

maka sin = 0, sehingga diperoleh = 0.


Komponen medan Ex dapat dituliskan,

masing-masing

10

Bila p dan q disubstitusikan, dapat dituliskan,


m n
E x = Ex 0 cos
x sin
y
a b
mb m n
E y = Ex 0
sin
x cos
y
na a b

(3.41a)
(3.41b)

Bila disertakan pula komponen waktunya, maka,


m n
(3.42a)
E x = E x 0 cos
x sin
y sin (k z z t )
a b
mb m n
E y = Ex 0
sin
cos
sin (k z z t ) (3.42b)
na a b
Ez = 0.
(3.42c)

E x = E x 0 sin px + 900 sin (qy )

Dapat dituliskan
menjadi,

Gelombang Mikro

komponen

E x = Ex 0 cos( px )sin (qy ).


p
E y = Ex 0 sin ( px ) cos(qy ).
q

(3.40a)
(3.40b)

Selanjutnya dimasukkan syarat batas di x = a,


E y = 0, maka sin ( pa ) = 0, sehingga diperoleh,

p = m a
dan di y = b, Ex = 0, maka sin (qb ) = 0, sehingga
diperoleh,
q = n b.
Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Apabila pers. (3.42) disubstitusikan lagi


persamaan Maxwell (3.31), untuk komponen Ex
saja, diperoleh pers.
m 2 2 n 2 2
2
2
+
+
k
=
= k2
z
2
2
2
a
b
v
atau
kc2 + k z2 = k 2 .

(3.43)
(3.44)

Dapat dituliskan pula masing-masing dalam ,


1

2
c

2
z

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

(3.45)

Gelombang Mikro

2
kz
penjalaran z .

dengan z =

11
adalah komponen ke arah

Penjalaran komponen gelombang arah z ini biasa


dinyatakan sebagai gerakan kelompok gelombang
(wave group). Kelompok gelombang
ini
mempunyai
panjang
gelombang
kelompok
(group), dari pers. (3.45) dapat dituliskan,

g = z =

(1 ( ) )

2 12

(3.46)

Apabila dituliskan C = cos , maka

g =

sin

(3.47)

Dari pers. (3.43) dan (3.44), dapat dituliskan,


m 2 2 n 2 2
4 2
2
+
=
k
=
c
a2
b2
2c
Dapat dituliskan pula,
1
c =
12
m2
n2
4a 2 + 4b 2

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

(3.48)

(3.49)

Gelombang Mikro

12

c ini besarnya ditentukan oleh panjang a dan b


dan bilangan n dan m yang berharga 0, 1, 2, 3
dst.
c ini disebut cut-off dimana ini
merupakan panjang gelombang paling besar yang
dapat menjalar dalam pandu gelombang. Harga n
dan m ini menentukan pola gelombang yang
dapat dilewatkan. Pola gelombang mikro secara
umum dituliskan dengan TEmn dan TMmn.
Apabila gelombang masuk > c , dari pers.
(3.46) harga z akan menjadi tidak nyata,
akibatnya tidak ada gelombang yang diteruskan.
Jadi hanya gelombang dengan yang < c saja
yang dapat dilewatkan dalam pandu gelombang.
Ditinjau gerakan gelombang
dalam 2
dimensi dengan membuat panjang b >> . Dari
pers. (3.49) dapat dituliskan.
2a
c = .
m
Apabila diambil orde terendah yaitu m = 1, maka
c = 2a. Ini merupakan cut-off untuk pola
gelombang TE10. Hubungan antara , c dan
panjang a, dapat dilihat pada gambar 3.2a. Pada
Gbr. (3.2b) digambarkan pula hubungan
kecepatan gelombang datang v, kecepatan
kelompok (group) dan kecepatan fase gelombang.

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Gelombang Mikro

13

Gelombang Mikro

14

gelombang, biasa disebut gelombang kelompok


maju (wave group).
Apabila kecepatan gelombang asli dari B
ke C = v, kecepatan gelombang kelompoknya
adalah, dari gambar 3.2b,
vg = v sin = v 1 [ c ]

Gambar 3.2 Penampang pandu gelombang untuk


b = . Hubungan antara , v, vg dan v p .

Gelombang datang dari B ke arah E ,


kemudian gelombang dipantulkan oleh dinding di
E sambil maju ke arah z. Agar gelombang tidak
terserap oleh dinding, panjang lintasan BE =
kelipatan dari 2 . Untuk BE = , maka proyeksi
ke x adalah
AB = 2a = c .
Dari gambar 3.2 kiri, dapat dituliskan,
BE

cos =
=
=
(3.50)
AB 2a c
dan

sin = 1 cos 2 = 1 [ c ]

(3.52)

Pada waktu gelombang berjalan dari B ke


C, proyeksi ke z nya adalah dari F ke C. Ini
merupakan
gerakan gelombang arah pandu
Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

(3.53)

Sewaktu gelombang berjalan dari B ke C, diikuti


oleh muka gelombang, sampai di C, muka
gelombangnya adalah sepanjang AD dimana
AD BC. Gerakan muka gelombang dari B ke D
ini adalah gerakan phase. Dari gambar 3.2b,
dapat dituliskan,

vp =

Bila

v
v
=
2
sin
1 ( c )

< c

kecepatan

(3.54)

vp >

kecepatan

gelombang v, sedang kecepatan kelompok atau


kecepatan arah maju gelombang vg < v. vc adalah
harga proyeksi ke x dan y yang terpanjang,
dimana gelombang dapat menjalar maju secara
penuh (tidak terjadi serapan oleh dinding di
dalam pandu gelombang). c ini biasa disebut
cut-off (pancung) besarnya bergantung pada pola
(mode) gelombang (lihat pers. (3.49)).

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Gelombang Mikro

15

Gelombang Mikro

16

Makin besar sudut , kecepatan group vg

r
B
E =
t

makin besar. Untuk = 900 , vg = v = v p . Sedang


untuk = 00 , vg = 0 dan v p = . Bila > c dari

Bila diambil komponen ke x nya,

(3.53), vg menjadi imaginer, artinya tidak ada


gelombang
yang dapat diteruskan. Harga
k z = 2 g juga menjadi imaginer. Dengan harga

k z yang imaginer, gelombang medan E pola TE


dari (3.42) akan mengandung faktor komplex.
Gelombang medan berjalan bentuk sinus dapat
dinyatakan secara umum dalam exponensial,
E ( x, y , t ) = E ( x , y ) e

i ( k z z t )

(3.56)

Substitusikan medan E y dari (3.42b), dan Ez = 0,


Bx
mbk z
m
n
= Ex 0
sin
y cos(k z z t ) (3.57)
x cos
t
na
a
b

Bx =

(3.55)

Dengan demikian gelombang


mengalami
penyusutan amplitudo dan mengarah ke 0,
akhirnya tidak ada gelombang yang dikeluarkan.
Kejadian ini biasa disebut efek kulit (skin effect).
Penurunan Medan Magnet B
Komponen medan magnet B dapat diturunkan
dari medan listrik E berdasarkan persamaan
Maxwell. Dari pers Maxwell (2.4c),

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Bx Ez E y
=

t
y
z

Bila diintegralkan ke t diperoleh,

Bila sekarang k z imaginer, dituliskan,


E ( x, y, t ) = E ( x, y ) ei (ik z z t )
= E ( x, y ) e k z z e it

Ex 0 mbk z
m
n
x cos
sin
sin (k z z t )
na
a
b

Dengan cara yang


komponen ke y,
By =

Ex 0 k z

cos

sama,

dapat

(3.58)

dituliskan

m
n
x sin
y sin (k z z t )
a
b

(3.59)

Untuk komponen ke z nya, dari pers. Maxwell,


E y
x

Ex
B
= z
y
t

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

(3.60)

Gelombang Mikro

17

Substitusi Ex dan E y dari (3.42a) dan (3.42b),

E y
x

= Ex 0

m 2b
m n
cos
x cos
y sin (k z z t )
2
na
a b

Ex
n
m n
= Ex 0
cos
x cos
y sin (k z z t )
y
b
a b

Masukkan ke pers. (3.60), diperoleh,

m 2b n
B
z = Ex 0
+
2
t
b
na

m n
cos
x cos
y sin (k z z t )
a b

Bila diintegralkan ke t , diperoleh,

Ex 0 m 2b n m n
Bz =
+
cos
x cos
y cos(k z z t )
b a b
na 2
=

Ex 0 b m 2 2 n 2 2 n m
+ 2 cos
x cos
y cos(k z z t )
b a b
n a 2
Ex0 b 2
m
kc cos
n
a

n
x cos
y cos(k z z t ). (3.61)
b

Apabila semua komponen medan dikumpulkan,

Gelombang Mikro

18

m n
(3.62a)
E x = Ex 0 cos
x sin
y sin (k z z t ).
a b
mb m n
E y = Ex0
sin
x cos
y sin (k z z t ) (3.62b)
na
a b
Ez = 0
(3.62c)

bkc2 m n
sin
x cos
y sin (k z z t ) (3.62d)
a a b
k
m n
By = E x 0 z cos
x sin
y sin (k z z t ) (3.62e)

a b

Bx = Ex 0

Bz = Ex 0

bkc2
m n
cos
x cos
y cos(k z z t ) (3.62f)
n
a b

Besaran medan gelombang mikro dalam


pandu gelombang yang biasa diukur adalah
amplitudo gelombang dari gelombang yang
arahnya sejajar pandu gelombang. Untuk
gelombang pola TE ini, medan yang searah pandu
Bz ,
dengan
gelombang
adalah
medan
amplitudonya,
Bz 0 = Ex 0
m
Bz = Bz 0 cos
a

bkc2
n

n
x cos
y cos(k z z t )
b

(3.63)

(3.64)

Semua komponen medan yang lain amplitudonya


dapat dinyatakan dengan Bz 0 .
Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Gelombang Mikro

19

Untuk gelombang mikro pola TM,


komponen medan magnetnya hanya bersifat
transversal, tidak punya komponen ke z jadi
Bz = 0. Amplitudo gelombang yang terukur, yang
sejajar pandu gelombang adalah komponen
medan Ez dengan amplitudonya Ez 0 . Semua
komponen medan dapat diturunkan berdasarkan
persamaan Mawxell seperti yang dikerjakan pada
gelombang pola TE dimuka. Untuk gelombang
TMmn, misalkan sebagai gelombang dasar Ez
berbentuk kombinasi sin dan cos, dapat
dituliskan,
m n
Ez = Ez 0 sin
x sin
y cos(k z z t ) (3.65a)
a b
nk z m n
E y = Ez 0
sin
x cos
y sin (k z z t )
bkc2
a b
(3.65b)
mk z
m n
Ex = Ez 0
cos
x cos
y sin (k z z t )
2
akc
a b
(3.65c)
m
m n
Bx = E z 0 2 2 sin
x cos
y sin (k z z t )
c bkc
a b
(3.65d)

By = Ez 0

m
cos
c ak
a
2

2
c

n
x sin
b

y sin (k z z t )

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Gelombang Mikro

20
(3.65e)
(3.65f)

Bz = 0.
3.1.2 Impedansi

Penjalaran gelombang elektromagnet di


dalam medium tertentu akan mengalami
hambatan oleh adanya medium sendiri. Ditinjau
dimensi perbandingan medan E dan B yaitu
E B . Dari sistem kumparan dengan jumlah
lilitan N , panjang l dan arusnya i, besarnya
medan magnet dalam kumparan adalah,
B=

Ni
l

(3.66)

Maka perbandingan E dan B dapat dituliskan,


E
El
=
B Ni

(3.67)

Apabila dibawa ke kiri, maka dimensi kanan


adalah volt/Amp.

E El
=
satuannya V/Amp = Ohm (3.68)
B Ni

Dengan demikian harga perbandingan medan E


dan B menyatakan besaran hambatan atau
sebagai impedansi Z.
Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Gelombang Mikro

21
Z=

(3.69)

Pada pandu gelombang pola TE, dapat


diturunkan persamaan impedansi Z nya. Untuk
komponen Ex , persamaan medan B yang sephase
adalah By . Impedansinya,
Z=

Ex
Bz

, dari pers. (3.62a) dan (3.62f),

Z=

Ex 0

Ex 0 k z

kz

2v g
2

1 ( c )

(3.70)

Dari pers. (3.69), dapat dituliskan,


Z=

E
E
=
B H H

(3.73)

Besaran H ini biasa dinamakan kuat medan


magnet.
Untuk pola TM, dari bentuk gelombang
komponen E y pers. (3.65b), Bx (3.65d), dapat

Z=
=

Ey
Bx

c 2k z c 2 2 2
=
=

2 c g

(3.74)

1 ( c )

(3.71)

Apabila kecepatan gelombang v dinyatakan


dalam tetapan dan , dapat dituliskan,

Z=

22

diturunkan besar impedansinya Z,

Substitusi g dari pers. (3.46), diperoleh,


Z = v

Gelombang Mikro

3.1.3 Tenaga Gelombang


Dari
pengertian
elektromagnet pers. (2.28)

daya

gelombang

P = uv,


1 ( c )

(3.72)

Untuk medium udara, bila diambil 0 dan 0


ruang kosong,
Z 0 = 0 0 = 377 .
Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

(3.75)

P merupakan rapat tenaga gelombang per


satuan luas persatuan waktu (detik), u adalah
rapat tenaga gelombang (per satuan volum). Dari
pers. (2.24),

u = E 2 = B2 .
Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

(3.76)

Gelombang Mikro

23

Dari persamaan tenaga di atas, dapatlah


diturunkan persamaan tenaga gelombang di
dalam pandu gelombang segi empat, untuk
ragam TE,
W = P dA
= u vg dA

(3.77)

Kecepatan disini adalah kecepatan group vg yaitu


kecepatan gelombang yang searah pandu
gelombang.
Untuk pandu gelombang dengan lebar a
dan tinggi b, dan komponen medan E yang tegak
lurus arah pandu gelombang adalah Ex dan E y ,
dari pers. (2.42), dapat dituliskan,
a

(Ex2 + E y2 )vg dxdy

Ex20 cos 2 mx a sin 2 ny b +

= vg (mb )2 2
2
2
(na )2 Ex 0 sin mx a cos ny

24

sin xdx = 1 2 x 1 4 sin 2 x dan


cos xdx = 1 2 x + 1 4 sin 2 x,
2

(3.79)

Dapatlah diturunkan bentuk tenaga gelombang,


ab (mb )2 ab
W = 2 vg Ex20 +

2
(3.80)
4 (na ) 4

= 8 vg Ex20ab kc2b 2 (na )

= E 2 vg dx dy

W =

Gelombang Mikro

(3.78)
b

sin 2 (k z z t )dxdy.

Bila diambil rata-rata sin 2 (t k z z ) = 1 2 , dan dari


integral

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Harga vg akan imaginer bila gelombang yang


masuk > c , jadi tidak ada gelombang yang
diteruskan. Satuan W ini sama dengan daya,
yaitu joule/det atau Watt.
3.1.4 Pandu Gelombang Segi 4 Tertutup (Rongga,
Cavity)
Apabila pada pandu Gelombang segi 4
pada ujung yang terbuka diberikan tutup, disebut
pandu gelombang tertutup. Apabila dimasukkan
gelombang, akan terjadi pantulan gelombang
ditempat tutup. Gelombang pantul ini akan
berinterferensi dengan gelombang datang.
Ditinjau pandu gelombang segi empat lebar a,
tinggi b dan panjang l, dimasukkan gelombang
pola TEmn.

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Gelombang Mikro

25

Gelombang Mikro

26

E x = 2 E x 0 cos mx a sin ny b sink z z cost (3.84)


Gelombang ini merupakan gelombang
tidak berjalan, dimana,

berdiri,

k z = 2 z = 2 g = 2p l

Gambar 3.3 Pandu Gelombang tertutup panjang


l.
Komponen medan Ex dari pers. (3.62a)
untuk gelombang datang,
E = Ex 0 cos mx a sin ny b sin (k z z t ), (3.81)
d
x

gelombang terpantulnya dapat dituliskan,


E xp = E x 0 cos mx a sin ny b sin (k z z t ) (3.82)

E x = 2 E x 0 cos mx a sin pz l cos t


m = 0,1,2,3,...
n = 0,1,2,3,...
p = 0,1,2,3,...
Komponen medan Ex
bilangan m, n, dan p. Untuk
yang lain, dengan cara yang
(3.62b, ..., 3.62f), dengan Ez = 0,

(3.83)

Apabila panjang l merupakan kelipatan bilangan


bulat dari 12 akan terjadi pantulan sempurna
maka k z = k z , dapat diturunkan gelombang
interferensi penguatan, dapat dituliskan,

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

ditentukan oleh
komponen medan
sama, dari pers.
dapat dituliskan,

E y = 2 E x 0

mb
sin mx a cos ny b sin pz l cos t
na
(3.86a)

Bx = 2 Ex 0

bkc2
sin mx a cos ny b cos pz l sint
a
(3.86b)

Kedua gelombang ini akan berinterferensi


menghasilkan gelombang jumlahan.
E x = Exd + Exp .

(3.85)

By = Ex 0

kz z

cos mx a sin ny b cos pz l sint

(3.86c)

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Gelombang Mikro

Bz = Ex 0

27
bkc2
cos mx a cos ny b cos pz l sint
n
(3.86d)

Gelombang berdiri dalam rongga (cavity) ini


polanya biasa dituliskan TEmnp, sedang untuk
gelombang transfermagnetik dituliskan TMmnp.
Ukuran cavity ditentukan oleh besarnya panjang
gelombang masuk dan polanya yaitu bilangan
m, n dan p.
Persamaan (3.43) dapat dituliskan,
m 2 2 n 2 2 p 2 2
4 2
2
k
+
+
=
=
= 2 = k 2 (3.87)
c
c2
a2
b2
l2
Selanjutnya dapat dituliskan besar c ,cut off ,

c =

2
m2 n 2 p 2
+ +
a2 b2 l 2

(3.88)

c merupakan panjang gelombang terbesar yang


dapat dimasukkan dalam rongga (cavity). Apabila
> c gelombang akan cepat hilang karena akan
terserap oleh dinding adanya interferensi
pelemahan. Ukuran rongga/cavity bergantung
pada panjang gelombang yang dimasukkan dan
pola atau ragam gelombang mikro yaitu TEmnp
atau TMmnp.
Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Gelombang Mikro

28

Soal-soal:
1. Turunkan semua komponen medan pola
TE yang lain seperti pers. (3.64).
2. Turunkan semua komponen medan yang
lain untuk medan gelombang pola TMmn
seperti yang dinyatakan pers. (3.65).
3. Diketahui pandu gelombang bentuk segi 4
dengan lebar 3 cm, tinggi 4 cm.
Dimasukkan gelombang mikro pola TE12
dengan = 5 cm. Tuliskan semua komponen
medan gelombang E dan B dalam pandu
gelombang. Semua satuan dalam SI.
4. Suatu pemancar TV dengan = 10 cm,
disuatu
tempat
daya
gelombangnya
terukur = 10 Watt. Apabila gelombang
dapat dinyatakan dalam gelombang bidang
dengan arah penjalaran x, tuliskan semua
komponen medan E dan B ditempat
tersebut, dan gambarkan penjalaran
gelombangnya.
5. Bila pada soal no 3 diketahui amplitudo
komponen E x 0 = 10 Volt/m, hitunglah tenaga
gelombang di dalam pandu gelombang per
detiknya (W ).
6. Bila pada soal no 3 pandu gelombang
dibuat tertutup dengan pola TE123, tuliskan
semua komponen gelombang berdiri dalam
rongga tersebut. Bila panjang pandu
gelombang 5 cm, berapa terbesar yang
Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Gelombang Mikro

29

dapat dimasukkan pada pandu gelombang


tersebut.

Gelombang Mikro

Dalam koordinat silinder, untuk


medan magnetnya, dapat dituliskan,

komponen

1 B 1 2 B 2 B
2B
r
+ 2
+
=

(3.88)
r r r r 2 z 2
t 2

3.2 Pandu Gelombang Silinder


Pandu gelombang ini berbentuk silinder panjang
dengan salah satu ujungnya terbuka. Gelombang
mikro menjalar kearah ujung yang terbuka.
Untuk pembahasan penjalaran gelombang mikro
dalam pandu silinder ini, digunakan sistem
koordinat silinder.

30

Untuk gelombang pola TE yang menjalar ke arah


z, dimana komponen Ez = 0 sedang Bz 0 , dapat
dituliskan,
Bz = B0 z (r , ) cos(k z z t )

(3.89)

Bila dimasukkan ke (3.88),

Gambar 3.4 Pandu Gelombang Silinder.


Gelombang mikro menjalar ke z.

1 B0 z (r , ) 1 B02z (r , ) 2
r
+ 2
k z B0 z (r , ) =
r r
r
r
2

2 B0 z (r , )

(3.90)
Persamaan
umum
gelombang
elektromagnet baik medan listrik maupun medan
magnetnya, dari pers. (2.10) dapat dituliskan,
2E
t 2
2B
2 B = 2
t

2 E =

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

(3.87a)
(3.87b)

Substitusikan
kc2 = 2 k z2 = 2 v 2 k z2

(3.91)

Maka,

1 B(r , ) 1 2 B0 z (r , )
r
+ 2
= kc2 B0 z (r , ) (3.92)
2
r r
r
r

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Gelombang Mikro

31

Selanjutnya dapat digunakan


pemisahan variabel. Bila dituliskan,

metode

B0 z (r , ) = R(r ) ( )
maka,

1 R
1 2
r
+ 2
= kc2 (3.93)
2
Rr r r r

(3.94)

Dengan penyelesaian,

( ) = 0e

im

= A cos m + B sin m
dengan m = m1, m 2, m 3,...

1 kc r R
m2
R = 0
+ 1
kc r kc r kc r kc2 r 2

(3.97)

Ini merupakan persamaan khas Bessel dengan


penyelesaian,
R(r ) = Cm J m (kc r ) + Dm N m (kc r )

(3.98)

(3.95)

r 1 sin kc r
J m (kc r ) =

kc r r kc r
m

(3.96)

Dapat dituliskan menjadi,

(3.100)

Penyelesaian umum gelombang medan


magnet dari pers. (3.89), (3.95) dan (3.100), dapat
dituliskan,
Bz (r , , z ) = B0 z J m (kc r )( Am cos m + Bm sin m )
cos(k z z t )

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

(3.99)

N m (kc r ) adalah fungsi Bessel sekawan atau biasa


disebut fungsi Neuman, bentuknya seperti Bessel
J m , tetapi pada r 0, N m . Fungsi Neuman
tidak memenuhi syarat batas fisis. Jadi yang
memenuhi adalah fungsi Bessel, dapat dituliskan,
R(r ) = C J m (kc r ) .

Pers. (3.93) menjadi,

1 R m 2
r
+ 2 + kc2 R = 0
r r r r

32

dimana J m (kc r ) adalah fungsi Bessel,

Dapat dituliskan pemisahan persamaan,

1 2
= m2
2

Gelombang Mikro

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

(3.101)

Gelombang Mikro

33

Dapat dituliskan dalam bentuk komplek,

Gelombang Mikro

34

Maka,

cos m i (k z z t )
Bz (r , , z ) = B0 z J m (kc r )
.
e
sin m

(3.102)

1 Ez rE

r
z

= iBr

(3.105b)

Untuk komponen ke dari B ,


Pemilihan bentuk sin atau cos bergantung syarat
batas untuk sudut .
Komponen medan B yang lain dan medan
E nya dapat diperoleh dari persamaan Maxwell
(2.6c) dan (2.6d),
r
r
E
B =
rt
r
B
E =
t

(3.103a)
(3.103b)

Dalam koordinat silinder, bentuk


dituliskan,
r
r 1
A =
r r
Ar

rA

z
Az

dapat

(3.104)

Er Ez

= iB
r
z

(3.106)

Dari pers. (3.103), bila diuraikan semua


akan diperoleh 6 persamaan, dimana Ez = 0,
E

= iBr
z
Er
= iB
z
1 rE 1 Er

= iBz
r r
r
1 Bz B

= iEr
r
z
Bz Br
+
= iE
r
z
1 rB 1 Br

=0
r r
r

(3.107a)
(3.107b)
(3.107c)
(3.107d)
(3.107e)
(3.107f)

Untuk komponen ke r dari Br ,

( E )
r

Br
= iBr
t

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

(3.105a)

Selanjutnya, mengingat semua persamaan


mengandung ei (k z z t ) , dapat dituliskan,

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Gelombang Mikro

35
k z E = Br

(3.108a)

k z Er = B

(3.108b)

1 (rE ) 1 Er

= iBz
r r
r
1 Bz
ik z B = iEr
r
B
z + ik z Br = iE
r
1 rB 1 Br

=0
r r
r

Gelombang Mikro

Dari pers. (3.108b) dan (3.108d)


mengeliminasi Er , dapat diperoleh,
B =

(3.108c)
(3.108d)

36

Er =

(3.108f)

(3.109)
E =

Dari pers. (3.108a) dan (3.108e), dapat dituliskan

Br =

kc2
Br
kz

Atau,
Br =

k z Bz
kc2 r

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

(3.108d),

dengan

(3.112)

(3.108e),

dengan

i Bz
kc2 r

(3.113)

Dari pers. (3.110) dan (3.102), dapat diperoleh


komponen medan Br ,

Bz
+ ik z Br = i 2 Br k z
r
2

B
i 2
z = i
k z Br = 2 k z2 Br
r
kz v

kz

=i

(3.111)

i 1 Bz
kc2 r

Dari pers. (3.108a) dan


mengeliminasi Br , diperoleh,

Dari pers.(3.91), dapat dituliskan,


kc2 + k z2 = 2 v 2

i k z Bz
r kc2

Dari pers. (3.108b) dan


mengeliminasi B , diperoleh,

(3.108e)

dengan

kz
J (k r ) cos m
B0 z m c
cos(k z z t ) (3.114)
kc
kc r sin m

Dari pers. (3.111)


komponen medan B ,

dan

(3.102),

diperoleh

(3.110)

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Gelombang Mikro

B =

37

sin m
kz m
B0 z J m (kc r )
sin (k z z t ) (3.115)
2

cos
m
kc r

Dari pers. (3.112) dan (3.102) diperoleh komponen


medan Er ,
sin m
Er = 2 B0 z J m (kc r )
sin (k z z t ) (3.116)
kc r
cos m

Dari pers. (3.113) dan (3.102) diperoleh komponen


medan E ,
E =

kc

B0 z

J m (kc r ) cos m
sin (k z z t ) (3.117)
kc r sin m

(3.118)

Dan komponen Ez = 0.
Pada pandu gelombang bentuk silinder ini
dapat
dipenuhi
hukum
divergensi,
dari
persamaan Maxwell untuk ruang tanpa sumber,

r
E = 0
r
B = 0
Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

38

Dalam koordinat silinder, bentuk divergensinya


adalah,
r 1 rA 1 A A
r
A =
+
+ z
r r
r
z

(3.120)

Buktikan pers. (3.119) dengan memasukkan A,


medan E dan B dari pers. (3.114) s/d (3.118).
3.2.1 Impedansi
Pada pandu gelombang silinder ini juga
dapat diturunkan besaran impedansi
Z.
Persamaan impedansi (3.69) Z = E B , disini
dapat diambil komponen medan Er dengan
pasangannya medan B . Dari medan Er (3.116)
dan medan B (3.115) dapat diperoleh impedansi,

Komponen Bz sendiri dapat dituliskan,


cos m
Bz = B0 z J m (kc r )
cos(k z z t )
sin m

Gelombang Mikro

(3.119a)
(3.119b)

Z=

Er
B

kz

2v z

= v z
2

(3.121)

Dari pers. (3.109), dapat dituliskan,


1

2
c

2
z

z = 1 ( c )

z biasa dinyatakan sebagai g ( group). c =


cut-off merupakan maksimum yang dapat
Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Gelombang Mikro

39

dilewatkan pandu gelombang. Dapat dituliskan


persamaan impedansi,

Z=

v

1
c

2 12

1
c

2 12

(3.122)

Bentuknya ternyata sama dengan pada pandu


gelombang segi 4 pers. (3.72). Persamaan di atas
dapat pula diturunkan dari komponen yang lain
Z = E Br . Bila dalam pandu gelombang hanya
berisi udara maka,

Impedansi Z dapat ditentukan bila c sudah


tertentu. c dapat ditentukan dari harga kc yang
bergantung pada syarat batas. Untuk gelombang
mikro
ragam
TM,
impedansinya
dapat
diturunkan pula,

E
Br

(1 ( ) )
2

3.2.2 Syarat Batas

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

(3.123)

40

Pandu gelombang biasanya dibuat dari


bahan konduktor yang baik, sehingga tahanan
listriknya . Pada bidang batas yaitu pada
dinding silinder akan dipenuhi bahwa komponen
medan E yang sejajar dinding = 0, sedang untuk
medan B nya adalah komponen normalnya B 0.
Ditinjau pandu gelombang silinder dengan
jari-jari = a. Untuk gelombang mikro ragam
(pola) TE, maka komponen medan listrik yang
sejajar dinding, E = 0, sedang komponen normal
medan magnetnya Br = 0. Dari kedua syarat batas
tersebut, dapat dituliskan, dari pers. (3.114) dan
(117) untuk r = a, dipenuhi,
J m (kc r )
= J 'm (kc r ) = 0 r =a
kc r

0
= 377 ohm.
0

Z=

Gelombang Mikro

(3.124)

Fungsi Bessel J 'm (kc a ) = 0, menghasilkan banyak


harga kc yang memenuhi. Harga-harga ini dapat
diperoleh dari persamaan rekurernsi fungsi
Bessel yaitu hubungan J m dengan J 'm . Dari sifatsifat fungsi Bessel dan turunannya, diperoleh
hubungan sebagai berikut,
J m1 ( x ) + J m+1 ( x ) =

2m
J m (x )
x
J m1 ( x ) J m+1 ( x ) = 2 J 'm ( x )
m
J 'm ( x ) = J m1 ( x ) J m ( x )
x
Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

(3.125a)
(3.125b)
(3.125c)

Gelombang Mikro

J 'm ( x ) = J m+1 ( x ) +

41
m
J m (x )
x

(3.125d)

Untuk m = 0, dapat dituliskan hubungan


J 0 ( x ) = 12 J1 ( x ). Dari grafik fungsi Bessel, dapat
ditentukan harga x dengan J m = 0. Disini x = kc a.
Grafik fungsi Bessel untuk berbagai harga m
dapat dilihat pada gambar 3.5.

Gambar 3.5 Grafik fungsi Bessel J 0 , J1 dan J 2 .


Grafik turunan J 'm dapat diturunkan dari J m .
Dari grafik fungsi Bessel J m maupun J 'm ,
tampak ada banyak harga kc a yang harga
fungsinya = 0. Tempat-tempat tersebut secara
berturutan
dinyatakan
dengan
bilangan
n = 1, 2, 3, 4, . . . Untuk m = 0, yaitu J 0 (kc a ), dari
grafik besarnya kc a = n . n merupakan titik-titik
simpul dari fungsi Bessel.
Karena medan E ataupun B
harus
memenuhi syarat batas, dimana E// dinding dan
B dinding harganya = 0, maka gelombang
medan E atau B yang memenuhi syarat batas
tersebut mempunyai harga tertentu. Dengan
Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Gelombang Mikro

42

demikian ragam gelombang mikro pada pandu


gelombang silinder biasa dinyatakan dalam
bilangan ragam (m, n). Apabila jenis ragam
gelombang mikro yang dinyatakan oleh bilangan
(m, n) diketahui, dari grafik fungsi Bessel, akan
dapat diketahui harga kc a, jadi harga kc dan c
dapat ditentukan.
Sebagai contoh untuk ragam TE01, dari
grafik, untuk m = 0 dan n = 1, harga kc a = 3,8.
Harga yang lebih tepat dapat dilihat di tabel
fungsi Bessel. Panjang gelombang terbesarnya,

c = 2 kc =

2a
.
(kc a )mn

(3.126)

Untuk harga jari-jari silinder r = 3 cm, m = 0, dan


n =1, besar c = 4,95 cm. Gelombang mikro dengan
> 4,95 cm tidak dapat diteruskan oleh pandu
gelombang ini. Pada tabel 3.1 diberikan harga
kc a untuk berbagai ragam gelombang mikro
TEmn.

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Gelombang Mikro

43

Tabel 3.1 Harga kc a untuk berbagai ragam TEmn.


Ragam
m
0
1
2
0
3
4
1
2
0

N
1
1
1
1
1
1
2
2
2

TEmn

kca

TE01
TE11
TE21
TE01
TE31
TE41
TE12
TE22
TE02

3,8
1,84
3,054
3,832
4,201
5,318
5,332
6,706
7,016

Untuk gelombang mikro TM (transverse


magnetic), tidak mempunyai komponen medan B
searah penjalaran gelombang, untuk pandu
gelombang silinder ini adalah z. Jadi komponen
medan Bz = 0 sedang E z 0. Dapat dituliskan,
cos m i (k z z t )
E z = E0 J m (kc r )
e
sin m

(3.127)

Komponen medan yang lain dapat diturunkan


dengan cara yang sama
Er =

cos m i (k z z t )
kz
E0 J 'm (kc r )
(3.127a)
e
kc
sin m

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Gelombang Mikro

44

E =

sin m i (k z z t )
mk z
E0 J m (kc r )
(3.127b)
e
2
m

cos
rkc

Br =

B =

Er
Z

(3.127c)

lihat Z

(3.129).

(3.127d)

Pada syarat batas harus dipenuhi


komponen medan E// dinding = 0 atau Br = 0
yaitu di r = a. Dari persamaan di atas, dapat
dituliskan,
J m (kc a ) = 0,
sehingga dari grafik fungsi Bessel Jm, dapat
ditentukan harga kc a dan panjang gelombang
cut-off,

c =

2
2
=
kc (kc a )mn

Pada tabel 3.2 diberikan harga


berbagai ragam TMmn.

(3.128)

kc a

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

untuk

Gelombang Mikro

45

Tabel 3.2 Harga kc a untuk berbagai ragam TMmn.


TMmn

k ca

TM01
TM11
TM21
TM02
TM31
TM12
TM41

2,405
3,832
5,136
5,520
6,380
7,016
7,588

Z=

Br

12

2
12

2 2
1
2,6

= 3,65 cm.

Impedansi

2
= 1
c

g =

46

vg = c 1 = 3.108 1 = 1,6 108 cm


c
c

Impedansi Z untuk pandu gelombang


silinder ragam TMmn ini adalah,

Gelombang Mikro

(3.129)

Contoh perhitungan.
Suatu pandu gelombang silinder diketahui
jari-jarinya = 2 cm, dimasukkan gelombang mikro
ragam TE12 dengan = 2 cm. Hitung c , g , vg dan
Z.

2
Z = 0 0 1
c

1 2

= 377 1,83 = 690 .

3.2.3 Tenaga Gelombang Mikro Dalam Pandu


Gelombang Silinder
Tenaga gelombang mikro yang mengalir
dalam pandu gelombang per satuan waktu (det)
secara umum dari pers. (3.77),
W = PdA = Uvz
= 0 E 2vg dA

(3.130)

Dari tabel 3.1 untuk m = 1 dan n = 2, harga


5,3
= 2,65 rad.
kc a = 5,3, sehingga kc =
2
2
2
c =
=
= 2,4 cm
kc 2,65

menjalar dalam pandu gelombang silinder, jadi


Ez = 0 dan elemen luas penjalaran,

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

vz adalah komponen kecepatan searah penjalaran


gelombang = vg . Ditinjau gelombang ragam TEmn

Gelombang Mikro

47

Gelombang Mikro

dA = r dr d .

2 J 'm = J m1 J m+1 , untuk m = 0,

Persamaan tenaga gelombang mikro di atas,

W = 0 Er2 + E2 vg r dr d

48

2 J '0 = J1 (kc r ) =

(3.131)

Dari Er dan E pers. (3.116) dan (3.117), dapat


dituliskan,
W = 0vg

2 B02 2 2
sin m 2
4 2 m J m (kc r )
sin (k z z t ) +
cos m
kc r

cos m 2

B
J
'
(
k
r
)
sin
(
k
z
t
)
rdrd
c
z

kc4
sin m

= 0v g

2
0

2
m

2 B02
kc4

m2 2
sin m
2 J m (kc r )
+
cos m
r

4
c

0 B02vg

J '02 (kc r )rdr

kc =

2
kc4

0 B02vg

4 0

cos kc r sin 2 kc r
2 2 rdr (3.134)

kc r
kc r

Apabila suku ke 2 diabaikan, dapat diturunkan,

(3.132)
Bila diambil ragam dengan m = 0, dan
diambil harga rata-ratanya, dapat dituliskan,

cos kc r sin kc r
2 2
kc r
kc r

Harga kc ditentukan oleh bilangan ragam n (lihat


tabel). Persamaan tenaga gelombang rataratanya,

W =

cos m 2
J '2m (kc r )
sin (k z z t ) rdr d .
sin m

W =

vg = v 1
c

r 1 sin kc r
kc r r kc r

W =

2
4kc6

0 B02vg sin kc R

(3.133)

Dari hubungan rekurensi fungsi Bessel, dapat


dituliskan,
Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

(3.135)

Gelombang Mikro

49

3.3 Pengaruh Koduktivitas Dalam Pandu


Gelombang

E = E0ei (k z z t )

(3.136a)

B = B0ei (k z z t )

(3.136b)
besarnya

r
r
J = E

50

Substitusikan B dan J ke persamaan (3.138a),


diperoleh,

Apabila di dalam pandu gelombang


dimasukkan bahan yang bersifat konduktor,
0, akan terjadi induksi arus litrik. Akibatnya
timbul panas, tenaga gelombang akan makin
berkurang. Amplitudo gelombang dalam gerak
majunya di dalam pandu gelombang akan
mengalami penurunan. Gerakan maju gelombang
mikro dalam arah z dapat dituliskan,

Dari teori elektrodinamika,


induksi adalah,

Gelombang Mikro

arus

r
r
r
2E
E
E =
+ 2
t
t
2

(3.139)

Gelombang medan listrik E pola TE yang


mengalami serapan oleh adanya , dalam
koordinat Kartesian, dapat dituliskan,

r r
E = E0 ( x, y ) ei (k z z t )e z

(3.140)

adalah faktor penurunan medan atau


redaman. Apabila (3.140) disubstitusikan ke
(3.139), untuk komponen Ex , (lihat pers. (3.44)),
dapat dituliskan,

kc2 + (k z i ) = i 2
2

(3.137)

kc2 + k z2 2 + i 2k z = i + 2

(3.141)

Dari persamaan Maxwell,


r
r
B
E =
t
r
r
r
E
B = J +
t

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Bila dipilih bagian nyata dan imaginernya,


(3.138a)

2k z =

(3.142a)

(3.138b)

kc2 + k z2 2 = 2

(3.142b)

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Gelombang Mikro

51

Dari
pers.
(3.142a)
dan
(3.142b),
dieliminasikan, dapat diperoleh,

2 =

dengan k z =

3 2 k 2
3 2 + 4k z2

dan kc =

bila

(3.143)

, = 1 R, R dalam .

Gelombang Mikro

52

Parabola mempunyai sumbu utama, dan


mempunyai titik pusat. Bidang parabola berupa
garis lengkung memotong sumbu utama dan
bersifat simetris terhadap sumbu. Dikenal suatu
garis tetap yang disebut garis arah. Sifat utama
lintasan parabola adalah jarak antara suatu titik
pada lintasan tersebut terhadap titik pusatnya =
jarak dari titik tersebut terhadap garis arah.

Bila = 0,
= 0, tidak ada penurunan
amplitudo, makin besar , makin besar
penurunan amplitudo gelombang (skin effect).
3.4 Pandu Gelombang Parabola
Pandu gelombang berbentuk parabola
dengan diameter penampang lingkaran tertentu
atau panjang sumbu parabola tertentu. Parabola
merupakan salah satu bentuk irisan kerucut
pada arah tertentu, yaitu irisan miring, lintasan
garis bersifat terbuka, kemudian diputar dengan
sumbu garis tengahnya.

Gambar 3.7 Lintasan Parabola dengan pusat


P(a,0) dan titik puncak di (0,0). Garis arah l yaitu
di x = -a.
Dari sifat khusus parabola untuk suatu
titik sebarang Q(x,y) pada lintasan parabola,
maka jarak terhadap pusat QP = jarak terhadap
garis yaitu QR, jadi QP = QR. Dapat dituliskan,

(x + a )2 = y 2 + (a x )2
Gambar 3.6 Irisan kerucut
Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Bila diuraikan, dapat diperoleh pers.,


Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

(3.144)

Gelombang Mikro

53
y 2 = 4ax.

(3.145)

Ini merupakan persamaan lintasan parabola


dengan pusat (a,0) dan garis arahnya x = -a.

Gelombang Mikro

pantul akan sejajar sumbu X. Jadi RPQ harus


bersifat sama sisi.
Dari persamaan garis parabola (3.145),
dapat diturunkan besar arah garis singgung
dititik Q (p,q). Dari diferensialnya,
2y

3.4.1 Pemandu Gelombang Parabola


Sifat utama dari parabola ini dapat
memusatkan gelombang mikro (elektromagnet)
yang datangnya sejajar sumbu ke pusat parabola
atau gelombang mikro dengan sumber yang
berada dipusat akan dipantulkan oleh parabola
sehingga gelombang yang dipantulkan semua
akan sejajar sumbu parabola.
Ditinjau arah pantulan gelombang berasal
dari pusat P yang menuju suatu titik Q (p,q).

54

y
y
a
= 4a
=2 .
x
x
y

Harga kemiringan garis singgung di Q (p,q)


a
m=2 .
q

Sifat pantulan gelombang adalah sudut


datang sama dengan sudut pantul. Untuk ini
perlu diketahui garis normalnya, yaitu garis
singgung pada titik pantul Q. Garis singgung ini
memotong sumbu di R(r,0). Apabila dapat
dibuktikan bahwa PQR = PRQ, maka garis
Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

(3.147)

Persamaan garis singgung lewat titik Q dapat


dituliskan,

( y q ) = m( x p )
=2

Gambar 3.8 Sifat pantulan pada lintasan


parabola.

(3.146)

a
(x p ).
q

(3.148)

Titik potong dengan sumbu X, bila y = 0, maka,


q = 2

a
( x p ) ( x p ) = q 2 2a .
q

(3.149)

Dari persamaan lintas parabola dititik Q (p,q),


dipenuhi,

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Gelombang Mikro

55
q 2 = 4ap

Eliminasikan q, diperoleh,
x p = 2 p x = p = r.

Jadi jarak

PR = p + a.

(3.150)

Dari titik P dan Q kuadrat jaraknya dapat


dituliskan,
PQ 2 = q 2 + (a p) 2
= 4ap + a 2 2ap + p 2
= (a + p )
2

(3.161)

PQ = a + p

Jadi PR = PQ dan PQR bersifat sama kaki,


sehingga dapat disimpulkan bahwa garis
pantulan sejajar sumbu X. Semua gelombang
datang dari titik pusat P akan dipantulkan
sejajar sumbu. Makin besar jarak titik pusat a
makin besar pelebaran luas parabola. Untuk
penerima atau pemancar gelombang mikro
umumnya, jarak a mendekati diameter lingkaran
bukaan parabola.
Bahan pandu gelombang dapat sebagai
luasan konduktor penuh atau jaringan kawat,
dimana jarak antar kawat < gelombang mikro.
Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Gelombang Mikro

56

Pandu gelombang parabola mempunyai


efisiensi yang berkaitan dengan pengurangan
daya pancar terhadap jarak pancar. Makin jauh
penjalaran, daya gelombang akan makin
berkurang
oleh
kemungkinan
pelebaran
pancaran, hamburan udara, serapan oleh bahan
medium yang dilewatinya dsb. Untuk mencapai
jangkau pemancaran yang jauh diperlukan daya
pancar yang kuat dan permukaan parabola yang
lebih luas.
Untuk pemancar gelombang TV lokal,
kesegala arah (dalam kota) digunakan pemancar
berupa antena tegak seperti pamancar radio.
Gelombang mikro TV dapat memancar bebas
kesemua sudut dengan sumbu tegak antena.
Soal.
1. Gelombang mikro pola TE dengan = 3 cm,
dimasukkan pada pandu gelombang
silinder yang mempunyai diameter 5 cm.
Tuliskan semua komponen medan listrik
dan magnet, untuk ragam TE21. Diketahui
amplitudo komponen B0 z = 2 10 10 T.
2. Gelombang mikro pola TM dengan
= 2,5 cm, dimasukkan dalam pandu
gelombang silinder dengan diameter 4 cm.
Tuliskan semua komponen medan listrik
dan magnet untuk ragam TM21. Diketahui
amplitudo komponen E0 z = 3 10 2 V/m.
Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Gelombang Mikro

57

Gelombang Mikro

3. Dari soal no 1 hitunglah impedansi dan


tenaga gelombang mikro dalam pandu
gelombang tersebut.
4. Apabila pandu gelombang silinder dengan
jari-jari = R diberikan tutup ditempat
sejauh
h
dari
gelombang
mikro
dimasukkan, hitunglah panjang gelombang
yang bersesuaian (resonansi) dengan pola
TE123 yang dapat dimasukkan dalam
rongga tersebut.

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

Oleh: Dr. Mitrayana, M.Si., E-mail: mitrayana@ugm.ac.id

58