Anda di halaman 1dari 4

Nekrosis pulpamerupakan kematian pulpa yang merupakan proses lanjutan

dariinflamasi pulpa akut/kronik atau terhentinya sirkulasi darah secara


tiba-tiba akibat trauma. Nekrosis pulpa dapat terjadi parsialis ataupun
totalis3.
Ada 2 tipe nekrosis pulpa, yaitu:
1. Tipe koagulasi
Pada tipe ini ada bagian jaringan yang larut, mengendap dan berubah
menjadi bahan yang padat.
2. Tipe liquefaction
Pada tipe ini, enzim proteolitik merubah jaringan pulpa menjadi suatu
bahan yang lunak atau cair3.
Pada setiap proses kematian pulpa selalu terbentuk hasil akhir
berupa H2S, amoniak, bahan-bahan yang bersifat lemak, indikan, protamain,
air dan CO2. Diantaranya juga dihasilkan indol, skatol, putresin dan
kadaverin yang menyebabkan bau busuk pada peristiwa kematian pulpa. Bila
pada peristiwa nekrosis juga ikut masuk kuman-kuman yang saprofit anaerob,
maka kematian pulpa ini disebut gangren pulpa3.
Nekrosis atau kematian pulpa memiliki penyebab yang bervariasi, pada
umumnya disebabkan keadaan radang pulpitis yang ireversibel tanpa
penanganan atau dapat terjadi secara tiba-tiba akibat luka trauma yang
mengganggu

suplai

aliran

darah

ke

pulpa.

Meskipun

bagian sisa

nekrosis dari pulpa dicairkan atau dikoagulasikan, pulpa tetap mengalami


kematian.
Dalam

beberapa

jam

pulpa

yang

mengalami

inflamasi

dapat

berdegenerasi menjadi kondisi nekrosis2. Penyebab nekrosi lainnya adalah


bakteri, trauma, iritasi dari bahan restorasi silikat, ataupun akrilik. Nekrosis
pulpa juga dapat terjadi pada aplikasi bahan-bahan devitalisasi seperti
arsendanparaformaldehid4.

Nekrosis pulpa dapat terjadi secara cepat (dalam beberapa minggu) atau
beberapa bulan sampai menahun. Kondisi atrisi dan karies yang tidak
ditangani juga dapat menyebabkan nekrosis pulpa. Nekrosis pulpa lebih
sering terjadi pada kondisi fase kronis dibanding fase akut4.
http://www.infogigi.com/kesehatan-gigi/nekrosis-pulpa-dan-penyebabnya.html
Nekrosis Pulpa

pulpa nekrosis

Nekrosis pulpa adalah matinya pulpa, dapat sebagian atau seluruhnya, tergantung
pada seluruh atau sebagian yang terlibat. Nekrosis, meskipun suatu inflamasi dapat
juga terjadi setelah jejas traumatic yang pulpanya rusak sebelum terjadi reaksi
inflamasi. Nekrosis ada dua jenis yaitu koagulasi dan likuifaksi (pengentalan dan
pencairan). Pada jenis koagulasi, bagian jaringan yang dapat larut mengendap atau
diubah menjadi bahan solid. Pengejuan adalah suatu bentuk nekrosis koagulasi yang
jaringannya berubah menjadi masa seperti keju, yang terdiri atas protein yang
mengental, lemak dan air. Nekrosis likuefaksi terjadi bila enzim proteolitik mengubah
jaringan menjadi massa yang melunak, suatu cairan atau debris amorfus. Pulpa
terkurung oleh dinding yang kaku, tidak mempunyai sirkulasi daerah kolateral, dan
venul serta limfatiknya kolaps akibat meningkatnya tekanan jaringan sehingga pulpitis
irreversible akan menjadi nekrosis likuifaksi. Jika eksudat yang dihasilkan selama
pulpitis irreversible diserap atau didrainase melalui kavitas karies atau daerah pulpa
yang tebuka ke dalam rongga mulut, proses nekrosis akan tertunda; pulpa di daerah
akar akan tetap vital dalam jangka waktu yang cukup lama. Sebaliknya, tertutup atau

ditutupnya pulpa yang terinflamasi mengakibatkan proses nekrosis pulpa yang cepat
dan total serta timbulnya patosis periapikal.
Gejala
Gejala umum nekrosis pulpa :
1. Simptomnya sering kali hampir sama dengan pulpitis irreversible
2. Nyeri spontan atau tidak ada keluhan nyeri tapi pernah nyeri spontan.
3. Sangat sedikit/ tidak ada perubahan radiografik
4. Mungkin memiliki perubahan-perubahan radiografik defenitif seperti pelebaran
jaringan periodontal yang sangat nyata adalah kehilangan lamina dura
5. Perubahan-perubahan radiografik mungkin jelas terlihat
6. Lesi radiolusen yang berukuran kecil hingga besar disekitar apeks dari salah satu atau
beberapa gigi, tergantung pada kelompok gigi.
Keluhan subjektif :
1. Gigi berlubang, kadang-kadang sakit bila kena rangsangan panas
2. Bau mulut (halitosis)
3. Gigi berubah warna.
Pemeriksaan objektif :
1. Gigi berubah warna, menjadi abu-abu kehitam-hitaman
2. Terdapat lubang gigi yang dalam
3. Sondenasi,perkusi dan palpasi tidak sakit
4. Biasanya tidak bereaksi terhadap tes elektrik dan termal. Kecuali pada nekrosis tipe
liquifaktif.
5. Bila sudah ada peradangan jaringan periodontium, perkusi,palpasi dan sondenasi sakit.

http://www.scribd.com/doc/53146733/NEKROSIS-PULPA

Jaringan pulpayang kaya akan vaskuler, syaraf dansel odontoblast;


memiliki kemampuan untuk melakukan defensive reaction yaitu
kemampuan untuk mengadakan pemulihan jika terjadi peradangan. Akan
tetapi apabila terjadi inflamasi kronis pada jaringan pulpa atau merupakan
proses lanjut dari radang jaringan pulpa maka akan menyebabkan kematian
pulpa/nekrosis pulpa. Hal ini sebagai akibatkegagalan jaringan
pulpa dalam mengusahakan pemulihan atau penyembuhan. Semakin luas
kerusakan jaringan pulpa yang meradang semakin berat sisa jaringan pulpa
yang sehat untuk mempertahankan vitalitasnya.

Nekrosis pulpa pada dasarnya terjadi diawali karena adanya infeksi


bakteria pada jaringan pulpa. Ini bisa terjadi akibat adanya kontak
antara jaringan pulpa dengan lingkungan oral akibat terbentuknya dentinal
tubules dan direct pulpal exposure, hal ini memudahkan infeksi bacteria ke
jaringan pulpa yang menyebabkan radang pada jaringan pulpa. Apabila tidak
dilakukan penanganan, maka inflamasi pada pulpa akan bertambah parah
dan dapat terjadi perubahan sirkulasi darah di dalam pulpa yang pada
akhirnya menyebabkan nekrosis pulpa. Dentinal tubules dapat terbentuk
sebagai hasil dari operative atau restorative procedureyang kurang baik
atau akibat restorative material yang bersifat iritatif. Bisa juga diakibatkan
karena fraktur pada enamel, fraktur dentin, proses erosi, atrisi dan abrasi.
Dari dentinal tubules inilah infeksi bakteria dapat mencapai jaringan pulpa
dan menyebabkan peradangan. Sedangkan direct pulpal exposure bisa
disebabkan karena proses trauma, operative procedure dan yang paling umum
adalah karena adanya karies. Hal ini mengakibatkan bakteria menginfeksi
jaringan pulpa dan terjadi peradangan jaringan pulpa.
Nekrosis pulpa yang disebabkan adanya trauma pada gigi dapat
menyebabkan nekrosis pulpa dalam waktu yang segera yaitu beberapa
minggu. Pada dasarnya prosesnya sama yaitu terjadi perubahan sirkulasi
darah di dalam pulpa yang pada akhirnya menyebabkan nekrosis pulpa.
Trauma pada gigi dapat menyebabkan obstruksi pembuluh darah utama pada
apek dan selanjutnya mengakibatkan terjadinya dilatasi pembuluh darah
kapiler pada pulpa. Dilatasi kapiler pulpa ini diikuti dengan degenerasi kapiler
dan terjadi edema pulpa. Karena kekurangan sirkulasi kolateral pada pulpa,
maka dapat terjadi ischemia infark sebagian atau total pada pulpa dan
menyebabkan respon pulpa terhadap inflamasi rendah. Hal ini
memungkinkan bakteri untuk penetrasi sampai ke pembuluh dara kecil pada
apeks. Semua proses tersebut dapat mengakibatkan terjadinyanekrosis
pulpa.