Anda di halaman 1dari 12

SIDANG KEDUA PEMBACAAN REPLIK

Hakim Ketua

: Para Pihak silahkan duduk. Assalamualaikum Wr.Wb sidang


hari ini hari senin tanggal 23 juli 2012 permohonan
pembatalan perkawinan dengan nomor register

perkara

241/Pdt.G/2012/PA/Pdlg yang di ajukan oleh Yanti Marfu'ah


saya

nyatakan

dibuka

dan

tertutup

untuk

umum

Bismillahirohmanirohim.
(ketuk palu 3 kali)
Hakim Ketua

: Baik, agenda hari ini adalah pembacaan replik dari pihak


Pemohon, bagaimana saudara Pemohon apakah saudara
sudah siap dengan repliknya ?

KH Pemohon

: Kami telah siap Yang Mulia

Hakim Ketua

: Tolong serahkan salinannya kepada kami Majelis Hakim dan


pihak Termohon

KH Pemohon

: Baik Yang Mulia

Hakim Ketua

: Silahkan dibacakan

(KH Pemohon membacakan repliknya)


Hakim Ketua

: Baik, dengan dibacakannya replik dari Pemohon tadi maka


Termohon berhak untuk mengajukan duplik, apakah saudara
Termohon sudah siap?

KH Termohon

: Belum, Yang Mulia

Hakim Ketua

: Kami beri waktu 7 hari untuk mempersiapkan dupliknya,


bagaimana apakah saudara bersedia ?

KH Termohon

: Kami bersedia Yang Mulia

Hakim Ketua

: Bagaimana pihak Pemohon?

KH Pemohon

: Kami tidak keberatan Yang Mulia

Hakim Ketua

: Panitera, 7 hari kedepan jatuh pada hari apa dan tanggal


berapa ? Apakah bertepatan dengan hari besar agama maupun
hari besar nasional dan atau bertepatan dengan agenda
persidangan lainnya ?

Panitera

: 7 hari ke depan dari sidang ini jatuh pada hari Senin, tanggal
30 Juli 2012 dan tidak bertepatan dengan hari besar agama,

hari besar nasional maupun agenda persidangan lainnya Yang


Mulia.
Hakim Ketua

: Baik maka sidang akan di tunda sampai 7 hari kedepan yaitu


tanggal 30 Juli 2012 dengan agenda pembacaan duplik dari
temohon. Dan karena para pihak telah hadir di persidangan
hari ini maka tidak perlu dikirim relaas.

Hakim Ketua

: Dengan ini Sidang Pengadilan Perdata Agama dengan pokok


perkara pembatalan perkawinan dengan nomor perkara
241/Pdt.G/2012/PA.Pdlg dengan ini sidang ditunda

(ketuk palu 1 kali)


Panitera

: Majelis Hakim meninggalkan ruangan para hadirin dimohon


untuk berdiri

SIDANG KETIGA PEMBACAAN DUPLIK


Hakim Ketua

: Para Pihak silahkan duduk. Assalamualaikum Wr.Wb sidang


hari ini hari senin tanggal 30 juli 2012 permohonan
pembatalan perkawinan dengan nomor register

perkara

241/Pdt.G/2012/PA/Pdlg yang di ajukan oleh Yanti Marfu'ah


saya

nyatakan

dibuka

dan

tertutup

untuk

umum

Bismillahirohmanirohim.
(ketuk palu 3 kali)
Hakim Ketua

: Baik, agenda hari ini adalah pembacaan duplik dari pihak


Termohon, bagaimana saudara Termohon apakah saudara
sudah siap dengan dupliknya ?

KH Termohon

: Kami telah siap Yang Mulia

Hakim Ketua

: Tolong serahkan salinannya kepada kami Majelis Hakim dan


pihak Termohon

KH Termohon

: Baik Yang Mulia

Hakim Ketua

: Silahkan dibacakan

(KH Termohon membacakan dupliknya)


Hakim Ketua

: Baik, dengan dibacakannya duplik dari Termohon tadi maka


agenda selanjutnya adalah pembuktian dari pihak Pemohon,
bagaimana saudara Pemohon apakah saudara sudah siap
dengan saksi saksi dan alat buktinya ?

KH Pemohon

: Belum Yang Mulia kami membutuhkan waktu 11 hari untuk


mempersiapkan saksi2 dan alat bukti kami

Hakim Ketua

: Bagaimana pihak Termohon?

KH Termohon

: Berdasarkan peradilan cepat dan biaya ringan waktu 11 hari


yang diajukan Pemohon terlalu lama yang mulia. Kami rasa
waktu 7 hari cukup Yang Mulia

(Majelis Hakim berdiskusi)


Hakim Ketua

: Kami memberikan waktu 7 hari kepada Pemohon dan


Termohon untuk menyiapkan alat bukti. Panitera, 7 hari
kedepan jatuh pada hari apa dan tanggal berapa ? Apakah
bertepatan dengan hari besar agama maupun hari besar

nasional dan atau bertepatan dengan agenda persidangan


lainnya ?
Panitera

: 7 hari ke depan dari sidang ini jatuh pada hari Senin, tanggal
6 Agustus 2012 dan tidak bertepatan dengan hari besar
agama, hari besar nasional maupun agenda persidangan
lainnya Yang Mulia.

Hakim Ketua

: Baik sidang akan kami tunda sampai 7 hari kedepan yaitu


tanggal 6 Agustus 2012 dengan agenda pembuktian surat dari
pihak Pemohon dan Termohon. Dan karena para pihak telah
hadir di persidangan hari ini maka tidak perlu dikirim relaas.

Hakim Ketua

: Dengan ini Sidang Pengadilan Perdata Agama dengan pokok


perkara pembatalan perkawinan dengan nomor perkara
241/Pdt.G/2012/PA.Pdlg dengan ini sidang ditunda

(ketuk palu 1 kali)


Panitera

: Majelis Hakim meninggalkan ruangan para hadirin dimohon


untuk berdiri

SIDANG KEEMPAT PEMBUKTIAN ALAT BUKTI SURAT DAN SAKSI PEMOHON


Hakim Ketua

: Para Pihak silahkan duduk. Assalamualaikum Wr.Wb sidang


hari ini hari senin tanggal 6 Agustus 2012 permohonan
pembatalan perkawinan dengan nomor register

perkara

241/Pdt.G/2012/PA/Pdlg yang di ajukan oleh Yanti Marfu'ah


saya

nyatakan

dibuka

dan

tertutup

untuk

umum

Bismillahirohmanirohim.
(ketuk pallu 1 kali)
Hakim Ketua

: Baik agenda sidang hari ini adalah pembuktian alat bukti


surat, apakah Pemohon sudah siap dengan alat buktinya ?

KH Pemohon

: Siap Yang Mulia. Hari ini kami akan mengajukan 5 bukti surat
yaitu KTP Pemohon, Surat Keterangan Kematian Pemohon,
Buku Nikah Pemohon dengan Andi Soetjipto, SK Pengangkatan
PNS, dan SK Pensiun.

Hakim Ketua
KH Termohon

: Pihak Termohon sudah siap dengan alat bukti suratnya?


: Kami sudah siap yang Mulia. Hari ini kami akan mengajukan
Buku Nikah Termohon dan Surat Keterangan Kematian
Pemohon yang menjadi dasar status duda mati Andi Sutjipto.

Hakim Ketua

: Baik Kepada Kedua pihak dimohon maju untuk menyerahkan


alat bukti dan memeriksa keaslian alat bukti pihak -pihak.

(KH menyerahkan ke Hakim Ketua)


Hakim Ketua

: Baik dengan berakhirnya pembuktian alat bukti surat, maka


agenda selanjutnya adalah pembuktian alat bukti saksi dari
pihak. Apakah pihak Pemohon sudah siap ?

KH Pemohon

:Sudah Yang Mulia, kami menghadirkan 2 orang saksi yaitu


tetangga Pemohon dan lurah.

Hakim Ketua

: Silahkan hadirkan saksi pertama

KH Pemohon

: Siap Yang Mulia (biodata saksi tetangga) Petugas, tolong


hadirkan saksi di dalam ruang sidang.

Petugas

: Siap

(Saksi tetangga masuk)


Hakim Ketua

: Silah kan duduk. Tolong berikan kartu identitas saudara.

(Jokowi Taslim menyerahkan identitas)

Hakim Ketua

: Saudara Saksi , nama?

Saksi Tetangga

: JOKOWI TASLIM Yang Mulia

Hakim Ketua

: Umur?

Saksi Tetangga

: 42 Tahun Yang Mulia

Hakim Ketua

: Pekerjaan?

Saksi Tetangga

: Wiraswasta Yang Mulia

Hakim Ketua

: Alamat?

Saksi Tetangga

: Jl. Mangga No. 43 RT 01 RW 03 Pandeglang, Banten

Hakim Ketua

: Jenis kelaim Laki-laki, Kewarganegaraan Indonesia Benar?

Saksi Tetangga

: Benar Yang Mulia

Hakim Ketua

: Apakah anda sehat hari ini?

Saksi tetangga

: Sehat yang mullia

Hakim Ketua

: Apakah anda siap sidang?

Saksi tetangga

: Siap Yang Mulia

Hakim Ketua

: Apakah anda dalam tekanan?

Saksi tetangga

: Tidak Yang Mulia

Hakim Ketua

: Apakah anda mengenal Pemohon

Saksi Tetangga

: Kenal Yang Mulia

Hakim Ketua

: Bisa saudara jelaskan apa hubungan anda dengan Pemohon?

Saksi tertangga

: Saya adalah tetangga Pemohon Yang Mulia

Hakim Ketua

: Sebelum anda memberikan keterangan, apakah anda


bersedia untuk disumpah?

Saksi tetangga

:Bersedia Yang Mulia

(Juru sumpah berdiri)


Hakim Anggota

: Baik ikuti lafal saya Bismillahhirrohmanirrohim, Demi Allah


saya bersumpah sebagai saksi dalam persidangan ini akan
memberikan keterangan yang benar dan tiada lain dari yang
sebenar-benarnya

Saksi Tetangga

: Bismillahhirrohmanirrohim, Demi Allah saya bersumpah


sebagai saksi dalam persidangan ini akan memberikan
keterangan yang benar dan tiada lain dari yang sebenarbenarnya

Hakim Anggota

: Setelah disumpah anda harus mengungkapkan yang sebenarbenarnya.

Saksi Tetangga

: Baik Yang Mulia

Hakim Ketua

: Apa yang anda ketahui tentang kasus ini?

Saksi Tetangga

: Saya disini adalah sebagai tetangga dari Pemohon, saya


mengetahui

Pemohon

telah

tinggal

bersama

dengan

almarhum suami Pemohon sejak tahun 1965 hingga suami


Pemohon meninggal dunia.
Hakim Ketua

: Apakah saudara pernah mengetahui bagaimana keadaan


rumah tangga Pemohon dan almarhum suami?

Saksi Tetangga

: Yang saya ketahui hubungan Pemohon dengan almarhum


suami baik-baik saja.

Hakim Anggota

: Sudah berapa lama saudara menjadi tetangga almarhum ?

Saksi Tentangga : Saya sudah menjadi tetangga almarhum kurang lebih 15


tahun
Hakim Ketua

: Saudara Pemohon apakah ada yang ingin ditanyakan?

KH Pemohon

: Apakah anda mengetahui bahwa almarhum suami Pemohon


telah menikah dengan seorang wanita bernama ULFA
RAHMAWATI?

Saksi Tetangga

: Tidak tahu, yang saya tahu almarhum hanya memiliki


seorang istri bernama Yanti Marfuah

KH Pemohon

: Apakah saudara tidak pernah melihat almarhum suami


bersama wanita lain?

Saksi Tetangga

: Ya pak, saya pernah melihat almarhum bersama seorang


wanita pada pukul 9 malam tapi saya tidak tahu dia itu siapa.

KH Pemohon

: Selama saudara bertetangga dengan saudara alamarhum,


apakah saudara pernah bercerita tentang rumah tangganya ke
saudara ?

Saksi Tetangga

: Saya memang tidak pernah mendengar Yang Mulia, tp saya


pernah dengar cerita dari istri saya bahwa rumah tangga
almarhum tidak berjalan dengan harmonis. Pemohon pernah
bercerita pada istri saya bahwa Pemohon curiga jika
almarhum memiliki wanita idaman lain.

KH Termohon

: Keberatan Yang Mulia, bahwa keterangan saksi hanya


berdasarkan testimonium de auditum, sehingga keterangan
saksi tersebut tidak dapat dijadikan bahan pertimbangan.

Hakim Ketua

: Baik karena saudara tidak melihat dan mendengar sendiri


maka keterangan yang baru saudara ungkapkan tidak akan
menjadi bahan pertimbangan. Bagaimana pihak Pemohon,
apakah ada yang perlu ditanyakan lagi ?

KH Pemohon

: Sudah cukup Yang Mulia.

Hakim Ketua

Baik

kepada

penasihat

hukum

Termohon

silahkan

mengajukan pertanyaan
KH Termohon

: Baik terima kasih Yang Mulia

KH Termohon

: Baik saudara saksi, bisa saudara jelaskan bagaimana ciri-ciri


fisik wanita yang anda lihat bersama almarhum pada saat itu ?

Saksi tetangga

: Yang saya lihat wanita itu memakai jilbab, namun saya tidak
melihat secara jelas wanita itu karena saya melihat dan tidak
terlalu memperhatikan Yang Mulia.

KH Termohon

: Pada pukul berapa tepatnya saudara saksi melihat wanita itu


datang bersama almarhum ?

Saksi Tetangga

: Sekitar pukul 9 malam Yang Mulia ketika saya akan


berangkat ronda malam.

KH Termohon

: Jadi anda tidak pernah melihat wanita yang dibawa suami


Pemohon secara jelas?

Saksi Tetangga

: Iya Pak, saya tidak melihat secara jelas, hanya saja yang saya
ingat wanita tersebut berumur sekitar akhir 30an

KH Termohon

: Mohon dicatat Yang Mulia, bahwa saksi tidak secara jelas


melihat wanita tersebut, sehingga keterangan saksi diragukan.
Cukup dari kami Yang Mulia.

Hakim Ketua

: Apakah ada yang ingin anda tambahkan saudara saksi ?


apakah ada yang ingin anda tambahkan saudara KH Pemohon
? apakah ada yang ingin anda tambahkan saudara KH
Termohon ?

Saksi, KH

: Tidak ada Yang Mulia

Hakim Ketua

: Petugas silahkan antar saksi ke kursi penonton

Petugas

: Siap Yang Mulia

Hakim Ketua

: KH Pemohon silahkan hadirkan saksi kedua ke ruang sidang

KH Pemohon

: Baik Yang Mulia. Saksi kedua adalah Lurah tempat tinggal


Pemohon (identitas saksi) Petugas tolong hadirkan saksi ke
ruang sidang.

Petugas

: Siap

Hakim Ketua

: Nama?

Saksi Lurah

: FIRMANSYAH TAUFIK Yang Mulia

Hakim Ketua

: Umur?

Saksi Lurah

: 45 tahun Yang Mulia

Hakim Ketua

: Pekerjaan?

Saksi Lurah

: Pegawai Negeri Sipil Yang Mulia

Hakim Ketua

: Alamat?

Saksi Lurah

: Jl. Manggis No. 64 RT 01 RW 03 Pandeglang, Banten

Hakim Ketua

: Jenis Kelamin Perempuan, Agama Islam, Kewarganegaraan


Indonesia benar?

Saksi Lurah

: Benar Yang Mulia

Hakim Ketua

: Apakah anda sehat hari ini?

Saksi Lurah

: Sehat yang mullia

Hakim Ketua

: Apakah anda siap sidang?

Saksi lurah

: Siap Yang Mulia

Hakim Ketua

: Apakah anda dalam tekanan?

Saksi Lurah

: Tidak Yang Mulia

Hakim Ketua

: Apakah anda mengenal Pemohon

Saksi Lurah

: Kenal Yang Mulia

Hakim Ketua

: Apa hubungan anda dengan Pemohon?

Saksi Lurah

: Saya adalah Lurah Pemohon Yang Mulia

Hakim Ketua

: Apakah anda bersedia untuk disumpah?

Saksi Lurah

: Bersedia Yang Mulia

(Juru sumpah berdiri)


Hakim Anggota

: baik ikuti lafal saya Bismillahhirrohmanirrohim, Demi Allah


saya bersumpah sebagai saksi dalam persidangan ini akan

memberikan keterangan yang benar dan tiada lain dari yang


sebenar-benarnya.
Saksi Lurah

: Bismillahhirrohmanirrohim, Demi Allah saya bersumpah


sebagai saksi dalam persidangan ini akan memberikan
keterangan yang benar dan tiada lain dari yang sebenarbenarnya.

Hakim anggota

: Setelah disumpah anda harus mengungkapkan yang sebenarbenarnya.

Saksi Lurah

: Baik Yang Mulia

Hakim Ketua

: Apa yang anda ketahui tentang kasus ini?

Saksi Lurah

: Yang saya ketahui almarhum merupakan warga di kelurahan


saya dan menurut data yang ada mereka merupakan suami
istri yang tercatat dalam 1 KK.

Hakim Ketua

Baik penasihat hukum Pemohon silahkan mengajukan

pertanyaan ?
KH Pemohon

: Baik, saudara saksi, apakah saudara mengenal secara pribadi


Pemohon dan almarhum sebagai suami istri?

Saksi Lurah

: Tidak, saya mengetahui mereka berdasarkan data penduduk


yang ada di kelurahan.

KH Pemohon

: Apakah saudara mengetahui adanya surat kematian atas


nama Yanti Marfuah ?

Saksi Lurah

:Ya pak, saya tahu almarhum pernah mengajukan surat


kematian atas nama Yanti Marfuah atas permohonan dari
almarhum.

KH Pemohon

: Apakah saudara benar mengetahui Pemohon benar telah


meninggal

dunia

ketika

almarhum

mengajukan

surat

keterangan meninggal dunia?


Saksi Lurah

: Tidak saya tidak tahu pasti, saya hanya memproses surat


tersebut berdasarkan data yang masuk.

KH Pemohon

: Apakah saudara mengetahui bahwa almarhum mengajukan


surat pengantar nikah beberapa waktu setelah terbitnya surat
keterangan kematian Pemohon?

Saksi Lurah

: Tidak saya tidak tahu. Almarhum Andi Soetjipto tidak pernah


mengajukan surat ijin untuk menikah lagi. Yang saya tahu
almarhum membuat surat kematian atas nama Yanti Marfuah
tapi tidak mengajukan ijin menikah

KH Pemohon

: Cukup Yang Mulia pertanyaan dari Pemohon

Hakim Ketua

: Apakah pihak Termohon ingin mengajukan pertanyaan


terhadap saksi ?

KH Termohon

: Kami akan mengajukan beberapa Pertanyaan Yang Mulia

Hakim Ketua

: Baik silahkan

KH Termohon

: Terimakasih Yang Mulia. Saudara Saksi, apakah saudara tidak


melakukan pemeriksaan terlebih dahulu apabila ada yang
mengajukan surat kematian ?

Saksi Lurah

: Iya memang tidak pak. Karena biasanya tidak ada orang yang
memalsukan kematian seseorang.

KH Termohon

: Berarti saudara membuat Surat Kematian tanpa mengetahui


bahwa saudara Yanti Marfuah masih hidup?

Saksi Lurah

: Saya tidak mengetahui

KH Termohon

Mohon dicatat Yang Mulia, bahwa surat kematian yang

dibuat Sdr. Firmansyah Taufik atas permohonan dari Andi


Soetjipto merupakan rekayasa yang juga tidak diketahui oleh
Termohon. Sehingga dalam hal ini, yang Termohon ketahui,
Andi Soetjipto merupakan duda. Cukup dari kami Yang Mulia
Hakim Ketua

: Apakah ada yang ingin anda tambahkan saudara saksi ?


apakah ada yang ingin anda tambahkan saudara KH Pemohon
? apakah ada yang ingin anda tambahkan saudara KH
Termohon ?

Saksi, KH

: Tidak ada Yang Mulia

Hakim Ketua

: Baik saudara saksi terima kasih sudah hadir di persidangan,


dan silahkan duduk dibangku pengunjung

Hakim Ketua

: Apakah ada saksi yang akan diajukan Pemohon lagi ?

KH Pemohon

: tidak Yang Mulia

Hakim Ketua

: Karena tidak ada saksi lagi yang akan diajukan oleh Pemohon
maka agenda selanjutnya adalah saksi Termohon. Berapa
waktu yang Termohon butuhkan untuk menyiapkan saksi ?

KH Termohon

: Kami membutuhkan waktu 7 hari untuk mempersiapkan


saksi kami Yang Mulia

Hakim Ketua

: Bagaimana dengan pihak Pemohon?

KH Termohon

: Kami tidak keberatan Yang Mulia

(Hakim berdiskusi)
Hakim Ketua

: Panitera, 7 hari kedepan jatuh pada hari apa dan tanggal


berapa ? Apakah bertepatan dengan hari besar agama maupun
hari besar nasional dan atau bertepatan dengan agenda
persidangan lainnya ?

Panitera

: 7 hari ke depan dari sidang ini jatuh pada hari Senin, tanggal
13 Agustus 2012 dan tidak bertepatan dengan hari besar
agama, hari besar nasional maupun agenda persidangan
lainnya Yang Mulia.

Hakim Ketua

: Baik sidang akan kami tunda sampai 7 hari kedepan yaitu


tanggal 13 Agustus 2012 dengan agenda pembuktian saksi
Termohon. Dan karena para pihak telah hadir di persidangan
hari ini maka tidak perlu dikirim relaas.

Hakim Ketua

: Dengan ini Sidang Pengadilan Perdata Agama dengan pokok


perkara pembatalan perkawinan dengan nomor perkara
241/Pdt.G/2012/PA.Pdlg dengan ini sidang ditunda

(ketuk palu 1 kali)


Panitera

: Majelis Hakim meninggalkan ruangan para hadirin dimohon


untuk berdiri