Anda di halaman 1dari 13

Daftar Isi

Cover
Daftar isi
A. Pengertian gelombang elektromagnetik
B. Macam Macam Gelombang Elektromagnetik
1. Gelombang Radio
2. Gelombang Mikro
3. Sinar Inframerah
4. Cahaya Tampak
5. Sinar Ultraviolet
6. Sinar X
7. Sinar Gamma
C. Sifat Sifat dan Konsep Gelombang Elektromagnetik
1. Hubungan Antara Amplitudo Kuat Medan Listrik dan Amplitudo Kuat
Medan Magnet
2. Persamaan Vektor Pointing (S)
3. Intensitas Gelombang Elektromagnetik
4. Difraksi Cahaya
5. Perbesaran Sistem Alat Optik dibatasi oleh Difraksi
6. Interferensi Cahaya
7. Kisi Difraksi
8. Polarisasi Cahaya
9. Polarisasi dengan pemantulan
10. Efek Dopler Pada Gelombang Elektromagnetik
Daftar Pustaka

Pendahuluan

1. Latar belakang

Rumusan masalah
Tujuan dan manfaat yang ingin dicapai

GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK
A.

Pengertian Gelombang Elektromagnetik


Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang dapat merambat

walau tidak ada medium. Gelombang elektromagnetik merupakan gelombang


transversal yang gangguannya berupa medan listrik E dan medan magnet B saling
tegak lurus dan keduanya tegak lurus arah rambat gelombang. Karena gangguan
gelombang elektromagenik adalah medan listrik dan medan magnetik maka
gelombang elektromagnetik dapat merambat dalam vakum. Semua jenis
gelombang elektromagnetik merambat dalam vakum dengan kecepatan sama yaitu
c = 3 x 108 m/s yang disebut denan tetapan umum.

Medan listrik

X
Arah Gelombang
Z

Medan Magnet

Gambar. 1 Spektrum Gelombang Elektromagnetik


Susunan semua bentuk gelombang elektromagnetik berdasarkan panjang
gelombang dan frekuensinya disebut spektrum elektromagnetik. Gambar spectrum
elektromagnetik di bawah disusun berdasarkan panjang gelombang (diukur dalam
satuan _m) mencakup kisaran energi yang sangat rendah, dengan panjang
gelombang tinggi dan frekuensi rendah, seperti gelombang radio sampai ke energi
yang sangat tinggi, dengan panjang gelombang rendah dan frekuensi tinggi seperti
radiasi X-ray dan Gamma Ray.
B. Macam Macam Gelombang Elektromagnetik
1.

Gelombang Radio
Gelombang radio dikelompokkan menurut panjang gelombang atau

frekuensinya. Jika panjang gelombang tinggi, maka pasti frekuensinya rendah

atau sebaliknya. Frekuensi gelombang radio mulai dari 30 kHz ke atas dan
dikelompokkan berdasarkan lebar frekuensinya. Gelombang radio dihasilkan oleh
muatan-muatan listrik yang dipercepat melalui kawat-kawat penghantar. Muatanmuatan ini dibangkitkan oleh rangkaian elektronika yang disebut osilator.
Gelombang radio ini dipancarkan dari antena dan diterima oleh antena pula.
Kamu tidak dapat mendengar radio secara langsung, tetapi penerima radio akan
mengubah terlebih dahulu energi gelombang menjadi energi bunyi.
2.

Gelombang mikro
Gelombang mikro (mikrowaves) adalah gelombang radio dengan

frekuensi paling tinggi yaitu diatas 3 GHz. Jika gelombang mikro diserap oleh
sebuah benda, maka akan muncul efek pemanasan pada benda itu. Jika makanan
menyerap radiasi gelombang mikro, maka makanan menjadi panas dalam selang
waktu yang sangat singkat. Proses inilah yang dimanfaatkan dalam microwave
oven untuk memasak makanan dengan cepat dan ekonomis.
Gelombang mikro juga dimanfaatkan pada pesawat RADAR (Radio
Detection and Ranging) RADAR berarti mencari dan menentukan jejak sebuah
benda dengan menggunakan gelombang mikro. Pesawat radar memanfaatkan sifat
pemantulan gelombang mikro. Karena cepat rambat glombang elektromagnetik c
= 3 X 108 m/s, maka dengan mengamati selang waktu antara pemancaran dengan
penerimaan.
3.

Sinar Inframerah
Sinar inframerah meliputi daerah frekuensi 1011Hz sampai 1014 Hz atau

daerah panjang gelombang 10-4 cm sampai 10-1 cm. jika kamu memeriksa
spektrum yang dihasilkan oleh sebuah lampu pijar dengan detektor yang
dihubungkan pada miliampermeter, maka jarum ampermeter sedikit diatas ujung
spektrum merah. Sinar yang tidak dilihat tetapi dapat dideteksi di atas spektrum
merah itu disebut radiasi inframerah.
Sinar infamerah dihasilkan oleh elektron dalam molekul-molekul yang
bergetar karena benda diipanaskan. Jadi setiap benda panas pasti memancarkan
sinar inframerah. Jumlah sinar inframerah yang dipancarkan bergantung pada
suhu dan warna benda.
4.

Cahaya tampak

Cahaya tampak sebagai radiasi elektromagnetik yang paling dikenal oleh


kita dapat didefinisikan sebagai bagian dari spektrum gelombang elektromagnetik
yang dapat dideteksi oleh mata manusia. Panjang gelombang tampak nervariasi
tergantung warnanya mulai dari panjang gelombang kira-kira 4 x 10-7 m untuk
cahaya violet (ungu) sampai 7x 10-7 m untuk cahaya merah. Kegunaan cahaya
salah satunya adlah penggunaan laser dalam serat optik pada bidang
telekomunikasi dan kedokteran.
5.

Sinar Ultraviolet
Sinar ultraviolet mempunyai frekuensi dalam daerah 1015 Hz sampai 1016

Hz atau dalam daerah panjang gelombagn 10-8 m 10-7 m. gelombang ini


dihasilkan oleh atom dan molekul dalam nyala listrik. Matahari adalah sumber
utama yang memancarkan sinar ultraviolet dipermukaan bumi,lapisan ozon yang
ada dalam lapisan atas atmosferlah yang berfungsi menyerap sinar ultraviolet dan
meneruskan sinar ultraviolet yang tidak membahayakan kehidupan makluk hidup
dibumi.
6.

Sinar X
Sinar X mempunyai frekuensi antara 10 Hz sampai 10 Hz . panjang

gelombangnya sangat pendek yaitu 10 cm sampai 10 cm. meskipun seperti itu tapi
sinar X mempunyai daya tembus kuat, dapat menembus buku tebal, kayu tebal
beberapa sentimeter dan pelat aluminium setebal 1 cm.
7.

Sinar Gamma
Sinar gamma mempunyai frekuensi antara 10 Hz sampai 10 Hz atau

panjang gelombang antara 10 cm sampai 10 cm. Daya tembus paling besar, yang
menyebabkan efek yang ser jika diserap oleh jaringan tubuh.

Frekuensi
semakin
Tinggi

Gel radio gel mikro inframerah sinar tampak UV sinar X sinar

Panjang
gelombang
semakin Besar

Gambar 2. Sifat-Sifat Gelombang Elektromagnetik

C. Sifat Sifat dan Konsep Gelombang Elektromagnetik


Gelombang elektromagnetik memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
1.

Gelombang elektromagnetik dapat merambat dalam ruang tanpa medium

2. Gelombang Elektromagnetik merupakan gelombang transversal.


3. Gelombang elektromagnetik tidak memiliki muatan listrik sehingga
bergerak lurus dalam medan magnet maupun medan listrik.
4. Gelombang elektromagnetik dapat mengalami pemantulan (refleksi),
pembiasan (refraksi), perpaduan (interferensi), pelenturan (difraksi),
pengutuban (polarisasi).
5. Perubahan medan listrik dan medan magnet terjadi secara bersamaan,
sehingga medan listrik dan medan magnet sefase dan berbanding lurus.
Keberadaan gelombang elektromagnetik didasarkan pada hipotesis
Maxwell James Clark Maxwell dengan mengacu pada 3 fakta relasi antara
listrik dan magnet yang sudah ditemukan :

a. percobaan Oersted yang berhasil membuktikan : arus listrik dalam


konduktor menghasilkan medan magnet disekitarnya (jarum kompas
menyimpang bila di dekatkan pada kawat yang dialiri arus listrik)
b. percobaan Faraday yang berhasil membuktikan batang konduktor yang
menghasilkan GGL induksi pada kedua ujungnya bila memotong medan
magnet
c. percobaan Faraday yang menunjukkan perubahan fluks magnetik pada
kumparan menghasilkan arus induksi dalam kuparan tersebut
Didasarkan pada penemuan Faraday Perubahan Fluks magnetik dapat
menimbulkan medan listrik

dan arus pergeseran yang sudah dihipotesakan

Maxwell sebelumnya, maka Maxwell mengajukan suatu hipotesa baru : Jika


perubahan fluks magnet dapat menimbulkan medan listrik maka perubahan Fluks
listrik juga harus dapat menimbulkan medan magnet

Hipotesa ini dikenal

dengan sifat simetri medan listrik dengan medan magnet.


Bila Hipotesa Maxwell benar, konsekuensinya perubahan medan listrik
akan mengakibatkan medan magnet yang juga berubah serta sebaliknya dan
keadaan ini akan terus berulang. Medan magnet atau medan listrik yang muncul
akibat perubahan medan listrik atau medan magnet sebelumnya akan bergerak
(merambat) menjauhi tempat awal kejadian. Perambatan medan listrik dan medan
magnet inilah yang disebut sebagai gelombang elektromagnetik. Kebenaran
Hipotesa Maxwell tentang adanya gelombang elektromagnetik pada akhirnya
dibuktikan oleh Heinrich Hertz
Maxwell menyatakan bahwa gangguan pada gelombang elektromegnetik
berupa meda listrik dan medang magnetik yang selalu saling tegak lurus, dan
keduanya tegak lurus terhadap arah rambatan gelombang.

Gambar 3. Bentuk gelombang elektromagnetik


Rumus cepat rambat gelombang elektromagnetik Maxwell:
=

c : cepat rambat gelombang elektromagnetik = 2,99792 x 108 m/s = 3 x 108 m/s


: permeabilitas vakum = 4 x 10-7 Wb A-1 m-1
: permitivitas vakum = 8,85418 x 10-12 C2N-1m-2
Pada pembicaraan kita mengenai gelombang elektromagnetik, kita batasi
pada gelombang elektromagnetik yang mempunyai medan listrik sejajar sumbu
Y, induksi magnetik sejajar sumbu Z dan tegak lurus , sedangkan sumbu x
adalah arah rambat.
Y+
A

D
dy

E
B

dx

Vektor medan listrik dar gelombang


elektromegnetik sejajar sumbu y
Sumbu x merupakan arah
rambatgelombang elektromagnetik

x+
Z+

Ambil kontur : ABCDA pada medan listrik, maka:

=
=(
=

Menurut hukum Henry Farady :


=

Y+

x+
B

P
Q

S
R

Z+
Gambar 4. Vektor induksi magnetik dari gelombang elektromagnetik sejajar sumbu Z,
sumbu X mrupakan arah rambat

Lihat kontur PQRSP pada bidang X-Z (medan magnet) pada gambar di atas.

=
=

=
=

Menurut hukum Ampere- Maxwell:


=

=
Jika (pers.1) kita turunkan terhadap x:
(

)=

Dan (pers.2) kita turunkan tehadap t:


(

)=

Kita peroleh:
=

(Pers.3) menunjukkan bahwa medan listrik merambat sepanjang sumbu x dengan


kecepatan:

Jika (pers.1) kita turunkan terhadap t:


(

)=

Dan (pers.2)kita turunkan terhadap x:


(

)=

(Pers.4) menunjukkan bahwa mwwdan magnet merambat sepanjang sumbu x


dengan kecepatan

diberi notasi c (cepat rambat cahaya dalam vakum), karena secara


eksperimen, henry Hertz mandapatkan bahwa

, sama

denagn cepat rambat cahaya dalam vakum. (Pers.3) dan (pers.4) mempunyai
solusi umum :
=

. . . (per. 5)

. . . (pers.6)

Gelombang dari medan listrik dan medan magnet mempunyai fase sama, E
dan B adalah amplitudo dari masing-masing gelombang dan mempunyai
hubungan sebagai berikut.
Apabila (pers.5) dan (pers.6) masing-masing kita turunkan terhadap x dan t:

=
Sedangkan menurut (pers.1) :
=
=
=
Persamaan Gelombang
Sejarah telah mencatat bahwa hukum-hukum tentang elektrostatik, magnetostatik
dan elektro-dinamik ditemukan pada awal abad ke-19. Beberapa dari hukumhukum itu, seperti hukum Faraday, hukum Ampere dan konsep mengenai
displacement current, secara sistematik telah disusun oleh Maxwell menjadi apa
yang dikenal sekarang ini sebagai persamaan Maxwell.Khusus pada ruang vakum
dan berlaku juga pada medium udara, persamaan Maxwell dinyatakan sebagai:
E = 0 .............................................................................................................(1.1)
B = 0 ........................................................................................................... (1.2)
E =

....................................................................................................... (1.3)

B=

................................................................................................(1.4)

dimana E = vektor medan listrik, B = vektor medan magnet, o = permitivitas


listrik di udara atau vakum (8,85 1012C2/Nm2), o = permeabilitas magnet di
udara atau vakum (4 107T.m/A).

Daftar Pustaka
Arif, kristanta. 2014. Cahaya sifat sifat cahaya dan gelombang.
Ningsih, yuli kurnia. 2014. Teori gelombang mikro dan elektromagnetik. Buku
ajar universitas.
Renreng, Abdullah. 1985. Asas-asas Ilmu Alam Universitas. Badan Kerjasama
Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Bagian Timur: Makassar
Sutrisno. 1979. Fisika Dasar Gelombang dan optika. ITB: Bandung
Supriyanto.2007.Perambatan Gelombang Elektromagnetik.Universitas Indonesia:
Jakarta
Tipler. Paul A. 2001. Fisika Untuk Sains dan Teknik edisi ketiga. Erlangga:
Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai