Anda di halaman 1dari 3

Nama : Nirindra Primavera D.

N
NIM : 201310370311178
Kelas : D

SEJARAH, FUNGSI DAN KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA

Sejarah Bahasa Indonesia


Bahasa Indonesia merupakan jenis dari bahasa Melayu. Aksara Jawa-Melayu
ditemukan di wilayah Sumatera, mengindikasikan bahwa bahasa ini telah menyebar ke
seluruh wilayah Nusantara. Penggunaan bahasa Melayu umumnya menggunakan logat o
seperti Melayu Jambi, Minangkabau, Kerinci, Palembang dan Maluku.
Pemerintah kolonial Belanda menyadari bahwa bahasa Melayu dapat dipakai dalam
kegiatan administrasi bagi masyarakat karena penguasaan bahasa Belanda dinilai rendah.
Pengenalan bahasa Melayu dilakukan di sekolah-sekolah untuk mendukung terbitnya karya
bahasa Melayu. Seiring waktu, perkembangan bahasa Indonesia muncul secara perlahan dan
mulai terpisah dari bentuk semula bahasa Melayu Riau-Johor.
Pada awal abad ke-20 perbedaan penulisan baku bahasa mulai terlihat. Pada tahun
1901 Indonesia mengadopsi ejaan Van Ophoijsen dan pada tahun 1904 Persekutuan Tanah
Melayu di bawah Inggris mengadopsi ejaan Wilkinson.
Perkembangan bahasa Indonesia kian pesat sejak dibentuknya Komisi Bacaan Rakyat
(KBR) yang kemudian menjadi Balai Poestaka. Pada tahun 1910 muncul program Taman
Poestaka dengan membentuk perpustakaan kecil di seluruh penjuru Nusantara. Bahasa
Indonesia secara resmi diakui sebagai bahasa pemersatu bangsa pada saat Sumpah Pemuda
tanggal 28 Oktober 1928. Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional atas usulan
Muhammad Yamin, seorang politikus sastrawan dan ahli sejarah. Dalam pidatonya pada
Kongres Nasional kedua di Jakarta, Yamin mengatakan.
Jika mengacu pada masa depan bahasa-bahasa yang ada di Indonesia dan kasusastraannya,
hanya ada dua bahasa yang bisa diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa dan
Melayu. Tapi dari dua bahasa itu, bahasa Melayulah yang lambat laun akan menjadi bahasa
pergaulan atau bahasa persatuan
Selanjutnya perkembangan bahasa dan sastra Indonesia banyak dipengaruhi oleh sastrawan
Minangkabau, seperti Marah Rusli, Abdul Muis, Nur Sutan Iskandar, Sutan Takdir
Alisyahbana, Hamka, Roestam Effendi, Idrus, dan Chairil Anwar.

Fungsi Bahasa Indonesia


1. Fungsi Bahasa Indonesia baku :
a. Sebagai pemersatu

: dalam hubungan sosial antar manusia

b. Sebagai penanda kepribadian : mengungkapkan perasaan dan jati diri


c. Sebagai penambah wibawa

: menjaga komunikasi yang santun

d. Sebagai kerangka acuan

: dengan tindak tutur yang terkontrol

2. Menurut Santoso, dkk. (2004) bahwa bahasa sebagai alat komunikasi memiliki
fungsi sebagai berikut :
a. Fungsi informasi

: mengungkapkan perasaan

b. Fungsi ekspresi diri

: perlakuan terhadap antar anggota masyarakat

c. Fungsi adaptasi dan integrasi : berhubungan dengan sosial


d. Fungsi kontrol sosial

: mengatur tingkah laku

3. Menurut Hallyday (1992) fungsi bahasa sebagai alat komunikasi untuk keperluan :
a. Fungsi instrumental

: untuk memperoleh sesuatu

b. Fungsi regulatoris

: untuk mengendalikan perilaku orang lain

c. Fungsi intraksional

: untuk berinteraksi dengan orang lain

d. Fungsi personal

: untuk berinteraksi dengan orang lain

e. Fungsi heuristik

: untuk belajar dan menemukan sesuatu

f. Fungsi imajinatif

: untuk menciptakan dunia imajinasi

g. Fungsi representasional

: untuk menyampaikan informasi

Kedudukan Bahasa Indonesia


Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting seperti yang tercantum
dalam :
1. Ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 dengan bunyi Kami putra dan putri Indonesia
menjunjung bahasa persatuan, bahasa persatuan
2. Undang-Undang Dasar RI 1945 Bab XV (Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara,
serta Lagu Kebangsaan) Pasal 36 menyatakan bahwa Bahasa Negara ialah Bahasa
Indonesia
Dari 2 hal tersebut, maka kedudukan bahasa Indonesia adalah :
1. Sebagai Bahasa Nasional
Adapun dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia
memiliki fungsi yaitu : lambang jati diri (identitas), lambang kebanggan bangsa, alat
pemersatu berbagai masyarakat, dan alat penghubung antarbudaya dan antardaerah.

2. Sebagai Bahasa Resmi/Negara


Dalam kedudukannya sebagai bahasa resmi, Bahasa Indonesia berfungsi
sebagai : bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan, bahasa resmi dalam
perhubungan tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan
pembangunan serta pemerintahan, dan bahasa resmi dalam pengembangan
kebudayaan dan pemanfaatan ilmu dan teknologi.

Sumber :
id.wikipedia.org
coretanwh.blogspot.com