Anda di halaman 1dari 5

STORYBOARD / PERANGKAT GAMBAR CERITA

KELOMPOK 7
No.

Scene

Teks

1.

Judul

2.

Penulis

3.

Tujuan

Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang present...


Sistem Kopling (t)
Sutradara
: Muh. Noor Riza
Pemeran 1
: Ima Abdul Aziz
Pemeran 2
: Yoes Andhi S
Pengisi suara 1 : Anton Wicaksana
Pengisi suara 2 : Nur Khafidoh (t)
Pada kesempatan kali ini, kita akan belajar mengenai
sistem kopling pada kendaraan. (v)

4.

Isi
a.Penjelasan
tentang kopling

Kopling merupakan komponen yang mutlak


diperlukan pada kendaraan, karena apabila pada mesin
yang sedang berputar, putarannya diteruskan langsung
tanpa adanya kopling maka kendaraan akan melompat.
Untuk mengatasi hal itu, maka dipasanglah kopling.
Maksud pemasangan kopling adalah agar putaran
mesin yang hendak dipindahkan ke transmisi dan roda
penggerak dapat berpindah dengan lembut dan
mengurangi kerusakan komponen pemindah daya.
Prinsip kerja kopling dengan cara menghubungkan
dan memutuskan putaran mesin ke transmisi. (a)

Audio
Suara
Musik
Instrumen 1

Video

Gambar

Lambang
Unnes

Video 1
video
pembuka
Video 2
penggunaa
n pedal
kopling

Track
1

Instrumen 2

Video 3
membong
kar
kopling

b. Komponen
utama kopling

c. Fungsi
komponen utama
kopling

d. Pemeriksaan
kopling

Komponen utama kopling (t)


Komponen utama kopling terdiri atas :
1. Plat kopling
2. Tutup kopling
3. Garpu pembebas
4. Bantalan pembebas (a)
Fungsi komponen utama kopling (t)
Plat kopling berfungsi untuk meneruskan tenaga mesin
dari roda penerus ke poros input transmisi. Untuk
menahan gesekan pada plat kopling dipasang kanvas
yang terbuat dari asbes tahan api. Pada bagian tengah
plat kopling diberi alur alur yang berkaitan dengan
input shaft transmisi. Plat kopling juga dilengkapi
dengan pegas torsi yang berfungsi untuk meredam
getaran saat kopling berhubungan.
Untuk menekan plat kopling dengan roda penerus
maka dipasanglah tutup kopling. Pada tutup kopling
dipasangkan pegas penekan. Ada dua tipe tutup
kopling yakni tipe pegas coil dan tipe pegas
diafragma. Sedangkan untuk membebaskan plat
kopling ketika pedal kopling ditekan, dipasanglah
garpu pembebas dan bantalan pembebas. (a)
Pemeriksaan kopling (t)
Persiapkan peralatan yang dibutuhkan (t)
Persiapkan peralatan yang dibutuhkan, yakni dial
indikator, mistar baja, feller gauge dan jangka sorong.
(a)

Track
2

Video 4
menunjuk
kan
komponen
kopling

Track
3

Video 5
menunjuk
kan clutch
disk,
kanvas,
alur
tengah,
pegas
torsi,
clutch
cover tipe
coil dan
diafragma,
garpu dan
bantalan
pembebas.
Video 6
pemeriksa
an

Track
4

Instrumen 3

1. Pemeriksaan kerataan plat penekan (t)


Dengan menggunakan mistar baja dan feeler gauge.
Lakukan pemeriksaan kerataan plat penekan pada
permukaan yang bergesekan langsung dengan plat
kopling, secara menyilang. Apabila hasil pengukuran
melebihi 0,3 mm maka plat kopling perlu diganti. (a)
2. Pemeriksaan kedalaman dan lebar keausan pegas
penekan diafragma (t)
Dengan menggunakan jangka sorong, ukur kedalaman
keausan pegas penekan. Apabila kedalaman melebihi
0,6 mm, maka pegas perlu diganti. Kemudian ukur
lebar keausan pegas diafragma pada bagian yang
mengalami gesekan dengan bantalan pembebas.
Apabila lebar melebihi 5.0 mm, maka pegas perlu
diganti. (a)
3. Pemeriksaan secara visual plat kopling (t)
Periksa kondisi plat kopling secara visual. Jika ada
kotoran, luka bekas gesekan, terbakar / tergores dan
hanya sedikit dapat dibersihkan dengan kertas amplas
yang halus. Jika kerusakannya parah, lakukan
penggantian plat kopling. (a)
4. Pengukuran ketebalan kampas. (t)
Dengan menggunakan jangka sorong, lakukan
pengukuran tebal kampas dengan mengukur
kedalaman paku keling secara keseluruhan. jika hasil

ukur lebih kecil dari 1,1 mm, maka plat kopling perlu
diganti. (a)

6.

Kesimpulan

5. Pemeriksaan keolengan roda penerus. (t)


Dengan menggunakan dial indikator, ukur keolengan
roda penerus terutama pada bagian yang bergesekan
dengan plat kopling. Bila keolengan melebihi 0.2 mm,
gantilah roda penerus. (a)
Kesimpulan (t)
Kopling adalah komponen dari sistem pemindah
tenaga yang berfungsi untuk menghubungkan dan
memutuskan putaran mesin ke transmisi. Komponen
utama kopling terdiri atas plat kopling, tutup kopling,
garpu pembebas dan bantalan pembebas.
Pemahaman mengenai pemeriksaan kopling sangat
diperlukan, agar setelah dilakukan perbaikan dapat
mengoptimalkan kembali kinerja kopling. (a)

Sekian video pembelajaran tentang kopling, terima


kasih dan semoga bermanfaat. (v)

Track
5

Instrumen 4

Video 7
Video
peneutup

Penutup

Ucapan terima
kasih

Sistem Kopling
- Ketua : Muh. Noor Riza
- Anggota : Anton Wicaksana
Yoes Andhi Setiawan
Ima Abdul Aziz
Nur Khafidoh
Teknik Mesin
Pendidikan Teknik Otomotif, S1
Fakultas Teknik
Universitas Negeri Semarang
2014 (t)
Terima kasih Kepada
Bapak Dwi Widjanarko
Ibu Yeni Ratih Pratiwi
Laboratorium Chassis Teknik Mesin Unnes
Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang
2014 (t)

Ket.
(a) = audio hasil rekaman
(t) = teks yang tampil di video
(v) = video hasil shoot

Instrumen 5

Foto
Kelompok

Lambang
unnes