Anda di halaman 1dari 6

ANALISA PROSES INTERAKSI

Nama Mahasiswa

: Irfan Maulana

Tanggal

: 25 September 2003

Waktu

: Pkl. 08.00 08.20 wib

Tempat

: Ruang Jiwa C RSUD Dr Soetomo Surabaya

Inisial Klien

: Sdr. MS

Interaksi ke

: 9 (Fase kerja)

Lingkungan

: Ruang istirahat pasien/ kamar pasien , berhadapan dengan klien, suasana tenang

Deskripsi pasien

: Klien terfiksasi di ruang isolasi, penampilan klien kurang rapi.

Tujuan komunikasi

: Mengevaluasi kemampuan klien untuk mengontrol marah

KOMUNIKASI VERBAL

KOMUNIKASI NON

ANALISA BERPUSAT

ANALISA BERPUSAT

RASIONAL

P : Selamat pagi mas Surul,

VERBAL
P : Tersenyum, sambil

PADA PERAWAT
P ingin membuka percakapan

PADA KLIEN
K memberikan tanggapan

Salam merupakan kalimat

sudah bisa tenang ya !!

menepuk bahu klien

dan memberikan

positif atas kehadiran P

pembuka untuk memulai suatu

K : Tersenyum

reinforcement terhadap

percakapan sehingga dapat

keadaan klien yang positif

terjalin rasa percaya.

K : Yasayakapok..!

K : Memelas dan minta

P senang atas respon dari klien

ikatannya dilepaskan
P : Masih ingat janji kita

P : Tersenyum
P: Memandang K dan

P mengingatkan klien pada

K merasa diperhatikan oleh

Reinforcement untuk

perawat

meningkatkan harga diri klien

K menerima kontrak dan

Kontrak selalu ditegaskan

minggu lalu, kita sekarang

tersenyum

akan diskusi tentang cara lain

K: Ekpresi datar

kontrak yang sudah disepakati

bersedia berbicara dengan

pada klien agar klien terlatih

perawat

memusatkan perhatian

mengatasi perasaan marah


yang kadang muncul.
Bagaimana masih ingat ?
K : Yaya.

K: Menatap perawat

P merasa senang karena klien

K ingat kontrak yang dibuat

P: Memperhatikan respon ingat pada kontrak yang dibuat minggu lalu


P : Nah, kalau begitu saya mau

klien
P : Menepuk bahu K

Memberikan K kesempatan

tanya, Apakah mas S masih

K : Mengingat-ingat

untuk ekplorasi perasaannya

ingat kenapa mas S jadi

kejadian yang telah

ekplorasi dengan pertanyaan

diikat ?

terjadi

terbuka akan dapat memberi

K masih ragu-ragu berfikir

Sentuhan dapat membantu


rasa aman klien. Tehnik

kesempatan klien bercerita


K : Katanya saya ngamuk mau

K : Memandang P

P merasa senang karena klien

K merasa senang karena ada

tanpa hambatan

memukul ayah saya!


P : Wah bagus, masih mampu

P : Mengamati respon K
P : Memandang K

mampu mengingat kejadian


P memberikan pujian

yang memperhatikan
K tampak seolah-olah ada

Pujian dapat dijadikan dasar

mengingat kejadian kemarin.

K : Memandang P

bertujuan untuk menghargai

yang memperhatikan dirinya

untuk meningkatkan

kemampuan klien

dan ingin mendengar

kemampuan klien.

P senang karena K mau

K merasa bebas

Terus apa yang menyebabkan


mas S mau memukul ayah?
K : Saya tidak ingat..!

K : Memandang P

P : Memperhatikan

memberikan tanggapan

mengungkapkan

P : Nah sekarang mas S tau

respon K
P : Memandang P dan

terhadap pertanyaan perawat


P ingin menggali apakah klien

perasaannya
K memikirkan ternyata

Menghadirkan realita

nggak akibatnya kalau mas

tersenyum

masih mau diajak diskusi

perbuatannya tidak ada

membuat klien menilai sendiri

S ngamuk..? Ada

K : Memandang P

menfaatnya

baik-buruknya perbuatannya

manfaatnya tidak?
K : Ia! Saya kapok!

K : Memandang P

P merasa senang karena K

K merasa perbuatannya

P : Tersenyum

merespon pertanyaan P

tidak ada gunannya

P : Nah coba perhatikan labih

P : Memandang K

P ingin memberikan alternatif

K berupaya memahami

Alternatif yang

baik mas S melakukan hal-

K : Memandang ke

lain untuk menghilangkan rasa

perkataan P

melatih

klien

untuk

hal yg sudah pernah saya

taman depan ruang

marah

mengambil

suatu

tindakan

ajarkan seperti :

Cendrawasih

Melakukan kegiatan

yang berarti dan memberikan


kepuasan terhadap apa yang

misal-nya menyapu,

dipilih

mengepel, atau yang lain

memiliki alternatif

Mencari dan mengajak


teman untuk ngobrol
Menyampaikan kepada
pe-rawat yang jaga

lain dapat

sendiri

setelah

K : Melihat ke arah P

P senang karena K dapat

K merasa mendapatkan

K : Oh, begitu ya caranya.


P : Bagaimana, Mas S dapat

P : Tersenyum
P : Memandang K

memusatkan perhatian
P Ingin menggali apakah klien

masukan
K berfikir apa yang menjadi

Bertanya kembali merupakan

mengingatnya

K : Memandang P

memiliki kesanggupan untuk

harapan perawat

cara

menerima penjelasan
K : Yadapat saya ingat

untuk

secara

mengevaluasi

langsung

apa

yang

diajarkan

dan

dapat

apabila

klien

K : Tampak berfikir

P merasa senang karena klien

K merasa yakin terhadap

memperbaiki

P : Tersenyum

dapat menerima dan

kemampuannya mengingat

tidak mampu menjawab

K memikirkan tawaran P

Tawaran bantuan pada Klien

mengingat
P : Bagus kalau begitu. Kalau

P : Memandang K dan

P memberikan reinforcement

besok-besok perasaan itu

tersenyum

pada keberhasilan K

datang lagi, bilang sama saya

K : Memandang P

membuat klien merasa lebih


percaya pada perawat

ya. Nanti saya arahkan mas


S supaya ada kegiatan
K : Ya..ya!

K : Tersenyum

P senang karena perasaan

K merasa halusinasinya

P : Kalau begitu, sekarang kita

P : Tersenyum
P : Mendekatkan diri

marahnya sudah tidak ada lagi


P mengakhiri kegiatan dan

sudah hilang
K memikirkan tawaran dari

Kontrak

akhiri saja obrolan kita dan

pada K dan menekankan

menawarkan kontrak baru

dibicarakan dengan klien agar

nanti kapan-kapan kita ngobrol kalimat


lagi mengenai teman-teman

K : Memandang P dan

pada K

selalu

harus

klien siap untuk beinteraksi


nantinya

mas S ya

menunduk

K : Ya!

K : Memandang ke

P merasa K bersedia ngobrol

K merasa dirinya

sekitar

lagi kapan-kapan dengan P

diperhatikan oleh P

P : Bagaimana, Mas S

P : Memperhatikan K
P : Memandang K dan

P berusaha menegaskan

K berpikir untuk menerima

Penegasan

setuju?!!!

tersenyum

kontrak

kontrak P

harus dilakukan bila klien

terhadap

klien

K : Menunduk dan

nampak ragu-ragu agar klien

berpikir

belajar

bertanggung-jawab

terhadap dirinya sendiri


K : Yaya

K : Mengangguk

P merasa K terpaksa

K merasa harus menyetujui

P : Nah, kalau begitu kita

P : Tersenyum
P : Menepuk bahu K

menyetujui tawaran kontrak


P mengakhiri kontrak dan

kontrak yang ditawarkan


K setuju terhadap kontrak

akhiri dulu sampai di sini.

K : Memandang P

menegaskan tempat dan waktu

membuat klien bersiap-siap

kontrak

memenuhi

Nanti kapan-kapan kita


ngobrol lagi di tempat biasa.

Menetapkan

waktu
kontrak

kontrak
yang

dibuat

Setuju ?!!
K : Yayasetuju

K : Menganggukkan

P senang karena K menyetujui

K mau menerima kontrak

kepalanya

kontrak

dengan perawat

P menutup interaksi

K menerima terminasi

P : Tersenyum
P : Selamat pagi Mas S.

P : Memandang K dan

Salam penutup untuk menutup

menepuk pundak K

sementara

K : Tersenyum

interaksi

sekaligus

mengorientasikan
terhadap waktu

K : Selamat pagi!!

K : Tersenyum

P senang karena K mau

K membalas salam P dengan

P : Tersenyum pada K

membalas salam P

tulus

KESAN PERAWAT :
Kontak ke-3 fase kerja menghasilkan data bahwa klien masih belum mampu mengontrol perasaan marahnya sehingga kegiatan yang dilakukan adalah
menegaskan kembali cara mengendalikan rasa marah dan memberikan reinforcement pada klien karena klien bersedia melakukannya.

klien