Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN

PENGELOLAAN IKLIM MIKRO UNTUK TANAMAN PERTANIAN

OLEH KELOMPOK 1:
SUSI SUSANTI

D1A012001

FATHUROZI

D1A011090

PROTEKSI TANAMAN
PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2014

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Budidaya tanaman pertanian sangat tergantung pada iklim dan cuaca. Unsur cuaca yang
berpengaruh adalah intensitas cahaya matahari, suhu, curah hujan, dan kelembaban.
Semuanya terikat dan saling mempengaruhi.
Data mengenai keadaan cuaca sangat penting artinya bagi dunia pertanian antara cuaca
dan pertanian mempunyai hubungan yang khas yang sering dikenal dengan klimatologi
pertanian. Hubungan yang khas itu dapat dilihat dari pengaruh ketinggian tempat, vegetasi
alam dan jenis tanaman yang cocok untuk ditanam serta waktu yang tepat untuk penanaman
suatu komoditi.
Hubungan yang lebih luas antara cuaca dan pertanian tercakup didalamnya lama musim
pertanaman, hubungan antara laju pertumbuhan ataupun hasil panen dengan factor atau
unsure cuaca dari pengamatan unsure cuaca dari pengamatan jangka panjang.
Dari data iklim ini akan dapat diketahui kesesuaian iklim yang optimum bagi tanaman
serta batas-batas ekstrimnya, dapat pula dibahas tentang kebutuhan air irigasi, perkembangan
iklim terhadap perkembangan maupun penyebaran hama dan penyakit tanaman, serta
hubungan iklim dengan berbagai kegiatan pertanian lainnya.
Cuaca/iklim merupakan komponen yang penting dalam ekosistem alam yang
mempengaruhi kehidupan yang ada di bumi. Unsur iklim/cuaca antara lain adalah radiasi,
suhu/temperatur, kelembaban udara, tekanan udara, angin, dan penguapan. Unsur iklim/cuaca
tersebut, selain ada dalam suatu wilayah yang luas, juga terjadi dalam suatu lingkup ruang
atau daerah yang sempit. Kondisi iklim pada suatu ruang terbatas inilah yang disebut iklim
mikro. Iklim mikro sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman,
perkembangan hama dan penyakit tanaman, dan proses pelapukan dan pembentukan tanah.
Iklim mikro yang penting terutama adalah kelembaban udara, suhu, kecepatan angin dan
penguapan. Iklim mikro penting artinya bagi kehidupan tanaman, hewan, dan manusia.
Karena iklim yang bersifat mikro inilah yang berkontak langsung dengan makhluk hidup di
sekitarnya. Keadaan unsur mikro ini akan mempengaruhi keadaan metabolisme dalam tubuh
makhluk hidup, begitu pula sebaliknya. Keadaan metabolisme makhluk hidup juga
berpengaruh pada keadaan iklim mikro disekitarnya. Selain itu, keberadaan bangunan buatan
manusia dan benda-benda mati lain juga mempengaruhi iklim mikro pada suatu tempat.

1.2.Rumusan Masalah
-

Apa yang dimaksud dengan modifikasi iklim mikro?

Bagaimana hubungan dan peranan iklim terhadap tanaman?

Bagaimana pengelolaan iklim mikro?

1.3.Tujuan
Untuk mengetahui pengelolaan iklim mikro pada tanaman pertanian

BAB II
ISI

2.1. Modifikasi Iklim Mikro


Modifikasi iklim mikro adalah upaya untuk menciptakan lingkungan yang optimal atau
paling tidak lebih baik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman dalam
kegiatan pertanian. Pendekatan lain untuk memodifikasi iklim mikro yang dilakukan manusia
diantaranya adalah dengan merubah kelembaban udara, dan temperatur. Untuk itu perlu
dilakukannya pengukuran unsur iklim mikro agar dapat emngetahui kondisi iklim mikro
terbaik bagi tiap jenis tanaman. Selain dengan mengamati secara langsung, iklim mikro dapat
dihitung dengan menggunakan persamaan empiris. Metode dalam perhitungan ini ada
berbagai macam, akan tetapi metode yang paling sederhana adalah metode Thornthwaite dan
metode Blanney-Criddle. Perbedaan antara kedua metode tersebut adalah metode BlaneyCriddle selain menggunakan temperatur untuk perhitungan, juga menggunakan ketetapan
tanaman (Kc). Kelembaban udara adalah banyaknya uap air yang terkandung dalam udara.
Pengukuran kelembaban udara dapat menggunakan berbagai metode antara lain Metode
termodinamik, Metode perubahan ukuran (panjang) benda higroskopik, Metode perubahan
nilai suatu tahanan listrik, dan Metode kondensasi. Evaporasi adalah proses perubahan fase
cair menjadi uap. Evaporasi juga menentukan iklim mikro karena tumbuhan juga melakukan
penguapan (evapotranspirasi).
Dalam

metode

Thornthwaite,

iklim

mikro

dihitung

menggunakan

persamaan. T bulan =1 ,6210TmIa dimana I=Tm51,514 dan, a=67510- 9.I3- 771107.I+17910- 4.I+14910- 3. Sedangkan dalam metode Blaney-Criddle, selain menggunakan
temperatur, juga menggunakan ketetapan tanaman. Persamaan perhitungannya adalah,
ETc=Kc.ETo, dimana ETo=a+b.f, Dengan f=P0,46.t+8,13.
Data Cuaca dan Iklim dapat bersifat kontinu (terus-menerus/ berkesinambungan),
biasanya disajikan dalam bentuk rata-rata, nilai maksimal dan nilai minimal. Contoh USUR
IKLIM: Suhu Udara; Kelembaban Udara, Tekanan Udara; Kecepatan dan Arah Angin. Data
CUACA/IKLIM yang bersifat diskontinu (tidak berkesinambungan) disajikan dalam bentuk
data total sehari; sebulan; semusim; setahun. Contoh UNSUR IKLIM : Radiasi; Lama
Penyinaran; Presipitasi dan Penguapan.

Komponen iklim diantaranya yaitu:


1. Angin (Air Movement)
Adalah pergerakan udara atau udara yang bergerak. Gerakan mempunyai arah dan
kecepatan (v) serta percepatan (a). Angin merupakan gerak akibat/penyeimbang di dalam
kumpulan

partikel-partikel

udara.

Apabila

sebagian

partikel-partikel

tersebut

mendapat/menerima energi sehingga geraknya semakin cepat - keregangan meningkat dan


berat jenis berkurang yang menyebabkan pergolakan volume udara tersebut terhadap partikel
yang lain
2. Kelembaban
Adalah Jumlah kandungan uap air dalam satuan volume udara. Iklim laut ditandai
dengan kelembaban tinggi sedangkan iklim kontinental ditandai dengan kelembaban rendah
3. Curah Hujan
Adalah frekuensi dan banyaknya hujan yang terjadi di suatu daerah.

2.2. Hubungan dan Peranan Iklim terhadap Produksi Tanaman


Secara teknis dalam budidaya tanaman, hampir semua unsur iklim berpengaruh terhadap
produksi dan pengelolaan tanaman. Namun masing-masing mempunyai pengaruh dan peran
yang berbeda teradap berbagai aspek dalam budidaya tanaman. Unsur iklim terhadap hasil
tanaman mempunyai pengaruh terhadap besarnya jumlah produksi tanaman. Efektivitas dan
efisiensi pestisida untuk pengendalian hama dan penyakit pada tanaman juga sangat
ditentukan oleh curah hujan, suhu udara dan kelembaban. Pengendalian hama terpadu (PHT)
dengan menggunakan musuh alami yang dimungkinkan atas dasar pengetahuan tentang iklim
dan cuaca. Faktor cuaca, suhu, curah hujan, kelembaban dan faktor cuaca lainnya dapat
mempengaruhi cara dan keberhasilan pengendalian hama penyakit, baik yang dilakukan
dengan cara kimiawi, hayati maupun kultur teknis.
Pertumbuhan dan produksi tanaman merupakan hasil akhir dari proses fotosintesis dan
berbagai fisiologi lainnya. Proses fotosintesis sebagai proses awal kehidupan tanaman pada
dasarnya adalah proses fisiologi dan fisika yang mengkonversi energi surya (matahari) dalam
bentuk gelombang elektromagnetik menjadi energi kimia dalam bentuk karbohidrat.
Sebagian energi kimia tersebut direduksi atau dirombak menjadi energi kinetik dan energi
termal melalui proses respirasi, untuk memenuhi kebutuhan internal tanaman. Sedangkan
bagian lainnya direformasi menjadi beberapa jenis senyawa organik, termasuk asam amino,
protein dan lain-lain melalui beberapa proses metabolisme tanaman.

Selain radiasi surya, proses fotosintesis sangat ditentukan oleh ketersediaan air,
konsentrasi CO2 dan suhu udara. Sedangkan proses respirasi dan beberapa proses
metabolisme tanaman secara signifikan dipengaruhi oleh suhu udara dan beberapa unsur
iklim lain. Proses transpirasi yang menguapkan air dari jaringan tanaman ke atmosfer
merealisasikan proses dinamisasi dan translokasi energi panas, air, hara dan berbagai
senyawa lainnya di dalam jaringan tanaman. Secara fisika, proses transpirasi tanaman sangat
ditentukan oleh ketersediaan air tanah (kelembaban udara), radiasi surya, kelembaban nisbi
dan angin.
Selain proses metabolisme, proses pembungaan, pengisian biji dan pematangan biji atau
buah tanaman padi juga sangat dipengaruhi oleh radiasi surya (intensitas dan lama
penyinaran), suhu udara dan kelembaban nisbi serta angin. Oleh sebab itu, produkstivitas dan
mutu hasil tanaman yang banyak ditentukan pada fase pengisian dan pematangan biji atau
buah sangat dipengaruhi oleh berbagai unsur iklim dan cuaca, terutama radiasi surya dan
suhu udara.
Secara aktual, berbagai proses fisiologi, pertumbuhan dan produksi tanaman sangat
dipengaruhi oleh unsur cuaca, yaitu keadaan atmosfer dari saat ke saat selama umur tanaman,
ketersediaan air (kelembaban tanah) sangat ditentukan oleh curah hujan dalam periode waktu
tertentu dan disebut sebagai unsur iklim, yang pada hakikatnya adalah akumulasi dari unsur
cuaca (curah hujan dari saat ke saat). Demikian juga, pertumbuhan dan produksi tanaman
merupakan manivestasi akumulatif dari seluruh proses fisiologi selama fase atau periode
pertumbuhan tertentu oleh sebab itu dalam pengertian yang lebih teknis dapat dinyatakan
bahwa pertumbuhan dan produksi tanaman dipengaruhi oleh berbagai unsur iklim (sebagai
akumulasi keadaan cuaca) selama pertumbuhan tanaman.

2.3. Pengelolaan Iklim Mikro


Iklim mikro adalah faktor-faktor kondisi iklim setempat yang memberikan pengaruh
langsung terhadap kenikmatan (fisik) dan kenyamanan (rasa) pemakai di sebuah ruang
bangunan. Sistem lingkungan membentuk bangunan (buildings as a modifier, or climate
modifier). Modifier merupakan cara mengatasi iklim dengan mempergunakan teknologi tepat
guna. Modifier adalah barang buatan yang mampu membuat iklim mikro yang nyaman bagi
manusia.

Iklim mikro dipengaruhi oleh faktor-faktor antara lain:


Orientasi bangunan
Ventilasi (lubang-lubang pembukaan di dalam ruang untuk masuknya penghawaan)
Sun shading (penghalang cahaya matahari)
Pengendalian kelembaban udara
Penggunaan bahan-bahan bangunan
Bentuk dan ukuran ruang
Pengaturan vegetasi
Pengelolaan cuaca adalah suatau proses perencanaan dan implementasi kegiatan yang
bersifat manipulasi unsur cuaca untuk memperoleh manfaat. (tanpa menyebabkan kerusakan
sumberdaya atmosfer). Tujuannya adalah untuk menurunkan ketergantungan usaha pertanian
terhadap cuaca (iklim).
a. Penyesuaian
Penyesuaian adalah pengelolaan iklim (suatu usaha pertanian) yang dilaksanakan
sesuai dengan iklim suatu wilayah
Penyesuaian dapat dilakukan dengan cara:

meneliti dengan cermat watak iklim suatu tempat.

Merekap/mencatat unsur iklim apa yang dianggap penting (1 atau beberapa)

Mencari syarat tumbuh tanaman yang sesuai dengan iklim

Keunggulan metode penyesuaian: biaya produksi rendah, karena keberhasilannya diserahkan


kepada alam. Kelemahan metode penyesuaian: penyesuaian biasanya terhadap nilai rata-rata
kejadian di atmosfer untuk berbagai unsur cuaca (iklim), yang terdapat nilai ektrim.

b. Peramalan
Peramalan adalah pengelolaan suatu usaha pertanian dengan menduga cuaca (iklim)
yang akan terjadi di suatu wilayah.
Peramalan jangka pendek (harian) meliputi suhu, curah hujan, Kecepatan Angin sehingga
dapat digunakan acuan dalam menentukan waktu pemupukan, pengendalian OPT, dll..
Peramalan Jangka panjang meliputi strategi usaha pertanian, pola tata tanam, kapan
menyebar benih, memindah bibit, memanen, menentukan awal musim hujan (akhir musim
kemarau)
Caranya menentukan peramalan

Mengikuti media (Radio, TV, Surat kabar, dll.)

Menghitung (mengolah) data cuaca (iklim)

Menghubungkan antar data cuaca (iklim)

Keunggulan metode Peramalan:


Peramalan yang baik membantu mengurangi resiko gagal pada penyesuaian, karena dapat
mengetahui penyimpangan di waktu yang akan datang.
Kelemahan metode peramalan:
Perubahan cuaca yang tidak menentu menjadi faktor penghambat ketepatan peramalan.

c. Pengubahsuaian
Pengubahsuain adalah pengelolaan suatu usaha pertanian dengan mengubah cuaca /
iklim (mikro) supaya mendekati kebutuhan cuaca (iklim) suatu tanaman. Akan tetapi cuaca
meso dan makro sulit diubah.
Keunggulan metode pengubahsuaian:

menambah wilayah yang cocok untuk daerah

perkebunan Kopi. Kelemahan metode pengubahsuaian: biaya agak mahal.

d. Penyulihan
Penyulihan

(subtitusi)

adalah

pengelolaan

suatu

usaha

pertanian

dengan

mengganti/menambah unsur cuaca (iklim) yang terbatas atau yang tidak ada.
Keunggulan metode penyulihan: kepastian keberhasilan produksi tinggi. Kelemahan metode
penyulihan: modal awal (investasi) tinggi.

Contoh- contoh pengelolaan iklim mikro menurut Stigter 1987 :


Memanipulasi radiasi surya
-

Budidaya bertingkat ganda untuk mengoptimalkan pemanfaatan cahaya yang ada,


misalnya di pekarangan Gunung Kilimanjoro, Tanzania (Fernandes et al. 1948)

Penaungan, misalnya untuk tanaman yang suka teduh seoerti tanaman kopi atau sirih
menggunakan tanaman penutup tanah dan mumlsa untuk mengendalikan gulma

Pemaparan pada radiasi surya untuk mengendalikan hama, misalnya wereng coklat
pada padi di India (Balasubramainam 1987), dan untuk membunuh pathogen yang ada
dalam tanah

Peningkatan atau penurunan penyerapan radiasi pada permukaan tanah, misalnya


permukaan untuk menurunkan suhu tanah, pengecatan batang pohon dengan warna
putih untuk mencegah pemanasan

Penutup untuk mencegah hilangnya radiasi pada malam hari

Irigasi untuk mempengaruhi suhu tanaman, misalnya irigasi semprotanuntuk


menurunkan suhu pada tanaman kacang tanah di India (Balasubramainam 1987)

Penggunaan radiasi surya untuk pengeringan tanaman atau produk-produk tanaman


dan hewan di lahan atau di tempat penyimpanan

Pelestarian pepohonan pada tanah pengembalaan untuk memberikan naungan bagi


ternak

Memanipulasi aliran panas dan/atau uap lembab


-

Pemulsaan untuk mengatur suhu dan kelembaban tanah

Pemecah angin untuk melindungi tanaman dan hewan

Perlindungan angin untuk pematangan tanaman

Mempengaruhi pada aliran udara atau kelembaban dengan mengubah kondisi tanah
atau vegetasi

Pemberian udara hangat untuk pengeringan lahan dan/atau tempat penyimpanan

Memanipulasi embun jatuh

Pembuatan baris-baris hembusan angin untuk memungkinkan pengeringan yang cepat


pada tajuk jika ada resiko serangan penyakit jamur

Memanipulasi dampak mekanis angin, hujan dan hujan es


-

Mengubah kecepatan dan/atau arah angin

Menanam di tempat-tempat yang lebih rendah atau di dalam lubang dimana


memungkinkan perakran yang lebih dalam

Melindungi tanah terhadap aliran udara dan air yang erosif

Melindungi tanaman dan produk terhadap dampak hujan, angina tau hujan es

Menggunakan angin untuk menampi

Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk mendapatkan kondisi iklim mikro yang
sesuai dalam budidaya tanaman adalah pertanian rumah kaca (greenhouse farming) atau
pertanian rumah kasa (screenhouse farming). Rumah kasa dapat memfasilitasi dan
mengontrol kondisi lingkungan yang dibutuhkan oleh tanaman, melindungi tanaman dari
curah hujan yang tinggi dan kelebihan intensitas cahaya (Max, et al., 2009).

Green House (Tumah Kaca)


Faktor iklim, tanah dan tanaman sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan hasil
produksi tanaman. Iklim merupakan faktor yang paling dominan yang mempengaruhi
keduanya dan dapat direkayasa oleh manusia. Tanaman tidak dapat bertahan dalam iklim
yang buruk, kalaupun dapat bertahan tidak akan dapat diharapkan hasil panen yang optimal.
Hal tersebut dapat terlihat dari berbagai type green house .
Green house/rumah kaca/naungan tertutup merupakan alat pelindung tanaman secara
tertutup dari bahan yang terbuat dari plastik atau bahan lainnya berbentuk kasa maupun
bahan berlubang, yang mana bahan tersebut diletakkan menyelubungi suatu bahan tanaman
dengan ketinggian tertentu sehingga diperoleh iklim basah dan hangat serta bebas dari stress
yang menyebabkan pertumbuhan tanaman.
Iklim mikro adalah semua pengukuran iklim yang dilakukan untuk mengamati lapisan udara
dekat tanah terutama dipengaruhi oleh permukaan tanah dan penutupnya, naungan yang
kurang lebih tertutup dengan dimensi bervariasi dan dapat turun sampai skala centimeter
dimana dapat dilihat gradien temperatur dan kelengasan yang besar serta terjadi hambatan
terhadap angin. Secara umum iklim mikro dalam green house yang baik dicirikan oleh
temperatur, penyinaran matahari, kelembaban relatif dan CO2 yang dapat dikendalikan.

Screen house (rumah kasa)


Perbaikan Teknik Budidaya untuk tanaman holtikultur, yaitu dengan menggunakan screen
house atau rumah paranet. Konsep ini lebih mengarah kepada metode protektif, maksud dari
protektif disini adalah tanaman- tanaman budidaya yang kita budidayakan ditanam didalam
paranet, dan paranet ini lebih melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit. Screen
house ini bukan asli berasal dari Indonesia, screen house ini adalah introduksi metode dari
eropa, dan sebenarnya ada alih fungsi dari screen house ini ketika sampai diindonesia. Fungsi
sebenarnya dari screen house ketika di eropa adalah untuk menjaga kondisi didalam screen
house terjaga, suhu dan kelembabannya, karena memang kondisi cuaca disana sangat ekstrim
dan mereka berfikir bahwa screen house bisa menjadi salah satu solusinya. Screen house ini
adalah modifikasi dari green house, hal ini dikarenakan mungkin green house terlalu mahal.
Karena kassa/ paranet untuk screen house relative lebih murah dibandingkan plastic UV
untuk green house.
Metode budidaya yang dilakukan sama seperti metode budidaya professional yaitu
perencanaan, kemudian pemilihan benih, penyemaian (hanya untuk sayuran{yang memiliki

benih kecil}), tanam, panen, dan pasca panen. Pemilihan benih sangat lah penting karena
benih adalah awal dari segalanya, jika benihnya kurang baik, maka bisa dipastikan hasilnya
pun tidak akan baik. Syarat benih yang berkualitas adalah sebagai berikut : kemurnian lebih
dari atau sama dengan 90%, benih sehat ( tidak tertular penyakit), daya kecambah lebih dari
90%, vigor tinggi, baik secara genetis, dan sebaiknya disarankan kita sebagai petani
professional harus memilih benih yang bersertifikat karena benih yang telah melalui tahap
sertifikasi itu sudah memiliki criteria- criteria yang telah disebutkan diatas tadi. Dalam
konsep screen house ini (atau metode protektif), media tanam harus lah higienis, agar terjaga
dari penyakit. Oleh karena itu sebelum tanam tanah sebagai media tanam tersebut harus
distreilisasi terlebih dahulu dengan cara diuapkan, dengan dicampur fitmos dan sekam
perbandingan 3:1.
Dalam konsep ini, irigasi sangatlah penting karena irigasi yang buruk akan membuat
kondisi ruangan didalam rumah kassa akan membuat ruangan sangat lembab, dan itu akan
mengundang pathogen datang, kondisi seperti itu sangat disukai oleh pathogen. Mulsa adalah
salah satu bagian penting dari konsep rumah kassa ini. Karena mulsa dapat membuat tanaman
lebih nyaman. Fungsi mulsa antara lain : memlihara kelembaban agar tetap terjaga(tidak
terlalu tinggi), memelihara suhu (agar tidak rendah), mengaktifkan organism- organism
antagonis, menonaktifkan gulma- gulma, dll.

BAB III
KESIMPULAN

Kesimpulan
Iklim mikro adalah faktor-faktor kondisi iklim setempat yang memberikan pengaruh
langsung terhadap kenikmatan (fisik) dan kenyamanan (rasa) pemakai di sebuah ruang
bangunan. Sistem lingkungan membentuk bangunan (buildings as a modifier, or climate
modifier). Iklim mikro adalah semua pengukuran iklim yang dilakukan untuk mengamati
lapisan udara dekat tanah terutama dipengaruhi oleh permukaan tanah dan penutupnya,
naungan yang kurang lebih tertutup dengan dimensi bervariasi dan dapat turun sampai skala
centimeter dimana dapat dilihat gradien temperatur dan kelengasan yang besar serta terjadi
hambatan terhadap angin.
Modifikasi iklim berarti menciptakan lingkungan yang sesuai untuk prertumbuhan
dan perkembangan tanaman. Hubungan antara unsur iklim dan hasil tanaman sangat
berpengaruh, yaitu jumlah produksi yang dihasilkan serta efektivitas dan efisiensi pestisida
untuk pengendalian hama dan penyakit. Pengelolaan cuaca dibagi menjadi 4 cara yaitu
penyesuaian, peramalan, pengubahsuaian (modifikasi), dan subtitusi (penyulihan) yang
masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Kartojo. 1995. Peran Iklim Bagi Pertanian. Jakarta. Industri Pengolahan Pangan di Indonesia
vol.VI. Hal 15-20.
Las, Irianto & Surmaini. 2000 Pengantar Agroklimat dan Beberapa Pendekatannya Balitbang
Pertanian, Jakarta.
Reijntjes, Coen. Pertanian Masa Depan (Prinsip-prinsip Ekologi Dasar LEISA). Yogyakarta.
Kanisius.
Winarso, P.A. 1998 Peramalan Cuaca & Iklim serta Pemanfaatannya untuk Pertanian
Makalah Pelatihan Analisa & Pemantauan Faktor Iklim untuk Pertanian, Dept. Pertanian,
Jakarta.
Yoganingrum, A.Paket Informasi Teknologi Budidaya dan Pasca Panen, Pusat Dokumentasi
dan Informasi Ilmiah-LIPI, Jakarta, 1999