Anda di halaman 1dari 12

Hukum Onani atau Manturbasi Versi Madzhab Islam

Daftar isi

Bab 1 .2
1.

Latar belakang masalah .. 2

2.

Pendahuluan . 2

3.

Rumusan masalah .... 3

4.

Tujuan ... 3

Bab II.5
1.

Pembahasan . 5

2.

Pengertian onani .. 5

3.

Hukum onani .5

Bab III ...8


1.

Kesimpulan ....8

2.

Efek samping .8

3.

Pengobatan ....10

Bab IV
Penutup ..13
Refrensi .13

BAB I
Permasalahn Onani atau Mansturbasi serta Pencegahanya
I.

Latar Belakang Masalah

Misionaris yang berdalih budaya dan seni merupakan tantangan tersendiri bagi para remaja
muslim, sebab dalam usia ini masa yang masih belum stabil untuk mengontrol emosional yang
sangat mudah bagi mereka untuk terpengaruh dengan budaya-budaya yang bersifat kebaratbaratan.dan tidak bernafaskan Islami sama sekali, hal ini yang dimanfaatkan bagi kaum gereja
untuk memutar balikan iman mereka dari agama yang benar
Remaja Adalah sebuah fenomena umum dan sering didiskusikan yang terdapat di mana-mana,
baik pada anak kecil, anak-anak muda, orang dewasa maupun pada mereka yang sudah berkeluarga,
terutama pada golongan masyarakat dengan pendidikan yang lebih tinggi bahkan juga masih
terdapat pada orang-orang yang sudah tua.
Gejala Onani masturbasi pada usia pubertas dan remaja, banyak sekali terjadi. Hal ini disebabkan
oleh kematangan seksual yang memuncak dan tidak mendapat penyaluran yang wajar; lalu
ditambah dengan rangsangan-rangsangan ekstern berupa buku-buku dan gambar porno, film biru,
meniru kawan dan lain-lain.
Oleh sebagian orang, masturbasi dianggap sebagai sebuah kebiasaan yang menyenangkan. Tetapi
pada kelompok lain justru dianggap merupakan aktivitas penodaan diri atau zelfbevekking yang
dapat menimbulkan kelainan psikosomatik dan aneka dampak buruk lainnya mungkin
membutuhkan penanganan medis (Yudi, 2008)
II.

Pendahuluan

Generasi Muda merupakan penerus masa depan bangsa. Memiliki peranan penting didalam
membangun kejayaan sebuah Negara , Pencerah kebuntuan[1], sehingga jika para pemuda hancur
niscaya kehancuran Negara tersebut tinggal menunggu waktu saja, lingkungan merupakan hal yang
sangat vital didalam menentukan karakter seorang pemuda, pergaulan bebas merupakan senjata
ampuh untuk membius penerus bangsa, budaya-budaya yang tidak diimbangi oleh Agama sangat
berperan dalam menghancurkan moralitas bangsa.

Para misionaris agama telah mengetahui pentingnya peranan generasi muda dalam membangun
kekuatan umat, maka mereka banyak menyusun strategi untuk menghancurkan fungsi tersebut
dengan meracuni pola pikir mereka diantaranya dengan menanamkan sikap egoisme serta budaya
tidak punya malu dan lain sebagainya, emosional yang masih labil merupakan momok bagi pemuda
dan sangat penting bagi manusia yang membenci Agama Islam untuk memalingkan pikiran
pemuda, dan sudah menjadi rahasia umum jika para misionaris menghalalkan segala macam cara
untuk memuluskan tujuan mereka diantaranya adalah :
a)

Menyediakan gambar (foto) porno yang menarik untuk disaksikan.

b)

Menggelar teater-teater yang menyentuh nafsu birahi dengan maksud untuk mengajarkan

tentang cara mencari pasangan,lalu mempraktekkan dengan Lawan jenis.


c)

Mencetak majalah dengan pose-pose wanita bugil dengan dalih mempromosikan kesenian.

d)

Mengarang lagu-lagu cengeng agar generasi muda terbuai oleh suara merdu yang menggoda.

e)

Memproduksi film-film yang disutradarai oleh orang Yahudi untuk menciptakan kerisis

moral
f)

Menciptakan fashion yang bersifat pornografi yang tersaji dengan dalih keindahan
Sebagai Insan yang tercipta dengan adanya Nafsu, manusia tidak akan lepas dari ujian untuk

mendapat kesempurnaan disisi Sang Pencipta sebagai pembeda tingkat ketaatan kepada Sang Esa,
untuk kebutuhan biologis umat manusia, Alloh Swt. Memberikan arahan yang sangat luar biasa
yang tertuang dalam Kalam Alloh Swt. Dan larangan untuk mendekati zina agar tercipta makhluk
yang bermoral dan tidak seperti Hewan
III.

Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas, kita dapat merumuskan masalah, bahwa banyak anak remaja yang belum
begitu mengenal tentang buday yang islami yang layak untuk ditiru. Anak-anak remaja juga sangat
rentan dengan masalah yang berhubungan dengan seks termasuk juga yang berhubungan dengan
onani. Jadi dapat dirumusan masalahnya ialah:
1.

Apakah onani itu?

2.
3.
4.
IV.

Bagaimana hukunya onani ?


Apa saja dampak onani bagi kesehatan mental?
Bagaimana mengatasi onani ?
Tujuan

1.

Mengetahui pengertian onani dan dampaknya bagi kesehatan reproduksi.

2.

Mengetahui pandangan agama tentang onani

3.

Mengetahui Pengobatan dan pencegahan Onani.

Bab II
Pembahasan
1.

Pengertian Onani

Onani berasal dari bahasa arab yang berati istimna secara etimologi berarti mengeluarkan
seperma sedangkan secara terminologi adalah mengeluarkan seperma tanpa persetubuhan baik
dengan cara halal seperti menggunakan tangan istri atau secara haram seperti menggunakan tangan
sendiri atau yang lain[2]
Hemat penulis, melihat pengertian diatas segala perbuatan yang bertujuan untuk mengeluarkan
sperma baik dengan perantara alat atau tidak maka disebut onani atau istimna, sebagai contoh
memandang gambar yang bersifat porno atau tidak meskipun hanya berhayal jika bertujuan untuk
mengeluarkan seperma hal ini termasuk ruang lingkup onani atau istimna baik dilakukan oleh lakilaki atau perempuan[3]

2.

Hukum Onani

Dalam lintas Madzhab untuk menyikapi hukum onani ada beberapa pendapat sesuai dengan
metode pemikiran ijtihad masing masing dan tercakup dalam tiga pendapat[4]
1.
Haram
Pendapat ini di ungkapkan oleh dikemukakan oleh penganut Madzhab SyafiI, Maliki, dan
Zaidiyyah, para madzahib ini mengacu pada Kalam Alloh :
Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang
mereka miliki; maka mereka sesungguhnya dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa mencari yang
dibalik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. (Al Muminun 5-7)
Dan hadist Nabi[5]
Dari Abdullah bin Masud Ra,ia berkata Rasulullah SAW bersabda: Wahai generasi
muda,barangsiapa diantara kalian sudah siap menjalani hidup berumah tangga maka kawinlah!
Sesungguhnya dibalik itu,pandangan mata dan kemaluan akan lebih terjaga dan terpelihara dari
perbuatan maksiat. Dan barangsiapa belum mampu,hendaknya berpuasa. Karena dengan puasa
itulah dirinya akan terlindungi dari kemaksiatan. (HR. Bukhari Muslim)
2.

Haram dalam kondisi tertentu dan Wajib dalam kondisi yang lain
Pendapat ini dikemukakan oleh sebagian pengikut madzhab Hanafiyyah karena berpegang teguh

pada kaidah Fiqh mencari yang paling ringan dari dua hal yang berbahaya, sedangkan pendapat
pengikut Hanbali ada beberapa fase yang harus dilalui yaitu hukum wajib ini berlaku jika dia tidak
onani maka akan mengganggu pada kesehatanya atau dia dikhatirkan terjerumus pada lingkaran
zina xementara dia tidak Menikah dan dia tidak mempunyai biaya untuk menikah
3.

Hukum Makruh[6]
Makruh merupakan hukum yang diperbolehkan untuk dikerjakan dan diberikan pahala bagi orang
yang melaksanakan [7] begitu pula hukum onani menurut ibnu Hazm onani adalah makruh
pendapat beliau ini berdasar pada pemikiran beliau bahwa onani tidak ubahnya dengan memegang
kelamin sedangkan memegang alat fital tidak ada satu ulama pun yang mengharamkan dan firman
Alloh Swt. Surat Al-Anam ayat 119.
Sungguhnya Alloh menjelaskan padamu tentang hal-hal yang diharamkan padamu
Menurut Beliau onani bukanlah termasuk yang diharamkan karena tidak ada ayat yang
menjelaskan tentang keharamanya, sementara dalam surat Al-Baqoroh ayat 29 Alloh Swt.

Berfirman
Dialah Alloh yang menjadiakan semua yang berada dibumi untuk kamu
Sedangkan kemakruhan itu bukan dari onani atau mansturbasinya akan tetapi disebabkan karena
hal ini bukan termasuk akhlak yang mulia
4.

Boleh[8]
Hukum yang membolehkan Onani ini berasal dari pendapat Al Hasan,Amr bin Dinar,Ziyad bin

Abi Al Ala,dan mujahid. Al Hasan memberikan penjelasannya mengenai orang laki-laki yang
berbuat Onani sehingga keluar air maninya,bahwa: Hal itu juga dilakukan tatkala peperangan.
Dari sini dapat diambil suatu kesimpulan,bahwa Al Hasan membolehkan perbuatan onani
berdasarkan yang pernah terjadi di dalam keadaan perang. Artinya perbuatan onani tersebut
diperbolehkan jika dalam keadaan yang sangat terpaksa dan mendesak.

Bab III
1.

Kesimpulan:

Dari keempat pendapat yang telah disebutkan dapat ditarik benanng merah bahwa hukum asal
Onani terjadi perbedaan pendapat yang masing-masing mempunyai dasar ijtihad sendiri dan
pendapat yang paling kuat adalah pendapat haram dikatakan pendapat kuat karena didukung ketiga
Madzhab dan mayoritas ulama

2.

Efek samping dari Onani

a.

Efek terhadap rohani

Dapatlah dikatakan bahwa perbuatan onani adalah suatu kemaksiatan. Bahkan bisa dikatakan
sebagai dosa besar. Maka hendaknya setiap muslim menginterpretasikan pada dirinya,bahwa
sesungguhnya luar biasa bahaya yang akan menimpa dirinya.,karena perbuatan maksiat tersebut.
Tentu perbuatan onani pun akan mendatangkan musibah bagi pelakunya. Bagaimana
tidak,sedangkan datangnya malapetaka dan bencana adalah disebabkan karena tersebarnya
kemaksiatan.
b.

Efek terhadap Kesehatan

Ahli kedokteran telah menetapkan,bahwa onani dapat menimbulkan beberapa efek samping,antara
lain:
1.

Melemahkan alat kelamin sebagai sarana untuk berhubungan seksual,serta sedikit demi sedikit

alat tersebut akan semakin melemah (lemas).


2.

Akan membuat urat-urat tubuh semakin lemah,akibat kerja keras dalam beronani demi untuk

mengeluarkan air maninya.


3.

Sangat mempengaruhi perkembangan alat vital,dan mungkin tidak akan tumbuh seperti yang

lazimnya.
4.

Alat vital tersebut akan membengkak,sehingga sang pelaku menjadi mudah mengeluarkan air

maninya.
5.

Meninggalkan rasa sakit pada sendi tulang punggung,dimana air mani keluar darinya. Dan

akibat dari sakitnya itu,punggung akan menjadi bungkuk.


6.

Menyebabkan anggota badan sering merasa gemetaran,seperti di bagian kaki,dsb.

7.

Onani bisa menyebabkan kelenjar otak menjadi lemah,sehingga daya berpikir menjadi

semakin berkurang,daya faham menurun,dan daya ingat juga melemah.


8.
c.

Penglihatan semakin berkurang ketajamannya,karena mata tidak lagi normal seperti semula.
Efek kejiwaan dan sosial

Ahli ilmu jiwa mengatakan: sebenarnya, pemuda beronani itu juga merasakan bahwa dirinya
melakukan kesalahan,dia pun tahu bahwa itu merupakan dosa. Akan tetapi selalu mengulanginya
sebagai kebiasaan. Jadi nafsu pemuda yang biasa beronani selalu bertentangan dengan hati kecilnya.
Namun nafsunya selalu mendorongnya beronani,sedangkan hatinya menuntunnya dengan
memberikan rasa berdosa dan resah,karena dia pun menyadari bahwa perbuatan itu melanggar
ajaran Allah SWT.
Kesenangan dalam beronani yang melampaui batas,akan menjadikan pemuda semakin kecanduan
dalam berbuat. Hidup pun akan terbawa oleh arus perbuatan keji tersebut,yaitu sekedar untuk
memuaskan nafsu birahi yang memuncak. Dengan kata lain,walaupun hati kecilnya ingin
membebaskan dirinya dari belenggu syahwat yang menjeratnya,meski pada akhirnya perbuatan
onani tetap dilakukan untuk memenuhi kelezatan dan kesenangan belaka,sehingga kebiasaan
tersebut menjadi menyatu dan mendarah daging dengan pelakunya.
Ibnu Qayyim berkata: bahkan perbuatan onani itu hanyalah untuk mencari kemaksiatan,tanpa
adanya kenikmatan yang ia dapatkan. Sebenarnya pemuda yang melakukan perbuatan tersebut
hanyalah memperoleh rasa sakit,setelah bekerja keras mengeluarkan spermanya.
Sebagaimana dilagukan oleh Hasan bin Hani: segelas air kau teguk hanya untuk kesenangan
belaka,dan segelas yang lain adalah sebagai obat penawar (terhadap akibat kelezatan itu).

3.

Pengobatan Onani

1.

Menikah

Adapun jalan keluar untuk menghilangkan kebiasaan Onani adalah Menikah. Selain dianggap
sebagai sarana terjitu untuk melampiaskan kebutuhan biologis,juga menghilangkan perasaan ingin
selalu menyindiri. Rasulullah SAw menganjurkan generasi muda (yang sudah mampu),agar segera
mencari jodoh untuk menjadi teman hidup.
Sabda beliau: wahai para pemuda! Barangsiapa diantara kamu mampu menjalani hidup sebagai
suami istri,segeralah untuk kawin. Karena,dengan demikian pandangan mata dan kemaluanmu akan

lebih terjaga. Sedang yang tidak mampu diantara kamu hendaknya berpuasa. Sesungguhnya dengan
puasalah dirimu akan terpelihara dari perbuatan maksiat.
2.

Puasa

Rasulullah menganjurkan kepada pemuda yang belum mampu kawin,untuk berpuasa. Hal ini seperti
yang disabdakan oleh beliau dalam hadist yang telah diriwayatkan olah Bukhari dan Muslim: .....
Sedang yang belum mampu diantara kamu hendaknya berpuasa. Sesungguhnya dengan puasalah
dirimu akan terpelihara dari perbuatan maksiat.
3.

Menjaga pandangan mata

Sesungguhnya keisengan untuk memandang apa yang diharamkan Allah adalah awal dari fitnah dan
asal mula timbulnya syahwat. Maka para pemuda hendaknya mampu menjaga pandangan matanya.
4.

Mendidik Kemauan

Tidak ada suatu penyebab pentingnya dari tenggelamnya manusia dalam kubangan lumpur syahwat
yang mereka anggap sebagai kelezatan,kecuali karena lemahnya kemauan dan tak terselamatkannya
harta jiwa. Mereka yang lemah kemauan ini tidak mampu mengekang,bahkan malah membiarkan
hawa nafsunya semakin liar.
5.

Memerangi pola pikir negatif

Telah dimaklumi,bahwa asal mula timbulnya suatu perbuatan adalah hasil dari pemikiran yang
terproses di dalam otak,lalu berpindah menjadi keinginan dan hasrat untuk mewujudkannya ke
dalam bentuk perbuatan,disertai dengan segala akibatnya. Pemikiran yang positif akan selalu
menciptakan kehendak dan perbuatan yang positif,dan sebaliknya pemikiran negatif akan
menjelmakan kehendak dan perbuatan yang negatif pula.
6.

Mendekatkan Diri kepada Allah

Dengan memdekatkan diri pada Allah maka akan menjaga kita dari kemaksiatan,termasuk juga
perbuatan onani,karena onani adalah merupakan kemaksiatan,yang berakibat dosa yang besar.
7.

Menyusun jadwal untuk memfungsikan Potensi Diri

Waktu luang bisa menjadi pintu masunya kemaksiatan. Maka susunlah jadwal untuk memanfaatkan

setiap waktu luang agar lebih bermanfaat. Manusia yang mempunyai waktu demikian luang tetapi
tidak memiliki jadwal yang pasti di dalamnya mantaati perintah Rabbnya,niscahya akan mudah
baginya untuk berbalik mendurhakaiNya.
8.

Doa

Doa merupakan jalan keluar untuk melepaskan perbuatan onani,karena doa merupakan bentuk
permohonan resmi untuk sembuh kepada Yang Mahamulia dan Maha Pengasih. Doa adalah ucapan
kata khidmad yang penuh kerendahan hati,untuk memohon sesuatu kepada yang Maha Pencipta.
9.

Tidur sekedarnya

Anak muda yang terbiasa beronani,seringkali mendapatkan dorongan kuat untuk melakukan onani
saat dia terlentang di atas tempat tidur. Apa lagi jika perutnya terlalu kenyang. Maka hendaknya
setiap pemuda tidak mendekati tempat tidur kecuali jika hal itu memang sangat dibutuhkan untuk
tidur karena dirinya telah mengantuk benar.
10. Berkonsultasi kepada Dokter
Anak muda yang mempunyai kebiasaan beronani perlu berkonsultasi secara khusus kepada dokter
jiwa atau dokter ahli kelamin,untuk membantu dalam mengatasi kesulitannya. Besar kemungkinan
mereka akan mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan timbulnya kebiasaan buruk itu.
Jika faktor penyebabnya adalah hawa nafsu,tentunya mereka akan memberi pbat sebagai
penenangnya; dan jika ada faktor kejiwaan yang turut andil di dalamnya, maka dengan pertolongan
Allah,tidak mustahil melalui konsultasi kepada dokter,kebiasaan beronani tersebut akan dapat
disembuhkan.

BAB IV
Penutup
Demikian makalah yang dapat saya sampaikan. Kritik dan saran sangat saya harapkan,untuk
memperbaiki makalah ini. Kurang lebihnya saya mohan maaf,apabila ada kesalahan dalam
tulisan,bahasa maupun cara saya menyampaikan. Semoga isi dari makalah ini dapat memberi
manfaat pada kita semua dan pada umumnya untuk masyarakat luas,Amin.

Referensi
1.

Syabul iman, Ahmad, Jilid 3 (Bombay: maktabah arusy, 2003)

2.

Wazirotul auqof wal wuquf wa asy-syun al-islamiyyah, Mausuah al-kutiyyah, Jiid 4

(Kuwait: Dar as-salasila, TT)


3.

Al-Jami As-Shohih, Muhammad, Jilid 7, (Kairo: Dar Asy-syab, 1987) H.3

4.

Fiqih As-Sunah, Fiqh Sayyid Sabiq,Jilid 2 (Kairo: Dar Asyab,TT) H. 435

5.

Ushul Fiqh ala manhaji ahlul ahadis, Zakariya (Bairut : dar al-hazar, TT) H.105

6.

Shaleh Tamimi.Onani.1999.Gema insani Press: Jakarta