Anda di halaman 1dari 6

3.

Pengembangan Sumber Daya Air :


A. 1. Pemanfaatan sumber daya air
Pemanfaatan air untuk irigasi, dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan air untuk
tanaman pada musim kemarau dan mengalirkan kelebihan air pada musim hujan.
Pemanfaatan air untuk pembangkit listrik tenaga air, digunakan untuk
Penerangan, Industri, Rumah Tangga. Pada daerah yang memiliki tinggi terjunan
minimum 3 m dapat dibuat pembangkit tenaga air mikrohidro untuk keperluan
listrik desa. Daya listrik dihasilkan akibat tinggi jatuh air, memberi tekanan yang
memutar turbin, dan selanjutnya mengubah energi potensial menjadi energi
listrik, melalui transmisi disalurkan ke daerah-daerah yang membutuhkan.
Pemanfaatan air untuk air baku. Air baku adalah air bersih yang dipakai untuk
memenuhi kebutuhan air minum, air rumah tangga, dan industri dapat diperoleh
dari air permukaan atau air tanah. Sumber daya air untuk air baku, ditampung
untuk memenuhi pola distribusi kebutuhan air yang kadang-kadang tidak sesuai
dengan pola debit aliran.
Pemanfaatan air untuk lalu lintas air digunakan sebagai sarana transportasi. Lalu
lintas air banyak terdapat di pulau yang mempunyai sungai yang besar, panjang,
dan hidraulika yang baik atau pulau pulau yang dikelilingi oleh lautan.
Pemanfaatan air untuk rekreasi digunakan sebagai tempat wisata. Sebagai
tambahan untuk pendapatan asli daerah. Pemanfaatan air untuk rekreasi
dibedakan menjadi dua yaitu pemanfaatan secara alami, misalnya pantai dan
secara buatan misalnya Kolam renang atau Taman Bermain Air (Water Boom).
Pemanfaatan air untuk perikanan dimaksudkan untuk meningkatkan kegiatan
ekonomi dibidang perikanan. Dilakukan di kolam, keramba, dan empang.
2. Pengaturan Sumber Daya Air
Membuang Kelebihan Air
Secara umum lebih dikenal dengan drainase. Drainase didefinisikan sebagai
ilmu pengetahuan yang mempelajari usaha untuk mengalirkan air berlebihan.
Pertambahan penduduk dan meningkatnya aktivitas pembangunan menyebabkan
berkurangnya daerah resapan air sehingga menimbulkan genangan air.
Pengendalian banjir
Zaman dahulu banyak orang menerapkan prinsip Drainase Konvensional,
yaitu system saluran air yang direncanakan untuk membuang dan mengalirkan
kelebihan air langsung ke sungai dan saluran- saluran air. Akibatnya, banyak
sungai yang meluap karena debit yang mengalir melebihi batas dan
mengakibakan banjir dimana- mana.

Akhirnya konsep ini pun mulai ditinggalkan, dan sekarang ini telah banyak
yang menerapkan prinsip Drainase berwawasan Lingkungan, yaitu usaha untuk
tidak hanya mengalirkan air saja, tapi juga meresapkannya ke dalam tanam (water
harvesting) sehingga kekeringan pun dapat diminimalisir karena muka air tanah
akan bertambah.

B. 1. Contoh Pemanfaatan air yang ada di Sulawesi Tenggara


Pemanfaatan untuk air baku di Kota Kendari, misalnya di Punggolaka dan
Anggoeya.

Pengolahan Air Minum di Anggoeya

Pengolahan Air Baku di Punggolaka

Pemanfaatan air untuk irigasi di Wawotobi.

Bangunan Irigasi di Wawotobi

Saluran Irigasi

Pemanfaatan sumber daya air di Sulawesi Tenggara yang belum dimanfaatkan


secara maksimal adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air. Dibeberapa daerah di
Sultra sudah ada PLTA tetapi masih berbasis mikro dan mini. Namun sekarang
sedang direncanakan sebuah bendungan di daerah Konawe yaitu bendungan
pelosika. Bendungan Pelosika merupakan bendungan yang direncanakan akan
dibangun pada hulu sungai Konaweha, Desa Pelosika, Kecamatan Abuki,
Konawe. Bendungan ini nantinya akan dibuat multiguna. Selain menjadi
penyokong utama saluran irigasi pertanian rakyat dan sumber pengolahan air
bersih, bendungan tersebut juga diupayakan menjadi sumber PLTA yang
menghasilkan daya sebesar 90 Mega Watt. Bendungan Pelosika juga diharapkan
akan mampu melayani sistem irigasi bagi 34 ribu hekter lahan pertanian di
Konawe, Kolaka dan Konawe Selatan.

Lokasi Bendungan Pelosika


2. Contoh Pengaturan Sumber Daya Air
Membuat sumur resapan
Merupakan salah satu rekayasa teknik konservasi air berupa bangunan yang
dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk sumur gali dengan kedalaman
tertentu yang berfungsi sebagai tempat menampung air hujan yang jatuh di atas
atap rumah atau daerah kedap air dan meresapkannya ke dalam tanah. Sumur
resapan dinilai 4x lebih efektif dalam meresapkan air hujan daripada pohon.
Karena pohon akan menguapkan kurang lebih 80% air yang diserap, sedangkan
sumur resapan justru dapat meresapkan air kurang lebih 80% . Desain sumur
resapan ini dapat menggunakan buis beton, dengan kedalaman 3- 4m dengan
diameter 1m. Dilengkapi dengan ijuk dan pasangan batu kali pada setiap ruas
sambungan buis beton sebagai filter air yang meresap. Untuk di kota kendari sumur
resapan belum dikembangkan. Padahal ini merupakan salah satu solusi untuk
mengatasi banjir yang sedang melanda daerah kita.

Membuat kolam detensi


Fungsi dari kolam detensi adalah untuk menggantikan peran lahan resapan
yang dijadikan lahan tertutup/perumahan/perkantoran maka fungsi resapan dapat
digantikan dengan kolam detensi. Fungsi kolam ini adalah menampung air hujan
langsung dan aliran dari sistem untuk ditampung sementara dan diresapkan ke
dalam tanah. Sehingga kolam detensi ini perlu ditempatkan pada bagian yang
terendah dari lahan. Jumlah, volume, luas dan kedalaman kolam ini sangat
tergantung dari berapa lahan yang dialihfungsikan menjadi kawasan permukiman.
Fungsi lain dari kolam detensi adalah sebagai pengendali banjir dan penyalur
air; Pengolahan limbah, kolam detensi dibangun untuk menampung dan
mentreatment limbah sebelum dibuang; dan pendukung waduk/bendungan, kolam
detensi dibangun untuk mempermudah pemeliharaan dan penjernihan air waduk.
karena jauh lebih mudah dan murah menjernihkan air di kolam detensi yang kecil
sebelum dialirkan ke waduk dibanding dengan menguras/menjernihkan air waduk
itu sendiri.

Contoh Kolam Detensi

Di kota kendari khususnya di Universitas Haluoleo sudah memiliki kolam detensi

Kolam Detensi di depan Fakultas Ekonomi

Di kota Kendari beberapa jalan raya belum memiliki drainase sehingga jalan jalan tesebut
tergenang oleh air. Selain itu jaringan drainasenya masih belum jelas. Misalnya di depan
Kantor Pertanahan setiap musim hujan pasti banjir karena di Kantor Pertanahan termasuk
daerah rendah sehingga air terkumpul di titik tersebut.