Anda di halaman 1dari 1

Titrasi bebas air adalah titrasi yang menggunakan pelarut organik sebagai pengganti air.

Tipe pelarut dalam titrasi bebas air terbagi menjadi, pelarut amfiprotik (pelarut yang memiliki
sifat asam atau basa) dan pelarut aprotik (pelarut tidak memiliki sifat asam atau basa). Dalam
penentuan kadar vitamin B1 digunakan pelarut amfiprotik. Pelarut yang biasa digunakan dalam
penentuan kadar vitamin B1 ialah asam asetat glacial. Pelarut asam asetat glasial digunakan
untuk meningkatkan ionisasi amin sehingga dihasilkan senyawa OAc- yang bersifat basa kuat
(lebih kuat dibandingkan ion perklorat) sesuai dengan persamaan reaksi berikut.
RNH2 + HOAc RNH3 + OAcFungsi penambahan Hg asetat pada penentuan kadar vitamin B1, yaitu untuk mengikat
halida sehingga dibebaskan ion asetat yang bersifat basa kuat yang dapat dititrasi dengan HClO4.
Kelebihan Hg asetat tidak mengganggu karena HgCl2 tidak terdisosiasi dalam asam asetat.
Persamaan reaksi yang terjadi yaitu:
RNH2.HCl +Hg(CH3COO)2 >RNH3 + CH3COO- + HgCl2
RNH3 + CH3COO- + HClO4 >RNH3 + ClO4- + CH3COOH
Pelarut (asam asetat glasial) yang digunakan peka terhadap pemuaian oleh suhu. Oleh
karena itu, maka normalitas HClO4 harus dikoreksi dengan rumus Vc = V [ 1+ (t1-t2) 0.0011)]
dengan Vc sebagai volume terkoreksi, V sebagai volume HClO4 yang digunakan, t1 ialah suhu
larutan HClO4 pada saat dilakukan pembakuan (oC), dan t2 ialah suhu larutan HClO4 pada saat
dilakukan titrasi (oC).
Prinsip penentuan kadar vitamin B1 dengan titrasi bebas air ialah melibatkan titrasi
langsung terhadap garam thiamin dengan asam perklorat berdasarkan sifat basa lemah dari
thiamin pada asam asetat glasial. Kedua atom nitrogen dalam tiamin hidroklorida tertitrasi
sehingga berat ekivalennya setengah dari berat molekulnya. Sebagai indikator dapat digunakan
p-naftol benzen, merah kuinaldin, atau kristal violet. Faktor-faktor yang mempengaruhi titrasi
bebas air dalam penentuan kadar vitamin B1, yaitu suhu dan kandungan air.
Perhitungan :
%kadar =