Anda di halaman 1dari 2

PANDUAN PRAKTIS KLINIS

SMF KEBIDANAN & PENY.


KANDUNGAN
RSUD EMBUNG
FATIMAH BATAM
2014
SEPSIS PUERPURALIS
1. Pengertian
(defenisi)
2. anamnesis

3.
Pemeriksaan
fisik

4. Kretria
Diagnosis
5. Diagnosis

6. Diagnosis
banding

7.
pemeriksaan
penunjang

Infeksi saluran genital yang terjadi setelah pecah ketuban


atau mulas persalinan hingga 42 hari setelah persalinan atau
aborsi
Identitas faktor-faktor resiko
Rinci persalinan
Kondisi awal dan lamanya demam
Jumlah, warna, bau luka
Riwayat mengarah pada bendungan payudara
Gejsls pada dada, misalnya batuk dan ekspektorasi
Gejala pada berkemih, misalnya disuri dan prekwensi
Pemeriksaan umum :
kondisi umum
Stabilitas hemodinamik ( tekanan darah, nadi, suhu,
diuresis,)
Lihat adanya pucat dan ikterus
Pemeriksaan abdomen
FL dan nyeri pada uterus
massa pelvi-abdomen
Tanda peritonitis : nyeri saat meregang dan nyeri tekan
Pemerikasaan setempat
pemeriksaan pandang genitalia eksterna dan perineum
untuk mengetahui adanya robekan episiotomi serta
jumlah, bau dan warna cairan
menilai ukuran uterus serta adanya nyeri saat
pemeriksaan abdomen dan bimanual

Anamnesis
Pemeriksaan klinis
Pemeriksaan laboratoris
Bendungan Payudara
Infeksi saluran kemih
Tromboflebitis ; DVT
Infeksi dada
Infeksi virus pada saat yang sama
Pemeriksaan darh lengkap
Apusserviks/ vagina untuk kultur dan sensitivitas
kultur darah untuk pasien yang skitnya lebih parah
Analisis urine ( plus kultur jika terlihat ada terlihat sel
darah putih atau akteri padasaat analisis)
USG untuk menditeksi isi intrauterin atau abses
panggul pada saat awal dan sekali lagi jika demam
tetep tidak turun 48 jam setelah dimulainya pemberian

anti biotik
8. Terapi
Penatalaksanaan profilaksis
Penatalaksanaan faktor resiko selama kehamilan
misalnya anemia dan diabetes
menghindari faktor resiko perslinan, terutama partus
lama dan pemeriksaaan dalam berulang kali
Antibiotik spektrum luas sebagai profilaksis ketuban
pecah dini
persalinan dilakukan dalam keadaan paling higenis
Penatalaksanaaan Aktif
pasang dua kanul IV besar
mulai infus kristaloid IV
Antibiotij terpetik : pemberian antibiotik spektrum luas
adalah terpi segera dan penghentian penyebaran
infeksi lebih jauh. Jika kultur dan uji sensitivitas sudah
diketahui, antibiotiknya diganti dengan hasil kedua
pengujian tersebut.
mengevakuasi produk kehamilan yang teringgal, AVM
biasa digunakan jika sesuai kasus seperti ini.
memantau jumlah seladarah putih setiap 48 jam atau
menurut kondidi klinisnya.
lanjut antibiotik hingga pasien tidak mengalami
demam selama 24-48 jam dan tidak merasa nyeri
X-ray dada untuk membantu menentukan adanya
emboli pulmoner septik atau pneumonia
9. Edukasi
konseling dalam kehamilan, persalinan, kemungkinan
komplikasi
10. prognosis Berpariasi, tergantung kondisi klinis ibu
11. Tingkat
I/II/III/IV
Evidens
12. Tingkat
A/B/C
Rekomendasi
13.Penelaah
Dikonsultasikan dengan bidang pelayanan
Kritis
14. Indikator Berdasarkan SPM Rumah sakit, PONEK, Permenkes
medis
15.
Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensik Ompernensif
Kepustakaan Departemen Kesehatan RI, JNPK-KR, 2007