Anda di halaman 1dari 6

PENGENDALIAN BUSUK PANGKAL BATANG

Busuk pangkal batang kelapa sawit dapat di kendalikan dengan


menerapkan berbagai komponen pengendalian yang telah tersedia saat ini
aplikasinya

secara

terpadu

dan

berkelanjutan

dapat

member

hasil

pengendalian yang lebih baik.


MONITORING PENYAKIT
Merupakan aspek pengendalian yang penting dapat memberikan
informasi mengenai kasus.tingkat penyakit dan penyebaran di lapangan

dan perkembangannya.
Semua tanaman di periksa pada setia pusingan inpeksi.
Tanaman-tanaman sakit yang telah mengandung fruktifikasi jamur
ganoderma dicatat.di beri tanda dengan cat kuning berupa tanda silang

(x) pada jalan yang menghadap ke panen.


Tanaman yang telah tumbang dan titik bekas tanaman yang telah

kosong di catat.
Monitoring di lakukan mulai 6 bulan sejak tanam. Tiap 6 atau 12 bulan

tergantung riwayat vegetasi kebun.


Peta penyakit per blok di buat pada setiap kali monitoring.

PENGENDALIAN SECARA KULTUR TEKNIS.


SANITASI PADA SAAT PEREMAJAAN.
Merupakan metode pengendalian utama.di maksudkan untuk

mengurangi inokulum potensial.


Di lakukan pada areal tanaman ulang kelapa sawit di mana sisa-

sisa tanamna di biarkan di tanah.


Kegiatan ini mengunakan ekskapator hidrolik dengan satu

bucket pemotong yang telah di modifikasi.


Tanaman tua di tumbang di susun pada rumpukan 1:1 dan di
cincang/dihancurkan menjadi potongan-potongan kecil.

Bole dan akar-akar padat di keluarkan dari dalam tanah dengan

membuat lubang berukuran 1.1/2 x 1,1/2 x 1m.


Bole dan akar-akar padat dari bekas tanaman yang telah mati
sebelumnya

juga

hancurkan.
Semua jaringan

dikeluarkan
yang

dari

kering

dalam
di

tanah

bakar

dan

di

sesempurna

mungkin.selanjutnya lahan diolah dengan cara membajak dan

membalikan tanah.
Pada pertanaman eks hutan.di mana insiden penyakit biasanya
rendah.sanitasi areal tidak begitu penting dan kayu-kayu dapat
di kurangi dengan cara pembakaran.sedangkan tunggul dan
akar-akar padat di biarkan aja diatas tanah untuk membusuk

secara alami.
Cara ini dapat mengurangi kasus busuk pangkal batang sebesar
60% hingga tahun ke 15 sebaik nya
underplanting.

Tumbang.cincang dan Rumpuk dengan Ekscavator

dengan

metode

SANITASI TEGAKAN
Bertujuan untuk

mengendalikan

penularan

sekunder

dari

penyakit dan mengurangi terbawanya inokulum ke generasi

tanaman berikut nya.


Tanaman-tanaman sakit di inventarisir selama pusingan sensus
secara priodik.yang bergejala berat di tumbang dan di
cincang.bole dan akarnya di keluarkan dari dalam tanah dengan

ekskapator.
Jaringan cincangan di letakkan pada tumpukan pelepah di

tengah gawangan mati agar membusuk secara alami.


Untuk daerah pasisir.semua tanaman yang telah mati walaupun
bukan oleh ganoderma harus di tumbang dan di beri perlakuan
yang

sama.juga

terhadap

tanaman-tanaman

seteril

tidak

produktif.
Penyisipan boleh di lakukan bila umur tanaman <12 tahun.
Dengan cara ini kasus genoderma 25% lebih rendah di
bandingkan dengan tidak di lakukan.

Bole dan akarnya di keluarkan

PENIMBUNAN PANGKAL BATANG.


Cara ini efektif pada tanamna tua hingga 2-4 tahun sebelum di
remajakan di maksudkan untuk memperpanjang umur ekonomis

tanaman sakit.
Pangkal batang tanaman sakit dengan gejala awal di timbun

dengan tanah dari luar piringan dan di padatkan


Dengan cara ini tanaman menghasilkan akar-akar baru sehingga
tidak mudah tumbang dan berat tandan 40%

lebih tinggi di

bandingkan dengan tidak di beri perlakuan.

BATANG DITIMBUN

PENGENDALIAN KIMIAWI
Uji efektifitas in vitro dari berbagai fungisida sistemik terhadap
Ganoderma boinense menunjukan hasil yang baik terutama
fungisida dari kelompok triazol. Seperti tridemorf.triadimenol dan

tradimefon.
Penggunaan lebih di anjurkan sebagai tindakan preventif
terhadap tanaman sehat di areal bekas.ganoderma dapat di
gunakan sebagai curahan ke tanah sekeliling pangkal batang
dengan konsentrasi 0.25% sebanyak 3-4 liter/pohon dengan
pusingan 4 bulan.atau secara injeksi batang sebanyak 20
ml/pohon tiap 6 bulan.

Untuk pengobatan tanaman sakit dengan gejala awal dapat di


gunakan dazomet (fumigan) sebanyak 400 g per pohon melalui

8 lubang pada pangkal batag di beri air 25 ml/lubang.


Pemupukan hara makro lengkap (N.P.K dan Mg) dapat
meningkatkan

ketahanan

tanaman

terhadap

ganoderma

(13,88%) tampa pupuk lengkap ketahanan menurun (21,74%)


dan serangan tertinggi terdapat pada perlakuan tanpa N dan Mg
(32.24%)

dazomet (fumigan) sebanyak 400 g per pohon

PENGENDALIAAN HAYATI.
KULTIVAR RESISTEN
Dura dumpy sangat rentan dan

E.oleifera rentan terhadap

Ganoderma, tetapi hibrida dari E.oleifera dan E.guineensis

menunjukan tingkat kerentaanan yang beragam


Material orijin Yangambi dilaporkan lebih toleran terhadap

Ganoderma dibandingkan dengan orijin Deli local.


Beberapa nomor persilangan dan klon menunjukan toleransi
yang baik terhadap Ganoderma dengan tingkat serangan cukup
rendah .rata-rata <1 % / tahun.

Ada korelasi antara kandungan tannia dan fenol pada tanaman


dengan infeksi.di mana tanaman-tanaman sakit mempunyai total
fenol dan benih lebih rendah di bandingkan dengan tanaman
sehat.

PENGENDALIAN SECARA TERPADU.


Semua komponen pengendalian yang ada dan compatible
sehingga akan menghasilkan suatu komponen pengendalian
sinergis dengan pengaruh yang jauh lebih efektif di bandingkan

dengan komponen mandiri.


Terutama bertujuan untuk mengurangi populasi dan aktifitas
Ganoderma semaksimal mungkin.mendorong perkembangan
dan aktifitas mikroganisme antagonistic seoptimal mungkin
mencegah atau menghambat masuknya pathogen melalui
bagian bawah tanaman serta mendorong ketahanan tanaman
terhadap serangan pathogen tersebut.