Anda di halaman 1dari 9

Eliminasi Gauss-Jordan

a. Bentuk Eselon Baris Tereduksi


Sebuah matriks berada dalam bentuk eselon baris
tereduksi apabila mempunyai sifat-sifat berikut:
1. Jika suatu baris tidak seluruhnya terdiri dari nol, maka
bilangan tak-nol pertama adalah satu. (bilangan ini
disebut satu-utama)
2. Suatu baris yang seluruhnya terdiri dari nol diletakkan
paling bawah.
3. Dalam dua baris yang berurutan, satu utama pada baris
berikutnya berada di sebelah kanan satu utama baris
sebelumnya.
4. Suatu kolom yang mempunyai satu utama maka mempunyai entri nol di tempat lain.
12/7/2014 2:44 PM

Undang Indrajaya

Apabila 3 sifat pertama saja yang dipenuhi oleh


suatu matriks maka dikatakan matriks tersebut
berada dalam bentuk eselon baris.
Contoh :

1 0 2
0 1 3

(a)
12/7/2014 2:44 PM

1 1 0 3
0 0 1 2

0 0 0 1
(b)
Undang Indrajaya

1 0 2 3
0 1 0 1

0 0 1 2
(c )
2

Jika dengan serangkaian OBE, matriks yang


diperbesar suatu SPL dijadikan bentuk baris
eselon tereduksi, maka himpunan penyelesaian sistem tersebut akan terbukti tanpa
melakukan perhitungan yang sulit.
Contoh berikut adalah matriks yang diperbesar
untuk suatu SPL yang telah menjadi bentuk
eselon baris tereduksi. Selesaikan sistem
tersebut.
1 0 0 5
(a) 0 1 0 2 (b)
0 0 1 4
12/7/2014 2:44 PM

1 0 0 4 1
0 1 0 2 6 ( c )

0 0 1 3 2
Undang Indrajaya

1 0 0 0
0 1 2 0

0 0 0 1
3

SPL yang berpadanan dengan (a) adalah:

x1
x2

2
x3 4

Tanpa menghitungnya kita memperoleh :


x1 5; x2 2; dan x3 4

Selanjutnya SPL yang berpadanan dengan (b)


adalah :

4 x4 1

x1
x2

2 x4 6
x3 3x4 2

12/7/2014 2:44 PM

Undang Indrajaya

Karena x1, x2 dan x3 berpadanan dengan satuutama pada matriks yang diperbesar, kita
menyebutnya variabel utama, sedangkan yang
lain dalam hal ini x4 adalah variabel bebas. Hal
ini memberikan :

x1 1 4 x4

x2 6 2 x4
x3 2 3x4
Dari bentuk ini kita lihat bahwa x4 bisa diberi
sembarang nilai, katakanlah t, yang kemudian
menentukan nilai x1, x2 dan x3. Jadi ada takhingga penyelesaian untuk SPL ini.
12/7/2014 2:44 PM

Undang Indrajaya

Dengan demikian kita dapat melihat betapa


mudahnya menyelesaikan SPL begitu matriks
yang diperbesarnya berada dalam bentuk baris
eselon tereduksi.
Contoh berikut mengilustrasikan bagaimana
mengubah matriks yang diperbesar menjadi
bentuk eselon baris tereduksi menggunakan
OBE
0 0 2 0 7 12
2 4 10 6 12 28
2 4 10 6 12 28 0 0 2 0 7 12

2 4 5 6 5 1
2 4 5 6 5 1
b1
12/7/2014 2:44 PM

Undang Indrajaya

b2
6

14
1 2 5 3 6 14
1 2 5 3 6
0 0 2 0 7 12 0 0 2 0 7

12

2 4 5 6 5 1
0 0 5 0 17 29
1
2

b 3 2b1

b1

14
1 2 5 3 6
1 2 5 3 6
0 0 1 0 7
0 0 1 0 7

6
2
2

0 0 0 0 12
0 0 5 0 17 29
b 3 5b 2
12 b 2

1 2 5 3 6
0 0 1 0 7
2

0 0 0 0 1
12/7/2014 2:44 PM

14
6
2

14
6
1

2b 3

Undang Indrajaya

Akhirnya matriks tadi berada dalam bentuk


eselon baris. Untuk memperoleh bentuk eselon
baris tereduksi diperlukan langkah tambahan
berikut :
1 2 5 3 6 14
1 2 5 3 0 2
0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1

0 0 0 0 1 2
0 0 0 0 1 2
b1 6b 3

b 2 72 b 3

1 2 0 3 0 7
0 0 1 0 0 1

0 0 0 0 1 2
12/7/2014 2:44 PM

b1 5b2
Undang Indrajaya

Dari yang terakhir diperoleh :

x1 2 x2

3x4
x3

7
1

x5 2
Ini memberikan himpunan penyelesaian
x1 7 2 x2 3x4 ; x3 1; x5 2
Untuk sembarang x2=s dan x4=t maka
x1 7 2s 3t ; x2 s ; x3 1 x4 t ; x5 2
Langkah-langkah penyelesaian SPL seperti di
atas disebut eliminasi Gauss-Jordan
12/7/2014 2:44 PM

Undang Indrajaya