Anda di halaman 1dari 17

Hand Out

Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out

Mata kuliah

: ASKEB II

Topik

: Perdarahan Kala IV dan Penatalaksanaanya

Sub Topik

: Robekan Jalan Lahir

Waktu

: 50 menit

Dosen

: Leni Kusdiani A

Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa dapat :


Tanpa melihat catatan, mahasiswa mampu menyebutkan defenisi robekan perineum
sesuai dengan hand out.
Menjelaskan gejala dan tanda robekan jalan lahir dengan tepat
Menjelaskan jenis-jenis robekan perineum dengan tepat
Menjelaskan langkah-langkah infiltrasi lokal dan prinsip-prinsip penjahitan perineum
dengan benar.
Tanpa melihat catatan, mahasiswa mampu menjelaskan langkah langkah penjahitan
perineum derajat II sesuai dengan hand out.
Menjelaskan tanda gejala dan penatalaksanaan sisa plasenta dengan benar.

o Chapman, Vicky. 2006. Asuhan Kebidanan Persalinan dan Kelahiran. Jakarta : EGC.
Hal : 443- 446.
o DEPKES RI. 2007. Buku Asuan Persalinan Normal. Jakarta. Hal : 138.
o letcher. Myles Texbook for Midwife. Edisi 14. churchill Livingstone. London. 2003.
Hal : 500-501.

Leni
Leni
Kusdiani
Kusdiani
A A

1 Leni Kusdiani A

11

Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
o Varney, H. 2004. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Edisi 4 Volume 2. Jakarta : EGC. Hal :
1185 - 1188

Robekan jalan lahir merupakan penyebab kedua tersering dari perdarahan


pascapersalinan. Robekan dapat terjadi bersamaan dengan atonia uteri. Perdarahan
pascapersalinan dengan uterus yang berkontraksi baik biasanya disebabkan oleh robekan
serviks atau vagina.

Definisi

Robekan perineum adalah laserai disekitar jaringan perineum yang terjadi selama
kelahiran bayi di kala II persalinan.

Gejala dan tanda robekan jalan lahir yang selalu ada


Perdarahan segera
Darah segar yang mengalir segera setelah bayi lahir
Uterus berkontraksi baik
Plasenta lengkap
Gejala dan tanda robekan jalan lahir yang kadang kadang ada
Pucat
Lemah
Menggigil
Jenis Robekan Perineum

Leni
Leni
Kusdiani
Kusdiani
A A

2 Leni Kusdiani A

22

Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Robekan perineum diklasifikasikan menurut luasnya jaringan dan struktur yang rusak,
antara lain :
1. Derajat

Struktur yang rusak antara lain :

Mukosa Vagina

Forchete posterior

Kulit perine

2. Derajat II
laserasi terjadi pada :

Mukosa Vagina

Forchete posterior

Kulit perineum

Otot perineum

3. Derajat III
Laserasi yang luas, sampai sfingter ani

3a. < 50 % ketebalan sfingter ani

3b. > 50 % ketebalan sfingter ani

3c. Hingga sfingter ani

4. Derajat IV
Laserasi yang ekstrim dan luas, meliputi :

Mukosa vagina

Forchete posterior

Kulit perineum

Leni
Leni
Kusdiani
Kusdiani
A A

3 Leni Kusdiani A

33

Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Otot perineum

Otot sfingter ani

Dinding depan rektum

Penatalaksanaan
Periksalah dengan seksama dan perbaiki robekan pada serviks atau vagina dan
perineum

Lakukan penjahitan

Penjahitan Ruptur Perineum Tingkat II


. Bagian apeks vagina yang mengalami laserasi diidentifikasi. Dibuat jahitan kirakira 1 cm diatas apeks laserasi, kemudian mukosa vagina dan fascia rektrovagina
dibawahnya dijahit jelujur.

Penjahitan harus
rektrovagina,

mengikutsertakan fascia

dimana

fascia ini jaringan yang

berfungsi menyokong bagian posterior dari vagina. Tepat sebelum cincin hymen,
masukkan jarum ke dalam mukosa vagina lalu kebawah cicin hymen sampai jarum ada di
bawah

laserasi.

Periksa

jarum di perineum

Leni
Leni
Kusdiani
Kusdiani
A A

bagian

antara

dan bagian atas laserasi.

4 Leni Kusdiani A

44

Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out

Teruskan kearah bawah tapi tetap pada luka, menggunakan jahitan jelujur, hingga
mencapai bagian bawah laserasi. Setelah mencapai ujung laserasi, arahkan jarum keatas
dan teruskan penjahitan, menggunakan jahitan jelujur untuk menutup lapisan
subkutikuler. Tusukkan jarum dari robekan perineum kedalam vagina. Ikat benang dengan
membuat simpul di

dalam vagina.

Keuntungan-keuntungan teknik penjahitan jelujur :

Mudah dipelajari dan cepat

Tidak terlalu nyeri karena lebih sedikit benang yang digunakan

Menggunakan lebih sedikit jahitan

Infiltrasi Lokal / Anestesi


Infiltrasi lokal digunakan ketika anestesi diperlukan untuk memperbaiki laserasi
atau episiotomi jika anestesi sebelum persalinan telah habis, blok pudendal setelah

Leni
Leni
Kusdiani
Kusdiani
A A

5 Leni Kusdiani A

55

Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
persalinan gagal, atau infiltrasi lokal merupakan jenis yang dipilih. Kerugian utama dari
infiltrasi lokal untuk perbaikan laserasi adalah mengganggu jaringan, sehingga membuat
perkiraan atau penentuan ketebalan jahitan lebih sulit.
Ukuran, panjang jarum dan jumlah anestesi yang digunakan tergantung pada
laserasi. Jarum ukuran 22 dengan panjang 1 inci baik digunakan untuk infiltrasi.
Bagaimanapun, ukuran jarum yang lebih kecil sebaiknya digunakan untuk laserasi yang
lebih kecil dan area yang lebih sensitif. Sebagai contoh, jarum ukuran 25 dan panjang 1
inci, dapat menjadi pilihan untuk menganestesi laserasi klitoris.
Teknik infiltrasi lokal adalah dengan memasukkan ujung jarum pada ujung atau
sudut laserasi dan kemudian menjalankannya sepanjang luka atau sepanjang garis dimana
jahitan akan dibuat. Kemudian setelah aspirasi, obat anestesi diinjeksikan ketika jarum
ditarik ke titik pemasukan. Injeksi obat dihentikan ketika jarum diarahkan kembali
disepanjang garis jahitan yang akan dibuat, dan proses diulang sampai seluruh area yang
mungkin terasa sakit teranestesi.
Gunakan tabung suntik steril sekali pakai dengan jarum ukuran 22 panjang 4 cm.
Jarum yang lebih panjang atau tabung suntik yang lebih besar biasa digunakan, tapi jarum
harus berukuran 22 atau lebih kecil tergantung pada tempat yang membutuhkan anestesi.
Obat standar untuk anestesi local adalah 1 % lidokain tanpa epinefrin. Jika lidokain 1 %
tidak tersedia, gunakan lidokain 2 % yang dilarutkan dengan air steril atau normal salin
dengan perbandingan 1 : 1.

Prinsip Prinsip Penjahitan Ruptur Perineum


Klasifikasi ruptur perineum terdiri dari derajat satu sampai dengan empat
tergantung derajat kedalamannya. Pemeriksaan colok dubur dapat membantu dalam
menentukan luasnya kerusakan dan memastikan bahwa laserasi tingkat 3 dan 4 yang tidak
terdeteksi dapat terlihat.

Leni
Leni
Kusdiani
Kusdiani
A A

6 Leni Kusdiani A

66

Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Tujuan menjahit laserasi atau episiotomi adalah untuk menyatukan kembali
jaringan tubuh (mendekatkan) dan mencegah kehilangan darah yang tidak perlu
(memastikan hemostasis). Setiap kali jarum masuk jaringan tubuh, jaringan akan terluka
dan menjadi tempat yang potensial untuk timbulnya infeksi. Oleh sebab itu pada saat
menjahit laserasi atau episiotomi gunakan benang yang cukup panjang dan gunakan
sesedikit mungkin jahitan untuk mencapai tujuan pendekatan atau hemostasis.
Penjahitan ruptur perineum membutuhkan aproksimasi dari jaringan vagina, otot
perineum dan kulit perineum. Dalam melakukan penjahitan ruptur perineum diperlukan
cahaya dan visualisasi yang baik, peralatan yang tepat, jenis benang dan anestesi yang
adekuat. Dari penelitian klinik didapatkan bahwa penggunaan benang catgut atau chromic
catgut akan mengurangi kejadian luka terbuka dan nyeri perineum pasca salin.
Perbaikan episiotomi atau laserasi harus seartistik mungkin yang dapat dilakukan.
Penjahitan yang artistik adalah perbaikan yang dilakukan memberi perhatian khusus
untuk hasil yang bukan hanya bermanfaat dari aspek fungsi, tetapi juga sisi kosmetik.
Semua penjahitan harus memiliki hasil fungsional yang baik. Penjahitan harus
memulihkan struktur organ pelvis dan menopang organ-organ pelvis. Di samping itu
harus ada kontrol defekasi dan tonus sfingter yang baik ketika sfingter ani eksterna
mengalami kerusakan. Hasil fungsional yang baik tidak menimbulkan masalah-masalah
seperti, tidak membentuk fistula sehingga membuat saluran di antara orifisium, tidak
menimbulkan masalah seksual dengan menempatkan jahitan di cincin hymen, tidak
merapatkan jaringan secara anatomis, atau menyatukan kembali otot bulbokavernosus
terlalu ketat semua ini dapat menyebabkan dispareunia.
Aspek artistik berkaitan dengan hasil kosmetik. Hasil kosmetik adalah penting
karena episiotomi dan laserasi merupakan serangan fisik terhadap tubuh wanita.
Perbaikan yang sempurna menghasilkan jaringan parut selebar helaian rambut dan semua
aspek perineum berada pada kesejajaran anatomi yang akurat tanpa keriput, lipatan kecil,
atau tepi kulit yang saling tumpang tindih.

Leni
Leni
Kusdiani
Kusdiani
A A

7 Leni Kusdiani A

77

Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Anestesi yang adekuat adalah prasyarat yang esensial untuk penjahitan episiotomi
atau laserasi. Area penjahitan sensitif secara fisik dan wanita cenderung secara psikologis
peka terhadap prosedur. Anda perlu mengenali dan menghormati kepekaan ini yang
dibuktikan dengan sikap peduli dan mengupayakan wanita tidak merasa nyeri selama
penjahitan. Infiltrasi lokal untuk penjahitan akan memberi efek anestesi yang adekuat.
Anda harus menginformasikan wanita untuk membedakan antara tekanan dan nyeri
karena ia mungkin merasakan tekanan tetapi tidak merasakan nyeri.

Hal-hal yang harus diperhatikan :


1. Patuhi teknik aseptik dengan cermat. Mengganti sarung tangan jika diperlukan.
Mengatur posisi kain steril di area rektum dan di bawahnya, untuk mengupayakan area
yang tidak terkontaminasi jika benang jatuh ke area tersebut.
2. Pencegahan trauma lebih lanjut yang tidak perlu pada jaringan insisi.
a. Penggunaan jarum bermata (berlubang) yang menggunakan dua helai benang
menembus jaringan, sedangkan tersedia jarum tanpa mata atau jarum swage-on
yang menarik sehelai benang menembus jaringan.
b. Penggunaan benang dan jarum dengan ukuran lebih besar daripada yang diperlukan.
1) catgut kromik 4-0 digunakan untuk perbaikan dinding anterior rektum pada
laserasi derajat empat, perbaikan laserasi klitoris
2) catgut kromik 3-0 digunakan untuk perbaikan mukosa vagina, jahitan subkutan,
jahitan subkutikular, dan perbaikan laserasi periuretra.
3) catgut kromik 2-0 digunakan untuk perbaikan sfingter ani eksterna, perbaikan
laserasi serviks, perbaikan laserasi dinding vagina lateral, dan jahitan dalam
terputus-putus pada otot pelvis.
Hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih ukuran diameter
benang adalah bahwa otot memerlukan benang yang lebih kuat. Semakin besar

Leni
Leni
Kusdiani
Kusdiani
A A

8 Leni Kusdiani A

88

Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
nomornya, benang semakin halus dan semakin kecil nomornya, semakin berat
benang dan semakin kuat tegangan benang.
Ukuran dan tipe jarum yang biasa digunakan adalah jarum jahit umum
(General Closure), swage-on (terpasang benang).
c. Penggunaan jarum traumatik yang tidak tepat, bukan jarum bundar atraumatik.
Jarum ini berbentuk segitiga dan setiap sisinya memiliki sisi pemotong. Banyak
klinisi yakin baha jarum potong tidak dibutuhkan untuk prosedur penjahitan.
Mereka lebih memilih jarum bundar yang memiliki titik runcing dan akan melewati
jaringan lunak dengan mudah dan dengan trauma yang lebih sedikit. Apabila
menggunakan jarum bundar akan lebih sedikit kemungkinan untuk menusuk atau
menyebabkan laserasi pembuluh darah.
d. Jumlah Fungsi jarum yang berlebihan yang tidak perlu terjadi, dapat disebabkan
oleh :
1) Penempatan jahitan yang salah sehingga perlu diangkat dan dijahit lagi.
2) Terlalu banyak jahitan, terlalu rapat. Terlalu banyak jahitan juga berarti jumlah
benang yang berlebihan di dalam luka, yang memperlambat proses penyembuhan
dengan menyebabkan reaksi inflamasi terhadap benda asing.anda harus
merencanakan dengan cermat prosedur penjahitan sebelum mulai menusukkan
jarum ke wanita.
e. Strangulasi jaringan karena jahitan yang terlalu ketat. Strangulasi jaringan
mengurangi kekuatan jaringan dan, jika jahitan terlalu ketat menyebabkan sirkulasi
tidak adekuat bahkan dapat menyebabkan jaringan lepas.
f. Tindakan berulang membersihkan dan menyentuh luka yang tidak perlu. Tindakan
ini dapat menyebabkan trauma lebih lanjut dan mengganggu pembekuan darah,
terutama jika menggunakan spons untuk menggosok-gosok, bukan untuk menyerap.
g. Penggunaan instrument yang merusak jaringan.

Leni
Leni
Kusdiani
Kusdiani
A A

9 Leni Kusdiani A

99

Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
3. Angkat bekuan-bekuan darah sebelum penjahitan luka. Apabila bekuan darah ikut
tejahit dapat menjadi tempat untuk pertumbuhan bakteri, reaksi inflamasi, dan
kerusakan jaringan serta menggagalkan proses perbaikan.
4. Pastikan hemostasis yang terlihat sebelum menjahit luka. Hal ini menghindari
pembentukan hematoma yang secara keseluruhan dapat mengganggu proses perbaikan
yang disertai infeksi dan kerusakan jaringan serta kegagalan perbaikan.
5. Penyatuan jaringan yang akurat, menutup semua kemungkinan adanya ruang sisa.
Ruang sisa telah melemahkan kemampuan penyembuhan jaringan. Selain itu juga
menyebabkan timbulnya suatu titik yang tidak menghasilkan tekanan, yang kondusif
untuk pembentukan hematoma, juga dapat menjadi fokus pertumbuhan bakteri dan
infeksi. Simpul harus cukup pas untuk memastikan perlekatan, tetapi tidak ketat, yang
dapat menyebabkan nekrosis jaringan.
Benang yang sering digunakan untuk memperbaiki episitomi dan laserasi adalah
catgut kromik. Catgut adalah benang yang dapat diserap karena terbuat dari jaringan
binatang (usus sapi) dan terutama terdiri dari kolagen. Kolagen adalah suatu protein asing
dalam tubuh manusia dan terurai oleh kerja enzim pencernaan (proteolisis). Catgut
kromik adalah benang catgut yang telah dikombinasi dengan garam-garaman krom.
Fungsi garam-garam krom ini adalah menunda proses proteolisis yang menyebabkan
catgut diabsorpsi, sehingga memperpanjang waktu agar benang dapat dipertahankan
dalam jaringan bersama-sama selama proses penyembuhan. Catgut akan diabsorpsi
kurang lebih dalam 1 minggu dan akan mulai kehilangan kekuatannya dalam 3 hari.
Catgut kromik menunda absorpsi selama 10 sampai 40 hari, dan umumnya dapat
mempertahankan kekuatannya selama 2 sampai 3 minggu. Hal ini dapat menyokong luka
dengan periode waktu yang lebih lama sementara luka tersebut mengalami proses
penyembuhan.
Catgut memiliki kerugian, menyebabkan reaksi peradangan jaringan yang
mencolok. Hal ini dapat menyebabkan edema, yang menyebabkan ketegangan pada

Leni Kusdiani
Leni Kusdiani
A
A

10 Leni Kusdiani A

10 10

Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
benang dan dapat menyebabkan nekrosis jaringan. Akibatnya terbentuk jaringan parut
yang berlebihan.
Hal-hal yang harus dilakukan sebelum penjahitan luka perineum :
1. Mengukur kedalaman luka sebelum penjahitan sehingga dapat diidentifikasi
kedalaman sebenarnya yang perlu diperbaiki di bawah lapisan mukosa.
2. Memulai setiap garis benang sekurang-kurangnya 1 cm melebihi apeks luka agar dapat
mencakup setiap pembuluh darah yang diretraksi.

Sisa Plasenta
Mungkin saja tidak ada perdarahan dengan sisa plasenta
Sewaktu suatu bagian dari plasenta satu atau lebih lobus tertinggal, maka uterus tidak
dapat berkontraksi secara efektif.
Gejala dan tanda yang selalu ada

Plasenta atau sebagian selaput (mengandung pembuluh darah) tidak lengkap.


Perdarahan segera

Gejala dan tanda yang kadang-kadang ada

Uterus berkontraksi tetapi tinggi fundus tidak berkurang

Penatalaksanaan

Raba bagian dalam uterus untuk mencari sisa plasenta. Eksplorasi manual uterus
menggunakan teknik yang serupa dengan teknik yang digunakan untuk

mengeluarkan plasenta yang tidak keluar.


Keluarkan sisa plasenta dengan tangan, cunam ovum, atau kuret besar.
Catatan : jaringan yang melekat dengan kuat, mungkin merupakan plasenta akreta.
Usaha untuk melepaskan plasenta yang yang melekat kat dapat mengakibatkan
perdarahan berat atau perforasi uterus, yang biasanya membutuhkan tindakan
histerektomi.

Leni Kusdiani
Leni Kusdiani
A
A

11 Leni Kusdiani A

11 11

Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Jika perdarahan berlanjut, lakukan uji pembekuan darah dengan menggunakan uji
pembekuan darah sederhana. Kegagalan terbentuknya bekuan darah darah setelah
7 menit atau terbentuknya bekuan darah yang lunak yang mudah hancur
menunjukkan adanya kemungkinan koagulopati.

Robekan perineum adalah laserasi disekitar jaringan perineum yang terjadi selama
kelahiran bayi di kala II persalinan.

Gejala dan tanda robekan jalan lahir yang selalu ada


Perdarahan segera
Darah segar yang mengalir segera setelah bayi lahir
Uterus berkontraksi baik
Plasenta lengkap
Gejala dan tanda robekan jalan lahir yang kadang kadang ada
Pucat
Lemah
Menggigil

Ada 4 Jenis Robekan Perineum.


1. Derajat I : Mukosa Vagina, Forchete posterior, Kulit perineum.
2. Derajat II : sama dengan derajat I ditambah Otot perineum.
3. Derajat III : sama dengan derajat dua ditambah Otot sfingter ani.
4. Derajat IV : sama dengan derajat III ditambah dinding depan rektum.

Leni Kusdiani
Leni Kusdiani
A
A

12 Leni Kusdiani A

12 12

Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Penatalaksanaan
Periksalah dengan seksama dan perbaiki robekan pada serviks atau vagina dan
perineum.

Lakukan penjahitan

Penjahitan Ruptur Perineum Tingkat II


Dibuat jahitan kira-kira 1 cm diatas apeks laserasi, kemudian mukosa vagina dan
fascia rektrovagina dibawahnya dijahit jelujur.
Tepat sebelum cincin hymen, masukkan jarum ke dalam mukosa vagina lalu
kebawah cicin hymen sampai jarum ada di bawah laserasi.
Teruskan kearah bawah tapi tetap pada luka, menggunakan jahitan jelujur. Setelah
mencapai ujung laserasi, arahkan jarum keatas dan teruskan penjahitan, menggunakan
jahitan jelujur untuk menutup lapisan subkutikuler. Tusukkan jarum dari robekan
perineum kedalam vagina. Ikat benang dengan membuat simpul di dalam vagina.
Infiltrasi Lokal / Anestesi
Infiltrasi lokal digunakan ketika anestesi diperlukan untuk memperbaiki laserasi
atau episiotomi jika anestesi sebelum persalinan telah habis, blok pudendal setelah
persalinan gagal, atau infiltrasi local merupakan jenis yang dipilih.
Ukuran, panjang jarum dan jumlah anestesi yang digunakan tergantung pada
laserasi. Jarum ukuran 22 dengan panjang 1 inci baik digunakan untuk infiltrasi. Teknik
infiltrasi lokal adalah dengan memasukkan ujung jarum pada ujung atau sudut laserasi
dan kemudian menjalankannya sepanjang luka atau sepanjang garis dimana jahitan akan
dibuat. Kemudian setelah aspirasi, obat anestesi diinjeksikan ketika jarum ditarik ke titik
pemasukan. Injeksi obat dihentikan ketika jarum diarahkan kembali disepanjang garis
jahitan yang akan dibuat, dan proses diulang sampai seluruh area yang mungkin terasa
sakit teranestesi.

Leni Kusdiani
Leni Kusdiani
A
A

13 Leni Kusdiani A

13 13

Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Prinsip Prinsip Penjahitan Ruptur Perineum
Pemeriksaan colok dubur dapat membantu dalam menentukan luasnya kerusakan
dan memastikan bahwa laserasi tingkat 3 dan 4 yang tidak terdeteksi dapat terlihat.
Dalam melakukan penjahitan rupture perineum diperlukan cahaya dan visualisasi
yang baik, peralatan yang tepat, jenis benang dan anestesi yang adekuat.

Sisa Plasenta
Mungkin saja tidak ada perdarahan dengan sisa plasenta
Sewaktu suatu bagian dari plasenta satu atau lebih lobus tertinggal, maka uterus tidak
dapat berkontraksi secara efektif.
Gejala dan tanda yang selalu ada

Plasenta atau sebagian selaput (mengandung pembuluh darah) tidak lengkap.


Perdarahan segera

Gejala dan tanda yang kadang-kadang ada

Uterus berkontraksi tetapi tinggi fundus tidak berkurang

Penatalaksanaan

Raba bagian dalam uterus untuk mencari sisa plasenta. Eksplorasi manual uterus
menggunakan teknik yang serupa dengan teknik yang digunakan untuk

mengeluarkan plasenta yang tidak keluar.


Keluarkan sisa plasenta dengan tangan, cunam ovum, atau kuret besar.
Catatan : jaringan yang melekat dengan kuat, mungkin merupakan plasenta akreta.
Usaha untuk melepaskan plasenta yang yang melekat kat dapat mengakibatkan
perdarahan berat atau perforasi uterus, yang biasanya membutuhkan tindakan

histerektomi.
Jika perdarahan berlanjut, lakukan uji pembekuan darah dengan menggunakan uji
pembekuan darah sederhana.

Leni Kusdiani
Leni Kusdiani
A
A

14 Leni Kusdiani A

14 14

Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out

Pilihlan jawaban yang paling benar


1. Definisi dari Robekan Perineum......
a.

laseri yang terjadi disekitar jaringan perineum selama kelahiran bayi pada
kala II persalinan.

b.

laseri yang terjadi disekitar jaringan perineum selama kelahiran bayi pada kala I
persalinan.

c.

laseri yang terjadi disekitar jaringan perineum selama kelahiran bayi pada kala III
persalinan.

d.

laseri yang terjadi disekitar jaringan perineum selama kelahiran bayi pada kala IV
persalinan.

e.

laseri yang terjadi disekitar jaringan portio selama kelahiran bayi pada kala II
persalinan.

Leni Kusdiani
Leni Kusdiani
A
A

15 Leni Kusdiani A

15 15

Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
2. Dibawah ini yang bukan merupakan tanda dan gejala perdarahan kala IV yang
disebabkan robekan jalan lahir adalah...
a.

Perdarahan segera

b.

Darah segar yang mengalir segera setelah bayi lahir

c.

Uterus tidak berkontraksi dengan baik

d.

Plasenta lengkap

e.

Uterus berkontraksi dengan baik

3. Sampai derajat berapa Jenis Robekan Perineum.......


a.

Derajat 5.

b.

Derajat 4.

c.

Derajat 3.

d.

Derajat 2.

e.

Derajat 6.

4. Luas jaringan yang rusak pada derajat I robekan perineum adalah....


a.

Mukosa vagina, forchete posterior, kulit perineum, otot perineum.

b.

Mukosa vagina, forchete posterior, kulit perineum, otot perineum, otot sfingter
ani.

Leni Kusdiani
Leni Kusdiani
A
A

16 Leni Kusdiani A

16 16

Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
Hand Out
c. Yang termasuk Predisposisi robekan perineum Mukosa vagina, forchete posterior,
kulit perineum, otot perineum, otot sfingter ani, dinding depan rektum.
d.

Mukosa vagina, forchete posterior, kulit perineum.

e.

Mukosa vagina, forchete posterior.

5. Penjahitan mukosa vagina dijahit dengan jenis jahitan.....


a.

Interlocking

b.

Interrupted

c.

Satu-satu

d.

Subkutikuler

e.

Jelujur

Leni Kusdiani
Leni Kusdiani
A
A

17 Leni Kusdiani A

17 17