Anda di halaman 1dari 14

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA

PERENCANAAN DAN
PELAKSANAAN PEMBANGUNAN
MELALUI PNPM MANDIRI
PERKOTAAN

Siklus Program

3
an

p
ha
a
T

na
ca
n
re
Pe

Membangun
BKM

KSM

Pemetaan
Swadaya

PJM
Pronangkis

BLM

Sinergi
dengan
Perencanaan
Daerah

Refleksi
Kemiskinan

Rembuk
Kesiapan
Masyarakat

Ta
ha
p

Evaluasi
Program

Pelaksanaan
dan
Pemantauan

Ev
a lu
asi

ha
Ta

n
aa
n
a
ks
a
l
e
pP

Input

R3T
Masyarakat
Faham
komitmen

Proses

Output

Tidak
BERDAYA
(Masyarakat
Miskin)

Intervensi
Keg.Siklus

Masyarakat
BERDAYA

Penyiapan
Masyarakat
oleh Faskel

Tujuan Pembelajaran
Belajar
melakukan
perbaikan
Sikap /
Prilaku /
Cara pandang

Pembentukan
BKM
Pembuatan
PJM Pronangkis

Belajar
Bersinergi
diantara
masyarakat

Belajar
Membuat
Program
Kegiatan

Pemanfaatan Dana
BLM

Belajar
Aplikasi
Rencana
Kegiatan

Hasil yang Diharapkan

Peneladanan
Prinsip dan
Nilai Luhur
Kemanusiaan

Lembaga
Masyarakat
yang
Representatif dan
Mengakar

Mencerminkan
TRIDAYA

Semata
untuk
Penanggulangan
Kemiskin
an

Masyarakat
MANDIRI

CHANNELING
Program

Menuju
Masyarakat
MADANI
Neighborhood
Development

PAKET

Belajar
Kemitraan
Pemda &
Masyarakat
Terjadi
Sinergi
antara
Pemda &
Masyarakat

Belajar
Mampu
Mengakses
SumberDaya
disekitarnya

Berhasil
Bermitra
dengan
SumberDaya
lainnya

Belajar
Mengelola
Pembangunan
Lingkungan
Permukiman

Kolaborasi
Pembangunan
Lingkungan
Permukimanbe
rbasis
Komunitas dgn
prinsip Good
Governance

Tujuan PNPM Mandiri Perkotaan


1. Mewujudkan harmonisasi dan sinergi berbagai program
pemberdayaan masyarakat dalam rangka penanggulangan
kemiskinan (sesuai kebijakan PNPM)
2. Peranan Pemerintah Daerah dan Instansi sektoral
semakin nyata dan terpacu menerapkan model
pembangunan partisipatif serta memperkuat kemitraan
masyarakat dengan pemerintah dan kelompok peduli
setempat dalam penanggulangan kemiskinan.

3. Capaian manfaat program kepada Kelompok sasaran


(masyarakat miskin) semakin efektif. (peningkatan IPMMDGs)

Sasaran PNPM MANDIRI PERKOTAAN


1. Terbangunnya kelembagaan masyarakat (BKM/LKM)
yang aspiratif, representatif, dan akuntabel untuk
mendorong tumbuh dan berkembangnya partisipasi
dan kemandirian masyarakat
2. Tersedianya (PJM Pronangkis) sebagai wadah sinergi
berbagai program penanggulangan kemiskinan yang
sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan masyarakatnya.
3. Meningkatnya akses dan pelayanan kebutuhan dasar
bagi warga miskin perkotaan menuju capaian sasaran
IPM-MDGs

Strategi Pelaksanaan
1. Melembagakan Pola Pembangunan partisipatif yang Pro-poor dan
berkeadilan, melalui :

Pembangunan lembaga masyarakat (BKM) yang representatif, akuntabel,


dan mampu menyuarakan kepentingan masyarakat dalam proses-proses
pengambilan keputusan;
Perencanaan Partisipatif dalam menyusun PJM-Pronangkis berbasis IPMMDGs

2. Menyediakan BLM secara transparan untuk mendanai kegiatan


penanggulangan kemiskinan yang mudah dilakukan oleh
masyarakat dan membuka kesempatan kerja, melalui :

Pembangunan ekonomi lokal


Pembangunan sarana / prasarana lingkungan
Pembangunan SDM (pelatihan2)

3. Memperkuat keberlanjutan program, dengan:

Menumbuhkan rasa memiliki dikalangan masyarakat melalui proses


penyadran kritis dan pengelolaan hasil-hasilnya.
Meningkatkan kemampuan perangkat pemerintah dlm perencanaan,
penganggaran, dan pengembangan paska proyek.
Meningkatkan efektifitas perencanaan dan penganggaran yang lebih propoor dan berkeadilan.

Hasil / Keluaran Program


1. Terbangunnya BKM/LKM sebagai lembaga
masyarakat yang mengakar dan representatif yang
mampu menyelenggarakan program penanggulangan
kemiskinan berbasis pencapaian peningkatan Indeks
Pembangunan Manusia (IPM-MDGs) di wilayahnya
masing-masing;
2. Kesejahteraan masyarakat meningkat dengan
pelaksanaan PJM Pronangkis berbasis Tridaya dan
Peningkatan Kinerja IPM-MDGs

3. Pemerintah Daerah bersama masyarakat berhasil


mensinergikan dan harmonisasi program
Penanggulangan kemiskinan dalam rangka
meningkatkan IPM-MDGs di wilayahnya.

PENATAAN LINGKUNGAN
PERMUKIMAN BERBASIS
KOMUNITAS (PLPBK)

Terwujudnya masyarakat yang hidup secara harmonis dalam


lingkungan yang aman, tertib, sehat, produktif, berjati diri dan
lestari (sustainable)
Untuk mencapai pembangunan permukiman yang berkelanjutan
ditempuh tiga jalur sebagai berikut
1) Orientasi pada perubahan perilaku (attitude),

2) Orientasi pada Pengelolaan oleh


community management), serta
3) Orientasi
pada
(entrepreneurship).

inovasi

dan

masyarakat

kreativitas

sendiri

(self

masyarakat

1
0

1. Dokumen Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman


(RTPLP) Kelurahan yang disusun secara partisipatif oleh
masyarakat bersama pemerintah;
2. Aturan Bersama tentang pembangunan/pengelolaan
permukiman dan tanggap bencana yang disepakati masyarakat
bersama pemerintah sebagai komitmen bersama (AB);
3. Lembaga pengelola pembangunan SEL (sosial, ekonomi dan
lingkungan) yg handal yang mampu berperan sebagai pusat
pelayanan masyarakat (community services) dalam memenuhi
kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya
4. Lingkungan permukiman yang sehat, tertib, selaras, berjati diri,
produktif dan lestari yang dilakukan oleh masyarakat dengan
bimbingan pemerintah dan dukungan berbagai pihak dgn
berbagai sumber daya
1
1

Menuju Cita-cita: masyarakat


sejahtera (Madani).
Masyarakat berencana
membangun tatanan
kehidupan warganya,
berdasarkan visi masa
depan yang dibangun
bersama.

Masyarakat diberi
kebebasan untuk
membangun kerangka
permasalahan,
mengembangkan
alternatif2, dan
mengelola hasil-hasil
pembangunannya,

Tata kehidupan dan hunian yang


sehat, produktif, berjatidiri, dan
berkelanjutan

Pengembangan Lanjut Modal Sosial


Prilaku :
Tertib
Aman
Bersih
Sehat
Produktif

Pengaturan Ketertiban
dan Keamanan
Lingkungan

Pembangunan Pranata
(community management)
Pengembangan Sentra
Ekonomi Bersama, Jaring
Produksi dan Pemasaran
Pemb Sentra Pelayanan
Sosial Komunitas

Pengaturan
Kebersihan dan
Kesehatan Lingkungan

tentunya dengan
masukan dari para
profesional dan
perangkat pemerintah.

HASIL:
Lingk.Perkim yg
Sehat
Produktif,
Berjati Diri &
Lestari

Menumbuhkan
Kreatifitas dan
Inovasi
(Community
Enterpreneurship)

Perencanaan Lingkungan permukiman


dalam bentuk RTBL
Kelurahan

Neighborhood Development Plan (RPLP/RTPLP)

Pemb.Bdn Usaha
Kel/Ds, pengemb.
koperasi/UKM, akses
modal perbankan, dll

Pemb.akses pelayanan pendidikan, kesehatan, gizi, dll

Pembangunan
fasos/fasum dan
sarana/prasarana
lingkungan
permukiman

12

RWT

-PENETAPAN RENTA
(PJM PRIORITAS)
- INDIKATOR
PROPOSAL YG LAYAK
DIDANAI BLM

SOSIALISASI

REMBUG
PEMBENTUKAN
KSM

PENGAJUAN
PROPOSAL
KE BKM
RAPAT BKM
PENENTUAN
PRIORITAS
KEGIATAN

BLM

NEGOSIASI
DG KSM
ALOKASI
BLM

RPD

BIMBINGAN
/PELATIHAN
KSM
PENYUSUNAN
PROPOSAL

REMBUG
PENGGALIAN
SWADAYA

REALISASI
KEGIATAN
KSM

Terima Kasih ...

14