Anda di halaman 1dari 22

DISFUNGSI DAN ABNORMALITAS DALAM

PSIKOLOGI KLINIS

Definisi Abnormalitas
Banyak istilah untuk mengemukakan atau mendefinisikan arti
abnormalitas, diantaranya : perilaku abnormal, perilaku
maladaptif, gangguan emosional, patologis, psikopatologis,
gangguan mental, dsb
Akan tetapi seluruh istilah tersebut merujuk pada kondisi
dimana individu umumnya :
1. unhappy
2. unable to cope effectively with life demands
3. limited in their ability to love, work, or find meaning in their
life
4. either over extended periods or in brief, stress-related
episodes

Lanjutan.
Termasuk ke dalam disfungsi psikopatologis adalah :
1. injury of nervous system (brain syndromes)
2. emosional problems resulting in somatic diseases
(psychosomatic conditions)
3. Deliquency & Social Deviance (alcoholism, drug
addiction, criminality)
4. Psychosocial problems (malajustment, immaturity
reactions)

Definisi gangguan jiwa menurut awam


Keyakinan bahwa perilaku abnormal selalu kacau,
misalnya : pelaku pembunuhan selalu kejam, bunuh
diri selalu dramatis, pelecehan seksual yang
berlebihan atau biadab
Gagasan antara normal dan abnormal yang terkesan
berbeda tajam, yaitu : batasan normal dan abnormal
dipandang sebagai kriteria pribadi dimana pola
perilaku normal dan abnormal dilakukan oleh setiap
individu sebagai upaya untuk menanggulangi situasi
yang dianggap menekan.

Lanjutan
Pandangan bahwa gangguan mental merupakan
stigma turunan
Pandangan bahwa jenius merupakan hal yang setara
dengan gila. Misal : pelukis van Gogh yang
schizophrenia dsb
Pandangan bahwa pasien mental berbahaya dan
tidak bisa disembuhkan. Tingkat kesembuhan
bergantung pada benarnya tindakan penyembuhan
yg dilakukan dan tingkat keparahan itu sendiri.
Family & Social support juga memiliki pengaruh yg
signifikan

Lanjutan
Keyakinan bahwa penderita gangguan mental
tidak terhormat, misalnya : orang malu jika
harus datang ke psikolog atau psikiater
Ketakutan yang berlebihan untuk menderita
gangguan jiwa

Definisi gangguan jiwa menurut ahli


Suffering
Adanya perasaan, pikiran dan perilaku yang tidak
nyaman dan membuat individu merasa menderita
Maladaptiveness
Irrationality
Unpredictability and loss of control
Rareness and unconventionality
Observer discomfort
Violation of standard

Klasifikasi gangguan kejiwaan


DSM IV-TR (Diagnostic and Statistical Manual
of Mental Disorders) - APA
ICD-10 (International Clasification Diagnostic
of Mental Disorder) PBB especially WHO
PPDGJ III (Pedoman Penggolongan Diagnostik
Gangguan Jiwa)

Axis I Sindrom Klinis


Gangguan yang biasanya di diagnosis pertama kali
pada masa bayi, anak-anak atau remaja (ADHD,
gangguan perkembangan pervasif, gangguan
motorik, dsb)
Delirium, Dementia, Amnesia dan Gangguan
Kognitif lainnya
Gangguan yang berkaitan dengan penyalahgunaan
zat
Skizophrenia dan gangguan psikotik lainnya
Mood disorder (bipolar disorder)
Anxiety disorder (panik, phobia, PTSD, OCD)

Lanjutan

Somatoform disorder (hipokondriasis)


Dissosiative disorder
Sexual & Identity disorder
Eating disorder
Sleep disorder
Impulse control (kleptomania, judi yang tidak
terkendali)
Gangguan penyesuaian diri

Lanjutan
Kondisi lain yang menjdi fokus perhatian klinis :
1. Academic problem
2. Antisocial behavior
3. Malingering
4. Marital problem
5. Relational problem (sibling)
6. Occupational problem
7. Physical or sexual abuse
8. Uncomplicated bereavement

Aksis II
Gangguan kepribadian : paranoid, schizoid,
schizotypal, antisocial, borderline, histrionic,
narcistic, avoidant, dependent, obsesive
compulsive
Retardasi Mental
Aksis III
Kondisi medik umum

Aksis IV

Masalah dengan primary support group


Masalah yang terkait dengan lingkungan sosial
Masalah pendidikan
Masalah pekerjaan
Masalah perumahan/ kondisi lingkungan rumah
Masalah ekonomi
Masalah akses layanan kesehatan
Masalah yang berkaitan dengan hukum atau kriminal
Masalah psikososial dan lingkungan lain

Aksis V (GAF Scale Global Assessment of


Functioning Scale)
91-100 (Berfungsi secara optimal pada bidang yang luas,
masalah hidup dapat diatasi sendiri dengan baik karena
kualitas dirinya positif. Tidak ada simptom)
81-90 (Ada sedikit simptom, mis : sedikit cemas
menjelang ujian), berfungsi secara baik dalam semua
bidang kehidupan, berminat & terlibat dalam berbagai
aktivitas, efektif secara sosial, umumnya merasa puas
terhadap hidupnya, masalah tidak lebih dari
permasalahan biasa dalam kehidupan sehari-hari (misal :
adu argumentasi dengan anggota keluarga)

Lanjutan
71-80 (Bila ada simptom merupakan reaksi
yang biasa timbul karena stresor psikososial,
misal : sulit konsentrasi setelah adu
argumentasi dalam keluarga), ada sedikit
gangguan dalam kehidupan sosial, pekerjaan
atau sekolah (misal : kadang terlambat
mengumpulkan tugas sekolah)

Lanjutan
61-70 (Beberapa simptom ringan, misal : sedih
dan insomnia ringan) ATAU sedikit kesulitan
dalam kehidupan sosial, pekerjaan atau
sekolah (misal : kadang berbohong, mencuri di
rumah) tetapi fungsi secara umum cukup baik,
mempunyai hubungan interpersonal yang
cukup berarti

Lanjutan
51-60 (Beberapa simptom pada taraf sedang,
efek datar dan bicara ngelantur, kadangkadang serangan panik); ATAU gangguan
fungsi pada taraf sedang dalam kehidupan
sosial, pekerjaan atau sekolah (misal : tidak
punya teman, kehilangan pekerjaan).

Lanjutan
41-50 (Simptom yang serius, misal keinginan
untuk bunuh diri, perilaku obsesif cukup kuat,
sering mengutil) ATAU gangguan yang cukup
serius pada fungsi kehidupan sosial,
pekerjaan, sekolah, misal : tidak punya teman,
kehilangan pekerjaan).

Lanjutan
31-40 (Beberapa gangguan dalam reality testing atau
komunikasi, misal : bicara tidak logis, tidak bisa
dimengerti/ tidak relevan) ATAU gangguan dalam
beberapa bidang kehidupan seperti pekerjaan,
sekolah, hubungan keluarga, judgement, berfikir atau
mood, misal : menyendiri, menolak keluarga, tidak
mampu bekerja, anak2 sering menyerang orang lain
yang lebih muda, di rumah tidak patuh, tidak naik
kelas)

Lanjutan
21-30 (perilaku dipengaruhi oleh halusinasi/
delusi. ATAU gangguan yg serius dalam
komunikasi, judgement, kadang incohenernt,
perilaku tidak adekuat, percobaaan bunuh
diri). ATAU ketidakmampuan menjalankan
fungsi dalam semua hampir bid. Kehidupan
(mis : tidur sepanjang hari, tidak punya
pekerjaa, rumah dan teman)

Lanjutan
11-20 mengancam dan menyakiti orang lain,
(mis : usaha bunuh diri tanpa keinginan untuk
mati, sering melakukan tindakan kekerasan,
mania ATAU tidak bisa menjaga personal
hygiene atau gangguan berat dalam bidang
komunikasi (mutism)

Lanjutan
1-10 secara persisten membahayakan dirinya
dan orang lain (mial tindakan kekerasan
berulang-ulang), tidak bisa menjaga personal
hygiene dan usaha bunuh diri disertai
keinginan untuk mati
0 (inadequat information)