Anda di halaman 1dari 15

TUGAS INDIVIDU

MANAJEMEN AKUAKULTUR PAYAU

BUDIDAYA RUMPUT LAUT GANGGANG HIJAU


(CHLOROPYCEAE) CHLORELLA

NAMA

: JANE TRIANA TANGKE

NIM

: L22112258

JURUSAN PERIKANAN
FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2014

BAB I
PENDAHULUAN
Latar belakang
Dalam pembangunan diwilayah pesisir, salah satu pengembangan
kegiatan ekonomi yang sedang digalakkan pemerintah adalah pengembangan
budidaya rumput laut. Melalui program ini diharapkan dapat merangsang
terjadinya pertumbuhan ekonomi wilayah akibat meningkatnya pendapatan
masyarakat setempat. Pengembangan budidaya rumput laut di Indonesia dirintis
sejak tahun 1980-an dalam upaya merubah kebiasaan penduduk pesisir dari
pengambilan sumberdaya alam ke arah budidaya rumput laut yang ramah
lingkungan dan usaha budidaya ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat
pembudidaya juga dapat

digunakan untuk mempertahankan kelestarian

lingkungan perairan pantai (Ditjenkan Budidaya, 2004).


Pengembangan budidaya rumput laut merupakan salah satu alternative
pemberdayaan masyarakat pesisir yang mempunyai keunggulan dalam hal : (1)
produk yang dihasilkan mempunyai kegunaan yang beragam, (2) tersedianya
lahan untuk budidaya yang cukup luas serta (3) mudahnya teknologi budidaya
yang diperlukan (Departemen Kelautan dan Perikanan, 2001).

Tujuan
Mahasiswa dapat mengetahui cara membudidayakan rumput laut serta
dapat diaplikasikan.

BAB II
PEMBAHASAN
Alga Hijau (Chlorophyceae) Mempunyai pigmen klorofil a, klorofil b, karoten
dan xantofil. Ganggang ini juga dapat melakukan fotosintesis. 90% hidup di air
tawar dan 10% hidup di laut. Yang hidup di air umumnya sebagai plankton atau
bentos, juga menempel pada batu dan tanah. Ganggang hijau merupakan
kelompok ganggang yang paling banyak jumlahnya diantara gangganga lain.
Cara

reproduksi

dengan

fragmentasi

dan

konyugasi.

Contoh

Chlorella : bersel satu, bentuk bulat, kloroplas menyerupai mangkuk atau


lonceng, hidup di air tawar/ laut/ payau/ darat, pembiakan vegetatif dengan
pembelahan sel dan tiap sel membentuk 4 sel anakan. Beberapa ahli
beranggapan ganggang ini dapat dimanfaatkan kelak untuk memproduksi bahan
makanan

baru

bagi

manusia,

yakni

protein,

lemak

dan

karbohidrat.

Ulva : terdapat di dasar pantai berbatu, berupa lembaran yang disebut selada
air dan dapat dimakan.
Spiroggyra: berbentuk benang (filamen) silindris, hidup di kolam, sawah atau
perairan yang airnya tidak deras, reproduksi vegetatif dengan fragmentasi,
generatif dengan konyugasi yaitu dua Spirogyra yang bertonjolan berdekatan,
kemudian dua tonjolan bergabung membentuk pembuluh, protoplasma isi sel
yang berlaku sebagai gamet, gamet sel yang satu pindah ke gamet sel yang lain
dan terjadilah plasmogami dan diikuti kariogami, hasil persatuan ini berupa
zigospora diploid, zigospora mengadakan meiosis dan tumbuh menjadi benang
baru yang haploid, dan hanya satu sel yang menjadi individu baru.
Chlamidomonas: berbentuk bulat telur dengan dua flagelum, satu vakuola dan
satu nukleus. Ditemukan butir stigma dan pirenoidyang berfungsi sebagai pusat
pembentukan tepung (amilum). Reproduksi dilakukan membelah diri dan

konyugasi.
Euglena: juga dikelompokan ke dalam protozoa (hewan), karena selain
mempunyai

klorofil

juga

dapat

berpindah

tempat.

Hydrodictyon: ditemukan di air tawar dan koloninya berbentuk jala. Reproduksi


vegetatif dengan fragmentasi (pemisahan) sel koloni menghasilkan zoospora,
sedang generatif dengan konyugasi sel gamet yang dilepas dari induknya
menghasilkan zigospora.
Oedogonium: biasanya melekat pada tanaman air, rumaha siput dan lain-lain.
Chara : bentuknya seperti tumbuhan tingkat tinggi, terdapat di air tawar. Batang
beruas-ruas dan tiap ruas bercabang kecil.Peranan ganggang hijau dalam
kehidupan:
a.

Menguntungkan:
sebagai plankton dan merupakan komponen penting dalam rantai
makanan air tawar.

dapat

dipakai

sebagai

makanan,

misal

Ulva

dan

Chlorella.

penghasil O2 dari proses fotosintesis yang diperlukan oleh hewan-hewan


air.
b.

Merugikan:
ganggang hijau dapat mengganggu bila perairan terlalu subur, sehingga
air akan berubah warna dan berbau. Chlorophyta (algae hijau) adalah
tumbuhan yang berwarna hijau yang mirip dengan tumbuhan tinggi
berdasarkan pigmennya, khlorofil a dan b, karotin dan xantofil. Dinding sel
terdiri dari sellulosa dan pektin, dan hasil fotosintesisnya adalah
karbohidrat (tepung). Terdapat perkapuran pada beberapa jenis,. Jenisjenis dari divisi ini adalah makroskopis, filamen, ( benang ), sefon ( bunga
karang ) atau bentuk thallus.

Sel-sel ganggang hijau mempunyai khloroplas yang berwarna hijau, dan


mengandung khlorofil a dan b serta karetinoid. Pada chloroplas terdapat
perenoid. Hasil asimilasi berupa tepung dan lemak, terdiri dari sel-sel yang
merupakan koloni berbentuk benang yang bercabang-cabang, hidupnya ada
yang diair tawar, air laut dan juga pada tanah yang lembab atau yang basah
klasifikasi dari alga hijau ini sebagai berikut :
Divisio

:Chlorophyta

Classsis

:Cholrophyceae

Ordo

:Ulvales

Familia

:Ulvaceae

Genus

:Ulva

Species

: Ulva sp.

Adapun ciri-ciri dari alga ini adalah :

Reproduksi mempunyai stadia berbuluk cambuk, seksual dan aseksual.


Mengandung khlorofil a dan b, beta, gamma karoten dan santhofil.
Berwarna hijau

Persediaan (cadangan) makanan berupa kanji dan lemak.

Dalam dinding selnya terdapat selulosa, sylan dan mannan.

Memiliki thilakoid

Dalam plastiada terdapat pirenoid sebagai tempat penyimpanan produk


hasil sintesis.

Thalli satu sel, berbentuk pita, berupa membaran, tubulat, dan kantong
atau bentuk lain.

a.Ciritalus
1. Ada yang bersatu dan bersel banyak (koloni )

2. Bentuk tubuh ada yang bulat, filament, lembaran, dan ada yang menyerupai
tumbuahn tinggi, misalnya bryopsis,
3. Kloroplasnya beraneka bentuk dan ukurannya, ada yang seperti mangkok,
seperti busa, seperti jala, dan seperti bintang,
4. Pada pirenoid yang terdapat pada kloroplas gangganh hiaju motil dan pada sel
reproduktif yang bergerak terdapat stigma (bintik mata merah).
5. Pada sel yang dapat bergerak terdepat vakuola kontraktil didalam
sitoplasmanya,

vakuola

ini

berfungsi

sebagai

alat

osmoregulasi.

6. Inti ganggang ini memiliki membrane, sehingga bentuknya tetap, disebut


eukarion.
7. Pada ganggang hijau yang bergerak terdapat dua flagella yang sama panjang,
macamnya adalah stikonematik, pantonematik, dan pantokronematik.
b. Habitat
Habitat ganggang ini diair tawar, air laut, tanah tanah yang basah , ada pula
yang hidup di tempat tempat kering.
c. Cara hidup
Ganggang hiaju hidup secara autotrof. Namun ada pula yang bersimbiosis
dengan organism lain, mislanya dengan jamur membentuk lumut kerak.
d. Reproduksi
Reproduksi aseksual terjadi dengan pembentukan zoospore, yaitu spora yang
dapat bergerak atau berpindah tempat. Reproduksi aseksualnya berlangsung
secara konjugasi.Hasil konjugasi berupa suatu zigospora , zigospora tidak
mempunyai alat gerak.
Contoh bebrapa jenis alga hijau, antara lain : spirogyra.volvox, chalamidomonas,
vulva dan stigeoslonium.
Dinding sel

Dari

Wikipedia

bahasa

Indonesia,

ensiklopedia

bebas

Langsung ke: navigasi, cari


Sel

tumbuhan

dipisahkan

oleh

dinding

sel

yang

transparan.

Dinding sel adalah struktur di luar membran plasma yang membatasi ruang bagi
sel untuk membesar. Dinding sel merupakan ciri khas yang dimiliki tumbuhan,
bakteri,

fungi

(jamur),

dan

alga,

meskipun

struktur

penyusun

dan

kelengkapannya berbeda.
Dinding sel menyebabkan sel tidak dapat bergerak dan berkembang
bebas, layaknya sel hewan. Namun demikian, hal ini berakibat positif karena
dinding-dinding sel dapat memberikan dukungan, perlindungan dan penyaring
(filter) bagi struktur dan fungsi sel sendiri. Dinding sel mencegah kelebihan air
yang masuk ke dalam sel.
Dinding sel terbuat dari berbagai macam komponen, tergantung golongan
organisme. Pada tumbuhan, dinding-dinding sel sebagian besar terbentuk oleh
polimer karbohidrat (pektin, selulosa, hemiselulosa, dan lignin sebagai penyusun
penting). Pada bakteri, peptidoglikan (suatu glikoprotein) menyusun dinding sel.
Fungi memiliki dinding sel yang terbentuk dari kitin. Sementara itu, dinding sel
alga terbentuk dari glikoprotein, pektin, dan sakarida sederhana (gula).

Umumnya

Eukariotik,

berinti

satu

atau

banyak

(Kanositik)

Bersifat binthik atau planktonik.

Sel Prokariotik & Eukariotik


Setiap organisme tersusun dari salah satu diantara dua jenis sel yang
secara struktural berbeda, sel prokariotik dan sel eukariotik. Hanya bakteri dan
arkhea; alga hijau biru yang memiliki sel prokariotik. Sedangkan protista,
tumbuhan, jamur dan hewan semuanya mempunyai sel eukariotik
Species yan tergolong dalam dua marga dari divisio ini adalah Caulerpa sp dan
Ulva sp dan Enteromorpha sp.

Membudidayakan ganggang hijau yang merupakan makanan benih udang


dan ikan ini tidaklah sukar, bibitnya bisa diperoleh di balai pembenihan. Tapi
karena bibit yang bisa didapat cuma sedikit, mereka harus ditangkar dulu
sebelum dibudidayakan secara masal.
Chlorella ialah ganggang hijau bersel tunggal yang kita perlukan dalam
usaha pembenihan ikan dan udang. Pada usaha pembenihan udang galah,
budidaya Chlorella ini sudah merupakan kegiatan rutin. Tapi pada usaha
pembenihan ikan, rupa-rupanya masih belum begitu membudaya.
Pembibitan
Sekarang sudah bisa membiakkan Chlorella yang sudah jinak di panti-panti
pembenihan udang (terutama sekali panti pembenihan udang galah), atau di
balai-balai penelitian dan pengembangan budidaya ikan dan udang. Bibit yang
kita peroleh (dari Balai Pembenihan Chlorella) biasanya hanya sedikit. Karena
itu, masih perlu ditangkarkan lebih dahulu sebelum dibudidayakan secara masal.
Untuk itu kita sediakan wadah berupa botol ukuran 3 literan (1 galon).
Sesudah dicuci bersih, diisi air (baik tawar, payau berkadar garam 15 permil,
maupun air laut berkadar garam 30 permil, tergantung pada jenis Chlorellanya),
yang sebelumnya sudah direbus dulu sampai mendidih selama 10 menit.
Selanjutnya air rebusan yang sudah dingin kembali kita beri dua macam pupuk,
yaitu: larutan A, terdiri atas 20 gram KNO3 dalam 100 ml air suling. Dan larutan B
terdiri atas 4 gram Na2HPO4. 12H2O; 2 gram CaCl2. 6H2O; 2 gram FeCl3; dan
2 ml HCl dalam 80 ml air suling. Pupuk kemudian diberikan sebanyak 2 cc
(larutan A) dan 1 cc (larutan B) untuk tiap liter air biakan.
Setelah dipupuk, air biakan harus dipompa dengan pompa akuarium
seperti pada pembiakan Diatomeae. Selanjutnya bibit Chlorella kita masukkan
sampai timbul warna air yang agak kehijau-hijauan. Wadah kemudian ditaruh
dalam ruangan yang kita sinari lampu neon 60 watt, sejauh 20 cm dari dinding

wadah. Air harus tetap dipompa terus-menerus. Selain untuk mengaduk pupuk
dan sel Chlorella, juga untuk menambah kadar CO2 yang sangat penting untuk
proses fotosintesis.
Untuk mencegah pertumbuhan jasad renik pengganggu seperti Protozoa
dan udang renik, air kita bubuhi larutan trusi sebanyak 1,5 mg/liter. Biasanya 5
hari setelah penebaran bibit, pembiakan Chlorella itu sudah jadi, dengan
kepadatan sekitar 10 juta sel/cc.
Pembiakan masal
Untuk membuakkan Chlorella secara besar-besaran kita harus gunakan
wadah berukuran 5 meter kubik dengan dinding setinggi 60-80 cm. Wadah bisa
berupa bak semen atau kayu yang dilapisi lembaran plastik. Sebelum diisi air,
dicuci bersih dulu, dan ditaruh di tempat yang terkena sinar matahari langsung.
Kemudian bak diisi air biakan sampai setinggi 40-60 cm. Tapi air kita saring
dulu melalui kain sablon No. 200 S yang mata saringnya 15 mikron. Kemudian
kita bebas hamakan dengan pemberian trusi 1,5 mg/liter. Selanjutnya kita beri
pupuk yang terdiri atas 60-100 mg/liter Urea dan 20-50 mg/liter TSP. Agar pupuk
teraduk merata, dan kadar CO2-nya cukup, air perlu kita pompa juga.
Ke dalam air bak biakan itu boleh juga dilepas ikan mujaer besar sebanyak 4-5
ekor/meter persegi. Ikan ini dapat bertugas sebagai penghasil kotoran (pupuk
organik) dan pengganyang jasad renik pengganggu. Agar tidak kelaparan,
mereka perlu kita beri makanan tambahan berupa pallet secukupnya (tapi jangan
sampai ada kelebihannya yang tercecer).
Kira-kira 5 hari sesudah penebaran bibit, biasanya Chlorella sudah
berkembangbiak, sepadat sekitar 5 juta sel/ml. Dan air akan berubah warnanya
menjadi hijau royo-royo yang segar sekali sampai terkenal sebagai green water.
Panen

Panen

Chlorella

dapat

kita

lakukan

sebagian

demi

sebagian.

Pengambilannya dapat dengan ciduk ataupun dengan pompa, yang langsung


kita masukkan ke dalam air pemeliharaan benih ikan atau udang. Kalau air hijau
itu sudah tinggal sepertiga bagian dari volume semula, pengambilannya harus
dihentikan. Kemudian kita tambahi air baru lagi sampai setinggi semula (40-60
cm). Lalu kita beri pupuk susulan, sedang dasar bak kita aduk-aduk dengan sikat
ijuk bertangkai panjang. Sesudah itu kita beri larutan trusi lagi. Dengan cara itu
berulang-ulang, pembiakan Chlorella bisa bertahan sampai beberapa waktu
lamanya.
Alga Chlorella Pyrenoidosa juga digunakan untuk menghilangkan nutrient
dan logam berat pada air limbah. Mikroalga ini dapat diaplikasikan dalam bidang
budidaya terutama untuk menjaga kualitas air terhadap kandungan amonia, nitrat
dan meningkatkan kandungan oksigen dalam air, khususnya pada kolam ikan.
CIRI ALGA CHLORELLA
Bentuk sel Chlorella bulat atau bulat telur, merupakan alga bersel tunggal
(uniseluler), dan kadang-kadang bergerombol. Chlorella memiliki diameter sel
berkisar antara 2 8 mikron, berwarna hijau karena klorofil merupakan pigmen
yang dominan. Dinding selnya keras terdiri dari selulosa dan pektin. Sel ini
mempunyai protoplasma yang berbentuk cawan. Chlorella dapat bergerak tetapi
sangat lambat sehingga pada pengamatan seakan-akan tidak bergerak.
HABITAT ALGA CHLORELLA
Menurut habitat hidupnya, ada dua macam Chlorella yaitu Chlorella yang
hidup di air tawar dan Chlorella yang hidup di air laut. Chlorella bersifat
kosmopolit yang dapat tumbuh dimana-mana, kecuali pada tempat yang sangat
kritis bagi kehidupan.
CARA BUDIDAYA ALGA CHLORELLA DALAM KOLAM TERPAL

Chlorella sp merupakan salah satu phytoplankton yang dapat menjadi


media untuk budidaya Budidaya Moina sp. Kegiatan kultur massal Chlorella sp
dapat dilakukan dalam bak fiber, bak beton ataupun bak kayu yang dilapisi terpal
bagi skala rumah tangga. Dalam usaha rumah tangga kultivasinya dilakukan baik
sebagai media utama produksi moina ataupun pakan alami bagi larva ikan,
penggunaan kolam terpal dapat dilakukan dengan ukuran 1 X 2,5 X 1 m dengan
volume

air

sebagai

media

yang

digunakan

sebanyak

ton.

Bahan yang digunakan adalah Klorin, TSP, Urea, Dedak, Tepung kedelai, dan
tepung ikan.
Adapun prosedur kultur Alga Chlorella sp. skala rumah tangga adalah
sebagai berikut :
1. Media pemeliharaan disaring dengan filter, kemudian air disterilkan
dengan klorin 10 ppm dan di aerasi kuat selama 24 jam.
2. Air media sebanyak 1.000 liter dimasukkan kedalam kolam pemeliharaan.
3. Inokulan Chlorella sp. sebanyak 10 liter dimasukkan kedalam air media
sehingga total volume yang terisi dalam kolam pemeliharaan adalah
4.000 liter.
4. Pupuk teknis yang terdiri dari : Urea 300 gram, TSP 300 gram, tepung
ikan 150 gram, tepung kedelai 150 gram, dan dedak 300 gram
dimasukkan kedalam air media kemudian diaduk dan di aerasi.
5. Chlorella sp dapat dipanen setelah 4-5 hari pemeliharaan.
6. Untuk kultur Alga Chlorella sp tahap selanjutnya dilakukan dengan
memindahkan inokulan sebanyak 10 liter yang disaring dengan filter
kolam kedalam kolam budidaya yang sudah disterilkan
7. Kultur selanjutnya dilakukan dengan tahapan seperti tersebut diatas dan
dilakukan secara berkesinambungan dengan tetap menjaga tingkat
kemurnian Alga Chlorella sp.

BEBERAPA MANFAAT ALGA CHLORELLA UNTUK KESEHATAN MANUSIA


1. Kandungan klorofil yang tinggi menjadikan Alga Chlorella sebagai alat
detoksifikasi yang hebat yang dengan izin Allah Taala dapat membuang
logam berat (merkuri, kadmium, timah, dsb) dan pestisida dari dalam
tubuh. Detoksifikasi logam berat dan racun kimia lain dalam tubuh akan
membutuhkan waktu tiga sampai enam bulan untuk memulai proses ini
tergantung berapa banyak chlorella yang dikonsumsi. Aksi pembersihan
chlorella pada sistem pencernaan dan sistem pembuangan yang lain
membantu darah tetap bersih. Darah yang bersih dapat memastikan
bahwa sampah hasil metabolisme akan terbuang dari jaringan secara
efisien.
2. Kandungan

klorofil

yang

tinggi

dari

chlorella

dapat

membantu

menghilangkan bau mulut dan bau badan kronis hanya dalam beberapa
hari.
3. Chlorella dapat membantu mengatasi konstipasi/sembelit, memperbaiki
sistem

imunitas

pencernaan,

menawarkan

racun

dari

tubuh,

mempercepat penyembuhan, melindungi tubuh dari radiasi, membantu


mencegah penyakit degeneratif, membantu penanganan infeksi jamur
Candida albicans, menangani penyakit radang sendi, dan membantu
program penurunan berat badan.
4. Klorofil

dalam

chlorella

efektif

melawan

penyakit

Anemia

dan

menstimulasi produksi sel darah merah dalam tubuh. Chlorella juga


membantu membawa oksigen ke seluruh tubuh dan otak. Karena hal
inilah maka mengapa chlorella sering disebut sebagai makanan otak.
5. Membantu melawan kanker yang meliputi kemampuan memperbaiki
kerusakan DNA dan mempengaruhi ekspresi gen.

6. Chlorella bersifat basa, sehingga membantu menyeimbangkan pH tubuh.


Penting bagi kita untuk menyeimbangkan pH tubuh sekitar 7,2 7,4 pH
netral. Diet atau pola makan yang terdiri dari makanan yang bersifat asam
seperti junk food, makanan olahan, daging merah olahan, dan soft drink
yang memiliki pH 2,7 adalah awal dari kebanyakan penyakit. Pada
umumnya bakteri dan virus tidak dapat hidup dengan baik dalam kondisi
basa.
7. Chlorella melindungi tubuh dari radiasi sinar ultraviolet, menormalkan gula
darah dan tensi.
8. Chlorella yang mengandung Chlorella Growth Factor (CGF) dapat
membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan berpotensi sebagai
nutrisi anti kanker. Chlorella juga membantu memperbaiki jaringan saraf
dalam tubuh dan sangat bernilai dalam mengatasi penyakit otak dan
kelainan saraf.
9. Chlorella membantu proses pencernaan makan menjadi lebih baik, dan
memberikan energi bagi tubuh.
10. Chlorella membantu meningkatkan regenerasi sel, sehingga hal ini dapat
memperlambat proses penuaan.
11. Chlorella dapat membuat tulang dan pembuluh darah menjadi kuat.
EFEK SAMPING :
Beberapa efek samping dari alga chlorella telah dilaporkan dalam bentuk
gangguan lambung dan usus. Apabila anda telah mendapatkan reaksi alergi,
maka berhenti dulu mengonsumsinya sampai gejala alergi telah hilang, kemudian
mulailah lagi dengan dosis yang lebih rendah.

BAB III
KESIMPULAN
Berdasarkan uraian tentang budidaya rumput laut ganggang hijau dapat
disimpulkan bahwa ganggang hijau Choloropyceae Chlorella bermanfaat sebagai
plankton dan merupakan komponen penting dalam rantai makanan air tawar,
dapat dipakai sebagai makanan, misal Ulva dan Chlorella, penghasil O2 dari
proses fotosintesis yang diperlukan oleh hewan-hewan air, klorofil dalam
chlorella efektif melawan penyakit Anemia dan menstimulasi produksi sel darah
merah dalam tubuh. Chlorella juga membantu membawa oksigen ke seluruh
tubuh dan otak. Karena hal inilah maka mengapa chlorella sering disebut sebagai
makanan otak.

DAFTAR PUSTAKA

http://kembangpete.com/2014/07/07/cara-membiakkan-ganggang-hijau-chlorella/.
http://komunitas-lelesangkuriang.blogspot.com/2014/01/mengenal-lebih-jauhalga-hijau-chlorella-pyrenoidosa.html.