Anda di halaman 1dari 14

HEMODIALISA

Oleh : Patrisius Olla, MT


ATEM Semarang

Apa itu Hemodialisa ?


Hemodialisis adalah sebuah terapi medis. Kata ini berasal dari kata haemo
yang berarti DARAH dan dilisis sendiri merupakan proses PEMURNIAN
suatu sistem koloid dari partikel-partikel bermuatan yang menempel pada
permukaan
Pada proses digunakan selaput semipermeabel. Proses pemisahan ini
didasarkan pada perbedaan laju transport partikel.
Prinsip dialisis digunakan dalam alat cuci darah bagi penderita gagal ginjal, di
mana fungsi ginjal digantikan oleh dialisator.
Hemodialisis merupakan salah satu dari Terapi Pengganti Ginjal, yang
digunakan pada penderita dengan penurunan fungsi ginjal.
Dialisis adalah tindakan mengambil alih fungsi ginjal yang rusak
Kebanyakan pasien memulai dialisis ketika ginjal kehilangan 85%-90% dari
kemampuannya dan terus berlanjut sampai akhir hayat (atau sampai
mendapatkan transplantasi ginjal). Keadaan ini disebut end-stage renal
disease (ESRD).

Apa Fungsi Hemodialisa ?


1. Hemodialisis berfungsi membuang produkproduk sisa metabolisme seperti potassium
dan urea dari darah dengan menggunakan
mesin dialiser.
2. Mesin ini mampu berfungsi sebagai ginjal
menggantikan ginjal penderita yang sudah
rusak kerena penyakit.
3. Dengan menggunakan mesin itu selama 24
jam perminggu, penderita dapat
memperpanjang hidupnya sampai batas waktu
yang tidak tertentu.

Sistem Hemodialisa
Sistim hemodialisa terdiri dari 3 komponen utama
yaitu :
- Sirkulasi dialisat
- Dialiser (Ginjal buatan)
- Sirkulasi darah
Menempatkan darah berdampingan dengan cairan
dialist, dipisahkan oleh suatu membran (selaput tipis )
yang disebut membrane semi permiabel. Membran
dapat dilalui oleh air dan zat tertentu ( zat sampah )
sesuai dengan besar molekulnya.
Mekanisme perpindahan ini ditentukan oleh proses
difusi, ultrafiltrasi dan osmosis.
Ada 2 metode dialisa, yaitu hemodialisa dan dialisa
peritoneal.

Prinsip Kerja Mesin Hemodialisa

Prinsip Kerja Mesin Hemodialisa


Prinsip hemodialisa adalah membuang (translokasi) zat-zat
dengan kadar yang berlebihan dalam tubuh melalui membran
semi-permeabel melalui mekanisme :
Difusi Translokasi solut akibat perbedaan konsentrasi
antara kompartemen darah dan dialisat (gradien konsentrasi).
Solut konsentrasi tinggi dalam darah (K, Urea) akan berpindah
ke dialisat.
Solut konsentrasi rendah (bikarbonat) berpindah dari
kompartemen dialisat ke darah.

Ultrafiltrasi Translokasi molekul air melalui membran semi


permiabel akibat perbedaan tekanan (trans membran presurre
= TMP) antara kompartemen darah dan dialisat.
Konveksi translokasi solut, bersamaan translokasi molekul
air yang terjadi dalam proses ultrafiltrasi. Solut dapat
berpindah karena berikatan dengan molekul air.

Gambaran Prosedur Hemodialisis

Bagian-bagian Mesin Hemodialisa


Mesin hemodialisis (HD) terdiri dari pompa darah, sistem pengaturan
larutan dialisat, dan sistem monitor. Pompa darah berfungsi untuk
mengalirkan darah dari tempat tusukan vaskuler ke alat dializer.
Dializer adalah tempat dimana proses HD berlangsung sehingga terjadi
pertukaran zat-zat dan cairan dalam darah dan dialisat. Sedangkan
tusukan vaskuler merupakan tempat keluarnya darah dari tubuh penderita
menuju dializer dan selanjutnya kembali lagi ketubuh penderita. Kecepatan
dapat di atur biasanya diantara 300-400 ml/menit.
Lokasi pompa darah biasanya terletak antara monitor tekanan arteri dan
monitor larutan dialisat. Larutan dialisat harus dipanaskan antara 34-39 C
sebelum dialirkan kepada dializer. Suhu larutan dialisat yang terlalu rendah
ataupun melebihi suhu tubuh dapat menimbulkan komplikasi.
Sistem monitoring setiap mesin HD sangat penting untuk menjamin
efektifitas proses dialisis dan keselamatan.

Bagian-bagian Mesin Hemodialisa


Serat Dialyser
Terdiri dari beriburibu serat halus yg
mirip dengan
struktur kapiler
manusia
Tipe membran
Cellulose
Substituted
cellulose
Synthetic

Parameter Efisiensi
Kecepatan aliran darah (Qb),
Makin cepat aliran darah makin
cepat proses penjernihan. Tetapi Qb
yang tinggi hemodinamik tidak
stabil.
Makin
rendah
Qb
hemodinamik menjadi lebih stabil
Qb Standar 150-350cc/menit. (Qb
biasanya 200 cc/menit)
Kepatan aliran dialisat (Qd).
Qd standar 500-600 cc/menit.
Kecepatan laju filtrasi (Qf)
Qf standar 1-2 liter/jam, Ronco dkk
merekomendasikan laju filtrasi 35
cc/kgBB/menit.
Tetapi
pada
hemodialis biasanya Qf hanya:
10cc/kgBB/menit.

Perawatan Mesin HD
Mesin harus dibersihkan sebelum dan
sesudah HD, bagian luar maupun dalam
Tujuan :
Supaya mesin bekerja dengan sempurna
Mesin dapat digunakan segera bila diperlukan
Mengurangi frekuensi kerusakan

Supaya mesin tahan lama (awet)

Peawatan mesin setelah proses HD (post HD)


A. Bagian luar mesin
Seluruh permukaan mesin, selang dialisat
dilap dgn air sabun
Kemudian dibilas dgn air bersih beberapa
kali
Kemudian dilap dgn lap kering supaya kering
Jerigen/tabung dialisat dan selang
penghisap (concentrate) dibersihkan dan
dikeringkan

Catatan

: jangan menggunakan alkohol

B. Bagian dalam mesin


Siapkan desinfektans : 150 cc bleach/havox
(sodium hypochlorite) 5 %
Posisi saklar utama : desinfect / normalize
Masukkan selang concentrate / rinse ke dalam
desinfektans
Setelah desinfektans masuk semuanya ke
dalam mesin matikan mesin
Biarkan desinfektans berada didalam mesin
selama lima menit
Mesin dihidupkan kembali, selang concentrate
/ rinse dibilas dgn air, kemudian dikembalikan
ketempatnya (water rinse port)
Biarkan mesin dalam keadaan ini 15 menit
(desinfektans yg ada di dlm mesin terbuang)

Setelah selesai proses pembersihan bagian dalam mesin


Matikan mesin (posisi off)
Lepaskan steker mesin dari stop kontak
Tutup kran air
Rapikan peralatan & bersihkan ruangan HD

Catatan: Sekali seminggu dilakukan desinfektans mesin dengan


memakai asam cuka 5 % terutama mesin yang menggunakan
cairan bikarbonat