Anda di halaman 1dari 65

Glikolisis

Info pathway
http://www.gwu.edu/~mpb/
index.html

Pencernaan
karbohidrat
1. Mulut
-amilase 1 pada air ludah
menghidrolisis ikatan glikosidik
internal pada pati
2. Lambung
-amilase 1 tidak aktif akibat pH
rendah

Degradasi
polisakarida

Usus kecil

-amilase 2 disekresi oleh pankreas


menghidrolisis oligosakarida
/glikogen [ikatan (1  4)]mejadi
maltosa, maltotriosa, dekstrin
(oligosakarida) dan beberapa
fragmen amilopektin yang
mengandung cabang (16).

Isomaltase [penghilangan cabang,


ikatan (1  6)]

Maltase [ikatan (1  4)]


Monosakarida lalu di transport lewat
peredaran darah ke berbagai
jaringan

Glukosa memiliki 3 nasib yaitu:


disimpan sebagai polisakarida
dioksidasi melalui glikolisis
menjadi piruvat dan ATP
dioksidasi melalui jalur
pentosa fosfat menghasilkan
ribosa 5-fosfat untuk sintesis
asam nukleat dan NADPH.

Glikolisis
Akar kata dari bahasa Yunani glykys (manis) dan
lysis (penguraian)
Nama lain EmbdenMeyerhof Pathway (EMP)-1930
Proses universal katabolisme glukosa, hampir
terjadi di semua sel hidup (di sitosol)
Molekul glukosa didegadasi secara enzimatik
menghasilkan 2 molekul berkabon tiga yaitu
piruvat
Proses berlangsung pada keadaan anaerob
Urutan reaksi (10 tahap) penguraian satu molekul
glukosa menghasilkan dua molekul piruvat

Fase glikolisis
Fase 1: aktivasi molekul
glukosa (fosforilasi),
lalu memutuskannya
menjadi 2 molekul
triosa fosfat (tahap 1
s/d 5)
Fase 2: produksi energi
dari dua molekul 2
molekul triosa fosfat
dan mengubah menjadi
2 molekul piruvat
(tahap 6 s/d 10)

Strategi glikolisis
1. Proses memerlukan ATP
pada fase 1, menghasilkan
ATP dan NADH pada fase 2
2. Pembentukan piruvat
melewati satu tahap
oksidasi yaitu G3P 
1,3BPG (melepas NADH)
3. 1,3BPG dan PEP: senyawa
terfosforilasi, bila gugus Pi
ditransfer ke ADP maka
dihasilkan ATP (fosforilasi
tingkat substrat)

Proses
fase 1

Tahap 1 fosforilasi
Reaksi 1: fosforilasi, heksokinase (glukokinase?)
kinase adalah subkelas enzim transferase yang mentransfer gugus
fosforil dari ATP ke nukleofil penerima

Tujuan: Aktivasi glukosa.


Reaksi irreversibel.
Enzim heksokinase tidak spesifik karena juga bisa
memfosforilasi D-fructose dan D-mannose.
Bila G6Pberlimpah akan menghambat heksokinase dan
membatasi glikolisis.

Tahap 2 isomerisasi
Reaksi 2: isomerisasi, fosfoglukoisomerase (jangan salah
dengan fosfoglukomutase)

Mengubah aldosa Glukosa 6-fosfat jadi ketosa fruktosa


6-fosfat.
Reaksi ini reversibel dua arah

Tahap 3 fosforilasi
Reaksi 3: fosforilasi, fosfofruktokinase (PFK)

transfer gugus fosforil dari ATP ke fruktosa 6-fosfat.


Reaksi irreversibel
Aktivitas enzim fosfofruktokinasi akan meningkat
apabila ketersediaan ATP dalam sel menipis

Tahap 4 pemutusan
Reaksi 4: pemutusan, aldolase

Reaksi kebalikan kondensasi aldol.


Fruktose 1,6-bisphosphate pecah menjadi
glyceraldehyde 3-phosphate, suatu aldosa dan
dihydroxyacetone phosphate, suatu ketosa
Reaksi bolak balik

Mekanime kerja aldolase

Secara energi (+23.9 kJ/mol), reaksi tidak disukai tetapi


reaksi tetap berlangsung karena didorong oleh penghapusan
produk pada saat terbentuk

Tahap 5 isomerisasi
Reaksi 5: isomerisasi, triosafosfat isomerase

Hanya glyceraldehyde 3-phosphate yang dapat


didegradasi lebih lanjut dalam glikolisis.
Oleh karena itu dihydroxyacetone phosphate harus
diubah menjadi gliseraldehid 3-fosfat
Akhir dari aktivasi glikolisis adalah terbentuknya dua
senyawa berenergi tinggi yang akan mendorong sintesis
ATP.

Proses
fase 2

Tahap 6 oksidasi

Reaksi 6: oksidasi dan fosforilasi, G3P dehidrogenase

Gugus aldehid dari G3P dioksidasi dengan asam fosfat


menjadi asam karboksilat anhidrida
Reduksi NAD+ berlansung melalui transfer enzimatik ion
hidrida dari aldehid milik gliseraldehid 3-fosfat ke NAD+
menghasilkan NADH
Dalam sel, reaksi pembentukan NADH ini disukai akibat
pusat aktif G3P dehidrogenase mengadung gugus tiol (SH) menghasilkan tio-hemiasetal
ion merkuri merupakan inhibitor kuat enzim tersebut.

Mekanisme kerja G3P dehidrogenase

Tahap 7 fosforilasi
Reaksi 7: fosforilasi, fosfogliserat kinase
Fosforilasi tingkat substrat dari ADP menghasilkan 3PG dan
ATP pertama dalam glikolisis. Net ATP = 0 pada tahap ini.

Karena energi molekul ini sangat tinggi maka dapat mengkopling reaksi ADP jadi ATP
Jadi pada tahap 7 sudah BEP

Tahap 8 isomerisasi
Reaksi 8: isomerisasi, fosfogliserat mutase

3PG tinggi dalam sel sehingga mendorong reaksi ke kanan.


Enzim membutuhkan Mg2+.

Tahap 9 dehidrasi
Reaksi 9: dehidrasi, enolase

Dehidrasi sederhana (eliminasi a/b),


Reaksi ini memiliki energy bebas yang kecil.
PEP merupakan senyawa berenergi tinggi.

Tahap 10 fosforilasi
Reaksi 10: fosforilasi, piruvat kinase (PK)

Gugus fosforil ditransfer dari PEP ke ADP


piruvat kinase yang membutuhkan K+ dan Mg2+/Mn2+.
Pada fosforilasi ini produk piruvat pertama berada
dalam bentuk enol lalu bertautomerisasi non enzim
menjadi keto
Produksi ATP. PK (allosterik): ATP, alanin, and asetilCoA, F1,6BP, dan dihambat oleh modifikasi kovalen
(fosforilasi) dari kinase kaskade.

Glikolisis aerob

Glikolisis hanya meyumbang sedikit dari total energi dari


glukosa.
Proses glikolisis:
Glukosa + 2ADP + 2Pi + 2NAD+  2piruvat + 2ATP + 2NADH +
2H+ + 2H2O
Melalui transpor elektron di mitokhondria: 1 NADH = 3 ATP
dengan reaksi
2NADH + 6H+ + O2 + 6ADP + 6Pi  2 NAD+ + 8H2O + 6ATP
Net:
Glukosa + 8ADP + 8Pi + 6H+ + O2  2piruvat + 8ATP + 10H2O
Glukosa  2 piruvat
2ADP + 2Pi  2ATP + 2H2O
2NAD+ 2NADH + 2H+

2NADH + 6H+  2 NAD+


6ADP + 6Pi  6ATP + 6H2O
4H+ + O2  2H2O

Akhir dari
piruvat

Glikolisis yang
dihasilkan dalam
keadaan anaerob
lebih cepat namun
jumlah ATP yang
dihasilkan lebih kecil
dibandingkan dengan
keadaan aerob.

Fermentasi
Fermentasi: istilah umum untuk menyatakan
proses degradasi glukosa atau nutrien organik lain
secara anaerob menjadi berbagai produk untuk
menghasilkan ATP  (fermetasi alkohol atau
fermentasi laktat)
Proses berlangsung pada keadaan anaerob

1. Fermetasi laktat
Fermentasi laktat (sel binatang dan bakteri laktat)
Pada keadaan anaerob setelah glikolisis
Reaksi reduksi piruvat menjadi laktat:
Piruvat + NADH + H+  laktat + NAD+ Go= 25,1 kJ/mol
(laktat dehidrogenase)

Net: Glukosa + 2ADP + 2Pi  2laktat + 2ATP + 2H2O


pada saat otot berkontraksi terbetuk asam laktat dan terjadi asidifikasi.
Atlet dapat berlari sprint tidak pada top speed lebih dari 1 menit.

2. Fermetasi etanol
Fermentasi etanol (ragi)
Pada keadaan anaerob setelah glikolisis
Terjadi oleh ragi dengan 2 tahap
Tahap 1. Piruvat didekarboksilasi (enzim piruvat dehidrogenase)
jadi asetaldehid.
Tahap 2. asetaldehid direduksi jadi entanol (alkohol
dehidrogenase) dengan menggunakan NADH sebagai reduktor.

Net:
Glukosa + 2ADP + 2Pi + 2H+  2etanol + 2CO2 + 2ATP + 2H2O

Fermentasi makanan
foods produced or preserved by the action of
microorganisms. Contoh produk fermentasi :
Yoghurt: fermentasi susu dengan bakteri
Lactobacillus bulgaricus menghasilkan
asam laktat dengan pH rendah yang
mendenaturasi protein sehingga
mengendap.
Keju swiss: fermentasi susu dengan
Propionibacterium freudenreichii
menghasilkan asam propanoat dan CO2.
Asam ini mengkoagulasi protein susu dan
lubang keju hasil dari gas CO2
makanan tradisional : pickles, sauerkraut,
sausage (jerman), kimchi (Korea),
tempoyak , tempe, brem (Indonesia), kefir
(Russia), dahi (India), and pozol (Mexico),
miso , natto, soy sauce(jepang).

Tempoyak
makanan khas
Palembang
Fresh durian is said to smell like putrid flesh, overripe armpits, and fermented gym
socks.
durian can get worse (or better!).
Tempoyak is a thick-white or yellow cream that looks like lumpy mayonnaise. It smells
like vinegar and Rob's dirty socks
Ingredients:
durian flesh, mashed, without seeds
salt
Mix the durian well with salt. A 1:1 ratio (1 cup durian, 1 tablespoon salt). Less salt
will make the tempoyak more sour, and have a shorter shelf life. More salt will
allow it to keep 3-6 months without being refrigerated.
Seal in an air-tight container and keep at room temperature. It can be consumed
after 2 days up to 2 weeks
Store in the refrigerator for one year, until next durian season!

Benefit of fermented food


Some benefit are good organoleptic properties, texture, and healthy. Penurunan pH
dari fermentasi membantu mengawetkan makanan dan melindungi makanan dari
kebusukan.
Natto as antioxidant
Kimchi helping to prevent constipation and colon cancer and reduce serum
cholesterol
gundruk produce large amounts of lactic acids, ascorbic acid, carotene and
dietary fibre, which have anti-carcinogenic effects
cultures in Yoghurt contain -D-galactosidase, that help lactose intolerant.
during tempe fermentation, vitamins like niacin and riboflavin are increased
by using the starter culture Rhizopus oligosporus.
thiamine and riboflavin increase during fermentation of idli (fermented rice)

Pengendalian
glikolisis
1. Efek Pasteur: oksigen
menghambat gikolisis (anaerob
F1,6BP; aerob F1,6BP)
2. Osilasi metabolit dalam
glikolisis (kandungan muatan
ATP, ADP, AMP)
3. Allosterik fosfofruktokinase:
AMP, ADP, dan F2,6BP
mengaktifkan; ATP dan sitrat
menghambat
4. Kontrol piruvat kinase: ATP dan
asetil-CoA menghambat; FBP
mengaktifkan
5. Jalur katabolisme dan
anabolisme

Degradasi selain glukosa

Senyawa karbohidrat selain glukosa seperti


fructose, mannose, dan galatosa juga akan
melalui jalur glikolisis setelah diubah menjadi
molekul intermediet glikolitik.

Fruktosa (gula buah) diubah menjadi fruktosa 6fosfat melalui fosforilasi dengan enzim heksokinase
pada otot dan ginjal.
Galaktosa diubah menjadi glukosa 1-fosfat oleh
galaktokinase.
Kurangnya enzim ini menyebabkan galaktosemia
sehingga kadar galaktosa tinggi mengakibatkan
katarak.

Degradasi selain glukosa

Konversi
galaktosa ke
glukosa-6-P

D-glukosa

D-glukosa

D-glukosa
D-galaktosa

D-glukosa

D-fruktosa

Metabolisme gliserol
1. Fosforilasi, gliserol kinase
CH2OH

CH2OH
HO

ATP

CH2OH
Gliserol

HO

ADP + H+

CH2OP
Gliserol-3-fosfat

2. Oksidasi, gliserol-3-fosfat dehidrohenase


CH2OH
HO

+
H + NAD

CH2OP
Gliserol-3-fosfat

CH2OH
C

CH2OP
DHAP

+ NADH +

H+

Lactose intolerance
Many people suffer from lactose intolerance or lactose
malabsorption, a condition that causes lactose, the
principal carbohydrate of milk, to not be completely
digested. The cultures used in making yoghurt and
curds, contain substantial quantities of -Dgalactosidase, something that is thought to help
alleviate the symptoms of lactose malabsorption.
Yoghurt, as a viscous food, may delay the stomach
emptying and that way help lessen lactose intolerant
symptoms.

Respirasi

Respirasi/pernapasan
Proses katabolisme (degradasi) dimana elektron
dihilangkan dari molekul nutrien dan dibawa
melalui rantai pembawa elektron ke oksigen
Rantai respirasi (Rantai tranfer elektron):
Urutan protein pembawa elektron dari substrat ke
molekul oksigen pada sel aerob

Tahapan respirasi
1. Oksidasi molekul bahan bakar organik (asam
lemak, glukosa, asam amino) menjadi fragmen
dua karbon (asetil-CoA).
2. Oksidasi asetil-CoA menghasilkan CO2 dan
molekul pembawa elektron tereduksi  siklus
Krebs (siklus asam sitrat).
3. Oksidasi molekul pembawa elektron menjadi
energi ATP  Transpor elektron dan fosforilasi
oksidatif.

Oksidasi piruvat

Reaksinya ireversible

terjadi di mitokondria
oksidasi piruvat sangat rumit melibatkan
kompleks enzim DHP meliputi :
Dekarboksilasi
Penghasilan NADH
Aktivasi senyawa berkarbon 2.

Siklus Krebs
siklus TCA (tricarboxilic acid) = siklus krebs = siklus asam sitrat
Jalur reaksi (8 tahap) untuk pengoksidasian semua
bahan bakar metabolit
Diusulkan Kerbs (1937), dari percobaan konsumsi
oksigen pada cacahan otot dada merpati dengan asam
trikarboksilat (sitrat, isositrat, cis akonitat)
Fase 1: oksidasi asetil-CoA menjadi CO2
(tahap 1 s.d. 4)
Fase 2: regenerasi oksaloasetat dari suksinil-CoA
(tahap 5 s.d. 8)

Siklus Krebs

Tahap 1, kondensasi, sitrat sintase


Kondensasi acetyl-CoA dengan oxaloacetate membentuk
citrate melalui reaksi aldol

Tahap 2, isomerisasi sitrat, akonitase


transformasi reversibel dari citrate menjadi isocitrate, melalui
pembentukan senyawa antara cis-aconitate (tricarboxylic acid).
Aconitase mengandung pusat besi - sulfur yang bertindak baik
mengikat substrat pada sisi aktif dan addisi katalitik penghilangan
molekul air

Pusat aktif mengandung pusat besi-sulfur 4Fe4S


S=

Fe =

Tahap 3, dekarboksilasi oksidatif, isositrat


dehidrogenase
Reaksi dekarboksilasi oksidatif dari isocitrate ke ketoglutarate

Tahap 4, dekarboksilasi oksidatif, a-ketoglutarat


dehidrogenase komplek
-ketoglutarate diubah menjadi succinyl-CoA dan CO2
oleh kompleks -ketoglutarate dehydrogenase
Energy dari oksidasi -ketoglutarate ini disimpan dalam
bentuk ikatan thioester pada succinyl-CoA:

Tahap 5, fosforilasi, suksinil-CoA sintase


Succinyl-CoA memiliki ikatan thioester dengan energi
bebas standard negatif besar
energy yang dilepaskan pada pemutusan ikatan ini
digunakan untuk mensintesis ikatan phosphoanhydride
pada baik GTP atau ATP
Succinyl-CoA + Pi + GDP (or ADP)  succinate + GTP (or ATP) + CoA-SH
GTP + ADP  GDP + ATP

Go = 2,9 kJ/mol
Go = 0,0 kJ/mol

Tahap 6, oksidasi, suksinat dehidrogenase


succinate di oksidasi menjadi fumarate oleh suatu enzim
flavoprotein succinate dehydrogenase

Tahap 7, hidrasi, fumarat hidratase (fumarase)


Reaksi bolak balik hidrasi fumarate menjadi L-malate
yang dikatalis fumarase. Keadaan transisi pada reaksi ini
adalah carbanion:

Tahap 8, oksidasi, malat dehidrogenase


L-malate dehydrogenase mengkatalis reaksi oksidasi Lmalate menjadi oxaloacetate

Net Energy
Production from
Aerobic
Respiration

Asetil-CoA + 2H2O + 3NAD+ + FAD + GDP + Pi  2CO2 + 3NADH +


FADH2 + CoA-SH + GDP
Glukosa + 2H2O + 10NAD+ + 2FAD + 4ADP + Pi  6CO2 + 10NADH +
6H+ + 2FADH2 + 4ATP

Pengendalian oksidasi
piruvat dan siklus Krebs

asam sitrat
Fungsi asam sitrat:
memberi rasa buah pada makanan
plasticizer
inhibitor foam pada pembuatan resins
mordant untuk mencerahkan warna kulit
antioxidant
Produksi asam sitrat :
menumbuhkan jamur Aspergillus niger dalam media
yang mengandung sumber gula seperti molasses.
Kondisi kultur dibuat agar reaksi siklus asam sitrat
terhambat sehingga asam sitratterakumuasi

Jalur penyelamat
siklus Krebs, jalur
anaplerotik

4
1.
2.
3.
4.

Piruvat karboksilase
PEP karboksilase
Enzim malat
Transaminase

1.

Piruvat karboksilase, di hati dan ginjal (perlu vitamin biotin)

2.

PEP karboksilase, di tanaman tinggi, ragi dan bakteri

3.

Enzim malat, di sel prokrariot dan eukariot

4. Transaminase, di hati dan ginjal (perlu vitamin B6, piridoksin)

Lingkar glioksilat, jalur


biosintesis gula dari lemak
yang melewati siklus Krebs
di glioksisom tanaman
1. Isositrat liase

2. Malat sintase

Net: 2Asetil-CoA + NAD+ + 2H2O  suksinat + NADH + 3H+ + 2CoA-SH

Jalur pentosa
fosfat,
menghubungkan
ke sintesis
nukleotida