Anda di halaman 1dari 3

TUGAS

SOSIOLOGI LINGKUNGAN ARSITEKTUR


GATED COMMUNITY

OLEH :
TRI HESTI MILANINGRUM
14/372838/PTK/9890

PROGRAM STUDI S2 TEKNIK ARSITEKTUR


PROGRAM PASCASARJANA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2014

Gated community atau komunitas berpagar merupakan fenomena sosial yang


sudah cukup lama menjadi perhatian. Definisi komunitas berpagar digunakan untuk
menyebutkan kawasan permukiman yang memiliki ciri pengamanan lingkungan dalam
bentuk fisik, seperti penggunaan portal, pagar keliling, satpam, dan kamera CCTV
(Quintal & Thompson, 2007). Hal ini muncul dari beberapa latar belakang, antara lain
keamanan, prestis, dan untuk meningkatkan harga jual tanah dari sudut pandang
perspektif pengembang. Peristiwa ini terjadi terutama di kota kota besar dengan
berbagai macam kalangan masyarakat. Kota Yogyakarta, kota yang terkenal akan
keramah tamahannya pun tidak terhindar dari fenomena ini. Akhir akhir ini semakin
banyak didirikan perumahan untuk berbagai kalangan. Kabid Perumahan Dinas PUP
ESDM DIY Birowo Budhi Santosa mengatakan bahwa ada 810 lokasi perumahan dan
jumlah yang dibangun lebih dari 10.000 unit di DIY. Namun ironisnya pemilik rumah
itu kebanyakan adalah orang luar Yogyakarta. Salah satu contoh kasus yang saya
ambil adalah Bale Hinggil Residence yang berlokasi di Jalan Kaliurang Km 9,
Yogyakarta.

Sumber : maps.google.com
Sumber : formula-land.com

Bale Hinggil Residence ini memiliki 7 tipe unit dengan fasilitas Club House
lengkap dengan Kolam Renang, Poll Side Party yang nyaman, Ruangan Pertemuan
Pendopo yang bersebelahan dengan Barbeque Area, dan Arena Bermain Anak.
Entrance Bale Hinggil ini terletak di pinggir jalan raya, namun komplek perumahannya

TUGAS SOSIOLOGI LINGKUNGAN ARSITEKTUR [GATED COMMUNITY]


TRI HESTI MILANINGRUM | 14/372838/PTK/9890

terletak di tengah tengah pemukiman. Namun, Bale Hinggil Residence ini benar
benar menutup diri dari lingkungan sekitar. Dibuktikan dengan adanya pagar dinding
keliling setinggi kurang lebih 3 meter. Ironisnya, pagar dinding keliling dilengkapi
dengan jeruji besi. Seolah olah mengungkapkan bahwa lingkungan luar perumahan
dan masyarakatnya seperti penjahat.

Sumber : Dokumen pribadi

Sebetulnya masyarakat sekitar tidak memiliki masalah dengan adanya Bale


Hinggil Residence ini. Akan tetapi, wujud ini dapat menjadi contoh bagi para
pengembang berikutnya untuk semakin liar dalam membangun gated community
lainnya yang mungkin akan menimbulkan konflik konflik dengan masyarakat yang
lebih dulu tinggal di lingkungan itu. Selain itu, Yogyakarta mulai merasakan
permasalahan kepadatan penduduk. Apabila para pengembang tetap memasarkan
hunian pada masyarakat elit, masyarakat golongan menengah kebawah tidak akan
mendapatkan kesempatan memiliki hunian milik mereka sendiri. Sedangkan
keberadaan rusunawa yang dibangun pemerintah belum memenuhi baik dari
kuantitas dan kualitas. Dan juga green space akan terus berkurang jika lahan terus
menerus dibuka untuk didirikan hunian mewah. Mengingat banyaknya pemilik rumah
rumah itu adalah kebanyakan orang luar Yogyakarta, maka bisa dibayangkan
bagaimana padatnya Yogyakarta ketika mereka mulai meninggali rumah itu.

TUGAS SOSIOLOGI LINGKUNGAN ARSITEKTUR [GATED COMMUNITY]


TRI HESTI MILANINGRUM | 14/372838/PTK/9890