Anda di halaman 1dari 20

TANGGUNG JAWAB

PROFESI HUKUM (ADVOKAT) II

Bambang Widjojanto,
Depok, 14 Oktoberr 2011, Kuliah Umum di Universitas Indonesia,
Senior Partner WSA Lawfirm Legal Advisor Partnership

PENDAHULUAN
Pelaksanaan Kekuasaan Kehakiman di dalam suatu
Negara Hukum memerlukan profesi advokat.
Secara sosiologis, dinamika di masyarakat yang kian
berkembang memerlukan dan membuat fungsi profesi
advokat semakin meluas:
Tuntutan jaminan kesederajatan bagi setiap orang
dimuka hukum kian mengemuka.
Konstitusi menegaskan setiap orang berhak atas
pengakuan, jaminan, perlindungan dan kepasytian
hukum yg adil serta perlalkuan yang sama di muka
hukum.
Pada konteks di atas, relevansi kehadiran profesi
advokat kian material dan substantif.
Fakta lain juga menegakan, tindakan malpraktek atau
pelanggaran atas Ethics dan Conducts juga punya
tendensi kian meningkat.

PERAN DAN FUNGSI ADVOKAT


Tidak ada suatu Negara Hukum yang memiliki
Kekuasaan Kehakiman tetapi tidak memilikI
Profesi Advokat;
Kekuasaan kehakiman yang merdeka
memerlukan profesi advokat:
Profesi advokat ditujukan agar dapat
diselenggarakan suatu peradilan yang jujur,
adil dan memiliki kepastian hukum bagi
semua pencari keadilan dalam menegakkan
hukum, kebenaran, keadilan dan HAM;

Advokat salah satu unsur sistem peradilan


salah satu pilar untuk menegakkan supremasi
hukum & HAM
Pemberian jasa hukum sebagai tugas dr
seorang advokat ditujukan untuk:
tegaknya keadilan berrdasarkan hukum untuk
kepentingan pencari keadilan:
memberdayakan masyarakat dalam menyadari hak
fundamentalnya di depan hukum;
(Lihat Penjelasan Umum UU Advokat)

FAKTA KEBUTUHAN PROFESI HUKUM


Dinamika perkembangan masyarakat
menuntut kebutuhan tersedianya advokat :
Tidak cukup banyak Advokat yang
memiliki kualitas profesional dan
integritas sesuai kebutuhan pasar
sehingga terjadi kompetisi diantara para
advokat:
Intensi dan potensi pelanggaran etik dan
perilaku kian meningkat:

ETIK PROFESI & PERILAKU


SERTA PENEGAKKANNYA
Advokat dan profesi advokat memiliki
tanggungjawab di dalam melaksanakan tugas
dan kewajibannya;
Kode Etik dan Perilaku serta Komisi Etik &
Perilaku menjadi instrumen krn memuat
seperangkat kaedah etik dan perilaku
Kode Etik & Perilaku instrumen kompas
atau petunjuk untuk menjamin mutu moral dan
kualitas profesional profesi itu;

Maksud dan tujuan memberikan jaminan


kualitas, menjaga kehormatan dn nama baik
bagi profesi dan organisasinya serta melindungi
kepentingan publik;
Kode Etik & Perilaku merupakan mekanisme
pendisiplinan, pembinaan, pengontrolan etos
dan kualitas kerja anggota-anggota organisasi
profesi;
Dalam proses penegakkannya dilakukan oleh
Dewan Kehormatan Kode Etik dan Perilaku

LINGKUP ETIK DAN PERILAKU


Ada lingkup Etik dan Perilaku dari Profesi
Advokat, yaitu meliputi:
Diri Pribadi atau Kepribadian Pemangku
Profesi Advokat;
Relasi atau hubungan Advokat dengan
Kliennya;
Relasi dengan Koleganya dan dalam
pelaksanaan profesinya;
Relasi dengan Masyarakat:

KEPRIBADIAN ADVOKAT
Kaidah dan norma Kepribadian Advokat
dapat dilihat dari:
SUMPAH ADVOKAT:
KEPRIBADIAN ADVOKAT yang dirumuskan
di dalam Kode Etik Advokat:
Alasan filosofis dan sosiologis yang
dirumuskan di dalam Hal Menimbang dan
Penjelasan Umum UU Advokat

KEPRIBADIAN ADVOKAT
Ada beberapa hal yang dirumuskan dalam
Sumpah Advokat yg menjadi kepribadian
Advokat, yaitu:
untuk memperoleh profesi ini, langsung atau
tidak langsung, menggunakan nama atau
apapun juga, tidak memberikan atau
menjanjikan barang kepada siapapun juga :
dalam melaksanakan profesi bertindak
jujur, adil & bertanggungjawab

dalam menjalankan tugas profesi, di dalam atau di


luar pengadilan, tidak akan memberikan atau
menjanjikan sesuatu kepada hakim, pejabat
pengadilan atau pejabat lainnya agar
memenangkan atau menguntungkan perkara kilen

tidak akan menolak untuk melakukan


pembelaan atau memberikan jasa hukum yang
merupakan bagian dari pada tanggungjawab profesi
;
UU Advokat menyatakan bahwa profesi advokat
adalah profesi yang bebas, mandiri & bertanggung
jawab:

Kepribabdian lainnya sesuai Kode Etik


bersikap satria, jujur dalam pertahankan
keadilan dan kebenaran moral yang tinggi,
luhur dan mulia, dan menjunjung tinggi hu
dapat menolak untuk memberi nasihat dan
bantuan hukum dengan pertimbangan
tidak sesuai keahliannya dan bertentangan
dengan hati nuraninya
mengutamakan tegaknya Hukum, Kebenaran
dan Keadilan, tidak bertujuan semata-mata
untuk memperoleh imbalan materi;

dalam menjalankan profesinya bebas dan


mandiri serta tidak dipengaruhi oleh siapapun dan
wajib memperjuangkan HAM
tidak dibenarkan untuk melakukan pekerjaan lain
yang dapat merugikan kebebasan, derajat dan
martabat Advokat;.
menjunjung tinggi profesi Advokat sebagai profesi
terhormat (officium nobile);
bersikap sopan terhadap semua pihak namun
wajib mempertahankan hak dan martabat advokat.

HUBUNGAN DENGAN KLIEN


harus mengutamakan penyelesaian dengan jalan damai
dalam perkara perdata;
menolak mengurus perkara yang menurut keyakinannya
tidak ada dasar hukumnya
tidak memberikan keterangan yang menyesatkan klien
mengenai perkara yang sedang diurusnya.
tidak dibenarkan menjamin bahwa perkara yang
ditanganinya akan menang
penentuan honorarium wajib mempertimbangkan
kemampuan klien dan tidak dibenarkan membebani
biaya-biaya yang tidak perlu.
dalam mengurus perkara cuma-cuma memberikan
perhatian yang sama
.

wajib memegang rahasia jabatan oleh klien dan


wajib tetap menjaga rahasia itu setelah
berakhirnya hubungan;
tidak dibenarkan melepaskan tugas yang
dibebankan kepadanya pada saat yang tidak
menguntungkan posisi klien atau menimbulkan
kerugian yang tidak dapat diperbaiki lagi;
Menguindurukan diri dari pengurusan suatu
kepentingan apabila timbul pertentangan
kepentingan antara pihak.
Tidak menggunak hak retensi bila menimbulkan
kerugian kepentingan klien.

RELASI DENGAN KOLEGA


Hubungan teman sejawat dilandasi sikap saling
menghormati, menghargai dan mempercayai;
Jika membicarakan teman sejawat atau jika
berhadapan dalam sidang pengadilan, tidak
menggunakan kata-kata yang tidak sopan baik
secara lisan maupun tertulis;
Keberatan atas tindakan teman sejawat diajukan
ke Dewan Kehormatan untuk diperiksa dan tidak
dibenarkan untuk disiarkan melalui media
massa atau cara lain.

tidak diperkenankan menarik atau merebut


seorang klien dari teman sejawat.
advokat yang baru dapat menerima perkara itu
setelah ada bukti pencabutan pemberian kuasa
kepada Advokat semula dan ingatkan klien
untuk memenuhi kewajibannya;
Advokat semula wajib memberikan semua surat
dan keterangan yang penting dengan
memperhatikan hak retensi Advokat; .

wajib memelihara rasa solidaritas diantara


teman sejawat.
wajib memberikan bantuan dan pembelaan
hukum kepada teman sejawat yang diduga atau
didakwa dalam suatu perkara pidana;.
Seorang Advokat yang diangkat jabatan Negara
(Eksekutif, Legislatif dan judikatif) tidak
dibenarkan untuk berpraktek sebagai Advokat
dan tidak diperkenankan namanya dicantumkan
atau dipergunakan oleh siapapun atau oleh
kantor manapun dalam suatu perkara yang
sedang diproses/berjalan;

TINDAKAN
Ada beberapa perbuatan Advokat yang dapat dikenakan
tindakan, yaitu:
Mengabaikan atau menelantarkan kepentingan kliennya:
Berbuat atau bertingkah laku yang tidak patut terhadap lawan
atau rekan seprofesinya;
Bersikap, berkata, bertingkahlaku dan mengeluarkan pernyataan
yg menunjukkan sikap tdk hormat kpd hukum, peraturan
perundangan atau pengadilan;
Berbuat yg bertentangan dengan kewajiban, kehormatan atau
harkat dan martabat profesinya.
Melanggar sumpah/jani dan kode etik profesi Advokat;
(Lihat Pasal 6 UU Advokat)

PENUTUP