Anda di halaman 1dari 1

KESIMPULAN

Untuk menegakkan diagnosa di bidang prostodontia, yang harus dilakukan


adalah melakukan pemeriksaan subyektif, pemeriksaan obyektif dan pemeriksaan
penunjang. Pemeriksaan subyektif didapatkan dari anamnesa, baik dari diri pasien
sendiri maupun dari pihak keluarga. Sedang kan pemeriksaan obyektif didapatkan
dari pemeriksaan fisik pada ekstra dan intra oral pasien. Dan pemeriksaan
penunjang didapatkan dari pemeriksaan laboratorium maupun pemeriksaan
radiografi oral yang telah dilakukan, guna memperjelas kondisi rongga mulut dan
kondisi umum pasien. Diagnosa dapat ditegakkan setelah semua data terkumpul
melalui anamnesis, pemeriksaan klinis obyektif dan pemeriksaan penunjang.
Diagnosa merupakan hal yang penting, karena berhubungan dengan rencana
perawatan yang akan dilakukan terhadap pasien. Sebaiknya disusun secara
sistematis.
Prognosa dibuat setelah diagnosa ditegakkan. Dilihat dari keadaan rongga
mulut pasien, kemampuan operator, ada tidaknya penyakit sistemik, dan motivasi
pasien. Prognosa dapat berubah seiring dengan hasil perawatan yang dilakukan.
Rencana perawatan disusun berdasarkan hasil diagnosa dan harus dirinci
selengkap dan sebaik mungkin, sehingga terlihat jelas tahapan-tahapan perawatan
yang akan dilakukan. Diperlukan kerja sama yang baik antara dokter gigi, pasien
dan tekniker agar perawatan berhasil dengan baik.