Anda di halaman 1dari 4

Jenis Sumur Pengeboran & Rig

Dalam

dunia

macam-macam

sumur

terbagi

menjadi

tiga

macam

yaitu:

Sumur Eksplorasi (Wildcat) merupakan sumur yang dibor pertama kali untuk menentukan
keterdapatan minyak dan gas pada lokasi yang masih baru.
Sumur Konfirmasi (Confirmation Well), merupakan sumur yang digunakan untuk memastikan
apakah hidrokarbonnya cukup untuk dikembangkan. Sumur ini akan dilakukan pemboran dilokasi
sekitar sumur eksplorasi.
Sumur Pengembangan (Development Well) merupakan sumur yang dibor pada suatu lapangan
minyak yang telah ada. Sumur ini memiliki tujuan untuk mengambil hidrokarbon secara maksimal di
lapangan yang telah ada.
Dalam hal sumur perminyakan, juga dikenal adanya beberapa istilah mengenai sumur itu sendiri,
yaitu:
Sumur Produksi, merupakan sumur yang mampu menghasilkan minyak bumi, gasbumi, maupun
keduanya. Dan memiliki aliran fluida dari bawah ke atas.
Sumur Injeksi, merupakan sumur yang digunakan untuk menginjeksi fluida tertentu ke dalam formasi
dan memiliki aliran fluida dari atas ke bawah.
Sumur Vertikal, merupakan sumur yang lurus dan memanjang secara vertikal.
Sumur Berarah (Deviated Well, Directional Well), merupakan sumur yang secara geometri tidak
memiliki bentuk yang lurus vertikal, melainkan dapat berbentuk S, J, maupun L.
Sumur Horizontal, merupakan sumur yang memiliki bagian yang berarah horizontal, dan merupakan
bagian dari sumur berarah.
Dalam pembuatan sumur dalam dunia perminyakan tidak dapat dilepaskan dari alat yang
dinamakan
dengan Rig. Rig itu sendiri merupakan serangkaian peralatan khusus yang digunakan untuk
membor
suatu sumur atau pengakses sumur. Rig itu dicirikan dengan adanya menara yang terbuat dari baja
yang dapat digunakan untuk menaikan dan menurunkan pipa-pipa tubular pada sumur.
Berdasarkan

perminyakan,

lokasinya.

Rig

itu

sendiri

terbagi

atas

dua

macam,

yaitu:

Rig Darat (Land Rig), merupakan rig yang beroperasi di daratan dan dibedakan atas rig besar dan
rig kecil. Pada rig kecil biasanya hanya digunakan untuk pekerjaan sederhana seperti Well Service
atau Work Over. Sementara itu, untuk rig besar bisa digunakan untuk operasi pemboran, baik
secara vertikal maupun direksional. Rig darat ini sendiri dirancang secara portable sehingga dapat
dengan mudah untuk dilakukan pembongkaran dan pemasangannya dan akan dibawa
menggunakan truk. Untuk wilayah yang sulit terjangkau, dapat menggunakan heliportable.

Rig Laut (Offshore Rig), merupakan rig yang dioperasikan di atas permukaan air seperti laut, rawarawa, sungai, danau, maupun delta sungai.
Rig Laut (Offshore Rig) sendiri terbagi atas berbagai macam jenis berdasarkan kedalaman air yaitu:

Swamp Barge: merupakan jenis rig laut yang hanya pada kedalaman maksimum 7 meter. Dan,
sangat sering dipakai pada daerah rawa-rawa dan delta sungai. Rig jenis ini dilakukan dengan cara
memobilisasi rig ke dalam sumur, kemudian ditenggelamkan dengan cara mengisi BallastTanksnya
dengan air. Pada rig jenis ini, proses pengeboran dilakukan setelah rig duduk didasar dan Spud
Cannya tertancap didasar laut.

Tender Barge, merupakan jenis rig laut yang sama dengan model Swamp Barge, namun dipakai
pada kedalaman yang lebih dalam lagi.
Jack Up Rig, rig jenis ini menggunakan platform yang dapat mengapung dengan menggunakan tiga
atau empat kakinya. Kaki-kaki pada rig ini dapat dinaikan dan diturunkan, sehingga untuk
pengoperasiannya semua kakinya harus diturunkan hingga ke dasar laut. Kemudian, badan dari rig
ini diangkat hingga di atas permukaan air dan memiliki bentuk seperti platform. Untuk melakukan
perpindahan tempat, semua kakinya harus dinaikan dan badan rignya akan mengapung dan ditarik
menggunakan kapal. Pada operasi pengeboran menggunakan rig jenis ini dapat mencapai
kedalaman lima hingga 200 meter.

Drilling Jacket, merupakan jenis rig yang menggunakan platform berstruktur baja. Pada umumnya
memiliki bentuk yang kecil dan sangat cocok berada di laut dangkal maupun laut tenang. Rig jenis
ini sering dikombinasikan dengan Rig Jack Up maupun Tender Barge.

Semi-Submersible Rig, jenis rig yang sering disebut semis ini merupakan model rig yang
mengapung (Flooded atau Ballasted) yang menggunakan Hull atau semacam kaki. Rig ini dapat
didirikan dengan menggunakan tali mooring dan jangkar agar posisinya tetap diatas permukaan laut.
Dengan menggunakan Thruster (semacam baling-baling) yang berada disekelilingnya, dan Ballast
Control System, sistem ini dijalalankan dengan menggunakan komputer sehingga rig ini mampu
mengatur posisinya secara dinamis dan pada level diatas air sesuai keinginan. Rig ini sering dipakai
jika Jack Up Rig tidak mampu menjangkau permukaan dasar laut. Karena jenis rig ini sangat stabil,
maka rig ini sering dipakai pada lokasi yang berombak besar dan memiliki cuaca buruk, dan pada
kedalaman 90 hingga 750 meter.

Drill Ship, merupakan jenis rig yang bersifat mobile dan diletakan di atas kapal laut, sehingga
sangat cocok untuk pengeboran di laut dalam (dengan kedalaman lebih dari 2800 meter). Pada
kapal ini, didirikan menara dan bagian bawahnya terbuka ke laut (Moon Pool). Dengan sistem
Thruster yang dikendalikan dengan komputer, dapat memungkinkan sistem ini dapat mengendalikan
posisi kapalnya. Memiliki daya muat yang lebih banyak sehingga sering dipakai pada daerah
terpencil maupun jauh dari daratan.

Gambar macam-macam jenis Rig

Berdasarkan fungsi-fungsi dari rig itu sendiri, dapat terbagi menjadi dua macam, yaitu:
Drilling Rig, merupakan rig yang digunakan untuk melakukan proses pemboran pada sumur, baik
sumur baru, cabang sumur baru, maupun memperdalam sumur lama.
Workover Rig, rig ini memiliki fungsi untuk melakukan penutupan sesuatu terhadap sumur yang
telah ada, misalnya berupa perawatan, perbaikan, penutupan, dan sebagainya.
Komponen-komponen pada rig itu sendiri pada umumnya terbagi menjadi lima dalam bagian besar,
yaitu:

1. Hoisting System, secara umum komponen terdiri dari Drawworks (kadang disebut Hoist), Mast atau
Derrick, Crown Block, Traveling Block, dan Wire Rope (Drilling Line). Hoisting System berfungsi
untuk menurunkan dan menaikan tubular (pipa pemboran, peralatan completion, atau pipa produksi)
untuk keluar dan masuk lubang sumur.
2. Rotary System, merupakan komponen dari rig yang berfungsi sebagai pemutar pipa-pipa di
dalam sumur. Pada pemboran konvesional, pipa pemboran (Drill Strings) memutar mata-bor (Drill
Bit) untuk penggalian sumur.
3. Circulation System, komponen ini memiliki fungsi berupa mensirkulasikan fluida pemboran untuk
keluar dan masuk ke dalam sumur dan menjaga agar properti lumpur seperti yang diinginkan.
Sistem sirkulasi ini meliputi antara lain: pompa tekanan tinggi untuk memompakan lumpur keluar
dan masuk ke dalam sumur, dan pompa rendah digunakan untuk mensirkulasikan lumpur di
permukaan. Kemudian, peralatan untuk mengkondisikan lumpur: Shale Shaker: berfungsi untuk
memisahkan solid hasil pemboran (Cutting) dari lumpur, Desander: berfungsi untuk memisahkan
pasir, Degasser: berfungsi untuk mengeluarkan gas, Desilter: berfungsi untuk memisahkan partikel
padat berukuran kecil.
4. Blowout Prevention System, komponen ini berfungsi untuk mencegah terjadinya Blowout
(meledaknya sumur di permukaan dikarenakan adanya tekanan tinggi dari dalam sumur). Pada
komponen ini bagian yang utama adalah BOP (Blow Out Preventer) yang terdiri atas berbagai
macam katup (Valve) dan dipasang di kepala sumur (Wellhead).
5. Power System, komponen ini berupa sumber tenaga yang berfungsi untuk menggerakan semua
sistem di atas dan juga untuk suplai listrik. Sebagai sumber tenaga, biasanya menggunakan
mesin diesel berkapasitas besar. Pada sebuah rig untuk Power Systemnya, tergantung dari ukuran
dan kedalaman sumur yang akan di capai, biasanya akan membutuhkan satu atau lebih
Prime Mover. Pada rig besar biasanya memiliki tiga atau empat buah, bersama-sama mereka
membangkitkan tenaga sebesar 3000 atau lebih Horsepower. Dan, tenaga yang dihasilkan juga
harus dikirim ke komponen rig yang lain.