Anda di halaman 1dari 31

Sumber: Ihalauw, 2008; Creswell 1994; Trochim, 2002

Sri Sulandjari

Apa itu dalil


Bagaimana membangun dalil
Dasar bangunan dalil
Aspek tautan (linkage) apakah dalam dalil yang
perlu dicermati

Jenis
Arah
Kekuatan
Sifat tautan kausal

Nilai informatif yang dikandung dalil

Bagaimana menguji dalil?

Dalil adalah suatu pernyataan tentang sifat


fenomena
Dua aspek dalil:
Apakah arti dari pernyataan sifat fenomena itu?
teoretis
Apakah pertanyaan tentang sifat fenomena itu
benar? empirik

Pelambatan
daur penjualan
Penyempitan
ceruk pasar

Profitabilitas
Dalil 2

Tekanan
harga

Sub
Gejala
III
Sub
Gejala I

Sub
Gejala
II

Sub sistem 2

Sub
Gejala
IV

1.

2.

3.
4.

5.

6.

7.

Terdiri dari beberapa


elemen/komponen

1. Terdiri dari beberapa


konsep

Saling kait antar


komopenen

2. Saling kait (taut) antar


konsep

Terstruktur

3. Terstruktur (VB, VA, VG)

Mengarah pada tujuan


tertentu

4. Arah kaitan (positif,


negatif)

Mengikuti aturan /
mekanisma tertentu

5. Aturannya sesuai sifat


tautan (asosiatif, kausal)

Menghasilkan kinerja /
performance

6. Menghasilkan kinerja
(signifikansi, validasi)

Dinamis

7. Dinamis (bisa masuk


intervining variabel)

Tentukan tapal batas sistem, dapat berupa konsep, nisbah antar


konsep, atau obyek (entitas).

Deskripsikan ciri-ciri sistem tersebut. Yang paling sederhana tetapi


komprehensif, jika deskrpsi sistem tersebut di tuangkan/dinyatakan
dalam bentuk bagan.

Contoh: sistem pembuatan kopi tubruk, dinyatakan dalam bentuk bagan


alir.
Tugas: Pikirkan sebuah sistem nyata yang terjadi dalam kehidupan
sehari-hari, deskripsikan sistemnya dalam bentuk bagan alirnya.
Lakukan dalam bush group, 2 3 orang bersebelahan. Waktu 10 menit

Dalil adalah nisbah (tautan) antara dua konsep atau lebih


Dalil dibentuk dengan MENTAUTKAN DUA KONSEP ATAU
LEBIH, atas dasar SPESIFIKASI
Konsep
K1

Tekanan
harga

Konsep
K2

Profita
bilitas

K1

Tekanan
harga

Dalil

K2

Profita
bilitas

Apa dasar teoretis untuk mentautkan konsep satu


dengan lainnya sehingga membentuk dalil?

mempertanyakan identifikasi konsep-konsep RELEVAN yang


dapat ditautkan (dari teori yang ada dan hasil penelitian terdahulu)

Apa dasar teoretis untuk menempatkan satu


konsep mendahului konsep yang lainnya?

mempertanyakan struktur dalil: peubah bebas dan peubah


gayut (dari teori yang ada dan hasil penelitian terdahulu)

Dasar teori untuk mengidentifikasi konsep-konsep, menemukan dan


memberi alasan (penalaran) tentang tautan konsep maupun struktur
dalil.
Caranya menelusuri hasil penelitian terdahulu (State of the Art: SOTA).
Penelusuran SOTA diawali dengan mereview (menilai keunggulan dan
kekurangan penelitian terdahulu, kemudian membandingkannya
untuk menyusun anti tesa atau sintesa serta menempatkan posisi
penelitian).

Berikut ini panduan penelusuran SOTA.


Peneliti/
penulis,
judul,
penerbit

Masalah,
persoalan
dan
tujuan
penelitian

Landasan
teori,
konsep,
dalil,
model

Metode
Temuan
penelitian, penelitian
uji
hipotesis

Kesimpulan,
usulan
penelitian
lanjut

Review

Kerangka Analisis Rantai Nilai


(Rahayu, 2008)
Penulis

Aras Analisis

Tujuan

Porter (1992)

Individu
perusahaan

Mempelajari kegiatan yang dilakukan perusahaan


serta bagaimana kegiatan ini berinteraksi
diperlukan untuk menganalisis sumber
keunggulan bersaing

Schmitz (2000)

Pasar global

untuk menggambarkan pengaturan desain,


produksi dan pemasaran untuk banyak produk.
Konsep tersebut meliputi beberapa aktivitas yang
terbagi diantaranya yaitu perusahaan yang
berada pada tempat yang berbeda

Springer-Heinze
(2008)

Komoditi
(Industri)

Memetakan dan upgrading rantai nilai secara


sistematis di aras mikro dan meso, dalam
konteks pengembangan ekonomi pada aras
makro.

Penelitian ini
(Rahayu, 2008)

Komoditi
(Industri)

Memetakan

rantai nilai komoditi pada aras meso

Menganalisis

distribusi daya tawar dan nilai tambah


untuk mengusulkan upgrading rantai nilai aras meso

Teori yang ada

SPESIFIKASI

Hasil penelitian

K1

K2

Penalaran sendiri

Ketepatan spesifikasi
tampak dari :

Signifikansi statistik nisbah


(koefisien korelasi dan regresi)
Koefisien determinasi (R2)

Spesifikasi menentukan format struktur dalil: penempatan


variabel-variabel sebagai variabel: bebas (VB), gayut (VG),
antara (VA), pendorong (VPd), penganggu (VPg), dsb.
Struktur dalil harus tegas dan eksplisit
VAR BEBAS
FORMAT
SEDERHANA

FORMAT
KOMPLEKS

VAR ANTARA

VAR GAYUT

VB

VG

VB

VA

VG

VB

VA

VG

VPd

VPg

ASOSIATIF

K1

KAUSAL

K2

VB

VG

POSITIF

K1

NEGATIF

K2

K1

K2

ARAH BELUM
DAPAT
DIPASTIKAN

K1
K1

K1

K2

K1

K2

K1

POSITIF

VB

NEGATIF

VG

VB

VG

ARAH BELUM
DAPAT
DIPASTIKAN
(Nisbah Ganda)
VB1
VG

VB

VG

VB

VG

VB2

RIVERSIBLE

IRRIVERSIBLE

DETERMINISTIK

STOCHASTIC

SEQUENTIAL

COEXTENSIVE

SUFFICIENT

CONTINGENT

NECESSARY

SUBSTITUTE
INTERDEPENDENT

RIVERSIBLE

IRRIVERSIBLE

Apabila X, maka Y dan Apabila


Y, maka X
Ada tenggang waktu antara X
Y, untuk berbalik menjadi Y X

Apabila X, maka Y tetapi Apabila


Y, maka tidak ada kesimpulan
apapun tentang X

Semakin besar jumlah tabungan


pada bulan 1, maka semakin
besar jumlah bunga bulan 1

Semakin tinggi mutu layanan,


maka semakin tinggi loyalitas
pelanggan

Semakin besar bunga pada


bulan 1 maka semakin besar
tabungan pada bulan 2

Semakin tinggi loyalitas


pelanggan, maka tidak ada
kesimpulan apapun tentang mutu
layanan

Yt1

Xt2

Yt1

DETERMINISTIK

STOCHASTIC

Apabila X, maka senantiasa Y

Semakin besar jumlah


tabungan, maka senantiasa
semakin besar jumlah bunga

Apabila X, maka mungkin Y

Semakin tinggi biaya


promosi, maka mungkin
semakin tinggi jumlah
penjualan

mungkin

senantiasa
X

SEQUENTIAL

COEXTESIVE

Apabila X, maka kemudian Y

Semakin sumir supremasi


hukum, di kemudian hari
berdampak pada semakin
rendah tingkat kepercayaan
investor

Apabila X, maka juga Y

Semakin rendah tingkat


kepercayaan investor, maka
semakin lambat pula
perkembangan kesempatan
kerja
juga

kemudian
X

SUFFICIENT

CONTINGENT

Apabila X, maka Y tanpa


perlu sesuatu yang lain

Apabila X, maka Y hanya


apabila Z

Semakin tinggi nilai agunan,


semakin tinggi pula jumlah
kredit yang bisa diambil, tanpa
perlu yang lain

Jika status gizi meningkat


maka tingkat kesehatan
seseorang juga akan
meningkat, hanya apabila
sistem pencernaannya
berfungsi dengan baik

hanya
apabila Z

tidak perlu
X

NECESSARY

SUBSTITUTABLE

Apabila X, dan hanya apabila


X, maka Y

Apabila X, maka Y namun


apabila Z, maka juga Y

Semakin tinggi tingkat


kepuasan pegawai, dan hanya
semakin puas pegawai, maka
semakin tinggi loyalitasnya

Semakin tinggi insentif atau


semakin tinggi penghargaan,
maka semakin tinggi
produktivitas karyawan

hanya
apabila X
X

X
Y

atau
Z

Merupakan gabungan sifat-sifat:


reversible,
sequential dan
Contingent

Apabila X berubah dari X1 ke X2, sedangkan X2 = X1 + X,


maka dan ini merupakan yang satu-satunya Y berubah dari
Y1 menjadi Y2 (= Y1 + Y); kemudian apabila Y berubah dari
Y1 ke Y2, dan ini merupakan yang satu-satunya X,
selanjutnya berubah lagi dari X2 menjadi X3 (= X2 + X), dst

Contoh:
Semakin banyak biaya penelitian dan
pengembangan produk, maka dan ini merupakan
yang satu-satunya, semakin tinggi jumlah
penjualan dikemudian hari
kemudian semakin tinggi jumlah penjualan, maka
dan ini merupakan yang satu-satunya pendorong
semakin banyak pula biaya penelitian dan
pengembangan produk

Ketidak jelasan status variabel, mana VB, VA, atau VG


Contoh: tesis Max Weber tentang The Protestant Ethic & the

Spirit of Capitalism

Variabel Bebas

Variabel Gayut

1. The Protestant

Ethic &

the Spirit of

Capitalism

2. The Protestant

Ethic &

the Spirit of

Capitalism

3. The Protestant

Ethic &

the Spirit of

Capitalism

4. The Protestant

Ethic &

the Spirit of

Capitalism

Masalah tautan semu (spurious linkage)


Merokok

Kematian
Kanker
paru

If - then statement: JIKA ..........., MAKA ............

Contoh: Jika status gizi meningkat, maka status kesehatan juga meningkat

Mathematical statement: Y = f (X); Y adalah suatu fungsi dari X

Contoh: C = mpc Y; C=consumption, mpc=marginal propensity to consume


Y=pendapatan

Continues statement:

Semakin besar ..........., semakin besar .........

Contoh: Semakin tinggi inflasi, semakin rendah daya beli

Difference statement
Menyatakan bahwa satu variabel berbeda menurut kategori dari variabel lainnya.
Contoh: Orang berpendidikan tinggi kurang berprasangka katimbang orang
yang berpendidikan rendah

Abstrak
Empiris

Struktur Pasar

Perilaku Pasar

Kinerja
Pasar

Product
Differentiability

Intensitas
Advertensi

Efisiensi
Biaya

Macam nisbah: ASOSIATIF


Arah nisbah:
Positif
Negatif
Belum dapat ditentukan

Macam nisbah: KAUSAL


Arah nisbah:
Positif
Negatif
Belum dapat ditentukan

Diperlihatkan melalui:
Besaran sekaligus signifikansi statstik nisbah pada tertentu
Koefisien korelasi (r)

Koefisien regresi ()

MENGAPA? Karena
menggunakan dua bahasa
berbeda:

BAGAIMANA CARANYA?
Menguji apakah pernyataan
tentang sifat fenomena (dalil)
bernar?

BAHASA ABSTRAK:
concept by postulation

DALIL (TAUTAN KONSEP)


HIPOTESIS
EMPIRIK

BAHASA EMPIRIK:
concept by intuition

HIPOTESIS STATISTIK:
Ho: ?, Ha: ?
UJI SIGNIFIKANSI: = ?

Note: Hipotesis empiris adalah suatu pernyataan yang


mentautkan skor / nilai dari konsep yang satu dengan
skor / nilai dari konsep lainnya

1.
2.

Merumuskan dalil
Menurunkan dalil ke aras yang lebih rendah (jika dalil
aslinya pada aras abstraksi tengah atau tinggi) dengan
cara menurunkan konsep ke sub konsep atau sub konsep
sub konsep lainnya

3.

Merumuskan hipotesis empiris

4.

Memilih alat analisis untuk menguji dalil

5.

Merumuskan hipotesis statistik

6.

Menganalisis data untuk mendapatkan koefisien

7.

Menguji hipotesis dan membuat keputusan hipotesis

8.

Membuat interpretasi

KONSEP X1
DEFINISI:

Genus
proximum

DALIL

KONSEP X2
Genus
proximum

Differentia
specifica

Differentia
specifica

Substansi
makna

TITIAN:
IE & HS

Aras
Ukur

DATA & UJI HS

Epistemic
Correlation

Hipotesis
Empiris

Indikator
Empiris

Hipotesis
Statistik

Data

Uji Hipotesis
Statistik

Epistemic
Correlation
Aras
Ukur

Indikator
Empiris

Data

1. Merumuskan Dalil (cermati spesifikasi)


Dalil: Semakin tinggi tingkat inflasi, semakin rendah daya beli
terbukti benar (didukung fakta)

Tingkat Inflasi

Daya Beli

Macam nisbah:
kausal
Arah nisbah:
negatif

2. Merumuskan Hipotesis Empirik:


Hipotesis empiris yang mengatakan semakin tinggi prosentase
perubahan harga rata-rata sembako, semakin rendah persentase jumlah
barang yang mampu dibeli adalah benar secara empiris

3. Membuat keputusan statistik:


menolak Ho karena P <

4. Menguji Hipotesis Statistik:


Ho: b = 0
Ha: b < 0

Variasi persentase jumlah barang yang


mampu dibeli dijelaskan 72% variansi
persentase perubahan harga rata-rata
sembako

Hasil analisis: regresi sederhana


Y = 0,98 - 0,08 X
P = 0,02
R2 = 0,72