Anda di halaman 1dari 13

LIAISON PSYCHIATRY

DEFINISI
Consultation-Liaison Psychiatry adalah
suatu cabang bidang ilmu kedokteran jiwa
(psikiatri) yang bekerja dengan memberikan

pelayanan psikiatri pada pasien dengan


kondisi medis umum yang mengalami
gangguan kesehatan jiwa akibat kondisi
medisnya. Pada perkembangannya bukan
hanya mencakup pelayanan medis, tetapi
juga pendidikan dan penelitian.

BEBERAPA CONTOH KERJASAMA


1. Seorang psikiater yang bersama-sama dengan dokter

saraf menangani pasien stroke yang juga mengalami


depresi pasca stroke.
2. Psikiater bekerja sama dengan dokter obstetri
ginekologi menangani kasus-kasus depresi pasca
melahirkan, baby blues, infertilitas (kemandulan) dan
depresi pada menopause.
3. Psikiater bekerja sama dengan dokter penyakit dalam
menangani kasus-kasus diabetes yang erat kaitannya
dengan depresi
4. Psikiater bekerja sama dengan dokter bedah pada
kasus-kasus operasi estetika yang berlebihan, kondisi
luka bakar dan amputasi.

Intinya dalam praktek sebagai seorang


psikiater CLP, psikiater selain bekerja mandiri
sebagai pelayanan kesehatan jiwa di RSU

juga bekerja sebagai seorang konsultan yang


bekerja sama dengan teman sejawat lainnya.
Salah satu nilai yang penting adalah
semangat kolaborasi untuk menciptakan
layanan yang menyeluruh dan tepat

Tata Kerja Psikiater ConsultationLiaison Di Rumah Sakit Umum


Pekerjaan seorang psikiater di bidang
consultation liaison sebenarnya meliputi
pekerjaan di dalam tim terintegrasi (liaison) dan
melayani sejawat lain dalam konsultasi
(consultation). Pada banyak kesempatan di
rumah sakit umum, peran psikiater terkadang
lebih banyak sebagai konsultan daripada
seorang psikiater liaison. Untuk itulah
diharapkan psikiater yang bekerja di rumah sakit
umum dapat menjalankan peran ini dengan baik
berbekal pengetahuannya yang luas di bidang
psikiatri dan medis umum

The Academy of Psychosomatic Medicine


(APM) pada tahun 1998 mengeluarkan suatu
klausal tentang peranan yang diharapkan dari

seorang psikiater consultation liaison


(psikiater-CL) di dalam prakteknya seharihari
1. Seorang psikiater-CL harus mempunyai
pengetahuan dan pemahaman klinis yang
baik tentang permasalahan fisik dan
neurologis dan hubungannya dengan perilaku
abnormal yang dialami pasien

2. Dia juga harus mempunyai keterampilan


diagnosis yang baik, dapat
memformulasikannya ke dalam diagnosis
multiaksial dan mempunyai kemampuan
yang baik dalam merencanakan pengobatan
yang efektif.
3. Seorang psikiater-CL juga harus mempunyai
pengetahuan yang baik tentang psikoterapi
dan psikofarmakologi begitu juga
pengetahuan yang luas tentang aspek
medikolegal dari gangguan psikiatrik dan
medis serta perawatannya

Prosedur Konsultasi
Menerima Permintaan Konsultasi

Permintaan konsultasi secara formal dapat


diterima melalui surat permintaan konsultasi
yang tersedia. Ada kalanya seorang dokter
yang meminta konsultasi secara informal
menelpon sendiri konsultan psikiatri. Hal ini
tidak menjadi masalah, apalagi dalam
keadaan darurat.

Bicara Dengan Dokter Yang Meminta


Konsultasi dan Perjelas Permintaan
Konsultasinya
Tentukan Ruang Lingkup Konsultasi

Ruang lingkup yang termasuk misalnya


adalah keadaan gawat darurat pada pasien
gelisah, percobaan bunuh diri dan delirium.
Melihat Catatan Medis

Mewawancarai Pasien

Pemeriksaan Status Mental

Mendapatkan Informasi dari Yang Lain

Keluarga, teman dan perawat yang merawat


pasien merupakan sumber informasi yang
berharga untuk melengkapi data.

Diagnosis
Diagnosis dalam psikiatri biasanya dibagi menjadi 5 aksis.
Aksis pertama berisikan tentang gangguan jiwa yang
dialami pasien,
Aksis kedua berisikan tentang gangguan kepribadian
(termasuk ciri kepribadian) dan retardasi mental yang ada,
Aksis ketiga berisikan tentang kondisi medis umum yang
dialami pasien,
Aksis keempat berisikan tentang pencetus, stressor
psikososial yang dialami pasien dan
Aksis kelima berisikan tentang fungsi pasien secara
pribadi dan sosial.

Rekomendasi Kepada Dokter

Rekomendasi harus diberikan langsung


kepada dokter yang merawat sebisa mungkin
agar memberikan kesempatan kepada
sejawat untuk bertanya tentang proses terapi
yang akan diberikan.
Intervensi

Modalitas terapi dalam psikiatri biasanya


terbagi menjadi dua yaitu psikoterapi dan
psikofarmakoterapi.

Follow Up
Setidaknya satu kali follow up dibutuhkan

untuk setiap konsultasi yang dibuatkan


kepada pasien. Hal ini untuk melihat adanya
perubahan pada pasien, efek terapi dan
perjalan penyakit saat ini. Jika pasien sudah
dianggap tidak lagi membutuhkan follow up
namun masih berada di RS, konsultan harus
melepaskan perawatan dan
mengkomunikasikan hal ini kepada dokter
yang merawat.