Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PRAKATA

1.1 Latar Belakang


Konstruksi batu adalah salah satu jenis konstruksi yang menempati urutan besar dalam
suatu konstruksi bangunan gedung.
Dalam praktek kerja batu I ini, sebahagian besar pekerjaan yang terdapat dalam konstruksi
gedung meliputi, Pemasangan dinding setengah Bata, Pemasangan Pilar, Pemasangan Ubin
Lantai, dan Plasteran dinding / Acian.
Untuk mencapai hasil yang sempurna, seorang pekerja harus mengikuti teknik dan aturan aturan dari setiap pekerjaan dalam hal Konstruksi Batu, karena faktor bekerja memegang
peranan penting bila kita membicarakan masalah mutu dan kualitas dari suatu konstruksi
bangunan terutama sekali bangunan gedung.
Adapun faktor mutlak yang harus diketahui oleh seorang tukang batu dalam pekerjaan
pemasangan batu bata adalah :
1. Dapat mengenali jenis dan kualitas material yang baik untuk pemasangan batu bata.
2. Dapat mencampur dan mengaduk material yang akan digunakan dalam pekerjaan pemasangan
batu bata.
3. Mengetahui daya hisap persentimeter luas permukaan batu bata
4. Mengetahui hal-hal yang dapat mempengaruhi kekuatan ikatan antara material dengan batu bata
setelah pekerjaan pemasangan selesai.
5. Mengetahui cara menetukan kedataran dan ketegakan pemasangan batu bata.
6. Mengetahui macam-acam ikatan yang baik dalam pekerjaan pemasangan batu bata.
7. Mampu merawat pekerjaan selama ikatan antara batu bata dengan adukan belum monolit antara
yang satu dengan yang lainnya.
8. Mengetahui teknik pemasangan batu bata yang baik dan benar.
9. Mampu meningkatkan produktivitas dalam pekerjaan pemasangan batu baja.

Dengan mengetahui teknik dan aturan-aturan di atas pekerjaan pemasangan batu bata
akan mendapatkan mutu dan kualitas sesuai dengan yang diharapkan.

1.2 Tujuan Instruksional Umum


1. Tujuan utama dari praktek kerja batu adalah untuk mempersiapkan

mahasiswa/ I teknik sipil

agar mampu menganalisis setiap masalah yang berkaitan dengan pasangan/ikatan bata dan batu
kalii.
2. Tujuan khusus dari praktek kerja batu, mahasiswa/I diharapkan:
-

Dapat memasang ikatan bata dan batu kali dengan baik dan benar.

Mampu mensurvei ikatan bata dan batu kali hanya dengan melihat.

- Melatih mahasiswa/I agar lihai & cekatan dalam pemasangan bata dan batu kali.

BAB II
PENGENALAN BAHAN DAN ALAT
2.1 BAHAN :
Untuk pekerjaan pasangan batu, bahan - bahan yang selalu digunakan adalah :
1. Batu Kali
2. Batu Bata
3. Semen
4. Kapur
5. Pasir
6. Kerikil
7. Air

1.

BATU KALI
Batu Belah yang kita kenal sering juga disebut dengan batu kali merupakan komponen
pentingyang digunakan sebagai sarana pemasangan konstruksi pondasi bangunan Pondasi
bangunan dari batu belah sangat penting untuk menopang dan menahan beban bangunan yang
berat terutama bangunan rumah tingkat atau gedung tinggi.

2.

BATU BATA
Batu bata adalah merupakan pemisah ruangan yang satu dengan yang lain dilakukan
dengan pemasangan tembok atau dinding. Batu bata ini berasal dari tanah liat yang dalam
keadaan dekat dicetak , dijemur beberapa hari sesuai dengan aturan lalu dibakar sampai matang,
sehingga tidak dapat hancur lagi bila direndam dalam air.

Syarat-syarat bata
Bata sebagai suatu unsur bangunan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
Semua bidang-bidang sisi harus datar
Mempunyai rusuk-rusuk yang tajam dan menyiku
Tidak menunjukkan gejala retak-retak dan perubahan bentuk yang berlebihan
Warna pada penampang patahan merata
Bila diketok suaranya nyaring
Panjang bata sama dengan dua lebar + siar (1 cm )
Penyimpangan panjang maksimum 3% lebar maksimum 4% dan tebal maksimum 5%
Kuat desak bata yang banyak terdapat dalam perdagangan dibagi dalam 3 golongan yaitu :
Mutu tingkat I kuat desaknya rata-rata lebih besar dari 100 kg/cm2
Mutu tingkat II kuat desaknya rata-rata 100-80 kg/cm2
Mutu tingkat III kuat desaknya rata-rata 80-60 kg/cm2
Pada sebuah bata yang masih utuh nama bidangnya adalah :
Terpanjang disebut sterk
Terkecil disebut kop
Terbesar disebut bidang datar

Syarat mutlak ukuran bata 1 sterk = 2 kop + 1 siar


Siar adalah adukan setebal 1 cm yang meletakkan bata satu dengan yang lainnya. Tebal siar tidak
boleh terlalu besar, tetapi berkisar 0,8-1,5 cm.
Menginggat syarat ikatan bata bahwa, siar tidak boleh berimpit, maka akan terjadi
pemotongan bata yang disesuaikan dengan kebutuhan. Namun demikian selalu diusahakan
digunakan bata yang masih utuh.

. 3. SEMEN
Semen adalah bahan hidrolik, artinya dapat menggikat mengeras setelah bereaksi dengan
air sebagai bahan pengikat (setelah dicampur dengan air), semen mempunyai proses penggerasan
yang mempunyai proses pengerasan yang relatif cepat yang penyusunannya juga relatif rendah
jika dibandingkan bahan pengikat yang lainnya. Semen sebaiknya disimpan ditempat yang
terlindungi dari panas dan hujan serta terhindar dari udara yang lembab.
Sifat - sifat semen :
. Terbentuk dalam suhu 1400oC 1500oC
. Mengeras bila terkena air dan udara lembab
. Membentuk tepung halus

4. KAPUR
Kapur berasal dari pembakaran batu kapur, kemudian ditabur dengan air sehinga menjadi
tepung.
Sifat yang mengguntungkan dari kapur adalah keplastisannya yang tinggi, kapur yang
baik digunakan adalah kapur padam, yang lewat dari ayakan 0,3 mm dan semakin halus
butirannya kapur akan semakin bagus.
5

Kapur berfungsi sebagai bahan pengikat dalam adukan, agar kapur tetap mempunyai daya
ikat yang baik, maka penyimpanan kapur di lapangan harus pada tempat yang kering dan
diusahakan didalam ruangan yang beratap agar terhindar dari hujan. Jika kapur tersebut ditimbun
dan menumpuk, tempat penimbunannya ini harus lebih tinggi dari permukaan air banjir daerah
penimbunan tersebut.

4. PASIR
Pasir adalah salah satu bahan bangunan yang berasal dari sungai, gunung dan ada juga
yang diproses melalui gilingan batu. Pasir merupakan butiran- butiran mineral atau agregat yang
halus dan mempunyai gradasi 0 - 4 mm. Fungsi pasir dalam pekerjaan pasangan adalah sebagai
bahan pengisi. Pasir yang baik harus mempunyai syarat - syarat seperti dibawah ini :
Tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5 %
Bebas dari bahan organik
Mempunyai gradiasi yang berkisar antara 0,25 mm s/d 4 mm
Pasir harus kuat

6. AIR
Air adalah salah satu bahan tambahan yang digunakan dalam adukan . Air yang akan
digunakan untuk membuat adukan menjadi seperti bubur kental dan juga sebagai bahan untuk
6

menimbulkan reaksi pada bahan lain, untuk menggeras dan mendapatkan adukan yang baik
maka harus digunakan air :
Air besih, dengan kata lain bebas dari bahan organik seperti kotoran hewan, tumbuhan-tumbuhan
dan lain sebagainya.
Air tidak mengandung minyak, garam dan zat-zat lain yang dapat merusak adukan (pasangan).
Untuk air ini sebaiknya dipakai air sumur air yang dapat diminum (air tawar).

2.2 ALAT
Untuk menghasilkan produktifitas dalam bekerja diperlukan peralatan yang lengkap.
Sebab disamping rendahnya produktifitas kerja, juga dapat mengurangi mutu dan kualitas dari
hasil pekerjaan yang dilaksanakan .
Karena hal tersebut di spini kita perlu sekali mengenal peralatan-peralatan yang
digunakan dalam pekerjaan konstruksi batu, adapun jenis peralatan yang lazim digunakan adalah
sebagai berikut :
1. Sendok spesi

10. Sekpop

2. Palu pemotong bata

11. Jidar

3. Water pass

12. Meteran

4. Siku besi baja

13. Ruksam

5. Block / line bobine

14. Ayakan pasir

6. Unting unting

15. Sikat kawat

7. Kotak spesi / Jolang

16. Gerobak dorong

8. Ember / Timba
9. Cangkul
7

1. SENDOK SPESI
Alat ini terbuat dari plat baja tipis dengan tangkai dari kayu . Kegunaanya adalah untuk
mengambil dan meletakkan mortal kedalam pasangan batu bata .

2.

PALU KARET
Alat ini terbuat dari baja dengan tangkai dari kayu, mata palu bagian depan dibuat tajam, dan
bagian belakang dibuat empat persegi panjang permukaan ini berpungsi sebagai palu .

3. WATER PASS
Water pass mempunyai bentuk yang berbeda - beda,ada yang panjang,sedang dan pendek
.Kerangkanyaterbuat dari alluminium dan dilengkapi dengan tabung gels yang diisi cairan ether
dan mempunyai gelembung udara didalamnya. Gunanya untuk mengukur kedataran, kemiringan
dan ketegakan pasangan batubata .

4. SIKU BESI BAJA


Alat ini terbuat dari plat baja tau besi mempunyai bentuk sudut siku ( 90 ) dan dilengkapi
dengan garis-garis ukuran dalam Cm. Gunanya adalah untuk mengukur kesikuan dalam
pemasangan batu bata .

5. BLOCK / LINE BOBYNE


Alat ini terdiri dari dua potongan kayu yang terbuat sedemikian rupa, yang dihubungkan
dengan benang. Kegunaanya adalah sebagai garis petunjuk kelurusan pemasangan batu bata .

6. UNTING - UNTING
Benda ini ada yang terbuat dari besi, timah, dan darikuningan. Beratnya berkisar antara 100 gr
sampai dengan 500 gr. Gunanya untuk mengkur ketegakan dari pemasangan kosen jendela,
pintu, dan plesteran .

7.

KOTAK SPESI / JOLANG


9

Kotak ini terbuat dari plat besi dengan bentuk transparan dan sisinya diberi tangkai agar
mudah mengangkatnya sewaktu memindah-mindahkannya .

8.

EMBER
Ember terbuat dari plastik dengan bentuk piramid terpancung, dan diberi tangkai untuk
pegangannya. Kegunaanya adalah untuk mengambil air, menakari pasir atau semen, membawa
adukan dan lain-lain sebagainya .

9.

CANGKUL
Alat ini mempunyai mata plat besi dan gagang yang terbuat dari kayu. Gunanya adalah
untuk mengaduk material yang dikerjakan, menggali tanah dan lain sebagainya .

10. SEKOP
Alat ini matanya terbuat dari plat besi, matanya lurus searah dengan gagang pegangannya
dan ujung matanya agak melengkung ke depan pegangannya terbuat dari kayu dan pada
pangkalnya diberi lapisan yang terbuat dari besi. Kegunaan alat ini adalah untuk menyedot pasir
dari tanah, mengaduk campuran material dan lain-lain sebagainya .

10

.
11. METERAN
Meteran ini terbuat dari plat baja yang tipis dan dapat digulung kedalam kotak yang
berpungsi sebagai pelindung, gunanya adalah sebagai alat ukur .

12. RUSKAM
Ruskam terbuat dari kayu tipis dan diberi pegangan pada bagian belakangnya . Pungsi
utama ruskam adalah untuk plesteran dinding dengan cara menggosokkan adukan pada bagian
dinding yang akan diplester .

13. AYAKAN PASIR


Alat ini berbentuk empat persegi dilengkapi dengan lubang pegangan yang dibuat pada
sisi yang berhadapan antara saut dengan yang lainnya . Kegunaan dari ayakan adalah untuk
memisahkan antara campuran agregat dengan batu kerikil .

14. SIKAT KAWAT

11

Sikat kawat terbuat dari kawat baja yang ditanamkan pada kayu dengan arah atau posisi
tiga jalur. Fungsi utama dari sikat kawat ini adalah untuk membersihkan permukaan pasangan
batu bata sebelum di plaster dengan semen dan acian .

15. GEROBAK DORONG


Gerobak dorong ini mempunyai bentuk yang beraneka ragam dan mempunyai pungsi
yang berbeda-beda, akan tetapi yang sering digunakan di bengkel Civil Engineer Workshop PNL
adalah gerobak dorong besi dilengkapi dengan zolang untuk tempat muatan .

12

BAB III
PEGADUKAN MORTAR SECARA MANUAL

3.1

PENGERTIAN ADUKAN
Adukan adalah suatu campuran dari bahan pengikat dan bahan pengisi serta air sampai

konsisten tertentu. Bahan pengikat yang biasa dipakai adalah semen (kapur), sedangkan bahan
pengisi adalah pasir atau tras. Bahan-bahan tersebut harus memenuhi syarat yang telah
ditentukan.
Adukan yang memakai semen mempunyai kekuatan adhesi yang besar akan tetapi
pengerjaannya agak sukar. Sedangkan adukan yang menggunakan bahan pengikat kapur kekuata
adhesinya rendah jika dibandingkan dengan semen. Oleh karena itu sering dilakukan
pencampuran antara semen.
Mengaduk bahan-bahan yang sudah dicampur dengan menggunakan cangkul dan
sekop, dengan perbandingan adalah 1 kapur : 2 pasir yang telah diayak, kemudian bahan tersebut
diaduk dalam keadaan kering hingga campuran bahan ini memberi suatu warna yang padu dan
merata (Homogen).
Selanjutnya hal utama yang harus diperhatikan adalah upaya pencapaian kekuatan
pasangan. Dalam hal ini kita harus menggerti teknik pemasangannya. Walaupun kita telah
menggunakan bahan yang bermutu dan dalam hal pengadukan dengan cara yang tepat, tetapi
kalau teknik pemasangannya tidak benar, maka kekuatan pasangan yang kita inginkan belum
bisa tercapai. Oleh karena itu setiap jenis pekerjaan dalam konstruksi mempunyai teknik-teknik
dan aturan-aturan tersendiri.
Setiap pekerja yang sudah skeel, didalam melaksanakan pekerjaan selalu
mengutamakan kualitas dan mutu pekerjaan yang konsekuen dengan bentuk dan type bangunan
yang dibangun. Perlu diingat bahwasanya mengaduk material dengan tangan atau manual tidak
sama seperti mengaduk dengan menggunakan mesin. Adapun perbedaannya adalah mengaduk
dengan mesin pemakaian air lebih duluan atau pertama daripada mengaduk atau mencampur
semen dengan pasir. Pasir dan semen ini akan tercampur sendiri didalam tabung pengaduk
material. Jika kita mengaduk dengan cara manual proses campuran antara pasir dengan semen
lebih duluan daripada pengisian bahan tambahan air.

13

3.2

SIFAT-SIFAT ADUKAN YANG HARUS DI PERHATIKAN


Ada beberapa sifat yang perlu diperhatikan untuk membuat adukan yaitu :

Kemudahan untuk bekerja


Sifat penyusutan
Kekuatan

3.3

LANGKAH - LANGKAH KERJA :

1.

Menyiapkan alat dan perlengkapan-perlengkapan yang diperlukan

2.

Menentukan lay-out pekerjaan yang akan dilaksanakan

3. Ayakan pasir sebelum ditakari menurut kebutuhan yang akan dipergunakan


4. Dalam pengadukan material perbandingan yang lazim digunakan adalah
bata biasa dan 1:2 untuk pasangan bata trasram

1:4 untuk pasangan

(pasangan kedap air ).

5. Adukkan pasir yang telah diayak dengan portland semen menurut jenis pasangan atau campuran
yang diinginkan.
6. Setelah bahan diatas teraduk dengan rata lalu masukkan air kedalam campuran secukupnya.
7. Jika airnya telah meresap habis kedalam adukan mulailah mengaduk dengan cara membolak
balikkan material sampai semua bahan teraduk dengan rata dan homongen .
8. Pindahkan material yang telah teraduk kedalam kotak spesi .
9. Tempatkan kotak spesi kira - kira 70 cm dari bidang pekerjaan yang dilaksanakan .
10.Pekerjaan siap untuk dilaksanakan .

14

BAB IV
PEMASANGAN BATU KALI

4.1.

TUJUAN
1. Mahasiswa dapat membuat pasangan batu kali dengan benar.
2. Mahasiswa dapat menggunakan bahan dan alat yang tersedia sesuai dengan fungsinya.
3. Mahasiswa dapat membuat perbandingan campuran bahan dengan benar.

4.2.

4.3.

4.4.

BAHAN
1. Pasir

: sebagai bahan utama dalam pembuatan campuran.

2. Semen

: sebagai bahan perekat pada pembuatan campuran.

3. Air

: sebagai bahan pengikat hindrolis semen dan pasir.

4. Batu kali

: sebagai bahan dasar untuk pemasangan batu kali.

ALAT
1.

Gerobak

: digunakan sebagai alat pengangkut bahan-bahan.

2.

Sekrop

: digunakan sebagai alat pengambil semen dan pasir.

3.

Ayakan

: digunakan sebagai alat untuk mengayak pasir.

4.

Cetok

: digunakan sebagai alat untuk membantu mengaya pasir.

5.

Kotak spesi

: digunakan sebagai alat untuk mengaduk semen dan pasir.

6.

Bowplank

: digunakan sebagai alat untuk menentukan muka tanah.

7.

Benang

: sebagai alat untuk pelurus kadataran sederhana.

8.

Ember

: sebagai tempat adonan.

KESELAMATAN KERJA

1.

Pakai pakaian dan atribut agar aman dalam melakukan pekerjaan.

2.

Gunakan helm proyek (safety helm).

3.

Hindari Bergurau dalam bekerja.

4.

Hindari pemakaian alat yang tidak sesuai dengan kegunaannya.

15

4.5.

1.

LANGKAH KERJA

Ukur tanah yang akan di pasang pondasi, kemudian pasanglah bowplang untuk menggetahuI

ketinggian muka tanah setelah itu pasang benang agar pondasi bisa tegak dan lurus.
2.

Gali tanah yang akan di buat pondasi dengan kedalaman sekitar setengah meter karena

pondasi tersebut dibuat untuk pagar tembok yang mempunyai ketinggian 3 meter saja.
3.

Landasan tanah tersebut diberi anstamping dengan ketinggian sekitar 20cm, dengan posisi

batu tegak.
4.

Pasir dan semen di campur dengan menggunakan perbandingan 1:5 kemudian campur

dengan air secukupnya sebagai pengikat dengan menggunakan alat pengaduk molen.
5.

Susun batu kali tersebut diatas anstamping setinggi 80cm.

6.

Setelah semuanya tercampur dengan baik tuangkan campuran tersebut ke dalam batu kali

yang tersusun tadi sambil di padatkan dengan menggunakan tongkat besi agar campuran tersebut
memadati lobang-lobang yang berada di podasi batu kali tersebut.
7.

Setelah itu tunggu pasangan batu kali tersebut hingga mengeras dan siap untuk di beri beban

di atasnya.

16

BAB V
PEMASANGAN BATU BATA
5.1

TUJUAN

Agar pada akhir pelajaran atua praktek Mahasiswa akan dapat :


1. Membuat pasangan batu bata yang baik dan benar
2. Membuat awal dan akhir pasangan tegak, lurus dan siku
3. Mengetahui bentuk diding satu batu

5.2

PERALATAN

1.

Sendok spesi

2.

Kotak spesi / jolang

3.

Cangkul

4.

Ember

5.

Sekop

6.

Ayakan

7.

Waterpass

8.

Line bobyn

9.

Siku plat

10.

Jointer

11.

Tongkat ukur

12.

Kotak adukan / Jolang besi

5.3

BAHAN BAHAN

1. Batu bata
2. Semen
3. Kapur
4. Air
5. Pasir

17

5.4

LANGKAH KERJA :
1. Persiapkaan bahan-bahan yang dibutuhkan
2. Mengaduk mortal dengan komposisi 1 kapur : 4 pasir dan 1/4 semen serta air secukupnya
3. Memasangbata kepala dengan bata melintang pada setiap ujung pasangan yang akan
dibuat dengan jarak 15 - 20 cm kepala pasangan itu harus mendatar ( di Waterpass )
4. Mengcantolkan line bobyn pada kedua bata itu
5. Memasang bata melintang pada lapisan pertama
6. Untuk memasang lapisan kedua ini pertama dengan memasang bata 3/4 atau pada akhir
pemasangan
7. Pada akhirnya akan kita dapat dimana lapisan pertama akan sama dengan lapisan ketiga ,
kelima. Dan lapisan kedua sama dengan lapisan keempat.

18

BAB VII
PLASTERAN

7.1. TUJUAN :
Dengan mengerjakan ini diharapkan mahasiswa nantinya dapat
Mengerjakan pekerjaan plasteran dengan baik dan benar - benar sempurnan
Mengetahui alat - alat dan bahan - bahan yang dibutuhkan
Memahami fungsi daripada plasteran tersebut
Mengerjakan teknik pekerjaan yang benar

7.2.

ALAT - ALAT YANG DIBUTUHKAN :


1.

Sendok spesi

2.

Kotak spesi / jolang

3.

Ember

4.

Ruskam kayu

5.

Ruskam

6.

Jidar

7.

Paku

8.

Benang

9.

Ayakan

10.

Meteran

11.

Cangkul

12.

Sekop

7.3. BAHAN - BAHAN YANG DIGUNAKAN :


1.

Semen

2.

Pasir

3.

Air

19

7.4. KESELAMATAN KERJA

7.5.

1.

Berdoa sebelum dan sesudah bekerja

2.

Memakai pakaian dengan lengkap

3.

Slalu mengikuti petunjuk instruktur

4.

Pusatkan perhatian pada pekerjaan

5.

Jangan sekali - sekali bermain selagi sedang bekerja

LANGKAH - LANGKAH KERJA


1.

Memeriksa kelurusan, ketegakan dan kedataran dinding yang akan diplasterkan

2.

Membersihkan dinding yang akan diplasterkan

3.

Memasang paku pada setiap sudut, hubungkan dengan bengan yang sudah disediakan

4.

Setelah mengerjakan kesemuan itu lalu mulailah mengerjakan plasteran pada dinding
yang telah disiapkan

5.

Setelah plasteran dinding keseluruhan, selanjutnya

6.

Ambil tongkat perata, untuk melihat pakah sudah rat keseluruhan dinding tersebut

7.

Kemudian ukur segala sisi apakah sudah kelurusan, ketegakan dan kedataran

20

BAB VIII
PEMASANGAN KERAMIK DINDING

8.1. Tujuan :
1.

Pada akhir pejaran mahasiswa dapat memasang keramik dengan cara yang benar

2.

Mengenal alat dan bahan dalam pemasangan keramik

8.2. Bahan

Keramik

Air

Pasir

Kapur

8.3. Alat

Cangkul / sekop

Kotak spesi

Ember

Sendok spesi

Paku beton

Waterpass

Benang

Palu

Ayakan pasir

8.4. Langkah kerja :


1.

Bersihkan daerah pemasangan keramik

2.

Lalu tarikan lay outnya

3.

Kemudian dikukan apakah sudah siku

4.

Dan waterpasskan

5.

Setelah itu baru pemasangan keramik di mulai

21

BAB IX
PEMASANGAN KERAMIK UBIN
9.1. Tujuan :
1.

Pada akhir pejaran mahasiswa dapat memasang keramik dengan cara yang benar

2.

Mengenal alat dan bahan dalam pemasangan keramik

9.2. Bahan

Keramik

Pasir

Kapur

Air

9.3. Alat

Cangkul / sekop

Kotak spesi

Ember

Sendok spesi

Paku beton

Waterpass

Benang

Palu

Ayakan pasir

9.4. Langkah kerja :


1)

Bersihkan daerah pemasangan keramik

2)

Lalu tarikan lay outnya

3)

Kemudian dikukan apakah sudah siku dan waterpasskan

4)

Sebarkan pasir di daerah pemasangan ubin secara merata

5)

Setelah itu baru pemasangan ubin di mulai

22

1. Pemasanga keramik dinding

2. Pemasangan Keramik Ubin

23

BAB X
PENUTUP

10.1.

KESIMPULAN
Dari semua aturan serta teknik pelaksanaan pekerjaan dalam laporan ini, jelaslah sudah

bahwa tidak mudah mengerjakan suatu pekerjaan yang berhubungan dengan konstruksi batu
tanpa mempelajari dan mempraktekan pelajaran tersebut dengan baik dan benar sebab apabila
semua aturan serta teknik-teknik suatu pekerjaan tidak dipenuhi maka kemungkinan hasil kerja
yang kita dapatkan akan runtuh, retak, bergelombang dan tidak rata.
Oleh karena itu untuk mencapai hasil yang baik maka melaksanakan suatu pekerjaan
dibutuhkan peralatan yang lengkap disamping tukang-tukang memperdidik, karena seorang
tukang batu harus mengetahui paling tidak bagaimana mencampur dan mengaduk morta dengan
baik dan teknik pemasangannya juga hal-hal yang mempengaruhi kekuatan ikatan antara mortal
dengan batu sesudah selesai pemasangan serta bagaimana mengukur kedataran dan ketegakan
pasangan batu dan lain-lain yang berhubungan dengan konstruksi batu.
Kerja batu sangat diperlukan pada umumnya dalam pelaksanaan suatu konstruksi bangunan
Penjelasan yang baik didapat dari pengalaman yang ditunjang dengan pengetahuan tentang
pekerjaan tersebut.
Dalam pelaksanaan kerja batu perlu diperhatikan ketegakan dan kerataan bata agar
menghasilkan kerja yang baik.
Dalam melakukan kerja batu segala dituntut kedisiplinan dalam bekerja serta kebersihan alatalat.

10.2.

SARAN - SARAN
Dalam melaksanakan suatu pekerjaan seharusnya memakai pakaian kerja dengan lengkap

demi keselamatan kerja kita serta patuhilah aturan-aturan dan petunjuk dari dosen pembimbing
Laksanakan pekerjaan dengan mengikuti langkah-langkah kerja yang baik dan teratur.
Agar praktek kerja batu berjalan dengan baik diperlukan peralatan yang lengkap dan tidak rusak
dan utamakan keselamatan kerja.
24