Anda di halaman 1dari 4

KEMACETAN DI KOTA BANDUNG

Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas
yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan banyak
terjadi di kota-kota besar, terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau
memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk,
misalnya Bandung.
Jalan Katamso di kota Bandung, merupakan salah satu titik kemacetan yang ada di kota
Bandung. Kemacetan ini terjadi dikarenakan banyak faktor diantaranya :
1. Ketidaktertiban para pengendara
2. Bertambahnya volume kendaraan bermotor
3. Ruas jalan yang sempit
4. Angkot yang ngetem sembarangan
5. Lampu merah di jalan Pahlawan yang sering mati
6. Pertemuan kendaraan dari tiga arah
7. Pohon tumbang

Kemacetan lalu lintas memberikan dampak negatif yang besar yang antara lain
disebabkan:

Kerugian waktu, karena kecepatan perjalanan yang rendah

Pemborosan energi, karena pada kecepatan rendah konsumsi bahan bakar lebih rendah,

Keausan kendaraan lebih tinggi, karena waktu yang lebih lama untuk jarak yang pendek,
radiator tidak berfungsi dengan baik dan penggunaan rem yang lebih tinggi,

Meningkatkan polusi udara karena pada kecepatan rendah konsumsi energi lebih tinggi,
dan mesin tidak beroperasi pada kondisi yang optimal,

Meningkatkan stress pengguna jalan,

Mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti ambulans, pemadam kebakaran dalam


menjalankan tugasnya

Solusi kemacetan di Kota Bandung

Posisi strategis Kota Bandung sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, budaya dan
pariwisata, perekonomian dan industri serta sebagai Etalase Jawa Barat, telah mendorong Kota
Bandung sebagai sebuah Kota Metropolitan dengan berbagai kompleksitas permasalahan
perkotaan. Salah satu yang menjadi permasalahan adalah kemacetan.
Kepadatan lalu lintas kota Bandung dari hari ke hari makin terus bertambah terlebih lagi
pada setiap akhir pekan, kenyamanan kota Bandung sudah tidak dapat dirasakan lagi.
Sejalan dengan telah selesai dan berfungsinya jalan Tol Cipularang tentunya kota
Bandung menjadi pusat tujuan wisata, namun mengakibatkan pula kemacetan lalu lintas dimanamana belum lagi kerusakan dijalanjalan protokol masih belum banyak diperbaiki. Meskipun
pemerintah kota Bandung maupun Propinsi Jawa Barat telah membangun beberapa jalan layang
sebagai penghubung seperti (jalan laying Cimindi,Kiaracondong, dan Pasupati), ini bukan
menjadi sebuah solusi akan tetapi hanya mengalihkan kemacetan pada titik lain.
Kemacetan di Kota Bandung terjadi akibat banyaknya masyarakat yang menggunkan
kendaraan pribadi, angkutan kota yang selalu ngetem, tidak seimbangnya sarana jalan dengan
volume kendaraan dan banyaknya pedagang yang menggunkan bahu jalan. Faktor itulah yang
menjadikan kemacetan di Kota Bandung.
Untuk mengurangi kemacetan sebaiknya Pemerintah Kota Bandung memperbaiki
infrastruktur kendaraan umum, membatasi pembelian kendaraan pribadi, memperlebar jalan,
membangun angkutan umum anti macet seperti monorel, memaksimalkan kinerja Trans Metro
Bandung (TMB), menurunkan tarif angkutan umum agar masyarakat menggunakan jasa
angkutan umum.

Selain solusi diatas, Ada beberapa alternative pemecahan masalah terhadap permasalahan
kemacetan ini, yaitu,
1. Pengendalian dan pengelolaan supply
Pengendalian dan pengelolaan supply disini berarti mengelola kendaraan, baik kendaraan
pribadi maupun umum. Pada kendaraan umum, misalnya angkot, perlunya pembatasan jumlah
angkot yang beroperasi disesuaikan dengan jumlah penumpangnya. Jangan sampai, angkot yang
banyak tetapi disisi demand(penumpang) sedikit, karena penumpang reltif lebih sedikit
dibanding jumlah kendaraan, maka banyak angkot yang ngetem, menyebabkan kemacetan. Lalu
perlunya penggantian moda transportasi angkot dengan moda angkutan berbadan lebar seperti
bus. Dengan menggunakan bus, maka otomatis jumlah penumpang yang diangkut lebih banyak,
sehingga populasi kendaraan umum di jalanan relative lebih sedikit. Tetapi terdapat konsekuensi
besar jikalau kebijakan penggantian moda angkutan ini terjadi.
2. Pengendalian dan pengelolaan demand
Pengendalian demand disini berarti pengendalian penumpang angkutan. Salah satu
caranya ialah dengan memberikan insentif bagi orang yang menggunakan angkutan umum
disbanding menggunakan kendaraan pribadi
3. Pengelolaan penggunaan lahan
Di Bandung, belum tersedianya sarana pemberhentian bagi angkutan umum menjadi
masalah tersendiri. Dengan tiadanya fasilitas ini, maka angkutan umum akan berhenti di tempat
yang tidak seharusnya berhenti. Hal ini akan menyebabkan kemacetan. Diperlukan upaya yang
sungguh-sungguh dari pemerintah kota untuk menyediankan fasilitas pemberhentian angkutan
umum.
4. Pengelolaan kelembagaan
Diperlukan upaya pembinaan kelembagaan baik dari kelembagaan angkutan umum, atau
dari pemerintah. Kelembagaan, misalnya pada angkutan kota, disini bisa berfungsi melakukan
pembinaan, serta pemberian sanksi internal jika melanggar peraturan. Dari segi kelembagaan
pemerintah, lembaga harus mampu mneyediakan infrastruktur jalan yang memadai, seperti

pelebaran jalan, pelebaran persimpangan, Permasalahan perparkiran di tepi jalan, serta


pengaturan fungsi dan tata bangunan.
5. Pengawasan secara terus-menerus
Pengawasan dilakukan setelah upaya-upaya seperti dicontohkan diatas telah dilakukan.
Dengan dilakukan pengawasan ini, maka upaya yang telah dilakukan tidak akan sia-sia.
Alaternatif diatas bersifat holistik, menyeluruh. Pemilihan alternative penyelesaian
masalah tentunya harus dilihat secara seksama, dan harus memberikan solusi yang
menguntungkan semua pihak.
Berikut merupakan saran teknis pemecahan masalah kemacetan kota Bandung;
Dalam konteks Kota Bandung, mengaktifkan kembali sejumlah jalur kereta api bisa
menjadi salah satu pilihan terbaik dalam upaya mengatasi kemacetan lalu lintas. Dengan
mengaktifkan kembali jalur kereta api Yang menghubungkan Bandung -Ciwidey dan Bandung Tanjungsari, setidaknya dapat mereduksi kemacetan Yang saban hari terjadi di rute CicaheumCibiru-Jatinangor dan rute Kopo-Soreang-Ciwidey.
Desentralisasi layak pula menjadi bahan pertimbangan. kemacetan kerap terjadi lantaran
adanya beragam aktivitas, mulai dari perdagangan, bisnis, pendidikan, pemerintahan, rekreasi,
hingga hiburan Yang terpusat pada kawasan tertentu. Perlu diupayakan agar beragam aktivitas
ini tidak melulu hanya terpusat pada satu kawasan tertentu.
Penerapan pola kerja jarak jauh (tele work) dapat pula menjadi pilihan. Dengan kemajuan
teknologi informasi dan komunikasi, karyawan kantor/perusahaan bisa saja bekerja dari rumah
masing-masing. Di banyak kota di negara maju, pola ini menjadi bagian Yang menyatu dengan
kebijakan pemerintah kota dalam upaya mengurangi kemacetan dan pencemaran udara.
Melakukan pembatasan mengenai umur kendaraan yang boleh lewat jalan-jalan kota
Bandung