Anda di halaman 1dari 13

BUDAYA MINANGKABAU

Makalah ini ditujukan untuk memenuhi salah satu tugas yang di berikan oleh
Drs.A.Sjafrudin,M.Sa mata kuliah Ilmu Budaya Dasar

Dibuat Oleh :
Rifqi Alfadhillah Sentosa

270110140139

Universitas Padjadjaran
Fakultas Teknik Geologi
2014

Daftar Isi
Kata Pengantar........................................................................................................................................ 3
BAB 1 ....................................................................................................................................................... 4
PENDAHULUAN ....................................................................................................................................... 4
Latar Belakang..................................................................................................................................... 4
Tujuan Penulisan ................................................................................................................................. 4
Rumusan Masalah ............................................................................................................................... 4
BAB 2 ....................................................................................................................................................... 5
KAJIAN TEORI .......................................................................................................................................... 5
BAB 3 ....................................................................................................................................................... 6
PEMBAHASAN ......................................................................................................................................... 6
PENGERTIAN KEBUDAYAAN MINANGKABAU ..................................................................................... 6
SEJARAH KEBUDAYAAN MINANGKABAU ............................................................................................ 6
KEUNIKAN ADAT DAN BUDAYA MINANGKABAU ................................................................................ 8
PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN MINANGKABAU ............................................................................ 11
BAB 4 ..................................................................................................................................................... 12
KESIMPULAN ......................................................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................................. 13

Kata Pengantar
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.
Puji serta syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat limpahan
rahmat, taufiq dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah berjudul Budaya
Minangkabau. Kami juga mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada
seluruh pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah ini, karena dalam penulisan
makalah ini kami mendapat banyak bantuan dari berbagai sumber.
Kami mengetahui masih banyak kekurangan yang terdapat pada makalah ini oleh
karena itu kami menerima kritik dan saran yang bersifat membangun agar kedepannya
kami dapat menyelesaikannya lebih baik lagi. Akhir kata kami berharap makalah ini
dapat dibaca dan memberi banyak manfaat bagi pembaca.

Jatinangor, 6 September 2014

Penyusun

BAB 1
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Indonesia memang memiliki kebudayaan yang berlimpah. Setiap daerah
mempunyai ciri khas budayanya masing-masing semisal tarian daerah, lagu daerah,
dan pakaian daerah. Bayangkan seberapa banyak kebudayaan yang dimiliki
Indonesia yang memiliki daerah yang sangat banyak. Bahkan karena terlalu
banyaknya kebudayaan yang dimiliki Indonesia, negara tetangga sempat mencuri
beberapa kebudayaan milik tanah air kita.
Kebudayaan daerah di Indonesia terus berkembang mengiringi kemajuan
zaman. Namun faktanya, ada 2 kebudayaan yang lebih menonjol perkembangannya
di nusantara dibanding kebudayaan daerah lainnya, yaitu budaya Minangkabau dan
juga budaya Jawa. Pada tulisan ini saya akan memberikan informasi mengenai
salah satu dari 2 kebudayaan diatas, yaitu budaya Minangkabau.

Tujuan Penulisan
1. Memperkaya pengetahuan pembaca tentang kebudayaan tanah air
2. Mengenal kebudayaan Minangkabau lebih dalam lagi

Rumusan Masalah
1. Pengertian kebudayaan Minangkabau
2. Sejarah kebudayaan Minangkabau
3. Keunikan budaya masyarakat Minangkabau
4. Perkembangan kebudayaan Minangkabau

BAB 2
KAJIAN TEORI

Kata budaya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai pikiran,
akal budi atau adat-istiadat. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan
dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke
generasi. Secara tata bahasa, pengertian kebudayaan diturunkan dari kata budaya
yang cenderung menunjuk pada pola pikir manusia.
Kebudayaan sendiri diartikan sebagai segala hal yang berkaitan dengan akal
atau pikiran manusia, sehingga dapat menunjuk pada pola pikir, perilaku serta karya
fisik sekelompok manusia. Kebudayaan juga didefinisikan sebagai sesuatu yang
akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang
terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan
itu bersifat abstrak. Karena berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, kebudayaan
sangat erat hubungannya dengan masyarakat.
Sementara itu, nama Minangkabau berasal dari dua kata, minang dan kabau.
Nama

itu

dikaitkan

dengan

suatu legenda khas

Minang

yang

dikenal

di

dalam tambo. Minangkabau atau yang biasa disingkat Minang merupakan kelompok
etnik Nusantara yang berbahasa dan menjunjung adat Minangkabau.

BAB 3
PEMBAHASAN

PENGERTIAN KEBUDAYAAN MINANGKABAU


Budaya Minangkabau adalah kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat
Minangkabau dan berkembang di seluruh kawasan berikut daerah perantauan
Minangkabau. Kebudayaan Minangkabau juga dapat dikatakan sebagai segala hal
yang mempengaruhi sistem ide dan pola pikir masyarakat etnik yang menjunjung
adat Minangkabau, dan berhubungan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat
tersebut.
Budaya ini merupakan salah satu dari dua kebudayaan besar di Nusantara
yang sangat menonjol dan berpengaruh, selain kebudayaan Jawa. Wilayah
penganut kebudayaannya meliputi Sumatera Barat, separuh daratan Riau, bagian
utara Bengkulu, bagian barat Jambi, pantai barat Sumatera Utara, barat daya Aceh,
dan juga Negeri Sembilan di Malaysia.

SEJARAH KEBUDAYAAN MINANGKABAU


Masyarakat Minang merupakan bagian dari masyarakat Deutro Melayu
(Melayu Muda) yang melakukan migrasi dari daratan China Selatan ke Pulau
Sumatera sekitar 2.500-2.000 tahun yang lalu. Diperkirakan kelompok masyarakat
ini masuk dari arah timur pulau Sumatera, menyusuri aliran sungai Kampar sampai
ke dataran tinggi yang disebut darek dan menjadi kampung halaman orang
Minangkabau.
Berdasarkan historis, budaya Minangkabau berasal dari Luhak Nan Tigo, yang
kemudian menyebar ke wilayah rantau di sisi barat, timur, utara dan selatan dari
Luhak Nan Tigo (Luhak Yang Tiga). Luhak adalah wilayah konfederasi dari
beberapa nagari (atau desa) di Minangkabau yang terletak di pedalaman Sumatera
Barat.
Reformasi budaya di Minangkabau terjadi setelah Perang Padri yang berakhir
pada tahun 1837. Hal ini ditandai dengan adanya perjanjian di Bukit Marapalam

antara alim ulama, tokoh adat, dan cadiak pandai (cerdik pandai). Sejak reformasi
budaya dipertengahan abad ke-19, pola pendidikan dan pengembangan manusia di
Minangkabau berlandaskan pada nilai-nilai Islam. Sehingga sejak itu, setiap
kampung atau jorong di Minangkabau memiliki masjid, selain surau yang ada di tiaptiap lingkungan keluarga. Pemuda Minangkabau yang beranjak dewasa, diwajibkan
untuk tidur di surau. Di surau, selain belajar mengaji, mereka juga ditempa latihan
fisik berupa ilmu bela diri pencak silat.
Budaya Minangkabau pada mulanya bercorakkan budaya animisme dan
Hindu-Budha. Kemudian sejak kedatangan para reformis Islam dari Timur Tengah
pada akhir abad ke-18, adat dan budaya Minangkabau yang tidak sesuai dengan
hukum Islam dihapuskan. Budaya menyabung ayam, mengadu kerbau, berjudi,
minum tuak, diharamkan dalam pesta-pesta adat masyarakat Minang.

KEUNIKAN ADAT DAN BUDAYA MINANGKABAU


Budaya Minangkabau memiliki ciri khas yang sangat kental dan banyak
diketahui masyarakat nusantara, antara lain dalam aspek:

Etos kerja dan kewirausahaan

Seni arsitektur

Masakan

Bahasa

Garis keturunan

Berbicara masalah etos kerja, masyarakat Minangkabau sepertinya sudah tidak


perlu ditanyakan lagi. Orang Minangkabau dikenal sebagai masyarakat yang
memiliki etos kewirausahaan yang tinggi. Hal ini terbukti dengan banyaknya
perusahaan serta bisnis yang dijalankan oleh pengusaha Minangkabau di seluruh
Indonesia.
Arsitektur Minangkabau merupakan bagian dari seni arsitektur khas Nusantara,
yang wilayahnya merupakan kawasan rawan gempa. Sehingga banyak rumahrumah tradisionalnya yang berbentuk panggung, menggunakan kayu dan pasak,
serta tiang penyangga yang diletakkan di atas batu tertanam. Namun ada beberapa
kekhasan arsitektur Minangkabau yang tak dapat dijumpai di wilayah lain, seperti
atap bergonjong. Model ini digunakan sebagai bentuk atap rumah, balai pertemuan,
dan kini juga digunakan sebagai bentuk atap kantor-kantor di seluruh Sumatera
Barat.
Contoh keunikan arsitektur Minangkabau adalah Rumah Gadang. Rumah
Gadang atau Rumah Godang adalah nama untuk rumah untuk rumah adat
Minangkabau yang merupakan rumah tradisional dan banyak di jumpai di provinsi
Sumatera Barat, Indonesia. Rumah Gadang biasanya dibangun diatas sebidang
tanah milik keluarga induk dalam suku/kaum tersebut secara turun temurun dan
hanya dimiliki dan diwarisi dari dan kepada perempuan pada kaum tersebut.
Masakan Minangkabau merupakan masakan yang kaya akan variasi bumbu.
Oleh karenanya banyak dimasak menggunakan rempah-rempah seperti cabai, serai,
lengkuas, kunyit, jahe, bawang putih, dan bawang merah. Kelapa merupakan salah

satu unsur pembentuk cita rasa masakan Minang. Bahan utama masakan Minang
antara lain daging sapi, daging kambing, ayam, ikan, dan belut.
Pada tahun 2011 salah satu makanan khas Minangkabau, yaitu rendang,
berhasil mendapat peringkat teratas dalam survey makanan terlezat di dunia versi
CNN. Makanan khas Minang tersebut berhasil mengalahkan kelezatan sushi dan
ramen dari Jepang, pizza dari Italia, dan beberapa makanan khas Thailand yang
terkenal nikmat. Hal ini patut dibanggakan karena membuat nama Minangkabau
didengar oleh dunia.
Pengelola rumah makan Padang banyak menganut falsafah Minang yang
demokratis, seperti berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, hal ini terlihat dari
pembagian keuntungan yang dibagikan setiap seratus hari kerja, dengan sistem bagi
hasil berdasarkan indeks prestasi. Cara seperti ini, akan mendorong karyawan untuk
berprestasi, mereka akan berusaha melayani tamu sebaik-baiknya agar tamu mau
datang kembali.
Pelayan rumah makan Padang mempunyai keunikan dalam menyajikan
hidangan. Mereka akan membawa sejumlah piring hidangan secara sekaligus
dengan bertingkat-tingkat/bertumpuk-tumpuk dengan kedua belah atau sebelah
tangan saja tanpa jatuh. Hal ini merupakan atraksi yang cukup menarik bagi para
pengunjungnya. Kemudian semua piring-piring kecil yang berisikan hidangan ini
disajikan kepada tamu.
Jaringan rumah makan Padang berkembang dari Sumatera ke Jawa dan Bali.
Di Bali ada sekitar 100 rumah makan Padang. Data lain dari Ikatan Warung Padang
Indonesia (Iwapin) mencatat, di wilayah Jakarta dan sekitarnya ada sekitar 20.000
rumah makan Padang. Bahkan ada yang di luar negeri.
Bahasa

Minang

masih

digunakan

sebagai

bahasa

sehari-hari

oleh

masyarakat Minangkabau, baik yang berdomisili di Sumatera maupun di perantauan.


Bahasa Minang memiliki banyak dialek, bahkan antarkampung yang dipisahkan
oleh sungai sekali pun dapat mempunyai dialek yang berbeda. Walaupun begitu,
mereka masih tetap dapat berkomunikasi, seakan tidak ada perbedaan dalam
berdialek.

Masyarakat Minangkabau menganut garis

keturunan matrilineal (garis

keturunan ibu). Adat dan budaya mereka menempatkan pihak perempuan bertindak
sebagai pewaris harta pusaka dan kekerabatan. Matrilineal tetap dipertahankan
masyarakat Minangkabau sampai sekarang walau hanya diajarkan secara turun
temurun. Saat ini masyarakat Minang merupakan masyarakat penganut matrilineal
terbesar di dunia.

PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN MINANGKABAU


Pada masa orde lama, setelah Belanda, masyarakat Minang berintegrasi dan
berperan aktif dalam perkembangan politik dan ekonomi Indonesia. Peran akif
tersebut, ternyata turut pula menyeret masyarakat Minang, baik secara langsung
maupun tak langsung, ke dalam aksi-aksi masa revolusi, misalnya PDRI, PRRI,
konflik di masa orde lama, hingga tumbangnya orde lama.
Tepatnya usai gerakan PRRI, banyak orang Minang yang melakukan migrasi
besar-besaran ke daerah-daerah lain di Indonesia, terutama Pulau Jawa. Akibat
yang ditimbulkan dari aksi tersebut adalah banyak Nagari (desa) di Minangkabau
kekurangan mamak dan penghulu, hingga akhirnya, sistem adat tidak lagi dapat
dijalankan sebagaimana mestinya.
Pada masa orde baru, dengan sistem pemerintahannya yang sentralistik, dan
kebijakan pembangunan yang tidak berorientasi pada akar budaya daerah, terjadi
perubahan yang luar biasa dari berbagai masyarakat dan budaya daerah di
Indonesia, termasuk budaya Minangkabau. Yang paling menyesakkan bagi orang
Minang adalah ketika diberlakukannya UU No. 5/1979, tentang pemerintahan desa.
Mau tidak mau, masyarakat harus rela meninggalkan Nagari mereka tercinta dan
berpindah ke tatanan kehidupan pedesaan.
Kehilangan Nagari bagi orang Minang, berpedoman kepada pandangan hidup
mereka, sama saja dengan kehilangan tujuan hidup mereka, sehingga mulai saat
itupula banyak perantau Minang yang tidak lagi peduli dengan pembangunan
Nagarinya. Dengan masalah berat yang dihadapi masyarakat Minang pada saat itu,
tentu juga berpengaruh terhadap perkembangan kebudayaan Minangkabau ke
generasi yang akan datang.
Di atas merupakan dua contoh periode yang berpengaruh besar terhadap
perkembangan generasi Minangkabau.

BAB 4
KESIMPULAN

Kebudayaan Minangkabau sempat mengalami kemuduran pada masa Orde


Lama dan Orde Baru, dan efek dari kemunduran tersebut masih terasa hingga
sekarang. Berkurangnya perhatian terhadap perkembangan budaya Minang serta
berubahnya sikap para perantau yang sudah jarang mempedulikan keadaan
pembangunan nagarinya merupakan beberapa contohnya.
Namun itu tidak cukup untuk menghilangkan keunikan dan ciri khas
kebudayaan Minangkabau. Kebudayaan Minangkabau masih dipandang sebagai
kebudayaan besar di nusantara. Bahkan nama Minangkabau sempat mendapat
perhatian dari dunia, setelah rendang menempati peringkat teratas dalam survey
makanan terlezat di dunia tahun 2011 versi CNN.
Keunikan-keunikan budaya Minangkabau patut dibanggakan, namun jangan
hanya membanggakannya saja. Sekali lagi perlu diingatkan bahwa Indonesia
memiliki banyak sekali kebudayaan daerahnya, dan itu semua perlu dijaga dan
dilestarikan agar tidak hilang terhapus globalisasi zaman.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Minangkabau
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
http://www.referensimakalah.com/2012/11/pengertian-budaya-dan-kebudayaan.html
http://blogrestuardila.blogspot.com/2012/03/suku-minangkabau.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Luhak
http://id.wikipedia.org/wiki/Masakan_Padang
http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Minangkabau
http://rebrandingindonesia.blogspot.com/2013/12/masyarakat-minangkabau-adalah.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Orang_Minang
http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/kuliner/11/09/11/lrc4yu-cnn-rendang-masakanterlezat-di-dunia-tambo-cie-dah