Anda di halaman 1dari 6

Kawasan Kampung

Kricak
Tegalrejo, Yogyakarta
TRI HESTI MILANINGRUM
14/372838/PTK/9890

Pendahuluan
Kelurahan Kricak merupakan salah satu dari empat kelurahan yang terdapat di Kecamatan Tegalrejo,
luas kawasan Kricak adalah 82 Ha, terdiri dari 13 RW dan 61 RT. Terletak di kawasan Jalan Magelang

memberikan pengaruh pola perkotaan pada kawasan Kricak, meskipun ditinjau dari struktur ruang
kota Kawasan Kricak terletak di perbatasan Kota Yogyakarta dan Sleman. Kawasan Kricak dilalui
Sungai Winongo yang menghubungkan dengan Kelurahan Bener.
Kelurahan Kricak dalam Keputusan Walikota Yogyakarta No.79/KEP/2008 ditetapkan sebagai salah
satu lokasi pilot project program penanggulangan kemiskinan Kota Yogyakarta. Perkembangan
kawasan permukiman dan perumahan di Kricak cenderung terjadi peningkatan konversi lahan
pertanian dan juga pembangunan perumahan baru di sekitar bantaran Sungai Winongo, yang
disebabkan banyaknya warga pendatang pekerja yang berprofesi terutama sebagai buruh dengan
kondisi ekonomi mengenah ke bawah sehingga berkembang perumahan dan permukiman kumuh di
Kricak. Meningkatnya jumlah lahan terbangun mengakibatkan berkurangnya area resapan air,
kawasan lindung bantaran sungai dan terbatasnya lahan.

Pendahuluan
Mata pencaharian penduduk Kelurahan Kricak pada umumnya adalah swasta dan
wiraswasta/pedagang. Hal ini terkait dengan lokasi Kelurahan Kricak yang terletak di

kawasan perdagangan dengan skala lokal maupun regional. Namun selain itu
banyak juga penduduk yang bekerja sebagai buruh. Mereka bekerja pada
perusahaan - perusahaan yang berada di sepanjang Jalan Magelang dan yang
berada di pusat Kota Yogyakarta. Lokasi Kelurahan Kricak yang strategis dan dekat
dengan tempat kerja menjadikan kelurahan ini menjadi tempat yang ideal bagi para
buruh untuk membangun tempat tinggal karena meminimalkan biaya transportasi
yang akan ditanggung oleh para buruh. Dengan pemasukan antara Rp 400.000
Rp 700.000,00 per bulan, menjadikan para buruh ini untuk lebih cermat dalam
mengatur pengeluaran uang yaitu dengan meminimalkan biaya transportasi ke
tempat kerja. Mereka menggunakan sepeda sebagai alat tranportasi yang tidak
membutuhkan biaya bahan bakar.

Lokasi

Kelurahan : Kricak

Kecamatan : Tegalrejo

Jumlah penduduk : 16.164 jiwa

Luas : 82 Ha

Kepadatan penduduk : 197,1 jiwa/Ha ( th 2008 )

Batas-batas administratif Kelurahan Kricak :


Utara : Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman

Timur : Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tegalrejo


Selatan
Yogyakarta

Kelurahan

Barat :
Yogyakarta

Kelurahan

Bumijo,

Bener,

Kecamatan

Kecamatan

Jetis,

Kota

Tegalrejo,

Kota

Kondisi Geografis

Letak geografis Kota Yogyakarta diantara 110 24 19


dan 110 28 53 Bujur Timur (BT), 7 49 26 dan 7
15 24 Lintang Selatan (LS) dengan ketinggian ratarata 114 m diatas permukaan laut.

Ketinggian air laut 100 119 m dari permukaan laut

Tertinggi curah hujan tahun 2006 bulan Maret =387,5


mm ,terendah bulan Juni- dengan September =0 mm.
Rata-rata hari hujan per bulan 11,08 hari hujan

Suhu rata-rata 27,8C

Kelembaban udara rata-rata cukup tinggi pada bulan


Maret = 87% dan terendah bulan Juni-September
=72%.

Angin pada umumnya bertiup angin muson, musim


hujan bertiup angin barat daya dengan arah 240
bersifat basah dan mendatangkan hujan, pada musim
kemarau bertiup angin muson tenggara yang agak
kering dengan arah 90 - 140 dengan rata-rata
kecepatan 2-3 knot/jam.

Kondisi Geografis

Letak geografis Kota Yogyakarta diantara 110 24 19


dan 110 28 53 Bujur Timur (BT), 7 49 26 dan 7
15 24 Lintang Selatan (LS) dengan ketinggian ratarata 114 m diatas permukaan laut.

Ketinggian air laut 100 119 m dari permukaan laut

Tertinggi curah hujan tahun 2006 bulan Maret =387,5


mm ,terendah bulan Juni- dengan September =0 mm.
Rata-rata hari hujan per bulan 11,08 hari hujan

Suhu rata-rata 27,8C

Kelembaban udara rata-rata cukup tinggi pada bulan


Maret = 87% dan terendah bulan Juni-September
=72%.

Angin pada umumnya bertiup angin muson, musim


hujan bertiup angin barat daya dengan arah 240
bersifat basah dan mendatangkan hujan, pada musim
kemarau bertiup angin muson tenggara yang agak
kering dengan arah 90 - 140 dengan rata-rata
kecepatan 2-3 knot/jam.