Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII adalah salah satu diantara perkebunan milik Negara
yang didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 13 tahun 1996, seperti yang dinyatakan
dalam akta Notaris Harun Kamil, S.H., No. 41 tanggal 11 Maret 1996 dan telah memperoleh
pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan C28336.HT.01.01.TH.96 tanggal 8 Agustus 1996. Akta pendirian ini selanjutnya mengalami
perubahan sesuai dengan akta Notaris Sri Rahayu Hadi Prasetyo, SH., No. 05 tanggal 17
September 2002 dan telah mendapat persetujuan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C-20857 HT.01.04.TH.2002 tanggal 25
Oktober 2002.
Perusahaan ini didirikan dengan maksud dan tujuan untuk menyelenggarakan usaha di bidang
agro bisnis dan agro industri, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya Perseroan untuk
menghasilkan barang dan/ atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat, serta mengejar
keuntungan guna meningkatkan nilai perseroan dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan
Terbatas.
Kegiatan usaha perusahaan meliputi pembudidayaan tanaman, pengolahan/produksi, dan
penjualan komoditi perkebunan Teh, Karet, Kelapa Sawit, Kina, dan Kakao. Pusat kegiatan
usaha berada di Kantor Direksi Jl. Sindangsirna No. 4 Bandung, Jawa Barat dengan kebun/unit
usaha yang dikelola sebanyak 41 kebun yang tersebar di 11 Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa
Barat (Bogor, Sukabumi, Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Subang,
Purwakarta, Garut, Tasikmalaya dan Ciamis) dan 2 Kabupaten di Propinsi Banten (Lebak dan
Pandeglang).

B. Rumusan Masalah
Rumusan permsalahan dalam pembahasan PT PERKEBUNAN NUSANTARA VIII adalah:
1.
2.
3.
4.

Bagaimana sejarah PT PERKEBUNAN NUSANTARA VIII?


Apa saja komoditi di PT PERKEBUNAN NUSANTARA VIII?
Apa saja produk yang dibuat oleh PT PERKEBUNAN NUSANTARA VIII?
Bagaimana CSR yang dilakukan oleh PT PERKEBUNAN NUSANTARA VIII?

BAB II
2

PEMBAHASAN

PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero), disingkat PTPN VIII, adalah Badan Usaha Milik
Negara Indonesia yang bergerak di bidang perkebunan teh, karet, kina, kakao,kelapa sawit,
dan getah perca. Kantor pusat perusahaan berada di Bandung dengan wilayah operasi di Jawa
Barat. Kantor pusatnya berada di Jalan Sindangsirna no. 4Bandung, Jawa Barat.
Sejarah
Perusahaan perkebunan milik negara di Jawa Barat dan Banten berasal dari perusahaan
perkebunan milik pemerintah Belanda, yang ketika penyerahan kedaulatan secara otomatis
menjadi milik pemerintah Republik Indonesia, yang kemudian dikenal dengan nama Perusahaan
Perkebunan Negara (PPN) Lama. Antara tahun 1957 1960 dalam rangka nasionalisasi atas
perusahaan-perusahaan perkebunan eks milik swasta Belanda/Asing (antara lain : Inggris,
Perancis dan Belgia) dibentuk PPN-Baru cabang Jawa Barat.
Dalam periode 1960 1963 terjadi penggabungan perusahaan dalam lingkup PPN-Lama dan
PPN-Baru menjadi : PPN Kesatuan Jawa Barat I, PPN Kesatuan Jawa Barat II, PPN Kesatuan
Jawa Barat III, PPN Kesatuan Jawa Barat IV dan PPN Kesatuan Jawa Barat V.
Selanjutnya selama periode 1963 1968 diadakan reorganisasi dengan tujuan agar pengelolaan
perkebunan lebih tepat guna, dibentuk PPN Aneka Tanaman VII, PPN Aneka Tanaman VIII, PPN
Aneka Tanaman IX dan PPN Aneka Tanaman X, yang mengelola tanaman teh dan kina, serta
PPN Aneka Tanaman XI dan PPN Aneka Tanaman XII yang mengelola tanaman karet. Dalam
rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan, pada periode 1968 1971, PPN yang
ada di Jawa Barat diciutkan menjadi tiga Perusahaan Negara Perkebunan (PNP) meliputi 68
kebun, yaitu :

PNP XI berkedudukan di Jakarta (24 perkebunan), meliputi perkebunan-perkebunan eks


PPN Aneka Tanaman X, dan PPN Aneka Tanaman XI;

PNP XII berkedudukan di Bandung (24 perkebunan), meliputi beberapa perkebunan eks
PPN Aneka Tanaman XI, PPN Aneka Tanaman XII, sebagian eks PPN Aneka Tanaman
VII, dan PPN Aneka Tanaman VIII;

PNP XIII berkedudukan di Bandung (20 perkebunan), meliputi beberapa perkebunan eks
PPN Aneka Tanaman XII, eks PPN Aneka Tanaman IX, dan PPN Aneka Tanaman X.

Sejak tahun 1971, PNP XI, PNP XII dan PNP XIII berubah status menjadi Perseroan Terbatas
Perkebunan (Persero). Dalam rangka restrukturisasi BUMN Perkebunan mulai 1 April 1994
sampai dengan tanggal 10 Maret 1996, pengelolaan PT Perkebunan XI, PT Perkebunan XII, dan
PT Perkebunan XIII digabungkan di bawah manajemen PTP Group Jabar.
Selanjutnya sejak tanggal 11 Maret 1996, PT Perkebunan XI, PT Perkebunan XII, dan PT
Perkebunan XIII dilebur menjadi PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero).

KOMODITI
PT Perkebunan Nusantara VIII merupakan BUMN yang bergerak pada sektor perkebunan
dengan kegiatan usaha meliputi pembudidayaan tanaman, pengolahan, dan penjualan komoditi
perkebunan seperti teh, karet dan sawit sebagai komoditi utamanya, serta kakao dan kina sebagai
komoditi pendukungnya.
Sampai saat ini, PT Perkebunan Nusantara VIII mengelola 41 kebun dan 1 unit rumah sakit. yang
tersebar di 11 kabupaten/kota di Jawa Barat dan 2 kabupaten di Propinsi Banten.
Teh
PTPN VIII mengelola 24 perkebunan teh di atas tanah produktif seluas 25.905,3 Ha dan
merupakan perkebunan yang cukup luas di 6 kabupaten yakni Sukabumi (2 erkebunan), Bogor (2
perkebunan), Cianjur (3 perkebunan), Subang (2 perkebunan), Kab.Bandung danKab.Bandung
Barat (12 perkebunan) dan Kab.Garut (3 perkebunan).
Produksi teh yang dihasilkan senantiasa terus menigkat dari tahun ke tahun. Hal ini terjadi
karena adanya upaya pengelolaan yang baik oleh PTPN VIII misalnya dalam hal
4

pembudidayaan, cara pemetikan dan pengolahan demi untuk memenuhi permintaan para
pembeli. Hal lainnya, adanya keterlibatan Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung
untuk melakukan penelitian sehingga memberikan kontribusi dalam hal peningkatan produksi
dan mutu.
Karet
Tanaman karet yang dikelola PTPN VIII seluas 25.536 Ha tersebar di 14 kebun. Jumlah pabrik
yang menghasilkan RSS ada 13 pabrik dengan 2 TPC, 3 concentrated latex, dengan kapasita
terpasang 35.750 ton. Produksi karet yang dipasarkan dalam negeri adalah 80 % sedangkan
sisanya sebesar 20 % di ekspor ke Asia, Eropa dan Amerika.
Sawit
PTPN VIII mengembangkan budidaya kelapa sawit diperkebunan Bojong Datar, Cikasungka,
Tambaksari, Cisalaak Baru, dan Kertajaya dengan luas sekitar 18.843,63 Ha. Kelapa sawit ini
dijual dalam bentuk CPO dan Kernel untuk kepentingan dalam negeri.
Kakao
Budidaya Kakao (coklat) dikembangkan diatas tanah seluas 1.343 Ha yang tersebar di 12
perkebunan dan menghasilkan 173 ton biji coklat per tahun. Coklat yang dijual berupa biji coklat
kering yang pada umumnya dijual di dalam negeri.
Kina
Tanaman Kina yang dikelola PTPN VIII adalah seluas 3.004,29 Ha yang tersebar di 13
perkebunan. Kulit kina kering ini diproses menjadi SQ-7 yaitu garam kina yang mengandung
quinine sulphate, quinine bisulphate, dan kandungan lain. Kini produksinya dilakukan oleh PT.
Sinkona Indonesia Lestari (PT.SIL) sebagai anak perusahaan PTPN VIII. Produk perusahaan ini
diekspor ke benua Eropa,Kanada dan Amerika.

PRODUK
5

Agrowisata

Malabar
Gunung Mas
Rancabali
Sukawana
Pasir Badak

Industri Hilir Teh

Teh Walini

Ready To Drink (RTD)

CSR
Kepedulian kepada masyarakat sekitar/relasi komunitas dapat diartikan sangat luas, namun
secara singkat dapat dimengerti sebagai peningkatan partisipasi dan posisi organisasi di dalam
sebuah komunitas melalui berbagai upaya kemaslahatan bersama bagi organisasi dan komunitas.
CSR adalah bukan hanya sekedar kegiatan amal, di mana CSR mengharuskan suatu perusahaan
dalam pengambilan keputusannya agar dengan sungguh-sungguh memperhitungkan akibat
terhadap seluruh pemangku kepentingan(stakeholder) perusahaan, termasuk lingkungan hidup.
Hal ini mengharuskan perusahaan untuk membuat keseimbangan antara kepentingan beragam
pemangku kepentingan eksternal dengan kepentingan pemegang saham, yang merupakan salah
satu pemangku kepentingan internal.
Program Bina Lingkungan
Sasaran dari Program Bina Lingkungan adalah pembinaan lingkungan masyarakat sekitar unit
kerja PT. Perkebunan Nusantara VIII dalam wilayah Pemerintah daerah setempat dengan maksud
agar manfaat keberadaan perusahaan dapat dirasakan secara nyata.
Program Bina Lingkungan PTPN VIII meliputi bantuan bencana alam, pendidikan, kesehatan,
sarana dan prasarana umum serta sarana ibadah.
BUMN Hijau

Program BUMN Hijau Jawa Barat merupakan salah satu program yang bertujuan untuk
mengembalikan kehayatian lingkungan Jawa Barat agar dapat berfungsi kembali di dalam
menjaga keseimbangan alam. Areal yang akan direhabilitasi seluas 1.150 hektar, yang terdiri dari
hutan rakyat (345 Ha), intensifikasi lahan kering (345 Ha) dan agroforestry (460 Ha). Bentuk
rehabilitasi adalah penanaman tanaman kayu. Penanaman tahap pertama dilakukan pada bulan
November 2008. Lima BUMN di Jawa Barat yang terdiri dari PT. Perkebunan Nusantara VIII,
Perum Jasa Tirta, Perum Perhutani, PT. Sang Hyang Seri dan PT. Pupuk Kujang Cikampek
melakukan kerjasama dengan membentuk perusahaan patungan berbadan hukum. Tema yang
dicanangkan adalah Rehabilitasi Lahan Kritis Berbasis Pelestarian Sumber Daya Alam Dengan
Pola Kemitraan.
Keseriusan PT. Perkebunan Nusantara VIII dalam mensukseskan program ini dibuktikan dengan
penunjukan secara khusus seorang Manajer BUMN Hijau untuk melaksanakan seluruh tugas
yang berkaitan dengan keberhasilan pelaksanaan program BUMN Hijau.
Rencana penanaman di tahun 2008 adalah seluas 600Ha, dan realisasi luas penanaman sampai
dengan akhir tahun 2008 seluas 20 Ha di lokasi Hutan Negara (Perum erhutani), Desa Sukamaju
Kec Cimaung seluas 130 Ha dan Desa Lamajang Kec. Pangalengan seluas 50 Ha.
Sesuai dengan tema yang diusung, program BUMN Hijau dilaksanakan dengan pola kemitraan
untuk pemberdayaan masyarakat disekitar areal penanaman yang meliputi 8 (delapan) desa, dan
sampai dengan saat ini telah terealisasi sebanyak 3 desa. Pendekatan dan sosialisasi kepada
petani di luar anggota kelompok dan belum ikut kegiatan BUMN Hijau terus dilaksanakan dan
dikembangkan, selain itu akan dikembangkan kegiatan pendampingan dan pelatihan usaha
produktif sebagai bekal bagi para petani agar lebih profesional.
Program Kemitraan
Program Kemitraan diarahkan kepada pembinaan usaha kecil yang diutamakan berada di sekitar
perkebunan PTP Nusantara VIII dan mempunyai potensi padat karya dalam menciptakan
lapangan kerja. Penyaluran dana kemitraan ini berdasarkan azas pemerataan dan efisiensi sesuai
dengan kemampuan dana yang tersedia, sehingga diharapkan dana yang disalurkan akan terus
bergulir dan tetap mengacu kepada ketentuan yang berlaku.
7

DAFTAR PUSTAKA

http://www.pn8.co.id/pn8/index.php?
option=com_content&task=section&id=4&Itemid=39

http://www.pn8.co.id/pn8/index.php?
option=com_content&task=category&sectionid=4&id=16&Itemid=69