Anda di halaman 1dari 4

PHARMACEUTICAL CARE

PASIEN DENGAN MASALAH BAHASA

Kelompok 9

Shintya Noor Amaliya (26011011015


Faisal Febrian Fassa (260110110156)
Fauzan Fikri (260110110157)
Gita Gracia Monica (260110110158)
Melati Nur Annisa (260110110159)
Ariqa Dhianur Shastiani (260110110160)
Nusaibah Al Hima (260110110161)
Aisya Amalia Muslima (260110110162)
Merlitha Dewi (2601101100

Subjektif

Objektif

Problem

Terapi

-Sakit Kepala
-Pegal-pegal
-Batuk-batuk
ketika
menggunakan
captropil

Tekanan darah :
155/100

Tekanan darah
tinggi
(155/100) jauh
dari
nilai
normal
(100/60)
Hipertensi

-Furosemide
-Gratheos
-Lanamol
-Captropil
-Digoksin

Riwayat penyakit
jantung :
Gagal jantung dan
artimia

Riwayat
penyakit
jantung :
Gagal jantung
dan
artimia
(Penggunaan
digoksin dalam
riwayat
pengobatan
sebelumnya)

DRP

Plans
Monitoring
Tekanan darah
sistol-diastol
Diuretik,
elektrolit dan
fungsi ginjal

Interaksi Obat:
Captropil-Furosemid
(Moderate)
Efek aditif
Hipotensi
Hipovolemia

Captropil-digoxin
(Moderate)
Menurunkan
clearance ginjal
digoksin

konsentrasi
digoksin dalam
darah

Furosemide-digoxin
(Moderate)
Hipokalemia dan
hipomagnesemia
pada pasien aritmia
jantung

kadar digoksin,
kalium dan
magnesium
harsu
diperhatikan.
Jika terjadi
hipokalemia
dan
hipomagnesemi
a harus
ditangani.

Rekomendasi
Non farmakologi
Untuk mengurangi
efek samping dari
captopril, lakukan
terapi non
farmakologis
dengan cara
meminum banyak
air putih
Kurangi asupan
yang mengandung
tinggi garam atau
natrium dan kalium
Kurangi aktivitas
yang berlebih
Hindari stress
Farmakologi
Perhatikan
penggunaan dosis
dari masing-masing
obat

PLANNING
Dengan melakukan :
1. Menyediakan obat
Obat yang diberikan berupa

Captropil untuk antihipertensi, penggunaan sehari 2 kali selang 12 jam sebelum makan

Paracetamol sebagai analgesik untuk meredakan sakit kepala sehari 3 kali setelah makan

Digoxin diminum setengah tablet setiap pagi di jam yang sama

Natrium diklofenak untuk nyeri sendi sehari 2 kali setelah makan

Furosemid diminum sehari satu kali setengah tablet pada pagi hari

2. Edukasipasien
Edukasi pasien dan keluargabertujuan untuk, meningkatkan pemahaman mengenai penyakit itu sendiri dan pola penyakit
tersebut, meningkatkan kemampuan pasien dan keluarga dalam penanganan penyakit, meningkatkan kepuasan pasien,
meningkatkan percaya diri, dan yang utama adalah meningkatkan kepatuhan pasien. Bentuk pemberian edukasi dapat dengan
konseling, diskusi, sharing of information, dll. Edukasi ini meliputi cara pemberian obat, waktu konsumsi obat, cara
penggunaan obat, efek samping yang mungkin terjadi, dan cara meminimalisasi efek samping tersebut. Serta memberitahu cara
penyimpanan obat.

3. Menetapkan rencana pengobatan bersama


Melalui konseling bersama-sama dengan pasien dan keluarganya melakukan perencanaan penatalaksanaan penyakit agar
tercapai tujuan terapi.
4. Identifikasi dan atasi hambatan yang terjadi atau yang dirasakan pasien, sehingga pasien merasakan manfaat penataklaksanaan
penyakit secara konkret.
5. Tindak lanjut (follow up)
Dilakukan dalam setiap kunjungan, menilai ulang penanganan yang diberikan dan bagaimana pasien melakukannya. Dapat
dilakukan juga pemantauan sehari-hari di rumah dengan melakukan komunikasi dengan pasien atau keluarga melalui media
komunukasi.