Anda di halaman 1dari 7

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah
Mata Pelajaran
Kelas/semester
Materi Pokok
Sub.Materi
Alokasi Waktu

: SMPN 1 TANJUNG BATU


: IPA Terpadu
: VIII/I
: Sifat Bahan danPemanfaatannya dalam Kehidupan Sehari-hari
: Bahan Serat dan Bahan Karet.
: 3 JP

A. Kompetensi Inti (KI)


KI.1
: Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
KI.2
: Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,peduli
(Toleransi, gotong royong) santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara
Efektif dengan lingkungan sosial dan alam daalam jangkauan pergaulan
Dan keberadaannya.
KI.3
: Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual,dan
Prosedural), berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
Teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI.4
: Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah kognitif (menggunakan ,
Mengurai, merangkai,memodifikasi dan membuat) dan ranah abstrak
(menulis, membaca, menghitung, menggambar,dan mengarang ) sesuai
Dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
Pandang/ teori.
B. Kompetensi Dasar (KD)
3.3. Mendeskripsikan keterkaitan sifat bahan dan pemanfaatannya dalam kehidupan seharihari,sertapengaruh pemanfaatan bahan tertentu terhadap kesehatan manusia.
4.3. Melakukan penyelidikan tentang sifat-sifat bahan dan mengusulkan ide-ide pemanfaatan
bahan
Berdasarkan sifatnya dalam kehidupan sehari-hari.
1. Mengidentifikasi kepadatan kaca
2. Mengidentifikasi kekerasan kayu
3. Mengusulkan ide inovatif pemanfaatan bahan dalam kehidupan sehari-hari.
C. Tujuan Pembelajaran :
1. Menjelaskan berbagai macam jenis bahan yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari.
2. Menjelaskan berbagai sifat bahan yang dipakai dalam kehidupan seharihari.
3. Menjelaskan kegunaan berbagai bahan dalam kehidupan sehari-hari
D. Materi Pembelajran .
Gelas merupakan senyawa kimia dengan susunan yang kompleks, diperoleh dengan
membekuan lelehan melaluhi pendinginan. Produk ini bersifat bening, tembus pandang secara
optik, dengan kekerasan yang cukup. Selain itu juga bersifat sangat rapuh, mudah pecah menjadi
pecahan yang tajam, mudah dimodifikasi bentuknya dengan proses kimia atau pemanasan,
sehingga memilik sifat estitika atau keindahan yang tinggi. Keunggulan sifat-sifat gelas tersebut
memungkinkan produkproduk gelas digunakan untuk menunjang kebutuhan sehari-hari meliputi
barang setengah jadi maupun produk gelas yang siap jadi. Contoh produk barang setengah jadi
adalah lempengan kaca, pipa kaca, benda kaca berongga untuk bahan membran dan penyaring, dan
benda kebutuhan rumah tangga. Produk gelas yang siap pakai meliputi perabotan rumah
tangga (piring gelas, cangkir gelas, botol gelas, dan lainnya), peralatan laboratorium (tabung reaksi,
pipa kaca, beker gelas, kaca pembesar, dan lainnya), bahan bangunan atau industri seperti kaca
jendela, bola lampu, lampu gantung, genting kaca, dan asesoris seperti manik-manik.
- Kayu mengandung berbagai komponen penting yaitu selulosa, lignin, dan senyawa ekstraktif
(senyawa tertentu yang dapat diambil dari kayu). Selulosa merupakan senyawa polimer
turunan dari glukosa, dapat mencapai 70% dari berat kayu. Selulosa merupakan bahan utama
pembuatan kertas dan tekstil. Lignin merupakan komponen pembentuk kayu, meliputi 18-28%
berat kayu. Secara kimiawi, kayu keras dan kayu lunak dibedakan pada jumlah dan jenis lignin
yang terkandung di dalamnya. senyawa ekstraktif yang jumlah dan jenisnya

bervariasi tergantung dari spesies pohonnya. Senyawa ekstraktif dapat berupa zat warna,
getah,resin, lilin, dan lainnya. Senyawa ekstraktif ini memiliki manfaat seperti melindungi kayu
dari hama.
Senyawa ekstraktif merupakan salah satu dari hasil hutan non-kayu. Kayu digunakan untuk
berbagai keperluan, mulai dari peralatan masak seperti sendok kayu, perabot (meja, kursi), bahan
bangunan (pintu, jendela, rangka atap), bahan kertas, alat transportasi (perahu), dan banyak lagi.
Kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan-hiasan rumah tangga, asesoris, dan cindera mata.
E. Metode Pembelajaran
Menerapkan pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Inquiry, atau Learning Cycle, Diskusi
dan Penugasan atau model Pendekatan prosesnya berbasis scientific approach.
F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Media : Gambar dan Carta, serta Vidio casset.
2. Alat/Bahan ;
1. 6 macam pecahan kaca/gelas bekas (A, B, C, D, E, dan F)
2. 20 cc air
3. Gelas ukur
4. Pinset (penjepit)
5. Timbangan
3. Sumber Belajar : Buku Siswa Kelas VIII Kurikulum 2013, Media elektronik dan
lingkungan sekitar.
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pada pembelajaran Bab IV tentang Sifat Bahan dan Pemanfaatannya
dalam Kehidupan Sehari-hari, guru dapat menerapkan pembelajaran
Problem Based Learning (PBL), Inquiry, atau Learning Cycle, atau model
pembelajaran lain, yang prosesnya berbasis scientific approach.
Pendahuluan
1. Guru menanyakan kepada peserta didik, apakah kamu sering menggunakan peralatan rumah
tangga yang terbuat dari gelas seperti cangkir, gelas minum, dan botol kecap? Pernahkah kamu
berpikir terbuat dari apa gelas tersebut? Mengapa produk tertentu harus dikemas dalam gelas?
Pertanyaan itu akan terjawab setelah kamu mempelajari materi ini.
2. Guru menginformasikan pada peserta didik bahwa kegiatan yang akan dilakukan pada pertemuan
hari ini ada dua, yaitu Mengidentifikasi Kepadatan Kaca pada bagian Ayo Kita Coba dan
Mengidentifikasi Kekerasan Kayu pada bagian Ayo Kita Coba.

2. Secara berkelompok peserta didik melakukan kegiatan Mengidentifikasi Kepadatan Kaca pada bagian
Ayo Kita Coba. Untuk menunjang tercapainya KI-2, jangan lupa mengingatkan peserta didik agar
bekerjasama dengan kelompoknya dan melakukan identifikasi dengan cermat agar memperoleh hasil
yang tepat.

Alternatif Jawaban Ayo Kita Coba Mengidentifikasi Kekerasan Kayu


4. (jawaban disesuaikan dengan kayu yang dibawa peserta didik) Potongan kayu yang mempunyai densitas
tinggi berarti memiliki tingkat kekerasan yang tinggi juga. Pada volume yang sama, kayu tersebut
memiliki massa yang paling besar. Jenis kayu ini memiliki pori-pori yang kecil dengan ikatan antar poriporinya kuat, dan serat kayu berbentuk bulat telur atau spiral.
5. (jawaban disesuaikan dengan kayu yang dibawa peserta didik) Potongan kayu yang mempunyai densitas
rendah berarti memiliki tingkat kekerasan yang rendah juga. Pada volume yang sama, kayu tersebut
memiliki massa yang paling kecil. Jenis kayu ini memiliki lubang pori-pori yang besar. Bila ada potongan
kayu yang densitasnya sama maka dapat diprediksi bahwa kayu tersebut berasal dari jenis yang sama.
Kegiatan Inti
1. Secara berkelompok peserta didik melakukan kegiatan Mengidentifikasi Kekerasan Kayu pada bagian
Ayo Kita Coba. Pada kegiatan ini peserta didik diminta melakukan identifika si lima macam potongan kayu
untuk mengetahui kekerasan dari kayu-kayu tersebut. Untuk menunjang tercapainya KI-2, jangan lupa
mengingatkan peserta didik agar bekerjasama dengan kelompoknya dan melakukan identifikasi dengan
cermat agar memperoleh hasil yang tepat.
Penutup
1. Guru membimbing peserta didik untuk menarik kesimpulan. Materi yang
harus disimpulkan sebagai berikut.
Gelas adalah produk yang bersifat bening, tembus pandang secara optik, dengan kekerasan yang cukup.
Gelas bersifat sangat rapuh, mudah pecah menjadi pecahan yang tajam, mudah dimodifikasi bentuknya
dengan proses kimia atau pemanasan, sehingga memilik sifat estetika atau keindahan yang tinggi.
Penggunaan gelas dalam kehidupan sehari-hari adalah untuk perabotan rumah tangga (piring gelas, cangkir
gelas, botol gelas, dan lainnya), peralatan laboratorium
(tabung reaksi, pipa kaca, beker gelas, kaca pembesar, dan lainnya), bahan bangunan atau industri seperti
kaca jendela, bola lampu, lampu gantung, genting kaca, dan asesoris seperti manik-manik.
kayu yang digunakan sebagai bahan untuk berbagai keperluan diperoleh dari kelompok tumbuhan berkayu
berupa pohon.

Kayu digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari peralatan masak seperti sendok kayu, perabot
(meja,kursi), bahan bangunan (pintu, jendela, rangka atap), bahan kertas, alat transportasi (perahu), dan
banyak lagi. Kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai hiasanhiasan rumah tangga, asesoris, dan cindera mata.
2. Guru menugaskan peserta didik belajar menghadapi tes pada pertemuan berikutnya.

H. Penilaian
Jenis/teknik penilaian: tes tulis, pengamatan sikap, dan unjuk kerja
2. Bentuk instrumen: lembar tes tulis berbentuk essay dengan soal-soal
yang dapat diambil di buku siswa atau dikembangkan oleh guru sendiri.
Sikap dan keterampilan peserta didik dapat dinilai oleh guru selama
proses pembelajaran, dengan menggunakan format-format seperti
dicontohkan pada buku guru kelas 8 pada bagian Penilaian, buku guru
kelas 7, atau dikembangkan sendiri oleh guru, disesuaikan dengan sikap
dan keterampilan yang dinilai.
1. Jenis/teknik penilaian: tes tulis, pengamatan sikap, dan unjuk kerja.
2. Bentuk instrumen: lembar tes tulis berbentuk essay dengan soal-soal yang dapat diambil di
buku siswa atau dikembangkan oleh guru sendiri.
Penilaian Sikap dan keterampilan
peserta didik dapat dinilai oleh guru selama proses pembelajaran, dengan menggunakan formatformat seperti dicontohkan pada buku guru kelas 8 pada bagian Penilaian, buku guru
kelas 7, atau dikembangkan sendiri oleh guru, disesuaikan dengan sikap
dan keterampilan yang dinilai.

Mengetahui,

Tanjung Batu,

Juli 2014

Kepala SMPN 1 Tanjung Batu

Guru Mata Pelajaran IPA

MAHSAN, S.Pd, M.Si

AHMAD ARDIUS, S.Pd

NIP.19610212 198503 1 006

NIP. 19770815 200801 1 002