Anda di halaman 1dari 48

HALAMAN PENGESAHAN

Penelitian dengan judul :


UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMPN 2
INDRALAYA UTARA MATA PELAJARAN PKN MELALUI MODEL BERMAIN
PERAN

OLEH
NAMA

: NILA DAMERIA, SH

NIP

: 19810820 200903 2 005

Bidang Kajian

: PKN SMP

Telah dilaksanakan mulai tanggal : 21 Mei 2012


Diselesaikan Pada Tanggal

Pembimbing

: 30 Agustus 2012

Palemraya, 30 agustus 2012


Kepala SMPN 2 Indralaya UTARA

SOPHUAN, M.Pd

DWIYONO,M.Pd

Widyaiswara Madya LPMP Sumsel

NIP. 19660522199203 1 005

Nip : 196003231984031007

Lampiran 1

DAFTAR CURRICULUM VITAE

Nama

Nila Dameria, S.H

Jenis Kelamin

Perempuan

NIP

19810820 200903 2 005

Pangkat/Golongan

Penata Muda Tingkat I / III.b

Pekerjaan

Guru PKN

Instansi

SMP Negeri 2 Indralaya Utara

Bidang Keahlian

Alamat Kantor

Desa Palemraya km.27 Indralaya

Alamat Rumah

Kabupaten Ogan ilir


Jl.kopral Daud no.2325 rt 33 rw
09 Palembang 30126

Indralaya, Agustus 2012


Yang membuat Pernyataan

Nila Dameria, S.H


Nip: 19810820 200903 2 005

SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan dibawah ini saya,


Nama

: Nila Dameria, S.H

Pekerjaan

: Guru PKN

Unit Kerja

: SMP Negeri 2 Indralaya Utara

Alamat

: Jl. Kopral Daud no 2325 rt. 33 Palembang 30126

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya tulis yang berjudul


UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMPN 2
INDRALAYA UTARA MATA PELAJARAN PKN MELALUI MODEL BERMAIN
PERAN

Merupakan hasil karya asli saya.


Seluruh isi dalam naskah ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya
Apabila dikemudian hari terbuktikarya tulis ini tidak asli saya bersedia
menerima sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Indralaya,

Agustus 2012

Saya yang menyatakan

Nila Dameria, S.H


Nip: 19810820 200903 2 005

SURAT PERNYATAAN KEPALA SEKOLAH


Nomor:

Yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan:


Nama

: Nila Dameria, S.H

Pekerjaan

: Guru PKN

Unit Kerja

: SMP Negeri 2 Indralaya Utara

Alamat

: Jl. Kopral Daud no 2325 rt. 33 Palembang 30126.

Telah membuat karya tulis ilmiah berupa penelitian tindakan kelas yang berjudul
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMPN 2
INDRALAYA UTARA MATA PELAJARAN PKN MELALUI MODEL BERMAIN
PERAN
Karya tulis ilmiah tersebut memang benar buatan yang bersangkutan sendiri dan
telah diseminarkan pada tanggal 30 Agustus 2012 di SMP Negeri 1 Indralaya
karya tulis ilmiah tersebut memang benar telah diperbaiki sesuai hasil seminar dan
telah disimpan di Perpustakaan SMP Negeri 3 Indralaya.
Demikianlah surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya untuk dapat
dipergunakan sebagaimana mestinya.
Palemraya, 31 agustus 2012
Kepala SMPN 2 Indralaya Utara

DWIYONO,M.Pd
NIP. 19660522199203 1 005

SURAT PERNYATAAN KEPALA PERPUSTAKAAN


Nomor

Yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan :


Nama

: Nila Dameria, S.H

Pekerjaan

: Guru PKN

Unit Kerja

: SMP Negeri 2 Indralaya Utara

Alamat

: Jl. Kopral Daud no 2325 rt. 33 Palembang 30126.

Telah membuat karya tulis ilmiah berupa penelitian tindakan kelas yang berjudul
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMPN 2
INDRALAYA UTARA MATA PELAJARAN PKN MELALUI MODEL BERMAIN
PERAN
Karya tulis ilmiah tersebut memang benar telah disimpan diperpustakaan SMP
Negeri 2 Indralaya Utara dengan nomor katalog
Demikianlah surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya untuk dapat
dipergunakan sebagaimana mestinya

Palemraya, 31 Agustus 2012


Kepala Perpustakaan SMP Negeri 2 Indralaya Utara

Sulaiman, S. Pd
Nip: 19

BAB I. PENDAHULUAN

1.1.

Latar belakang
Mengajar adalah tugas utama seorang guru oleh karena itu keefektifitasnya akan

banyak tergantung pada guru mampu melaksanakan aktifitas mengajar dengan baik,
Tugas seorang guru dalam menyampaikan materi kepada siswa tidaklah mudah, untuk itu
guru seharusnya mengenal berbagai cara mengajar dan dapat memilihnya secara tepat
sesuai dengan kemampuan dirinya serta keadaan lingkungannya, Salah satu kompetensi
yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah dapat mengembangkan dan memilih model
pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan kondisi siswa, materi pelajaran dan sarana
yang menunjang proses belajar mengajar di sekolah.

Pendidikan merupakan salah satu hal yang terpenting dalam kehidupan


manusia, karena melalui pendidikan akan dapat menciptakan manusia yang
berpotensi, kreatif dan memiliki ide cemerlang sebagai bekal untuk memperoleh
masa depan yang lebih baik. Sebagaimana pendidikan diatur dalam Undang
Undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) Nomor 20 Tahun 2003 yang
menetapkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan
dan membentuk watak serta peradapan bangsa yang bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab
Dalam pencapaian hal tersebut, tentunya proses pendidikan terutama tingkat SMP
memerlukan proses pembelajaran yang baik, dimana seorang guru harus dapat
mengembangkan dan memilih model model pembelajaran dan media media yang tepat
sesuai dengan kondisi siswa, materi pembelajaran, serta sarana dan prasarana yang dapat
menunjang proses mengajar disekolah, karena dalam pencapaian hasil belajar siswa
dipengaruhi oluh dua faktor utama yaitu faktor dari dalam diri siswa meliputi kemampuan
yang dimilikinya, motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar,
ketekunan, sosial ekonomi, faktor fisik dan psikis, sedangkan faktor yang datang dari luar
diri siswa atau faktor lingkungan terutama kualitas pengajaran.

Berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman selama ini, masih banyak guru
yang menerapkan model pembelajaran yang monoton misalnya ceramah yang hanya
berpusat pada guru dan kurang menarik bagi siswa sehingga keaktifan siswa dalam
belajar rendah dan otak mereka tidak dirangsang untuk mengembangkan hasil pemikiran
mereka sendiri dalam belajar. Hal ini mengakibatkan kebosanan dan ketidaktertarikan
siswa dalam belajar yang akhirnya berakibat pada rendahnya prestasi siswa itu sendiri
dan tidak tercapainya standar kriteria ketuntasan minimal (kkm) mata pelajarann yang
telah ditetapkan oleh guru.
Oleh karena itu diperlukan

model pembelajaran yang dapat meningkatkan

kreativitas dan keaktifan siswa dalam belajar, membuat mereka merasa tertarik terhadap
materi pelajaran tersebut, serta meningkatkan gairah siswa utuk belajar, dan pada
akhirnya diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Model pembelajaran
yang dimaksud adalah model bermain peran adalah pembelajaran yang bertujuan untuk
membantu siswa dalam menemukan jati dirinya dalam lingkungan sekolah, keluarga dan
lingkungan masyarakat, dalam memecahkan masalahnya . Tugas guru disini adalah
merangsang siswa untuk berfikir kritis dalam memecahkan masalah yang ada juga
mengarahkan siswa untuk berani menyampaikan pendapat, bertanya dan menjawab serta
menyimpulkan permasalahan.

1.2.

Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai
berikut:
1. Penjelasan yang diberikan guru kadang kala abstrak sehingga siswa sulit memahami
materi pembelajaran
2. Pada saat pembelajaran siswa kurang memperhatikan penjelasan guru
3. Metode mengajar guru kurang bervariasi
4. Media yang di gunakan kurang menarik
5. guru kurang memotivasi siswa

Dari identifikasi masalah diatas saya ingin memperbaiki masalah tersebut dengan
menggunakan model bermain peran. Apakah dengan menggunakan model pembelajaran
bermain peran dapat meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas VII SMP Negeri 2
Indralaya Utara?

1.3.

Analisis Masalah
Banyaknya faktor yang mempengaruhi Hasil Belajar Siswa, guna

memperoleh fokus penelitian maka penelitian ini dibatasi pada peningkatan hasil
belajar Pkn siswa kelas VII SMP

Negeri 2 Indralaya Utara melalui model

pembelajaran Bermain peran


Alasan memilih Model Pembelajaran Bermain peran sebagai faktor yang
diharapkan memiliki pengaruh terhadap hasil belajar PKN siswa adalah melalui
penerapan model pembelajaran Bermain peran diharapkan siswa akan lebih aktif
dan kreatif dalam proses pembelajaran sehingga siswa mampu menyelesaikan
berbagai persoalan dan kesulitan dalam belajar dan pada akhirnya nanti hasil
belajar siswa akan meningkat.
1.4.

Perumusan Masalah
Agar penelitian ini lebih fokus dengan hasil yang maksimal,

maka

masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :


Apakah model pembelajaran Bermain peran dapat meningkatkan hasil
belajar Pkn siswa kelas VII SMPN 2 Indralaya Utara
1.5.

Tujuan Penelitian
Untuk mengatahui ada tidaknya peningkatan hasil belajar siswa dengan

menggunakan model pembelajaran bermain peran

1.6.

Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian yang telah diuraikan di atas, maka peneliti

mengharapkan penilitian ini bermanfaat sebagai berikut:

1. Bagi Guru

a. Mengembangkan kemampuan guru dalam mengelola kelas dan dapat


meningkatkan kualitas pembelajaran yang dikelola oleh guru, karena guru
tersebut dapat mengetahui kelemahan dan kekurangan dalam menyampaikan
pembelajaran .
b. Melatih guru agar lebih cermat dalam memperhatikan kesulitan

belajar

siswa
2. Bagi Siswa
a.

Memberikan suasana pembelajaran yang menggairahkan

b. Memupuk pribadi siswa aktif dan kreatif


3. Bagi Sekolah
Dapat mencerdaskan dan menambah wawasan anak didik, Penelitian ini
diharapkan dapat meningkatkan mutu proses dan hasil

pembelajaran di SMP

Negeri 2 Indalaya Utara


4. Bagi Umum
Dengan bekal penguasaan pembelajaran pkn dapat di terapkan siswa
dalam kehidupan sehari hari.

1.7.

Hipotesis Tindakan
Model pembelajaran Bermain Peran dapat meningkatkan hasil belajar Pkn
siswa kelas VII SMPN 2 Indralaya Utara.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Karakteristik siswa SMP


Bagi sebagian besar individu yang baru beranjak dewasa bahkan yang
sudah melewati usia dewasa, remaja adalah waktu yang paling berkesan dalam
hidup mereka.. Sementara banyak orangtua yang memiliki anak berusia remaja
merasakan bahwa usia remaja adalah waktu yang sulit. Banyak konflik yang
dihadapi oleh orangtua dan remaja itu sendiri. Banyak orangtua yang tetap
menganggap anak remaja mereka masih perlu dilindungi dengan ketat sebab di
mata orangtua, para anak remaja mereka masih belum siap menghadapi tantangan
dunia orang dewasa. Sebaliknya, bagi para remaja, tuntutan internal membawa
mereka pada keinginan untuk mencari jati diri yang mandiri dari pengaruh
orangtua. Keduanya memiliki kesamaan yang jelas: remaja adalah waktu yang
kritis sebelum menghadapi hidup sebagai orang dewasa
PKN merupakan salah satu pelajaran dimana penerapan ilmu dapat
diperuntukan bagi pewrkembangan pola pikir siswa, karenanya siswa khususnya
dimana mereka pada fase perkembangan sangan membutuhkan pendidikan yang
baik dapat pembentukan dirinya dimasa mendatang agar dapat menjadi manusia
yang berguna bagi diri sendiri, keluarga maupun masyarakat sekitarnya.
B.

Pengertian Pembelajaran
Munandir (2000:255) memberikan batasan mengenai pembelajaran sebagai

berikut: Pembelajaran ialah hal membelajarkan, yang artinya mengacu ke segala daya
upaya bagaimana membuat seseorang belajar, bagaimana menghasilkan peristiwa belajar
di dalam diri orang tersebut.
Selanjuntnya

Gagne

dalam

Munandir

(2000:256)

menjelaskan

bahwa:

Pembelajaran tersusun atas seperangkat peristiwa (event) yang ada di luar diri si belajar,
diatur untuk maksud mendukung proses belajar yang terjadi dalam diri si belajar tadi.
Peristiwa-peristiwa pembelajaran itu adalah: (1) menarik (membangkitkan) perhatian, (ii)
memberitahukan tujuan belajar, (iii) mengingat kembali hasil belajar prasyarat (apa yang
dipelajari), (iv) menyajikan stimulus, (v) memberikan bimbingan belajar, (vi)
memunculkan perbuatan (kinerja) belajar, (vii) memberikan balikan (feedback), (viii)
menilai kinerja belajar, dan meningkatkan retensi dan transfer.

Berdasarkan hal tersebut, terkandung pengertian bahwa pembelajaran merupakan


proses yang direncanakan untuk mendukung proses belajar yang sedang dilakukan oleh
seseorang. Kegiatan manusia selalu diwarnai proses belajar, agar proses belajar tersebut
lebih terarah dan bermakna perlu ada kegiatan pembelajaran. Selanjutnya Depdiknas
(2002:9) memberikan definisi pembelajaran sebagai berikut: Pembelajaran adalah suatu
sistem atau proses membelajarkan subyek didik/pembelajar yang direncanakan atau
didesain, dilaksanakan, dan dievaluasi secara sistematis agar subyek didik/pembelajar
dapat mencapai tujuan-tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
jika pembelajaran dipandang sebagai suatu sistem, maka berarti pembelajaran
terdiri dari sejumlah komponen yang terorganisir antara lain tujuan pembelajaran, materi
pembelajaran, strategi dan metode pembelajaran, media pembelajaran/alat peraga,
pengorganisasian kelas, evaluasi pembelajaran, dan tindak lanjut pembelajaran.
Sebaliknya jika pembelajaran dipandang sebagai suatu proses, maka pembelajaran
merupakan rangkaian upaya atau kegiatan guru dalam rangka membuat siswa belajar.

Dengan demikian dapat juga diartikan bahwa hasil pembelajaran adalah


perubahan perubahan pada peserta didik setelah diberi pembelajaran yang dapat
dikelompokan dalam kawasan kognitif, afektif dan psikomotor. Dalam
pembelajaran standar ketuntasan atau hasil belajar yang diharapkan adalah yang
sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditetapkan sekolah.
Data hasil belajar sangat diperlukan oleh guru untuk mengetahui
keterbatasan belajar peserta didik di kelas yang menjadi tanggung jawab pendidik.
Data hasil belajar dapat dijaring dari berbagaai tes yang dilakukan oleh guru PKN
selama satu semester . Hasil belajar yang baik yaitu terjadinya peningkatan hasil
dari setiap tes yang dilakukan dan hasil akhirnya yaitu hasil tes semester.

C.Pengertian Pendidikan kewarganegaraan


Pendidikan kewarganegaraan adalah sebagai wahana untuk mengembangkan
kemampuan, watak, karakter, warganegara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelajaran Pkn dalam rangka
nation and character building:
1. Pkn merupakan bidang kajian kewarganegaraan yang di topang berbagai disiplin
ilmu yang relevan, yaitu ilmu politik, hukum, sosiologi, antropologi, psikologi
dan disiplin ilmu lainnya yang digunakan sebagai landasan untuk melakukan
kajian kajian terhadap proses, pengembangan konsep, nilai dan prilaku
demokrasi warga negara.
2. PKn mengembangkan daya nalar (state of mind) bagi para peserta didik.
Pengembangan karakter bangsa merupakan proses pengembangan warganegara
yang cerdas dan berdaya nalar tinggi. PKn memusatkan perhatiannya pada
pengembangan kecerdasan warga negara (civic intelegence) sebagai landasan
pengembangan nilai dan perilaku demokrasi.
3. PKn sebagai suatu proses pencerdasan, maka pendekatan pembelajaran yang
digunakan adalah yang lebih inspiratif dan partisipatif dengan menekankan
pelatihan penggunaan logika dan pealaran. Untuk menfasilitasi pembelajaran
PKn yang efektif dikembangkan bahan pembelajaran yang interaktif yang
dikemas dalam berbagai paket seperti bahan belajar tercetak, terekam, tersiar,
elektronik, dan bahan belajar yang digali dari ligkungan masyarakat sebagai
pengalaman langsung (hand of experience).

D. Model Pembelajaran Bermain Peran


Adapun pembelajaran yang tepat untuk melibatkan siswa secara totalitas
adalah pembelajaran dengan metode bermain peran. Pembelajaran dengan metode
bermain peran adalah suatu model pembelajaran dimana yang bertujuan untuk membantu
siswa dalam menemukan jati dirinya dalam lingkungan sekolah, keluarga dan lingkungan
masyarakat.dalam memecahkan masalahnya dengan bantuan kelompok. Model ini di
kembangkan oleh George Shaffel.

Manfaat dari model bermain peran ini yaitu :


1. Sebagai sarana untuk menggali perasaan siswa
2. untuk mengembangkan keterampilan siswa dalam pemecahan masalahnya

3. untuk mendapatkan inspirasi dan pemahaman yang dapat mempengaruhi sikap, nilai
dan persepsinya.
4. untuk mendalami isi mata pelajaran yang dipelajari
5. untuk terjun ke masyarakat di masa mendatang
Prosedur / Langkah langkah dalam model pembelajaran
1. Guru mengadakan pemanasan ( Warming up ), guru menjelaskan permasalahan
yang akan di jadikan bahan bermain peran, bersikap jujur
2. Memilih partisipan, guru dan siswa menjelaskan karakter
3. Menata ruang untuk bermain peran biasanya tetap di kelas.
4. Guru juga memikirkan yang lain, anak yang tidak bermain peran juga harus
dilibatkan walupun sebagai penonton agar supaya mengamati temannya.
5. Permainan dimulai, walaupun masih banyak anak yang masih binggung dan malumalu,sambil tertawa gembira, jika tidak bisa berjalan dengan baik guru bisa
menghentikan dan diulang lagi.
6. guru mendiskusikan tentang pelaksanaan bermain peran ini bila perlu ceritanya di
ubah.
7. membahas jalannya main peran, guru memberikan masukan-masukan agar lebih
menjiwai lagi
8. Guru menutup dan menyimpulkan bersama siswa,namun guru akhirnya
memberikan penegasan bahwa dalam gambar tadi ada anak yang tidak jujur, dijauhi
temannya dan anak yang jujur disenangi temannya, guru, dan orang tua.
Pendekatan dan penerapan metode Bermain Peran dalam mata pelajaran PKn
Bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, menemukan dan mendiskusikan
.Pembelajaran metode bermain peran berlangung secara alamiah dalam masalah serta
mencari pemecahan masalah, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Siswa
megerti apa makna belajar, apa manfaatnya. Mereka sadar bahwa yang mereka pelajari
berguna bagi hidupnya nanti. Siswa terbiasa memecahkan masalah, menemukan sesuatu
yang berguna bagi dirinya dan bergumul dengan ide-ide.

Dalam pembelajaran metode Bermain peran ,guru mengatur strategi belajar serta
memfasilitasi belajar siswa. Anak harus tahu makna belajar dan menggunakan
pengetahuan dan ketrampilannya untuk memecahkan masalah yang dihadapinya.
Dari pembahasan di atas dapat diduga bahwa pembelajaran dengan metode
Bermain peran dalam pembelajaran Pkn dapat untuk mencari jati diri anak dan dapat
menanamkan nilai moral dan norma dan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam
belajar efektif dan kreatif, dimana siswa dapat membangun sendiri pengetahuannya,
menemukan pengetahuan dan keterampilannya sendiri melalui proses bertanya dan kerja
kelompok. Peningkatan hasil belajar yang didapatkan tidak hanya sekedar hasil
menghapal materi belaka, tetapi lebih pada kegiatan nyata (pemecahan kasus-kasus) yang
dikerjakan siswa pada saat melakukan proses pembelajaran (diskusi kelompok dan
diskusi kelas)

BAB III
METODE DAN PELAKSANAAN PENELITIAN
1. Pendekatan Penelitian
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas (
Clasroom Action Reseach ).

2. Fokus Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini difokuskan untuk menyelidiki apakah model
pembelajaran bermain peran dapat meningkatkan hasil belajar Pkn siswa VII
SMPN 2 Indralaya Utara
3. Lokasi dan waktu Penelitian
3.1. Lokasi penelitian
Lokasi penelitian tindakan kelas ini adalah SMP Negeri 2 Indralaya Utara
yang beralamat di Desa Palemraya km 27, dengan sampel penelitian siswa VII
mata pelajaran PKN tahun pelajaran 201 2/2013.
3.2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian tindakan kelas ini dimulai dari bulan Mei sampai
Agustus 2012 terhadap siswa kelas VII Mata pelajaran Pkn semester ganjil tahun
pembelajaran 2012/2013 SMP Negeri VII Indralaya Utara Kecamatam Indralaya
Kabupaten Ogan Ilir.
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan tiap hari rabu sesuai dengan jam
pelajaran Pkn pada kelas VII yang dijadikan objek penelitian pada penelitian
tindakan kelas ini
No

JADWAL KEGIATAN

.
I

Bulan
Mei

Juni

Perencanaan
Pengumpulan data awal

Penyusunan silabus pembelajaran

Penyusunan rencana pembelajaran

Penyusunan instrument penelitian

II

Juli

Pelaksanaan

Perencanaan tindakan siklus I

Pelaksanaan tindakan siklus I

Observasi dan Monitoring siklus I

Refleksi Siklus I

Agus

Perencanaan tindakan siklus II

Pelaksanaan tindakan siklus II

Observasi dan Monitoring siklus II

Refleksi siklus II

Analisa data

III Penyusunan Laporan

IV

Seminar/ perbaikan laporan

Penggandaan laporan penelitian

4. Subjek Penelitian
Sebagai subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Indralaya
Utara. Siswa kelas ini diambil sebagai subjek penelitian karena untuk
mengharapkan perolehan hasil belajar yang lebih baik .pada kelas ini hanya
terdapat sebagain kecil siswa yang aktif dan sebagian besar siswa yang pasif
dalam pembelajaran Pkn. Dengan demikian berdasarkan pengamatan peneliti
faktor inilah yang menjadi penyebab rendahnya hasil belajar Pkn siswa.
5. Instrumen pengumpul data dan pengukurannya
Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah perangkat tes dengan
soal-soal bentuk pilihan ganda yang telah dikerjakan siswa dalam ulangan harian.
Tes digunakan untuk memperoleh hasil belajar sebagai KKM belajar, soal tes
yang diberikan berdasarkan materi pada mata pelajaran Pkn.
Adapun soal soal tersebut antara lain:
Pilihlah salah satu jawaban di bawah ini yang paling benar . (10)
1.

Norma disebut juga


a. ketentuan
c. ketertiban
b. kriteria

2.

d. kaidah

Norma berlaku dalam kehidupan


a. pribadi
c. dirinya sendiri
b. individu

d. masyarakat

3.

Norma agama dilanggar sanksinya dapat diperoleh pada saat di . (10)


a. surga
c. akhirat
b. neraka

4.

d. sakratul maut

Norma kesusilaan jika dialnggar sanksinya berupa (10)


a. kesedihan
c. kesengsaranaan
b. penyesalan

5.

d. penderitaan

Norma kesopanan jika dilanggar, sanksi berupa dari penrgaulannya


(10)
a. terkucil
c. kelihatan
b. terkenal

6.

Norma hokum apabila dilanggar, sanksinya bersifat(10)


a. memaksa
c. tertulis
b. nyata

7.

d. mencuat

d. yuridis

Norma Kesopanan sebagai peraturan kehidupan dalam masyarakat


memiliki tujuan untuk mencapai (10)
a. kedamaian
c. ketertiban
b. kesejahteraan d. keefektifan

8.

Norma moral apabila dilanggar saksinya berupa penyelesaian diri. Sanksi


ini berasal dari (10)
a. Hati nurani c. Tuhan
b. masyarakat

9.

d. Negara

Pelanggaran atas norma kesopanan adalah pemberian sanksi


masyarakat , yang bersipat (10)
a. normative
c. memaksa
b. mengikat

10.

oleh

d. menekan

Siswa harus sudah berada di ruangan kelas, 5 menit sebelum ujian


dimulai, pernyataan itu adalah contoh norma sebagai perwujudan dari nilai .
(10)
a. kedisplinan
c. keindahan
b. ketertiban

d. kerapian

B. Kunci Jawaban
1. C

4. B

7. C

2. D

5. A

8. A

3. C

6. D

9. A

6. Teknik analisis data yang digunakan.


Teknik analisa data menggunakan rumus teknik proporsi, yaitu :
Untuk persentase Hasil belajar siswa :
D = ( X / N )
D = Rata rata nilai hasil belajar siswa
X = Jumlah nilai seluruh siswa
N = Jumlah total siswa.
Hasil analisis data disajikan dalam bentuk data tabel untuk lebih
memudahkan dalam membaca data dan memprediksikan apa kesimpulan dari
perlakuan yang diberikan.
7. Materi Ajar
Materi ajar disesuaikan dengan kurikulum yang dianut di sekolah, yaitu
kurukulum tingkat satuan pendidikan sebagai kurikulum efektif di SMPN
2 Indralaya.Utara Materi Pembelajarannya adalah:
A. HAKIKAT NORMA, KEBIASAAN, ADAT ISTIADAT DAN PERATURAN
DALAM MASYARAKAT
1.

Manusia, Masyarakat dan Ketertiban


Manusia dilahirkan dan hidup tidak terpisahkan satusama lain, melainkan

berkelompok. Hidup berkelompok ini merupakan kodrat manusia dalam memenuhi


kebutuhannya. Selain itu juga untuk mempertahankan hidupnya, baik terhadap bahaya
dari dalam maupun yang datang dari luar. Setiap manusia akan terdorong melakukan
berbagai usaha untuk menghindari atau melawan dan mengatasi bahaya-bahaya itu.
Dalam hidup berkelompok itu terjadilah interaksi antar manusia. Kalian juga senantiasa
mengadakan interaksi dengan teman-teman kalian, bukan? Interaksi yang kalian lakukan
pasti ada kepentingannya, sehingga bertemulah dua atau lebih kepentingan. Pertemuan
kepentingan tersebut disebut kontak. Menurut Surojo Wignjodipuro, ada dua macam
kontak, yaitu :

1. Kontak yang menyenangkan, yaitu jika kepentingankepentingan yang bertemu saling


memenuhi. Misalnya, penjual bertemu dengan pembeli.
2. Kontak yang tidak menyenangkan, yaitu jika kepentingan- kepentingan yang bertemu
bersaingan atau berlawanan. Misalnya, pelamar yang bertemu dengan pelamar yang
lain, pemilik barang bertemu dengan pencuri.
Mengingat banyaknya kepentingan, terlebih kepentingan antar pribadi, tidak
mustahil terjadi konflik antar sesama manusia, karena kepentingannya saling
bertentangan. Agar kepentingan pribadi tidak terganggu dan setiap orang merasa merasa
aman, maka setiap bentuk gangguan terhadap kepentingan harus dicegah. Manusia selalu
berusaha agar tatanan masyarakat dalam keadaan tertib, aman, dan damai, yang menjamin
kelangsungan hidupnya.
Sebagai manusia yang menuntut jaminan kelangsungan hidupnya, harus diingat
pula bahwa manusia adalah mahluk sosial. Menurut Aristoteles, manusia itu adalah Zoon
Politikon, yang dijelaskan lebih lanjut oleh Hans Kelsen man is a social and politcal
being artinya manusia itu adalah mahluk sosial yang dikodratkan hidup dalam
kebersamaan dengan sesamanya dalam masyarakat, dan mahluk yang terbawa oleh kodrat
sebagai mahluk sosial itu selalu berorganisasi.
Kehidupan dalam kebersamaan (ko-eksistensi) berarti adanya hubungan antara
manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Hubungan yang dimaksud dengan
hubungan sosial (social relation) atau relasi sosial. Yang dimaksud hubungan sosial
adalah hubungan antar subjek yang saling menyadari kehadirannya masing-masing.
Dalam hubungan sosial itu selalu terjadi interaksi sosial yang mewujudkan jaringan
relasi-relasi sosial (a web of social relationship) yang disebut sebagai masyarakat.
Dinamika kehidupan masyarakat menuntut cara berperilaku antara satu dengan yang
lainnya untuk mencapai suatu ketertiban. Ketertiban didukung oleh tatanan yang
mempunyai sifat berlain-lainan karena norma-norma yang mendukung masing-masing
tatanan mempunyai sifat yang tidak sama. Oleh karena itu, dalam masyarakat yang teratur
setiap manusia sebagai anggota masyarakat harus memperhatikan norma atau kaidah, atau
peraturan hidup yang ada dan hidup dalam masyarakat.
2. Pengertian Norma, Kebiasaan, Adat Istiadat dan Peraturan

Setiap individu dalam kehidupan sehari-hari melakukan interaksi dengan individu


atau kelompok lainnya. Interaksi sosial mereka juga senantiasa didasari oleh adat dan
norma yang berlaku dalam masyarakat. Misalnya interaksi sosial di dalam lingkungan
keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat dan lain sebagainya.
Masyarakat yang menginginkan hidup aman, tentram dan damai tanpa gangguan,
maka bagi tiap manusia perlu adanya suatu tata. Tata itu berwujud aturan-aturan yang
menjadi pedoman bagi segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup, sehingga
kepentingan masing-masing dapat terpelihara dan terjamin. Setiap anggota masyarakat
mengetahui hak dan kewajiban masing-masing. Tata itu lazim disebut kaidah (berasal dari
bahasa Arab) atau norma (berasal dari bahasa Latin) atau ukuran-ukuran.
Norma-norma itu mempunyai dua macam isi, dan menurut isinya berwujud:
perintah dan larangan. Apakah yang dimaksud perintah dan larangan menurut isi norma
tersebut? Perintah merupakan kewajiban bagi seseorang untuk berbuat sesuatu oleh
karena akibat-akibatnya dipandang baik. Sedangkan larangan merupakan kewajiban
bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang tidak
baik. Ada bermacam-macam norma yang berlaku di masyarakat. Macam-macam norma
yang telah dikenal luas ada empat, yaitu:
a. Norma Agama : Ialah peraturan hidup yang harus diterima manusia sebagai perintahperintah, laranganlarangan dan ajaran-ajaran yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa.
Pelanggaran terhadap normaini akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Esa
berupa siksa kelak di akhirat.
Contoh norma agama ini diantaranya ialah:
a) Kamu dilarang membunuh.
b) Kamu dilarang mencuri.
c) Kamu harus patuh kepada orang tua.
d) Kamu harus beribadah.
e) Kamu jangan menipu.

b. Norma Kesusilaan : Ialah peraturan hidup yang berasal dari suara hati sanubari
manusia. Pelanggaran norma kesusilaan ialah pelanggaran perasaan yang berakibat
penyesalan. Norma kesusilaan bersifat umum dan universal, dapat diterima oleh seluruh
umat manusia.
Contoh norma ini diantaranya ialah :
a) Kamu tidak boleh mencuri milik orang lain.
b) Kamu harus berlaku jujur.
c) Kamu harus berbuat baik terhadap sesama manusia
d) Kamu dilarang membunuh sesama manusia.
c. Norma Kesopanan : ialah norma yang timbul dan diadakan oleh masyarakat itu sendiri
untuk mengatur pergaulan sehingga masing-masing anggota masyarakat saling hormat
menghormati. Akibat dari pelanggaran terhadap norma ini ialah dicela sesamanya, karena
sumber norma ini adalah keyakinan masyarakat yang bersangkutan itu sendiri. Hakikat
norma kesopanan adalah kepantasan, kepatutan, atau kebiasaan yang berlaku dalam
masyarakat. Norma kesopanan sering disebut sopan santun, tata krama atau adat istiadat.
Norma kesopanan tidak berlaku bagi seluruh masyarakat dunia, melainkan bersifat
khusus dan setempat (regional) dan hanya berlaku bagi segolongan masyarakat tertentu
saja. Apa yang dianggap sopan bagi segolongan masyarakat, mungkin bagi masyarakat
lain tidak demikian.
Contoh norma ini diantaranya ialah :
a) Berilah tempat terlebih dahulu kepada wanita di dalam kereta api, bus dan lain-lain,
terutama wanita yang tua, hamil atau membawa bayi.
b) Jangan makan sambil berbicara.
c) Janganlah meludah di lantai atau di sembarang tempat dan.
d) Orang muda harus menghormati orang yang lebih tua.
Kebiasaan merupakan norma yang keberadaannya dalam masyarakat diterima sebagai
aturan yang mengikat walaupun tidak ditetapkan oleh pemerintah.Kebiasaan

tingkah

laku dalammasyarakat yang dilakukan berulang-ulang mengenai sesuatu hal yang sama,
yang dianggap sebagai aturan hidup . Kebiasaan dalam masyarakat seringdisamakan
dengan adat istiadat. Adat istiadat adalah kebiasaan-kebiasaan sosialyang sejak lama ada
dalam masyarakat dengan maksud mengatur tata tertib. Ada pula yang menganggap adat
istiadat sebagai peraturan sopan santun yang turun temurun. Pada umumnya adat istiadat
merupakan tradisi. Adat bersumber pada sesuatu yang suci (sakral) dan berhubungan
dengan tradisi rakyat yang telah turun temurun, sedangkan kebiasaan tidak merupakan
tradisi rakyat.
d. Norma Hukum : Ialah peraturan-peraturan yang timbul dan dibuat oleh lembaga
kekuasaan negara. Isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaanya dapat dipertahankan
dengan segala paksaan oleh alat-alat negara, sumbernya bisa berupa peraturan
perundangundangan, yurisprudensi, kebiasaan, doktrin, dan agama. Contoh norma ini
diantaranya ialah :
a) Berilah tempat terlebih dahulu kepada wanita di dalam kereta api, bus dan lain-lain,
terutama wanita yang tua, hamil atau membawa bayi.
b) Jangan makan sambil berbicara.
c) Janganlah meludah di lantai atau di sembarang tempat dan.
d) Orang muda harus menghormati orang yang lebih tua.
Kebiasaan merupakan norma yang keberadaannya dalam masyarakat diterima
sebagai aturan yang mengikat walaupun tidak ditetapkan oleh pemerintah. Kebiasaan
adalah tingkah laku dalam masyarakat yang dilakukan berulangulang mengenai sesuatu
hal yang sama, yang dianggap sebagai aturan hidup . Kebiasaan dalam masyarakat sering
disamakan dengan adat istiadat. Adat istiadat adalah kebiasaan-kebiasaan sosial yang
sejak lama ada dalam masyarakat dengan maksud mengatur tata tertib. Ada pula yang
menganggap adat istiadat sebagai peraturan sopan santun yang turun temurun Pada
umumnya adat istiadat merupakan tradisi. Adat bersumber pada sesuatu yang suci (sakral)
dan berhubungan dengan tradisi rakyat yang telah turun temurun,sedangkan kebiasaan
tidak merupakan tradisi rakyat.
d. Norma Hukum : Ialah peraturan-peraturan yang timbul dan dibuat oleh lembaga
kekuasaan negara. Isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaanya dapat dipertahankan

dengan segala paksaan oleh alat-alat negara, sumbernya bisa berupa peraturan
perundangundangan, yurisprudensi, kebiasaan, doktrin, dan agama.
Keistimewaan norma hukum terletak pada sifatnya yang memaksa, sanksinya
berupa ancaman hukuman. Penataan dan sanksi terhadap pelanggaran peraturan-peraturan
hukum bersifat heteronom, artinya dapat dipaksakan oleh kekuasaan dari luar,
yaitu kekuasaan negara.
Contoh norma ini diantaranya ialah :
a) Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa/nyawa orang lain, dihukum karena
membunuh dengan hukuman setingi-tingginya 15 tahun.
b) Orang yang ingkar janji suatu perikatan yang telah diadakan, diwajibkan mengganti
kerugian, misalnya jual beli.
c) Dilarang mengganggu ketertiban umum. Hukum biasanya dituangkan dalam bentuk
peraturan yang tertulis, atau disebut juga perundang-undangan. Perundang-undangan baik
yang sifatnya nasional maupun peraturan daerah dibuat oleh lembaga formal yang diberi
kewenangan untuk membuatnys.Oleh karena itu,norma hukum sangat mengikat bagi
warga negara.

3. Hubungan Antar-Norma
Kehidupan manusia dalam bermasyarakat, selain diatur oleh hukum juga diatur
oleh norma-norma agama, kesusilaan, dan kesopanan, serta kaidah-kaidah lainnya.
Kaidah-kaidah sosial itu mengikat dalam arti dipatuhi oleh anggota masyarakat di mana
kaidah itu berlaku.
Hubungan antara hukum dan kaidah-kaidah sosial lainnya itu saling mengisi.
Artinya kaidah sosial mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat dalam hal-hal
hukum tidak mengaturnya. Selain saling mengisi, juga saling memperkuat. Suatu kaidah
hukum, misalnya kamu tidak boleh membunuh diperkuat oleh kaidah sosial lainnya.
Kaidah agama, kesusilaan, dan adat juga berisi suruhan yang sama. Dengan demikian,

tanpa adanya kaidah hukum pun dalam masyarakat sudah ada larangan untuk membunuh
sesamanya. Hal yang sama juga berlaku untuk pencurian, penipuan, dan lain-lain
pelanggaran hukum.
Hubungan antara norma agama, kesusilaan, kesopanan dan hukum yang tidak
dapat dipisahkan itu dibedakan karena masing-masing memiliki sumber yang berlainan.
Norma Agama sumbernya kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Norma
kesusilaan sumbernya suara hati (insan kamil). Norma kesopanan sumbernya keyakinan
masyarakat yang bersangkutan dan norma hukum sumbernya peraturan perundangundangan.

3.8 Langkah-Langkah Penelitian


3.8.1. Lama Tindakan
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus,dimana siklus
pertama diadakan 2 kali pertemuan dan siklus kedua dua kali pertemuan.Setiap
kali proses pembelajaran di terapkan model pembelajaran Bermain peran
3.8.2. Pihak yang terlibat dalam penelitian
Yang terlibat pada penelitian tindakan kelas ini yakni,peneliti sendiri
sebagai guru PKN kelas VII dan dibantu guru PAI kls VII SMPN 2Indralaya Utara

3.8.3Kegiatan Penelitian
Diuraikan setiap siklus secara garis besar dengan langkah-langkah :
a. Siklus I
1) Perencanaan tindakan
2) Pelaksanaan tindakan
3) Observasi
4) Evaluasi
5) Refleksi
b. Siklus II
1) Perencanaan tindakan
2) Pelaksanaan tindakan
3) Observasi
4) Evaluasi
5) Refleksi

A. Langkah Langkah Penelitian


a. Siklus I
Penelitian ini dilakukan oleh peneliti sendiri dan dibantu oleh seorang
sebagai observer .Penelitian pada siklus I direncanakan sebanyak dua kali
pertemuan,dengan waktu 1 kali pertemuan (1x40 menit ), pada materi
pembelajaran Norma -norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara

Adapun waktu pelakssanaan penelitian pada siklus I :


Pertemuan pertama

: Rabu , 18 Juli 2012

Pertemuan kedua

: Rabu, 25 Juli 2012

Sedangkan pelaksanaan kegiatan penelitian mengikuti sistematika sebagai


berikut: perencanaan tindakan,pelaksanaan tindakan,observasi,evaluasi dan
refleksi.
1) Perencanaan Tindakan
Pembelajaran pada penelitian ini menggunakan model
pembelajaran bermain peran. Peneliti membuat rencana tindakan seefektif
mungkin dengan mengaju pada model pembelajaran bermain peran.
Pada penelitian siklus I dilaksanakan pembelajaran dengan rencana
tindakan sebagai berikut ;
1. Kegiatan seminggu sebelumnya
a) Membuat analisis SK dan KD
b) Membuat silabus pembelajaran
c) Membuat rencana pembelajaran
d) Menyiapkan butiran soal untuk penilaian
2. Kegiatan pada saat pembelajaran
a) Mengkondisikan pembelajaran kelompok diskusi sesuai tuntutan
pembelajaran model pembelajaran bermain peran
b) Melaksanakan rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan
c)
d)
e)
f)

materipembelajaran
Melakukan pengamatan aktivitas siswa selama pembelajaran
Melakukan penilaian proses selama pembelajaran
Melakukan evaluasi pembelajaran diakhir kegiatan pembelajaran
Memberikan penguatan diakhir pembelajaran

g) Menutup pembelajaran dengan memberikan tindak lanjut


2) Pelaksanaan Tindakan
Rencana kegiatan yang telah dirancang pada rencana pelaksanaan
pembelajaran,sebagai scenario pembelajaran dilakssanakan dalam proses
membelajarkan siswa dalam kelas.Setiap tatap muka menggunakan model
pembelajaran bermain peran,dengan urutan tindakan sebagai berikut :
a) Kegiatan awal:
(1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
(2) Guru menuliskan judul pembelajaran
(3) Guru menyampaikan apersepsi kepada siswa
(4) Guru membeikan motivasi kepada siswa
(5) Guru menggali pengetahuan awal siswa dan mengkaitkan pengetahuan
tersebut dengan kehidupan sehari-hari
b) Kegiatan inti
Guru menyajikan informasi

Menyajikan informasi kepada siswa lewat bahan bacaan

Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok

diskusi
Guru menyiapkan sebuah tongkat yang panjangnya 20 cm.

Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari,kemudian


memberikan kesempatan para kelompok untuk membaca dan
mempelajari materi pelajaran

Siswa berdiskusi membahas masalah yang terdapat di dalam


wacana

Setelah siswa selesai membaca materi pelajaran dan mempelajari


isinya, guru mempersilahkan siswa untuk menutup isi bacaan.

Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada salah satu siswa,


setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang
tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian sampai sebagian
besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan
dari guru.

Kesimpulan

Membantu membenarkan kesimpulan hasil pembelajaran yang

diperoleh siswa,jika belum benar


Latihan
Guru meminta siswa menganalisis contoh soal,sebagai bekal

mengerjakan latihan soal


Guru meminta siswa untuk mengerjakan latihan soal
Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang kinerjanya

bagus
c) Kegiatan akhir
Memberitahukan tentang materi pembelajaran minggu berikutnya
Memberikasn tugas kepada siswa untuk mempelajari materi
berikutnya
3) Observasi
Selama proses pembelajaran berlangsung aktivitas siswa lebih
fokus mendengarkanpenjelasan dari guru . Penelitian ini dilakukan selama
kali pertemuan dalam dua siklus dan alat pengukuran data ddapat dilihat
melalui hasil diakhir kegiatan pembelajaran setetlah dilakukan evaluasi
diakhir siklus.
4) Evaluasi
Seusai dua kali pertemuan pembelajaran koopetatif bermain peran
pada hari Jumat 25 juli 2012,yang merupakan akhir siklus I diadakan
ulangan harian dengan menggunakan tes bentuk pilihan ganda sebanyak
10 butir soal tes,data hasil ulangan harian tersebut dianalisis guna
mengukur hasil belajar siswa pada akhir siklus I.
5) Refleksi
Data yang diperoleh adalah untuk mengevaluasi hasil belajar siswa
pada pelajaran PKN setelah proses pembelajaran berlangsung.Pada akhir
siklus I dialkuakan refleksi terhadap hasil observasi aktivitas siswa dan
hasil pengukuran pembelajaran siswa dari pertemuan satu sampai kedua.
Hasil refleksi data yang diperoleh pada akhir siklus I disajikan
dalam bentuk data tabel yang berguan untuk menentukan rencana pada
silklus penelitian berikutnya.
b. Siklus II

Penelitian siklus II sama dengan siklus I .Penelitian pada siklus II


dilaksanakan pada materi pembelajaran pengertian Norma-norma yang belaku
dalm kehidupan sehari-hari negara ,adapun waktu pelaksanaan penelitian pada
siklus II dilaksanakan pada 1 agustus dan 8 agustus 2012.
1) Perencanaan Tindakan
Perencanaan pembelajaran pada siklus II hampir sama dengan siklus I ,
bedanya pada siklus II ada beberapa perubahan rencana tindakan sebagai
tambahan

tindakan

pada

saat

pelaksanaan

pembelajaran.Adapun

sistematika rencana tindakannya adalah sebagai berikut:


a) Melaksanakan rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai materi
pembelajaran
2) Pelaksanaan Tindakan
Rencana tindakan yang telah dirancang pada rencana pelaksanaaan
pembelajaran,sebagai scenario pelajaran dilaksanakan dalam proses
membelajarkan siswa didalam kelas .Setiap tatap muka menggunkan
model pembelajaran bermain peran dengan urutan tindakan hampir sama
dengan siklus I yakni :
a)
Tindakan guru seminggu sebelumnya :
Sebagai perbedaaan tindakan dari siklus I yang merupakan
tindakan tambahan pada siklus II adalah memindahkan posisi
tempat duduk siswa yang bertingkah laku negatif ke depan agar
mereka lebih perhatian terhadap penjelasan guru
b)
Pembukaan :
1. Apersepsi
2. Memotivasi siswa
3. Tujuan pembelajaran
4. Kompetensi dasar dan indicator pembelajaran
c) Kegiatan Inti
(1) Guru menyajikan informasi

Menyajikan informasi kepada siswa lewat bahan bacaan

Membimbing siswa dalam pemahaman materi

Guru menyiapkan sebuah tongkat yang panjangnya 20 cm.

Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari,kemudian


memberikan kesempatan para kelompok untuk membaca dan
mempelajari materi pelajaran

Siswa berdiskusi membahas masalah yang terdapat di dalam


wacana

Setelah siswa selesai membaca materi pelajaran dan mempelajari


isinya, guru mempersilahkan siswa untuk menutup isi bacaan.

Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada salah satu siswa,


setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang
tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian sampai sebagian
besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan
dari guru.

(2) Kesimpulan
Membantu membenarkan kesimpulan hasil pembelajaran yang
diperoleh siswa,jika belum benar
(3) Latihan
Guru meminta siswa menganalisis contoh soal,sebagai bekal

mengerjakan latihan soal


Guru meminta siswa untuk mengerjakan latihan soal
Guru memberikan penghargaan kepada siswa dan kelompok
yang kinerjanya bagus

Kegiatan akhir

Memberitahukan tentang materi pembelajaran minggu berikutnya


Memberikasn tugas kepada siswa untuk mempelajari materi

berikutnya
3) Observasi
Selama proses pembelajaran berlangsung aktivitas siswa diamati terus
selama dua kali pertemuan dengan alat pengumpul data lembar observasi dan data
hasil,pengamatan aktivitas belajar siswa siklus II.
4) Evaluasi

Sesuai pertemuan pembelajaran kooperatip tipe bermain peran,pada


tanggal 8 Agustus 2012 ,siswa diambil data hasil belajarnya sebagai data
pendukung penelitian ,dan untuk mengumpulkana data hasil belajar siswa
dipergunakan soal tes pada materi pembelajaran yang telah dibelajarkan .
5) Refleksi
Berdasarkan temuan refleksi pada siklus kedua menjadi bahan untuk
mengetahui sejauh mana penelitian tindakan kelas melalui model, pembelajaran
bermain peran dapat meningkatkan aktivitas siswa belajar PKN kelas VII.3 SMPN
2 Indralaya Utara

BAB IV
HASIL PENELITIAN

A. Hasil Penelitian Siklus I


Hasil penelitian yang diperoleh pada siklus I berupa dua jenis data yang
memuat aktifitas belajar siswa selama dua kali pertemuan dan satu jenis hasil
belajar siswa sebagai data pendukung penelitian yang diadakan setelah penelitian
siklus I berakhir.
1. Data aktifitas siswa belajar PKN siklus I
Berdasarkan data hasil observasi diperoleh persentase aktifitas siswa pada
siklus I dari pertemuan pertama dan kedua dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1. Data persentase aktifitas siswa belajar PKN pada siklus I dan rata
rata
Aktifitas Siswa

Pertemuan
ke (%)

Rata-rata
(%)

1. Aktif bertanya

5
20%

8
33%

26,5%

2. Menjawab pertanyaan guru

4
16%

5
20%

18%

3. Mengajukan pendapat

2
8%

2
8%

8%

4. Menjawab pertanyaan teman

8
33%

10
41%

37%

5. Menanggapi pendapat teman

3
12%

5
20%

16%

6. Membantu teman membuat

5
20%

7
29%

24,5%

10
41%

15
62%

51,5%

Aktifitas positif

kesimpulan
7. Aktif dalam diskusi
Rata-rata

25,9%

Aktifitas negatif
8. Acuh tak acuh

5
20%

3
12%

16%

9. Mengganggu teman

4
16%

2
8%

12%

10. Sering minta izin keluar

3
12%

1
4%

2%

Rata-rata

10%

Tabel 1 di atas, menunjukkan bahwa aktifitas positif siswa belajar PKN,


ada yang mengalami peningkatan dan ada yang perlu ditingkatkan. Aktifitas
belajar siswa yang telah tinggi yaitu : aktifitas siswa mengajukan pertanyaan
(26,5 %), aktifitas siswa menjawab pertanyaan yang diajukan guru (18 %).
Sedangkan yang perlu diperbaiki yaitu aktifitas siswa dalam mengajukan
pendapat (8 %). Untuk aktifitas siswa dalam menanggapi pendapat teman baik (16
%). aktifitas membantu teman membuat kesimpulan baik (24,5 %), aktifitas siswa
dalam keaktifannya berdiskusi baik (51,5 %)
Dengan demikian rata-rata aktifitas siswa belajar PKN masih rendah yaitu
sebesar (25,9 %). Sedangkan aktifitas negatif yang perlu diturunkan sehingga
menjadi lebih efektif yaitu siswa yang acuh tak acuh

(16 %) sedangkan

mengganggu teman (12 %) serta sering minta izin keluar (2 %) sudah cukup.
Hal ini menunjukkan bahwa masih adanya aktifitas negatif dalam proses
pembelajaran sebesar 10 %

2. Data Hasil belajar siswa pada penelitian Siklus I


Data hasil belajar siswa merupakan data pendukung pada penelitian
tindakan kelas yang mengacu pada aktivitas belajar siswa.Berdasarkan data hasil
relajar siswa, maka diperoleh Tabel 2.

Tabel 2. Data Hasil Belajar Siswa pada Akhir Siklus I


No
1
2
3
4
5
6

Nilai

Jumlah

< 49
50-59
60-69
70-79
80-89
90-100
Jumlah

siswa
3
5
5
4
2
2
24

Tuntas

4
2
2
10

Tidak

Nilai Rata-

tuntas
5
7
5

rata

14

65

Pada Tabel 2 di atas menunjukkan hasil belajar siswa setelah siklus I


belum memenuhi standar ketuntasan belajar minimum (65) sebesar 41,6 % . Nilai
siswa tidak menyebar merata, sebagian besar berada pada kisaran 50-59 dengan
nilai rata-rata 50, maka dapat dikatakan pada siklus I belum optimal dan oleh
karena itu perlu ditingkatkan.
3. Refleksi Siklus I
Berdasarkan hasil pengamatan dari pelaksanaan pembelajaran ditemukan hal-hal
seperti di bawah ini.
1. Penjelasan dan pelayanan guru dengan metode bermain peran merupakan
hal yang baru jadi siswa belum terbiasa.
2. Minat dan motivasi belajar meningkat karena merasa takut dan malu
bermain peran.
3. Sebagian besar siswa kurang mengikuti jalannya penjelasan dari guru
karena merasa sibuk sendiri dan ribut.
4. Pada saat kegiatan penyampaian materi oleh guru, kebanyakan siswa masih
kurang mempersiapkan diri dalam mengikuti proses pembelajaran.
5. Masih ada siswa yang merasa ragu dan takut dalam mengemukan pendapat
B. Hasil Penelitian Siklus II
Sama halnya dengan penelitian pada siklus I, hasil penelitian yang
diperoleh pada siklus II, berupa tiga jenis data yang memuat aktivitas
belajar siswa selama dua kali pertemuan dan satu jenis data hasil belajar
siswa sebagai data pendukung penelitian yang diadakan setelah penelitian
siklus I I berakhir.
1. Data Akktifitas Siswa Belajar PKN
Berdasarkan hasil pengamatan diproleh

data-data persentase

aktivitas siswa belajar PKN pada siklus I dari pertemuan pertama sampai
kedua yang dapat dilihat pada Tabel 3 di bawah ini.

Tabel 3. Data Persentase Aktivitas Siswa Belajar Pkn Pada Siklus II


Aktivitas Siswa

Pertemuan
ke (%)

Rata-rata
(%)

1. Aktif bertanya

10
41%

12
50%

45,5%

2. Menjawab pertanyaan guru

8
33%

12
50%

41,5%

3. Mengajukan pendapat

5
20%

8
33%

26,5%

4. Menjawab pertanyaan teman

10
41%

14
58%

49,5%

5. Menanggapi pendapat teman

6
25%

10
41%

33%

6. Membantu teman membuat

10
41%

14
58%

49,5%

15
62%

20
83%

72,5%

Aktivitas positif

kesimpulan
7. Aktif dalam diskusi
Rata-rata

45,4

Aktivitas negatif
8. Acuh tak acuh

3
12%

1
4%

8%

9. Mengganggu teman

2
8%

1
4%

6%

10. Sering minta izin keluar


Rata-rata

8%

Tabel 3 di atas, menunjukkan bahwa aktivitas pos itif siswa belajar PKN,
mengalami peningkatan untuk semua indikator yaitu Aktivitas belajar siswa yang

mengajukan pertanyaan baik (45,5 %), aktivitas siswa menjawab pertanyaan yang
diajukan guru baik ( 41,5% ). Sedang aktivitas siswa dalam mengajukan pendapat
cukup (26,5 %), aktivitas siswa dalam menjawab pendapat teman baik ( 49,5% ),
aktivitas menanggapi pendapat teman baik (33 %), aktivitas membantu teman
membuat kesimpulan baik (49,5 %), aktifitas siswa dalam keaktifannya berdiskusi
sangat baik (72,5 %)
Dengan demikian rata-rata aktivitas siswa belajar PKN menagalami
peningkatan yang baik yaitu sebesar (45,4 %). Sedangkan aktivitas negatif yang
perlu diturunkan bahkan dihilangkan sehingga menjadi lebih efektif yaitu siswa
yang acuh tak acuh (8 %) dan mengganggu teman (6 %) serta tidak ada lagi
siswa yang minta izin keluar (0%) . Dari hasil ini menunjukkan bahwa masih ada
aktivitas negatif dalam proses pembelajaran sebesar 8 %.
Berdasarkan data yang tertera pada Tabel 3 dan pengamatan observer
menunjukkan siswa semakin serius, tekun dan tertib dalam mengikiti proses
pembelajaran dalam kelompok untuk menggali pengetahuan. Peneliti juga
mencatat, siswa semakin tertib dalam berdiskusi, bertanya pada tutor, menjawab
pertanyaan tutor maupun teman dalam kelompok, menanggapi pendapat teman,
tidak begitu acuh, hanya sedikit yang mengganggu teman apalagi sudah tidak
adanya lagi siswa yang sering minta izin keluar .

Tabel 4. Data Hasil Belajar Siswa pada Akhir Siklus I I


No
1
2
3
4
5
6

Nilai
< 49
50-59
60-69
70-79
80-89
90-100
Jumlah

Jumlah

Tuntas

Tidak

Nilai Rata-

siswa

tuntas

rata

1
5
6
7
5
24

1
5

75

6
7
5
18

Pada Tabel 4, menunjukkan persentase ketuntasan klasikalnya sebesar


75 %, dengan nilai rata-rata 75 hasil belajar siswa sudah dapat dikatakan telah
optimal.
4. Refleksi Siklus II
6. Secara umum aktivitas siswa belajar PKN pada siklus kedua mengalami
meningkat dibanding dengan siklus pertama. Pada siklus kedua ini tampak
siswa mengalami peningkatan pemahaman materi yang dipelajari.
Kemampuan siswa mengembangkan materi lebih luas tampak dari hasil
ulangan harian yang dihasilkan. Hal ini menunjukan siswa sudah
memahami bagaimana belajar dengan model dalam mempersiapkan diri
bila tongkat tersebut didapatkannya
. Berdasarkan pengamatan terhadap aktivitas siswa belajar PKN, maka pada
siklus kedua ditemukan hal-hal seperti berikut ini.
1. Siswa merasa lebih leluasa berinteraksi dalam dengan teman sebangkunya
sehingga keberanian mengemukakan pendapat sudah muncul dengan baik
2. Siswa menyampaikan gagasan yang bervariasi sehingga dalam penentuan
final yang digunakan dalam memecahkan masalah cukup alot dan
memerlukan waktu yang lebih lama.
3. Siswa sudah terbiasa dengan model pembelajaran bermain peran,
sehingga keberlangsungan pembelajaran sudah sesuai dengan rencana
pelaksanaan pembelajaran.
4. Pemberian penghargaan kepada siswa yang mempunyai aktivitas terbesar
menumbuhkan semangat dan mendorong terhadap penguasaan materi.
C.Pembahasan
1. Peningkatan Aktivitas Siswa Belajar PKN dari Siklus I ke Siklus II
Proses pembelajaran yang sudah dilakukan, telah mengarah pada
peningkatan aktivitas siswa. Berdasarkan hasil pengamatan pada siklus

pertama dan kedua pada penelitian tindakan kelas ini, pembelajaran dengan
model pembelajaran talking stik menunjukkan adanya peningkatan aktivitas
siswa belajar PKN. Informasi yang dapat dilihat ketika kegiatan
pembelajaran yang berlangsung diantaranya tingkat aktivitas dan interaksi
sisa selama pembelajaran berlangsung sangat baik, siswa menjadi lebih
kreatif dan inovatif, untuk memenuhi rasa ingin tahunya.
Tabel 5. Data Persentase Aktivitas Siswa Belajar PKN pada Siklus 1
dan Siklus II Serta Peningkatannya
Aktivitas Siswa

Silkus

Peningkatan
(%)

I (%)

II (%)

26,5

45,5

19

2. Menjawab pertanyaan guru

18

41,5

23,5

3. Mengajukan pendapat

26,5

18,5

4. Menjawab pertanyaan teman

37

49,5

12,5

5. Menanggapi pendapat teman

16

33

18

6. Membantu teman membuat

24,5

49,5

25

kesimpulan
7. Aktif dalam diskusi

51,5

72,5

21

25,9

49,4

23,5

8. Acuh tak acuh

16

-8

9. Mengganggu teman

12

-6

10. Sering minta izin keluar

-2

10

-2

Aktivitas positif
1. Aktif bertanya

Rata-rata
Aktivitas negatif

Rata-rata

Pada Tabel 5 dapat dilihat bahwa aktifitas siswa belajar PKN mengalami
peningkatan secara signifikan. Pada beberapa indikator aktifitas siswa,
menunjukkan hal-hal positif yaitu peningkatan secara signifikan dari siklus
pertama ke siklus kedua. Peningkatan aktifitas siswa terlihat pada semua indikator
ini menunjukkan model bermain peran berhasil membawa ketertarikan siswa pada
materi pembelajaran sudah tumbuh dan semua aktifitas mengalami peningkatan
dengan rata-rata 23,5 % untuk semua indikator aktifitas siswa, hal ini
menunjukkan kelas dalam suasana yang hidup. Hal ini sesuai dengan skenario
rencana pelaksanaan pembelajaran

dengan model bermain peran yang

menekankan pada pemahaman siswa akan materi untuk mengembangkan


ketrampilan siswa. Jika dilihat lebih jauh proses pembelajaran yang berlangsung
secara keseluruhan aktifitas siswa menunjukkan pembelajaran yang melaksanakan
keterampilan proses dimana siswa- siswa aktif terlibat dalam pembelajaran.
Pada Tabel 5 juga terlihat, aktivitas negatif menurun dari 10 % menjadi 8 %, hal
ini menunjukkan bahwa minat dan semangat belajar siswa terjaga. Proses
pembelajaran sudah menumbuhkan sikap dan persepsi siswa yang positif terhadap
iklim belajar dengan menekankan aspek-aspek internal siswa dengan suasana
mental yang kondusif dari pada aspek-aspek eksternal. Aspek internal nampak
dengan jelas pada saat siswa menjawab pertanyaan guru, penerimaan oleh guru
dan teman dalam bentuk kontak mata, pengetahuan, humor, dll disertai dengan
kenyamanan fisik di dalam kelas ketika proses pembelajaran. Hal ini sangat
mendukung persepsi yang positif dalam menghadapi tugas-tugas dengan
memberikan pemahaman akan nilai tugas, kejelasan tugas, dan kejelasan sumber.
Pada tabel 5, nampak bahwa peningkatan aktifitas siswa belajar PKN dari
siklus pertama dan siklus kedua, naik secara tajam. Kenaikan aktifitas ini
menunjukkan bahwa:
1.

sikap positif siswa lebih dominan dibandingkan dengan sikap negatifnya.

2.

sikap teman yang dapat menjawab pertanyaan berhasil memotivasi temantemannya yang lain untuk bisa lebih aktif dalam proses pembelajaran dan

bertanya.
3.

interaksi antar siswa dalam berusaha menjawab pertanyaan semakin baik


dan meningkat
Aktifitas siswa belajar Pkn lebih diinginkan dari aktivitas fisik. Siswa

sering bertanya pada guru, sesama teman, menanggapi pendapat teman merupakan
tanda-tanda peningkatan aktif mental siswa, sehingga siswa tidak merasa bosan
dalam proses pembelajaran Pkn, dengan model bermain peran ini dapat menjadi
cara untuk menghilangkan penyebab rasa bosan, baik datangnya dari guru sendiri
maupun dari temannya.
Pada tabel 5 menunjukan bahwa aktifitas siswa belajar Pkn pada siklus
kedua lebih tinggi dari aktivitas siswa belajar Pkn pada siklus pertama. Oeh
karena itu, salah satu upaya untuk meningkatkan aktifitas belajar Pkn adalah
dengan menerapkan model pembelajaran bermain peran. Meskipun ada faktor lain
yang mempengaruhi, namum pembelajaran dengan model bermain peran perlu
diterapkan untuk mencapai proses pembelajaran yang bermakna dan berkualitas di
SMP Negeri 2 Indralaya Utara
2. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Akhir Siklus I dan Siklus II
Hasil belajar siswa dan persentase ketuntasan klasikal pada siklus I dan
siklus II dapat dilihat pada Tabel 6 seperti dibawah ini.
Tabel 6. Data Rata-rata Hasil Belajar Siswa, Ketuntasan Klasikal
dan Peningkatannya
Nilai Rata-rata
% Ketuntasan Kalsikal
Akhir Siklus I
65
42 %
Akhir Siklus II
75
75 %
Peningkatan
10
41 %
Pada Tabel 6, dapat di lihat peningkatan hasil belajar siswa sebesar 10 dan
persentase peningkatan ketuntasan secara klasikal sebesar 41 %. Peningkatan hasil
belajar yang terjadi dikarenakan adanya penelusuran proses pembelajaran tetap
sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang menggunakan nodel

pembelajaran bermain peran, dengan mengecek kembali kelemahan-kelemahan


yang dialami peserta didik dalam proses pembelajaran sebelumnya.

BAB V
PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa model pembelajaran model
bermain peran dapat meningkatkan hasil belajar Pkn siswa kelas VII.3 SMP
Negeri 2 Indralaya Utara.

Proses pembelajaran dengan menggunakan model bermain peran yang digunakan


dapat meningkatkan kinerja adan aktifitas belajar siswa terutama dalam hal cara
siswa memahami materi pembelajaran agar dapat menjawab pertanyaan yang
diajukan, bertanya pada guru serta menjawab dan menanggapi pendapat teman
serta aktif mencatat kesimpulan hasil pembelajaran.
Peningkatan kinerja siswa dalam mengerjakan tugas tugas akademik,
nampak jelas usaha yang dilakukan siswa untuk memperhatikan perjelasan guru
agar mereka memahami materi dalam proses pembelajaran. Peningkatan aktifitas
siswa dalam belajar PKN secara nyata terlihat dari kegiatan yang dialami untuk
semua indikatir meningkat secara signifikan. Proses pembelajaran yang
berlansung dengan menggunakan model bermain peran membuat siswa paham
dan bukan hanya sekadar tahu tentang materi pembelajaran. Dalam proses siswa
telah melihat, mendengar, melakukan secara langsung kegiatan pembelajaran
sebagai pengalaman pribadi yang membekas sehingga dapat memahami materi
pembelajaran secara tuntas. Kemampuan siswa secara individu diperdayakan
semaksimal mungkin sesuai dengan perannya. Sebagai dampak dari aktifitas yang
meningkat terlihat hasil belajarpun meningkat secara tajam. Hal ini di
mungkinkan karena adanya perlakukan dalam proses pembelajaran dengan model
bermain peran.

BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
1. Kesimpulan
Dari berbagai data yang telah dibahas dapat diperoleh kesimpulan bahwa
model pembelajaran Bermain Peran dapat meningkatkan hasil belajar PKN
siswa kelas VII.3 SMP Negeri 2 Indralaya Utara

2. Saran saran
Berdasarkan temuan yang diperoleh dalam penelitian ini, dikemukakan saransaran sebagai berikut :
a. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran
Bermain peran cukup efektif untuk meningkatkan aktifitas belajar PKN di
Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Indralaya Utara. Berdasarkan hal itu,
disarankan kepada para guru untuk menggunakan model pembelajaran
Bermain peran dalam pembelajaran PKN. Ada beberapa teknik yang dapat
dilakukan untuk dapat menggunakan model pembelajaran Bermain peran
sebagai variasi dalam pembelajaran PKN. Tahap pertama, guru secara sendirisendiri atau kelompok dalam kegiatan MGMP mempelajari buku petunjuk
aplikasi model pembelajaran Bermain peran untuk menambah pengetahuan
dan pemahaman. Tahap kedua, melakukan pendekatan dan membujuk para
guru untuk mau melaksanakan ujicoba baik di sekolah masing-masing atau
secara bersama-sama dalam kegiatan MGMP serta meminta penilaian dari
siswa terhadap strategi/metode baru yang diujicobakan. Hasil ujicoba
diharapkan dapat menjadi bahan gambaran, bahwa model pembelajaran
Bermain peran efektif meningkatkan Aktifitas belajar PKN dan penilaian
siswa positif. Tahap ketiga, memberikan informasi kepada para guru bahwa
model pembelajaran Bermain peran relevan untuk meningkatkan Aktifitas
belajar PKN. Tahap keempat, para guru dengan pengetahuan yang cukup
melaksanakan di sekolah masing-masing dan kepada para guru secara terus
menerus diberikan tambahan pengetahuan.

b. Penerapan strategi dan metode pembelajaran selalu dipengaruhi oleh


perbedaan individu. Para guru disarankan untuk memperhatikan perbedaan
individu dalam penerapan model pembelajaran Bermain peran
c. Agar model pembelajaran Bermain peran dapat dimiliki oleh para guru ada
tiga jalan yang dapat ditempuh, yaitu pengembangan diri, pelatihan dan
penataran serta melalui pendidikan formal. Jalan pengembangan diri,
disarankan agar setiap individu guru mau membaca buku-buku dan media
lain yang berisi tentang inovasi pendidikan, baik yang menyangkut model
pembelajaran Bermain peran

maupun inovasi lainnya, yang dapat

meningkatkan kualitas proses pembelajaran PKN. Pelatihan dan penataran


dapat ditempuh melalui Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP),
Sistem Pembinaan Profesi (SPP) dengan wadah kegiatan MGMP dan
penataran yang diadakan oleh departemen dan dinas pendidikan dengan
materi yang sifatnya inovatif baik model pembelajaran talking stik maupun
inovasi lainnya. Seorang guru tanpa memiliki pengetahuan dan keterampilan
yang memadai, bila terjun ke lapangan menjadi guru mereka akan mendapat
hambatan dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang dapat
menyenangkan, mudah, cepat dan menggairahkan siswa dalam belajar PKN.
d. Penelitian ini hanya terbatas pada variabel bebas utama metoda pembelajaran
yang terdiri dari model pembelajaran Bermain peran variabel bebas dalam
penelitian ini adalah Hasil belajar siswa. Lokasi penelitian di SMP Negeri 2
Indralaya Utara Kab. Ogan Ilir, maka penelitian ini tidak terlepas dari
berbagai keterbatasan dan kelemahan. Oleh karena itu, agar dapat
memperoleh data empirik dan pengetahuan yang lebih luas, diharapkan ada
peneliti lain mau mengadakan penelitian serupa dengan jumlah sampel yang
lebih besar.

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian tindakan kelas di kelas VII.3 SMP Negeri


2Indralaya Utara, dengan tujuan meningkatkan hasil belajar PKN melalui
model pembelajaran Bermain peran Prosespembelajaran yang selama ini
berlansung untuk mata pelajaran PKN terjadi secara konvensional, hal ini
mengakibatkan hasil pembelajaran belum sesuai dengan apa yang
diharapkan.
Penelitian tindakan kelas dilaksanakan selama dua siklus dengan setiap
siklus diadakan 2 kali pertemuan. Setiap kali pertemuan proses pembelajaran
dengan menggunakan model pembelajaran talking stik. Sebagai alat
pengumpul data adalah lembar observasi yang diisi oleh observer, dengan
langkah langkah perencanaan tindakan, observasi, evaluasi dan refleksi
untuk setiap siklus.
Aktifitas positif siswa belajar PKN mengalami peningkatan secara signifikan
pada semua indikator dari siklus pertama ke siklus ke dua, sedangkan
aktifitas negatif siswa belajar PKN semakin berkurang untuk semua
indikator. Perubahan ini menunjukan bahwa minat dan semangat belajar
siswa

semakin

meningkat

dan

pembelajaran

menjadi

efektif

dan

menyenangkan yang diikuti dengan meningkatnya hasil belajar siswa secara


signifikan. Peningkatan hasil belajar PKN siswa dari siklus pertama ke siklus
kedua merupakan dampak dari pembelajaran menggunakan model
pembelajaran Bermain peran

DAFTAR PUSTAKA

Model pembelajaran talking stik (www.Lailakhasanah.blogspot.com/2012/04/model-pembelajaran-talking-stik.html) diakses


tanggal 10 agustus 2012
Model pembelajaran talking stik
(www.Tarmizi.wordpress.com/2010/02/15/talking-stik) diakses tanggal 10
agustus 2012
Monk,dkk.2002.psikologi perkembangan:pengantar dalam berbagai bagiannya.
Yogyakarta : Gadah mada universuty press.
Mulyasa,E.2005. Implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan. Jakarta :
Bumi Aksara.
Wena, Made.2009.Strategi pembelajaran inovatif kotemporer. Jakarta : Bumi
Aksara.

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
berkah dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Penelitian
Tindakan Kelas yang diberi judul
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMPN 2
INDRALAYA UTARA MATA PELAJARAN PKN MELALUI MODEL BERMAIN
PERAN
Tujuan penyusunan PTK ini adalah untuk menjawab hambatan yang ditemukan
dalam proses belajar mengajar sehingga hasil penelitian nanti dapat dijadikan
bahan kajian bagi rekan-rekan guru dalam menyampaikan materi pelajaran PKn.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai
pihak yang telah turut aktif dalam penyusunan PTK ini .
Penulis menyadari bahwa PTK ini masih memiliki berbagai kekurangan
maka dari itu kritikan dan saran daari teman teman yaang bersifat membangun
sangat diharapkan. sertapenulis mengharapkan semoga laporan PTK ini memiliki
manfaat yang sebesar-besarnya bagi kita semua.

Indralaya ,

Agustus 2012

Penulis

Nila Dameria, S.H

DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN.................................................................................................. I
ABSTRAK ................................................................................................................................. II
SURATPERNYATAAN PENULIS.................................................................................... III
SURAT PERNYATAAN KEPALA SEKOLAH............................................................... IV
SURAT PERNYATAAN KEPALA PERPUSTAKAAN............................................... V
KATA PENGANTAR............................................................................................................ VI
DAFTAR ISI........................................................................................................................... VII
DAFTAR TABEL.................................................................................................................. VIII
DAFTAR LAMPIRAN........................................................................................................ IX
BAB I. PENDAHULUAN
1.1
1.2
1.3
1.4
1.5
1.6
1.7

Latar belakang masalah..........................................................................


Identifikasi....................................................................................................
Analisis masalah...........................................................................................
Perumusan masalah..................................................................................
Tujuan penelitian........................................................................................
Manfaat/kegunaan penelitian...............................................................
Hipotesis tindakan.....................................................................................

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA


A. Karakteristik siswa SMP.......................................................................
B. Pengertian hasil belajar........................................................................
C. Model pembelajaran talking stik.....................................................
BAB III. METODE DAN PELAKSANAAN PENELITIAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pendekatan penelitian.................................................................
Fokus penelitian.........................................................................
Lokasi dan waktu penelitian......................................................
Subjek penelitian.......................................................................
Instrumen pengumpul data dan pengukurannya.........................
Teknik analisis data yang digunakan..........................................
Materi Ajar.................................................................................
Langkah langkah penelitian........................................................

BAB IV. HASIL PENELITIAN


A. Hasil penelitian siklus I...............................................................
B. Hasil penelitian siklus II..............................................................
C. Pembahasan................................................................................
BAB V. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN........................................
BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN.....................................................