Anda di halaman 1dari 37

Tumbuh kembang 2 peristiwa yang berbeda

tapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan

Perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau


dimensi tingkat sel, organ maupun individu
Pertumbuhan yang bisa diukur dengan ukuran
berat, panjang, umur tulang

Aspek fisik

Bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur


dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola
yang teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil
dari proses pematangan (maturasi)
perkembangan kognitif, bahasa, motorik, emosi,
dan prilaku (psikososial) sebagai hasil interaksi
dengan lingkungannya

1.

2.

Pertumbuhan : proses yg kontinu sejak


dari konsepsi sampai dewasa yang
dipengaruhi oleh faktor bawaan dan
lingkungan.
Pertumbuhan anak tidak konstan , terdapat
masa percepatan atau perlambatan, yang
terjadi pada periode-periode tertentu

Selama proses pertumbuhan tersebut


terdapat 3 masa pertumbuhan cepat, yaitu
pada masa janin, masa bayi 0 1 (walaupun
pertumbuhan pada masa ini telah
mengalami deselerasi) dan masa pubertas.

1.

Perkembangan merupakan proses yang


kontinu sejak dari konsepsi sampai
maturitas/dewasa, yang dipengaruhi oleh
faktor bawaan dan lingkungan.

2. Pola perkembangan anak mempunyai


patokan umum , yaitu berurutan (sekuensial)
dan sama pada semua anak, tetapi
kecepatannya berbeda antara anak satu
dengan anak yang lain.

3. Perkembangan erat hubungannya dengan


maturasi di sistem susunan saraf.
Contoh : anak tidak dapat untuk dapat
berjalan, bila sistem sarafnya belum siap
untuk itu, tetapi adanya kesempatan praktek
juga akan menghambat keterampilan anak.
Untuk mencapai perkembangan dan
maturitas tertentu diperlukan waktu.
Terdapat korelasi antara perkembangan dan
pertumbuhan.

4. Aktifitas seluruh tubuh akan diganti oleh


respon individu yang khas.
Contoh: bayi akan menggerakkan seluruh
tubuhnya, tangan dan kakinya kalau melihat
sesuatu yang menarik, tetapi pada anak yang
lebih besar reaksinya hanya tertawa atau
meraih benda tersebut.

5. Arah perkembangan adalah sefalokaudal


atau proksimodistal. Perkembangan motorik
kasar berlangsung sefalokaudal atau
proksimodistal.
Contoh: Perkembangan pertama sebelum
berjalan adalah kemampuan menegakkan
kepala, perkembangan motorik halus mulai
dari proksimal ke arah distal, yang dimulai
dari bibir dan lidah, otot-otot mata, leher,
bahu, ke arah lengan, tangan dan jari tangan.

6. Refleks primitif seperti refleks memegang


dan berjalan akan menghilang sebelum
gerakan volunter tercapai. Tumbuh kembang
adalah proses yang kontinu sejak konsepsi
sampai dewasa, serta di pengaruhi oleh
faktor bawaan dan lingkungan.

1. Faktor genetik : Modal dasar dalam


mencapai hasil akhir proses TKInteraksi
dengan lingkungan
2. Faktor lingkungan (biofisikopsikososial)
- Pranatal
- Perinatal
- Pascanatal

Faktor
genetik
Potensi
biologik
Lingkunga
n

T
K

Peran lingkungan sangat penting utk memenuhi


kebutuhan anak yaitu :
Kebutuhan fisik-biomedis (asuh) :
Pangan/gizi, kesehatan, rumah,
higiene/sanitasi, sandang, kesegeran jasmani,
rekreasi
Kebutuhan emosi/kasih sayang (asih):
Kebutuhan akan stimulasi mental
Stimulasi mental cikal bakal proses belajar
perkembangan mental psikososial, kecerdasan,
keterampilan, kemandirian, kreativitas, agama,
kepribadian, moral etika, produktivitas dsb.

LINGKUNGAN
IBU: PDDK,
GIZI, KB
NUTRISI :
ASI, PASI ,
MPASI
MIKRO

ASUH

KELUARGA :
NENEK/KAKEK
, AYAH,
SAUDARA
SUASANA
RUMAH

MINI

SARANA
PDDK
SARANA PELY
KES
SARANA
IBADAH

KEBIJAKAN
PEMERINTAH
DEPKES
ORG. PROFESI
ORG.
NASIONAL/INT
ER

MESO

MAKRO

KEBUTUHAN DASAR ANAK


ASIH

ASAH

PRENATAL NEONATUS BAYI BALITA ANAK REMAJA

TUMBUH KEMBANG

FAKTOR RISIKO

Masa pranatal
- masa mudigah/embrio : konsepsi-8 minggu
- Masa janin /fetus : 9 minggu -lahir
2.
Masa bayi : usia 0 1 tahun
- masa neonatal : 0 28 hari
- masa pasca neonatal : 29 hari- 1 tahun
3. Masa pra-sekolah: usia 1-6 tahun
4.
Masa sekolah: usia 6-18/20 tahun
- masa pra remaja : usia 6-10 tahun
- masa remaja dini P : 8-13 tahun, L : 10-15
tahun
- masa remaja lanjut P: 13-18 tahun, L : 15-20
tahun
Tiap tahap TK tidak terdapat batas yang jelas karena
proses TK terjadi secara berkesinambungan
1.

Anamnesis : keluhan utama ortu berupa


kekhawtiran ortu thd TK anaknya
kecurigaan ggn TK,
Pemeriksaan fisik
Skrining perkembangan sistematis

Faktor risiko pada balita : intrinsik, genetik,


heredokonstitusional, retardasi pertumbuhan
intra uterin, berat lahir rendah, infeksi intra
uterine, asfiksia, gawat janin, perdarahan
intrakranial, kejang neonatal,
hiperbilirubinemia, hipoglikemia, infeksi, kel
kongenital, tempramen
Faktor risiko di lingkungan mikro, mini,
meso, dan makro

1. Tinggi Badan
Mengukur TB secara periodik dihubungkan ke
garis pada kurva
Gangguan pertumbuhan : TB/PB selalu <
persentil 3(-2SD)
status pertumbuhan dibandingkan prakiraan
TB akhir dgn TB sesuai potensi genetik
TB akhir : tarik garis lengkung sd memotong
garis umur 19-20 tahun sejajar kurva
terdekat

Anak perempuan :
(TB ayah-13)+ TB ibu +/- 8,5
2

Anak Laki-laki :
(TB ibu+13)+ TB ayah +/- 8,5
2
Prakiraan TB akhir msh dlm rentang potensi
genetik N

Primer : kelainan pertumbuhan tulang


(osteokondroplasia, osteogenesis imperfekta),
kel kromosom ( sind. Turner, sind. Down, dll), kel
metabolik ( mukopolisakaridosis, mukolipidosis),
faktor keturunan Sulit diperbaiki
Sekunder : retardasi pertumbuhan intra uterine,
malnutrisi kronik, peny kronik ( jantung, paru, sal
cerna, hati, ginjal, darah), kel endokrin,
Ggn pertumbuhan perawakan jangkung kel
endokrin

TB RATA-RATA PADA WAKTU LAHIR ADALAH


50 CM, SECAR GARIS BESAR, TB ANAK DAPAT
DIPERKIRAKAN SBB :
- 1 THN 1,5 X TB LAHIR
- 4 THN 2 X TB LAHIR
- 6 THN 1,5 X TB SETAHUN
- 13 THN 3 X TB LAHIR
- DEWASA 3,5 X TB LAHIR ( 2X TB 2 THN)

PERKIRAAN TB DALAM SENTIMETER

UMUR
LAHIR
1 THN
2- 12 THN

TINGGI BADAN
50 CM
75 CM
UMUR (THN) X 6
+ 77

KEHILANGAN BB PADA BEBERAPA HARI PERTAMA


: 5-10 %
KEMBALI KE BBL : 7-10 HARI
4-5 BULAN : 2 X BBL
1 TAHUN : 3 X BBL
2 TAHUN : 4X BBL
PRASEKOLAH KENAIKAN BB 2 KG/TH
PRA & ADOLESEN PACU TUMBUH , 3-3,5 KG/
TH
PACU TUMBUH LAKI LAKI UMUR 10 THN
BERHENTI UMUR 20 THN, PEREMPUAN 8 THN,
BERHENTI 18 THN

KENAIKAN BB ANAK PADA TAHUN PERTAMA


KEHIDUPAN, KALAU ANAK MENDAPAT GIZI
YANG BAIK, ADALAH SEKITAR :
- TRIWULAN I
: 700 1000 GR/BULAN
- TRIWULAN II : 500 600 GR/BULAN
- TRIWULAN III : 350 450 GR/BULAN
- TRIWULAN IV : 250 - 350 GR/ BULAN

LK mencerminkan volume intrakranial


Memperkirakan pertumbuhan otak
Paling pesat 6 bulan I, dari 34 44 cm, 1 thn
47 cm , 2 th 49 cm, dewasa 54 cm
Pemeriksaan serial saat perkembangan otak
sampai anak berumur 3 th
Baku yang dipakai acuan LK : kurva LK dari
Nellhaus atau baku NCHS
Rata-rata LK saat lahir 35 cm (13,5 inchi),
meningkat 1 cm/ bulan utk 1 th pertama, 2 cm
utk 3 bln pertama, kemudian melambat,

Kelainan bagian dan organ tubuh lainnya


harus diwaspadai kemungkinan disertai
sindroma tertentu

Bayi risiko tinggi berdasarkan anamnesis dan


pemeriksaan fisik rutin perlu skrining
perkembangan periodik
Bayi risiko rendah : mulai dengan kuesioner
praskrining yg diisi atau dijawab ortu

Skrining pendahuluan bayi umur 3 bulan 6


tahun
Setiap umur ada 10 pertanyaan
Jawaban ya 6 atau kurang curiga ggn
perkembangan perlu dirujuk, atau diskring
dgn Denver 2
Ya 7- 8 periksa ulang 1 minggu kemudian
Ya 9-10 anak tidak ada ggn tetapi pada
umur berikutnya perlu dilakukan KPSP lagi

1.

2.

Personal sosial : kepribadian /tingkah laku


sosial aspek yang berhubungan dengan
kemampuan mandiri, bersosialisasi, dan
berinteraksi dengan lingkungannya
Gerakan motorik halus: mengamati sesuatu,
melakukan gerakan yang melibatkan bagian
tubuh tertentu , memerlukan koordinasi
dengan tepat mis ; menggambar, memegang
sesuatu benda

3. Bahasa : kemampuan memberikan respon


terhadap suara, mengikuti perintah dan
bicara spontan
4. Motorik kasar: berhubungan dengan
pergerakan dan sikap tubuh

Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang


Stimulasi : kegiatan merangsang kemampuan dasar
anak umur 0 6 tahun agar TK anak optimal
Deteksi : kegiatan/pemeriksaan untuk menemukan
secara dini adanya penyimpangan TK pada balita dan
anak pra sekolah.
Intervensi : tindakan tertentu pada anak yang
mempunyai perkembangan dan kemampuan
menyimpang karena tidak sesuai dengan
umurnya. Penyimpangan perkembangan bisa terjadi
pada salah satu atau lebih kemampuan anak yaitu
kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan
bahasa, serta sosialisasi dan kemandirian anak

Anak bisa dideteksi ketika menginjak umur 0


bulan, 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, 12 bulan,
15 bulan, 18 bulan, 21 bulan, 24 bulan,
30 bulan, 36 bulan, 42 bulan, 48 bulan,
54 bulan, 60 bulan, 66 bulan, dan 72 bulan.
Jadwal atau waktu pendeteksian anak yaitu :
Anak umur 0 - 1 tahun = 1 bulan sekali
Anak umur > 1 - 3 tahun = 3 bulan sekali
Anak umur > 3 - 6 tahun = 6 bulan sekali

Jenis kegiatan deteksi atau disebut juga skrining, dalam


SDIDTK adalah sebagai berikut :
1. Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan dengan cara
mengukur BB, TB dan LK
2. Deteksi dini penyimpangan perkembangan yaitu meliputi
Pendeteksian menggunakan Kuesioner Pra Skrining
Perkembangan (KPSP)
Tes Daya Lihat (TDL)
Tes Daya Dengar (TDD)
3. Deteksi dini penyimpangan mental emosional yaitu
menggunakan :
Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME)
Check List for Autism in Toddlers (CHAT) atau Cek lis
Deteksi Dini Autis
Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH)