Anda di halaman 1dari 39

PEMERIKSAAN FISIK EKSTREMITAS ATAS

M. Gibran Dwi Nugroho


20090310198

Pemeriksaan Fisik Ekstremitas Atas

Nama : M.Gibran Dwi Nugroho


NIM : 20090310198

PRINSIP PEMERIKSAAN:
anamnesa
pemeriksaan fisik
pemeriksaan penunjang.

PEMERIKSAAN FISIK EKSTREMITAS


Pemeriksaan Tangan
Inspeksi
Jari-jari, telapak tangan, kuku,
Tulang, persendian, tendo
Kelompok otot dan deformitas
Palpasi
Denyut nadi, kulit dan kuku
Tulang, persendian, tendo
Kelompok otot dan deformitas
Fungsi
Jabatan tangan
Rentang pergerakan aktif dan pasif
Genggaman, kekuatan otot interosseus dan kelompok-kelompok otot

KULIT

Pemeriksaan kulit meliputi pemeriksaan inspeksi dan palpasi

A.

Inspeksi
1) Hygiene kulit.
Penilaian atas kebersihan yang merupakan petunjuk umum atas kesehatan
seseorang.
2) Kelainan-kelainan yang bisa nampak pada inspeksi:
ulkus,crusta,sikatrik,ptechie,hematom,spidernaevi,anemia,cyanosis,ikterik
Ulkus
Suatu lesi yang terbuka yang diakibatkan pecahnya vesikula atau
pustule.

Crusta
Cairan tubuh yang mengering, bisa dari serum, nanah, darah dan
sebagainya.

Cicatrix
Pembentukan jaringan ikat pada kulit sesudah penyembuhan luka.
Hal ini bisa karena bakat (mempunyai kecenderungan untuk itu), ada
pula yang spesifik :
- Cicatrix bekas irisan kulit pada seorang mofinis.
- Bekas suntikan BCG.
Ptechie
Adalah bercak pendarahan yang terbatas, dan terletak di epidermis
kulit, berukuran kurang dari 1 cm.
Hematoma
Perdarahan dibawah kulit yang umumnya berukuran lebih besar
dan berwarna merah, biru, ungu sampai biru.
Spider naevi
Suatu pelebaran pembuluh-pembuluh darah arteriola dikulit yang
khas bentuk dan arah aliran darahnya (keluar). Misal : pada penderita
Cirrhosis Hepatis.

Anemie
Pucat, bisa dilihat pada telapak tangan, mucosa bibir, conjungtiva
palpebra, warna dasar kuku karena kurangnya kadar haemoglobin (Hb).
Cyanosis
Tampak kulit berwarna kebiruan akibat jumlah penurunan Hb
melebihi kadar 5g%, akibat kegagalan transport oksigen atau
menumpuknya CO2 di jaringan, juga tampak pada telapak tangan,
mucosa bibir warna dasar kuku. Misal : pada penyakit jantung, paruparu, gangguan SSP, dan Hipoglikemi.

Ikterus
Warna kuning-kuning kehijauan yang bisa tampak dikulit, telapak
tangan, dan seklera mata karena kadar bilirubin yang tinggi pada
penyakit-penyakit hati, ieterus neonatorum fisiologik, dan ieterus
neonatorum patologik. Hal ini dibedakan dengan Carotenemia ieterus :
- Warna kuning oranye
- Tidak didapat pada seklera mata

B. PALPASI

Pada palpasi, pertama-tama dirasakan kehangatan kulit, (dingin-hangat-demam),


kemudian kelembabannya, pasien dehidrasi terasa kering dan pasien
hipertyroidisme berkeringat terlalu banyak.
Texture kulit
Dirasakan halus, lunak, lentur, pada kulit normal. Teraba kasar pada defisiensi
vitamin A, hipotyroid, terlalu sering mandi, banyak ketombe atau diaper-rash
(diselakangan bayi) akibat popok pada bayi.
Turgor
Dinilai pada kulit perut dengan cubitan ringan. Bila lambat kembali ke
keadaan semula, menunjukkan turgor turun pada pasien dehidrasi.
Krepitasi
tanda dari frkatur
Edema
Adalah terkumpulnya cairan tubuh dijaringan tubuh lebih daripada jumlah
semestinya. Misal :
- Pitting edema : bila menjadi cekung setelah penekanan pada tempat-tempat
pretibial, saklrum, jari-jari, kelopak mata.
- Pada penyakit : jantung, ginjal, hipoprotenemia.
- Non pitting edema : tidak menjadi cekung setelah penekanan, pada mixedema
(hipotyroid), beri-beri.

KELAINAN KUKU
o

Koilonikia
Koilonikia atau disebut juga spoon nails (kuku sendok). Koilonikia dapat dijumpai pada
beberapa keadaan yaitu penyakit diabetes, anemi defisiensi Fe, pajanan asam kuat,
hipotiroid

Onikolisis
Onikolisis dapat disebabkan oleh penyakit kulit, obat-obatan, trauma,
gangguan sirkulasi perifer; hipertiroid, kosmetik kuku, sabun, atau tanpa
penyebab yang jelas.

Leukonikia
Leukonikia dapat terjadi pada penyakit tifus, nefritis karena trauma dan infeksi
jamur, trauma otak hebat, keracunan arsen, penderita sirosis hepatis, penyakit
jantung, diabetes melitus, tuberkulosis dan arteritis reumatoid atau dapat normal
terjadi pada anak umur 1-4 tahun.

Onikoreksis
Pada onikoreksis dijumpai kuku rapuh dan pecah pada tepi bebas LK dan fisur
memanjang pada LK. Kuku yang rapuh dan pecah dapat diakibatkan pemakaian
sabun kuat, penghapus cat kuku, pada keadaan hipotiroid. Kuku rapuh dapat
merupakan manifestasi psoriasis, onikomikosis, anemia defisiensi Fe,
pakionikia congenital

Clubbing Finger
Disebabkan meningkatnya kelenturan Lengkung Kuku proksimal akibat hipertrofi dan
hiperplasi stroma fibrovaskular falang distal. Clubbing merupakan tanda beberapa
penyakit sistemik, antara lain: penyakit paru kronik, penyakit jantung, penyakit
kelenjar tiroid.

Perubahan warna kuku


Perubahan warna kuku dapat menggambarkan proses patologis kuku
yang merupakan petunjuk beberapa penyakit sistemik, penyakit kulit
atau suatu diagnosis spesifik

Kelainan lain :
Garis Beau
pada trombosis koroner, pneumonia, defisiensi Fe.

Onikomadesis
pada diabetes, inflamasi lipat kuku proksimal.

PEMERIKSAAN NADI
Frekuensi Nadi
Denyut nadi (pulse) adalah getaran/ denyut darah didalam
pembuluh darah arteri akibat kontraksi ventrikel kiri jantung.
Denyut ini dapat dirasakan dengan palpasi yaitu dengan
menggunakan ujung jari tangan disepanjang jalannya
pembuluh darah arteri, terutama pada tempat- tempat
tonjolan tulang dengan sedikit menekan diatas pembuluh
darah arteri.
1. Arteri Radialis
2. Arteri Brakhialis

EMERIKSAAN FREKUENSI DENYUT NADI

Persiapan pasien
1. Jelaskan pada pasien perlunya pemeriksaan yang akan dilakukan.
2. Buatlah pasien rilek dan nyaman.
Cara pemeriksaan
1. Cuci tangan pemeriksa.
2. Minta pasien untuk menyingsingkan baju yang menutupi lengan bawah.
3. Pada posisi duduk, tangan diletakkan pada paha dan lengan ekstensi.
Pada posisi tidur terlentang, kedua lengan ekstensi dan menghadap atas.
4. Lakukan palpasi ringan dengan menggunakan jari telunjuk dan jari
tengah ,lakukan palpasi sepanjang lekuk radial/brakhial pada pergelangan
tangan.
5. Rasakan denyut arteri dan irama yang teratur.
6. Hitung denyut tersebut selama satu menit.

FREKUENSI DENYUT NADI

Normal : 60 100 x / menit


Bradikardi : < 60 x/m
Takikardi : > 100 x / menit
Denyut nadi pada saat tidur yaitu :
a. Bayi baru lahir 100 180 x/menit
b. Usia 1 minggu 3 bulan 100 220 x/ menit
c. Usia 3 bulan 2 tahun 80 150 x/menit
d. usia 10 21 tahun 60 90 x/menit
e. Usia lebih dari 21 tahun 69 100 x/menit
Berdasarkan kuat dan lemahnya denyut arteri diklasifikasikan :
i. Tidak teraba denyut : 0
ii. Ada denyut tetapi sulit teraba : +1,
iii. Denyut normal teraba dengan mudah dan tidak mudah hilang : +2
iv. Denyut kuat, mudah teraba seakan- akan memantul terhadap
ujung jari serta tidak mudah hilang: + 3

TEKANAN DARAH
A.

Persiapan

1. Pasien
Atur posisi pasien duduk/ berbaring.
Jika telah melakukan aktivitas istirahatkan dulu sampai
tenang, karena akan berpengaruh terhadap hasil pengukuran
tekanan darah.

2. Persiapan Alat
Spigmomanometer (Tensi meter).
Stetoskop.

B.
1.

2.

3.
4.
5.

6.
7.

8.

Pelaksanaan
Atur posisi tangn minimal sejajar dengan letak jantung dan tidak
terlalu rendah.
Tempatkan atau letakan manset pada lengan atas 3 jari diatas
sikut.
Tempelkan Manometer pada manset yang telah dipasang.
Cari denyut nadi pada arteri brachialis (pada lipatan siku).
Setelah nadi ditemukan tempelkan stetoskop pada daerah
denyutan nadi tersebut.
Pasang stetoskop pada telinga pemeriksa.
Cari denyut nadi pada arteri radialis (pada daerah pergelangan
tangan).
Mulai melakukan pemompaan sampai dirasakan denyutan nadi
pada pergelangan tangan menghilang, lalu tambahkan 1 2
pompaan.

Lanjutan..

9.

Pegang ujung stetoskop lalu mulai turunkan tekanaan pada


manset secara perlahan lahan.
Dengarkan adanya suara dug dug dug :
Bunyi pertama menunjukan tekanan sistolik.
Bunyi yang terakhir terdengar menunjukan tekanan
diastolik.
Contoh : Jika bunyi jarum manometer menunjukan 120 dan
bunyi terakhir menghilang jarum manometer menunjukan
angka 80 berarti tekanan darah orang tersebut adalah 120/80
mmHg.
Sesudah selesai lepaskan stetoskop dan manset dari
pergelangan tangan lansia.
Catat dan beritahukan hasil yang telah diperoleh.

10.

11.

12.

KLASIFIKASI HIPERTENSI MENURUT JOINT NATIONAL COMMITTEE 7

Evaluasi
Kategori

Dan/atau

Normal

Sistol
(mmHg)
<120

Dan

Diastole
(mmHg)
<80

Pre hipertensi

120-139

Atau

80-89

Hipertensi
tahap 1
Hipertensi
tahap 2

140-159

Atau

90-99

160

Atau

100

TELAPAK TANGAN

Eritema palmaris
sirosis, kehamilan,
penyakit katup jantung.

Anemia Hb < 7, lipatan


kulit pucat.

Hiperpigmentasi
penyakit Addison

PERSENDIAN

Lingkup Gerak Sendi (LGS) atau Range of Motion


adalah luas lingkup gerak sendi yang bisa dilakukan
oleh suatu sendi. LGS dapat juga diartikan sebagai
ruang gerak/batas-batas gerakan dari suatu kontraksi
otot dalam melakukan gerakan, apakah otot tersebut
dapat memendek atau memanjang secara penuh atau
tidak. Terdiri dari inner range, middle range, outer
range dan full range

KELAINAN TENDO

Nodulus tendo
artritis reumatoid.

Tendo ekstensor
penimbunan lunak
pada hiperlipidemia

SISTEM MOTORIS

A. Inspeksi :
1.

Bentuk dan ukuran otot.


2. Gerakan abnormal yang tidak terkendali

B. Palpasi
1.Konsistensi
2.Nyeri

tekan
3.Tonus otot

PEMERIKSAAN MOTORIS.

4 metode penderajatan kekuatan otot:


1.

Pasien menahan usaha si pemeriksa .


2. Pasien menggerakkan anggota geraknya dan
si pemeriksa menahan gerakannya.
3. Pasien menggerakan ke arah yg berlawanan
dgn gaya tarik bumi.
4. Inspeksi dan Palpasi gerakan otot.

TABEL GRADASI
KEKUATAN OTOT
Normal

100 %

Gerakan melawan gaya berat


dengan tahanan penuh

Good

75 %

Gerakan melawan gaya berat


dengan sedikit tahanan

Poor

50 %

Gerakan melawan gaya berat


tanpa tahanan

Trace

25 %

Lengan diletakkan di alas / dasar


tempat
Periksa, lengan hanya dapat
bergeser

Zero

0%

Tak ada gerakan sama sekali

PEMERIKSAAN KEKUATAN OTOT PADA EKSTREMITAS ATAS

EKSTENSI FLEKSI JARI-JARI TANGAN

Penggerak utama pada gerakan ekstensi jari-jari tangan adalah otot-otot


extensor digitorum diinervasi oleh N.radialis
Penggerak utama pada gerakan fleksi jari-jari tangan adalah otot-otot
flexor digitorum profundus yang diinervasi oleh N.ulnaris dan
N.medianus.

ABDUKSI JARI-JARI TANGAN

Penggerak utama pada gerakan abduksi jarijari tangan adalah otot-otot interossei
dorsalis yang di inervasi oleh N.ulnaris

ADDUKSI JARI-JARI TANGAN

Penggerak utama pada gerakan adduksi jarijari tangan adalah otot-otot interossei
palmaris yang diinervasi oleh N.ulnaris

FLEKSI PERGELANGAN TANGAN

Fleksi pergelangan tangan adalah


-

fleksor karpi radialis (C6-7,N.medianus)


- fleksor karpi ulnaris (C7,8,T1, N.ulnaris) .

EKSTENSI PERGELANGAN TANGAN

Eksentasi pergelangan tangan adalah


extensor karpi radialis
extensor karpi ulnaris yang diinervasi oleh N.radialis

EKSTENSI FLEKSI PADA SENDI SIKU

Eksentasi sendi siku adalah otot triseps ( C6, 7, 8)


Fleksi sindi siku adalah otot biseps ( C5, 6)

PEMERIKSAAN SENSORIK

PEMERISAAN MODALITAS
Nyeri

superfisial
Nyeri tekan dalam
Raba
Getar
Suhu

PEMERIKSAAN SENSORIK KORTIKAL/DISKRIMINATIF

Pemeriksaan sensorik kortikal/diskriminatif


GANGGUAN 2 (two) POINT TACTILE
DISCRIMINATION
GANGGUAN GRAPESTHESIA =
GRAPHANESTHESIA
GANGGUAN STEREOGNOSIS = ASTEREOGNOSIS
GANGGUAN BAROGNOSIS = ABAROGNOSIS
GANGGUAN TOPOGRAFI/TOPETHESIA =
TOPOGNOSIA
ANOSOGNOSIA = SINDROMA ANTON-BABINSKY
SENSORY INATTENTION = EXTINCTION
PHENOMENON

PEMERIKSAAN NYERI

Pemeriksaan dilakukan dengan menekan


menggunakan jarum

PEMERIKSAAN RABA

Memeriksa dengan bahan- bahan seperti


kapas,kertas atau perabaan ujung-ujung jari
pemeriksa.

PEMERIKSAAN SUHU

Diperiksa dengan 2 gelas/botol berisi air panas dan dingin


(temperatur bisa diubah-ubah/bervariasi). Dengan mata tertutup
pasien diminta membedakan botol/gelas tersebut setelah
disentuh di bagian badannya

GRAPHESTHESIA

Menulis beberapa angka pada bagian tubuh


yang berbeda-beda dari kulit penderita.

STEREOGNOSIA

Meminta pasien mengenal sebuah benda yang ditempatkan


pada masing-masing tangan dan diminta merasakan
dengan jari-jarinya.

TERIMA KASIH