Anda di halaman 1dari 10

PENGEMBANGAN PAI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ( SMP )

Disusun Guna Memenuhi Tugas


Mata Kuliah : Isu Kontemporer Pendidikan Islam
Dosen Pengampu : Muhammad shobirin, M.Pd

Disusun Oleh :

Ainur Rifqi

111314

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS


JURUSAN TARBIYAH / PAI
2014

A. Pendahuluan
Pendidikan

(Islam)

yang

bertujuan

untuk

menginformasikan,

mentransformasikan dan menginternalisasikan nilai-nilai islami diharapkan


mampu menumbuhkan kesadaran dan mengembangkan segi kehidupan
spiritual yang baik dan benar dalam rangka mewujudkan pribadi muslim
seutuhnya. Untuk itu perlu disusun strategi yang mantap, berupa langkah
pembelajaran yang disusun secara sistematis dan terencana dan dapat pula
berupa keteladanan guru yang berperan sebagai the life model bagi para
peserta didiknya. Dewasa ini, dunia pendidikan seakan tiada hentinya menuai
kritikan dari berbagai kalangan, yaitu tentang ketidakmampuannya dalam
melahirkan alumni yang berkualitas manusia Indonesia seutuhnya seperti
cita-cita luhur bangsa dan yang diamanatkan oleh Undang-undang Pendidikan
itu sendiri yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada ALLAH SWT
serta berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi
warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Melihat begitu pentingnya pendidikan agama bagi setiap kehidupan
masyarakat, maka semua lembaga sekolah baik madrasah maupun sekolah
umum untuk semua jenjang pendidikan pasti mempunyai mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mempunyai kompetensi dasar yang
berbeda-beda pada setiap jenjang pendidikan. Begitu pula pada proses
pembelajaran PAI pada lembaga pendidikan madrasah maupun sekolah
umum mempunyai kendala tersendiri dalam proses pelaksanaan pembelajaran
Pendidikan Agama Islam Khususnya pada jenjang sekolah umum seperti di
SMP.

B. Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan beberapa
permasalahan, yaitu:
1. Bagaimana dasar-dasar pengembangan PAI ?
2. Bagaimana kompetensi dasar pada mata pelajaran PAI di SMP?
3. Apa saja kendala-kendala pembelajaran PAI di SMP?

C. Pembahasan
1. Dasar-dasar pengembangan PAI
Mata pelajaran PAI merupakan salah satu mata pelajaran (subject matter)
yang dikemas dalam sebuah kurikulum dan harus diikuti oleh peserta didik yang
beragama Islam. Mata pelajaran PAI berfungsi sebagai pengajaran agama Islam,
proses sosialisasi dan internalisasi nilai-nilai agama Islam, rekonstruksi sosial dan
sumber nilai dalam kehidupan masyarakat, dalam rangka membentuk manusia
Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, serta berakhlak mulia
dan mampu menjaga kedamaian dan kerukunan antarumat beragama.
Keberadaan PAI di SMP tidak terpisahkan dari pendidikan nasional, yang
tujuannya untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam memahami,
menghayati,

dan

mengamalkan

nilai-nilai

agama

yang

menyerasikan

penguasaannya dalam ilmu pengetahuan, tekhnologi, dan seni, yang realisasinya


membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, serta menjadikannya berakhlak mulia. Sejalan dengan
tujuan ini, maka semua mata pelajaran yang diajarkan kepada peserta didik harus
mengandung muatan pendidikan akhlak yang harus diperhatikan setiap guru.
Pengembangan PAI mempunyai dasar undang-undang. Pengembangan
Pendididkan Agama Islam pada sekolah mengacu kepada Peraturan Pemerintah
Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan(SNP) terutama pada
standar isi, standar proses pembelajaran, standar pendidik dan tenaga
kependidikan, serta sarana dan prasarana pendidikan.
Pengembangan PAI pada sekolah juga mengimplementasikan Peraturan
Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama Islam dan
Pendidikan keagamaan, bahwa pendidikan islam dapat diklasifikasikan kedalam
tiga bentuk. Pertama, pendidikan agama diselenggarakan dalam bentuk
Pendidikan Agama Islam disatuan pendidiakan pada semua jenjang dan jalur
pendidikan. Kedua, Pendidikan umum berciri islam pada satuan pendidikan anak
usia dini, pendidikan dasar, pendidikann menengah dan pendidikan tinggi pada
jalur formal dan non formal. Ketiga, pendidikan keagamaan islam pada berbagai

satuan pendidikan diniyah dan pondok pesantren yang diselenggarakan pada jalur
formal dan non formal. Sementara pengembangan PAI di SD merupakan bentuk
yang pertama dan disusul PAI di SLTP dan SLTA
Pengembangan PAI melibatkan berbagai pihak (sekolah, komite sekolah,
dan guru) dalam konteks ini Pengembangan PAI, disusun sebagai wujud
pelayanan kepada masyarakat yang mempunya latar belakang budaya dan adat
istiadat yang berbeda antara daerah yang satu dengan daerah yang lainnya. Oleh
karena itu pengembangan kurikulum PAI harus mampu melayani kebutuhan
mereka, dengan memfokuskan pengembangan pada kompetensi tertentu yang
berupa

pengetahuan agama, keterampilan beragama, sikap yang utuh dan

terpadu antara ilmu dan amal, serta kemampuan peserta didik mendemonstrasikan
sebagai wujud hasil belajar.1
Oleh karena itu, amat dibutuhkan Pendidikan Agama Islam (PAI) yang
merupakan suatu proses bimbingan dan pembinaan terhadap anak didik agar
mereka beraqidah yang kuat dan lurus, berakhlaqul karimah, beribadah
berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah dan adalah tugas kita bersama untuk
berusaha menjadikan PAI sebagai mata pelajaran yang dicintai oleh para peserta
didik. Karena ketika PAI ada di hati para peserta didik maka mereka akan
termotivasi untuk mempelajarinya bukan hanya di sekolah, tanpa ada batasan
waktu dan tempat, kemudian mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan seharihari. Ini akan terwujud tatkala para guru PAI secara profesional mendidik dengan
menggunakan berbagai metode dan media pembelajaran yang lebih efektif dan
bermakna.

2. Kompetensi Dasar Pada Mata Pelajaran PAI di SMP


Kompetensi dasar mata pelajaran berisi sekumpulan kemampuan minimal
yang harus dikuasai siswa selama menempuh pendidikan pada setiap jenjang
pendidikan. Kemampuan ini berorientasi pada perilaku afektif dan psikomotorik

Raharjo, rahmat. Inovasi kurikulum Pendidikan Agama Islam. Yogjakarta :


Magnum Pustaka, 2010 Hal. 32

dengan dukungan pengetahuan kognitif dalam rangka memperkuat keimanan dan


ketaqwaan kepada Allah SWT. Kemampuan-kemampuan yang tercantum dalam
komponen kemampuan dasar ini merupakan penjabaran dari kemampuan dasar
umum yang harus dicapai pada setiap jenjang pendidikan.2
Kompetensi dasar untuk jenjang SMP meliputi:
1. Beriman kepada Allah Swt dan lima rukun iman yang lain dengan
mengetahui fungsi serta terefleksi dalam sikap, perilaku dan akhlak peserta
didik dalam dimensi vertikal maupun horizontal
2. Dapat membaca al Quran surat-surat pilihan sesuai dengan tajwidnya,
menyalin dan mengartikannya
3. Mampu beribadah dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan syariat
Islam baik ibadah wajib maupun ibadah sunnah
4. Dapat meneladani sikap, sifat, dan kepribadian Rasulullah serta Khulafaur
rasyidin
5. Mampu mengamalkan sistem muamalat Islam dalam tata kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara3
Pada jenjang SMP kelima kompetensi tersebut tergabung menjadi satu mata
pelajaran yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI). Berbeda dengan jenjang MTs
walaupun sejajar kedudukannya tetapi pada jenjang MTs Kelima kompetensi
tersebut terpecah menjadi empat mata pelajaran yaitu (Al Quran Hadits, Fiqih,
Aqidah Akhlak dan SKI), sehingga pembelajaran PAI pada tingkat SMP kurang
maksimal seperti pada jenjang MTs.

3. Kendala-Kendala Pembelajaran PAI di SMP


Pengertian kendala disini bukan menggambarkan sikap pesimis, tetapi
lebih bersifat optimis. Dalam pengertian bahwa dalam proses pendidikan anak, si
pendidik perlu menyadari serta memiliki kepekaan terhadap dan kewaspadaan atas

2
3

Muhaimin, Arah Baru Pengembangan Pendidikan Islam, Jakarta, Nuansa, 2003, hlm 75
Ibid, Hlm 78

kendala-kendala itu, untuk selanjutnya mampu mengambil tindakan-tindakan


alternatif dalam mencapai keberhasilan pendidikan anak.4
Diantara kendala-kendala yang menyangkut pembelajaran PAI di SMP
diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Keterbatasan Waktu
Sebagaimana diketahui, bahwa waktu belajar anak di SLTP (SMP)
hanya sekitar 80 s.d 120 menit atau 2-3 jam pelajaran per minggu.
Sedangkan materinya mencakup al Quran, Keimanan, Ibadah dan Akhlak.
Termasuk di dalam materi al Quran adalah belajar membaca al quran dan
belajar menulis huruf al Quran.
Dengan waktu yang relatif singkat tersebut, ada tiga hal yang harus
dicapai dalam pendidikan anak di SLTP, yaitu pembinaan dan
pengembangan aspek kognitif, psikomotorik, dan afektifnya. Hal-hal yang
menyangkut aspek kognitif barangkali sudah terpecahkan dengan metodemetode yang canggih, sehingga hal ini lebih menonjol dalam pendidikan
anak. Tetapi hal-hal yang menyangkut aspek afektif dan psikomotorik,
yakni pembinaan dan pengembangan sikap dan cita rasa beragama anak,
serta amaliah beragama sering ditinggalkan. Karena menurut pengertian
mereka aspek afektif dan psikomotorik itu membutuhkan waktu tersendiri.
Padahal pembinaan sikap, cita rasa beragama dan amaliah
beragama itu sebenarnya built in selama proses pendidikan di SLTP, yaitu
melalui keteladanan atau peragaan hidup secara riil serta penciptaan
suasana religious5 yang menjadikan anak didik lebih merasakan dan
melihat secara langsung dalam kehidupan nyata disekelilingnya.
Tampilan fisik dan pribadi pendidik dan tenaga lainnya yang begitu
anggun, suasana kelas yang agamis, tertib, disiplin, bersih dan aman, sikap
kasih sayang, tolong menolong, melindungi, memberi rasa aman,
menghargai dan sebagainya dari pendidik, serta penyambutan pendidik
terhadap kehadiran anak di pintu gerbang dengan mengucapkan salam dan
4

Ibid, hlm 117


Departemen Agama RI, Pola Pembinaan Agama Islam Terpadu, Jakarta, Direktorat
Jenderal Pembinaan Agama Islam, 1995, hlm 215
5

bersalaman begitu pula pada waktu pulang dan sebagainya adalah bagian
dari pembinaan sikap dan cita rasa keagamaan anak.6
b. Keterbatasan Sarana dan Prasarana
Sarana pendidikan adalah perlatan dan perlengkapan yang secara
langsung dipergunakan dan menujang proses pendidikan, khususnya
proses belajar mengajar, seperti gedung, ruang kelas, meja, kursi serta alatalat dan media pengajaran. Adapun yang dimaksud dengan prasarana
adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses
pendidikan seperti halaman, kebun, taman, jalan menuju sekolah, tetapi
jika dimanfaatkan secara langsung untuk proses belajar mengajar seperti
taman sekolah untuk pengajaran biologi, halaman sekolah sekaligus
sebagai lapangan olah raga, komponen tersebut merupakan sarana
pendidikan.7
Sarana pada jenjang SMP biasanya tidak ada laboratorium ibadah
untuk menunjang materi tentang ibadah shalat dan yang lainnya, alat
peraga untuk menunjang kegiatan belajar mengajarpun sangat minim,
sehingga proses pembelajaranpun menjadi kurang optimal dalam mencapai
tujuan pembelajaran yang diinginkan.

Muhaimin, Op Cit, hlm 117


E Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah, Bandung, PT Remaja Rosdakarya, 2002, hlm

49

D. Kesimpulan
1. Pengembangan PAI

melibatkan berbagai pihak (sekolah, komite

sekolah, dan guru) dalam konteks ini Pengembangan PAI, disusun


sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat yang mempunya latar
belakang budaya dan adat istiadat yang berbeda antara daerah yang satu
dengan daerah yang

lainnya. Oleh karena itu pengembangan

kurikulum PAI harus mampu melayani kebutuhan mereka, dengan


memfokuskan pengembangan pada kompetensi tertentu yang berupa
pengetahuan agama, keterampilan beragama, sikap yang utuh dan
terpadu antara ilmu dan amal, serta kemampuan peserta didik
mendemonstrasikan sebagai wujud hasil belajar
2. kompetensi dasar pada jenjang SMP meliputi:
a. Beriman kepada Allah Swt dan lima rukun iman yang lain dengan
mengetahui fungsi serta terefleksi dalam sikap, perilaku dan akhlak
peserta didik dalam dimensi vertikal maupun horizontal
b. Dapat membaca al Quran surat-surat pilihan sesuai dengan
tajwidnya, menyalin dan mengartikannya
c. Mampu beribadah dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan
syariat Islam baik ibadah wajib maupun ibadah sunnah
d. Dapat meneladani sikap, sifat, dan kepribadian Rasulullah serta
Khulafaur rasyidin
e. Mampu mengamalkan sistem muamalat Islam dalam tata
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
3. Dalam setiap proses pembelajaran pasti mengalami kendala yang harus
dihadapi. kendala-kendala yang dihadapi dalam pembalajaran PAI
(Pendidikan Agama Islam) di SMP meliputi:
a. Keterbatasan Waktu
b. Keterbatasan Sarana dan Prasarana

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Agama RI, (Pola Pembinaan Agama Islam Terpadu,


Jakarta, Direktorat Jenderal Pembinaan Agama Islam, 1995
E Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah, Bandung, PT Remaja
Rosdakarya, 2002
Muhaimin, Arah Baru Pengembangan Pendidikan Islam, Jakarta,
Nuansa, 2003
Rahmat

Raharjo,

Inovasi

kurikulum

Yogjakarta: Magnum Pustaka, 2010

Pendidikan

Agama

Islam.

CATATAN HASIL DISKUSI