Anda di halaman 1dari 25

BAB III

RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP


Rencana pemantauan lingkungan hidup mencakup komponen/parameter lingkungan
hidup yang mengalami perubahan mendasar, atau terkena dampak penting dan
komponen/parameter lingkungan hidup yang terkena dampak lingkungan hidup lainnya.
Pemantauan dilakukan pada sumber penyebab dampak dan/atau terhadap komponen/parameter
lingkungan yang terkena dampak. Dengan memantau kedua hal tersebut sekaligus akan dapat
dinilai / diuji efektivitas kegiatan pengelolaan lingkungan hidup yang dijalankan.
Elemen Elemen RPL meliputi :
a. Dampak yang dipantau, yang terdiri dari jenis dampak yang terjadi, komponen lingkungan
yang terkena dampak, dan indikator/parameter yang dipantau dan sumber dampak.
b. Bentuk pemantauan lingkungan hidup yang terdiri dari metode pengumpulan dan analisis
data, lokasi pemantauan, waktu dan frekuensi pemantauan.
c. Institusi pemantau lingkungan hidup, yang terdiri dari pelaksana pemantauan, pengawas
pemantauan dan penerima laporan pemantauan.
3.1

Dampak Penting yang Dipantau

3.1.1 Tahap Konstruksi


Dampak penting yang dipantau pada tahap konstruksi adalah sebagai berikut :
1.

Komponen GeoFisik dan Kimia


A.

Kualitas Udara (Penurunan Kualitas Udara Ambien)

Mobilisasi Alat Berat dan Material

1.

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: penurunan kualitas udara ambien

Sumber dampak: Mobilisasi alat berat dan material

Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau: pengukuran data


debu dan gas buang (CO, NOx, SO2) dan hasilnya tidak melebihi baku
mutu sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 12 Tahun 2010
tentang Pelaksanaan Pengendalian Pencemaran Udara

2.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data: Sampling dan pengukuran data


debu dan gas buang (CO, NOx, SO2) yang terkandung dalam sample udara

dengan Multiple impinger. Hasil analisis data dibandingkan dengan baku


mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 12 Tahun 2010 tentang
Pelaksanaan Pengendalian Pencemaran Udara

Lokasi pemantauan lingkungan hidup: Dilakukan di 4 titik yaitu Upwind


di utara Jalan Ahmad Yani, Downwind di selatan Jalan Ahmad Yani,
pusat kegiatan proyek dan timur proyek daerah sosial.

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup: 1 kali selama


kegiatan berlangsung dan dievaluasi kembali setiap 6 bulan sekali selama
masa konstruksi.

3.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

: BLH Kota Cilegon, Tim Ahli Udara dan


Kebisingan

Penerima laporan

: Bapedal Provinsi Banten dan Kepala BLH Kota


Cilegon

Pekerjaan Pondasi

1.

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: penurunan kualitas udara ambien

Sumber dampak: Pekerjaan Pondasi

Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau: pengukuran data


debu dan gas buang (CO, NOx, SO2) dan hasilnya tidak melebihi baku
mutu sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 12 Tahun 2010
tentang Pelaksanaan Pengendalian Pencemaran Udara

2.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data: Sampling dan pengukuran data


debu dan gas buang (CO, NOx, SO2) yang terkandung dalam sample udara
dengan Multiple impinger. Hasil analisis data dibandingkan dengan baku
mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 12 Tahun 2010 tentang
Pelaksanaan Pengendalian Pencemaran Udara

Lokasi pemantauan lingkungan hidup: Dilakukan di 4 titik yaitu Upwind


di utara Jalan Ahmad Yani, Downwind di selatan Jalan Ahmad Yani,
pusat kegiatan proyek dan timur proyek daerah sosial.

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup: 1 kali selama


kegiatan berlangsung dan dievaluasi kembali setiap 6 bulan sekali selama
masa konstruksi.

3.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

: BLH Kota Cilegon, Tim Ahli Udara dan


Kebisingan

Penerima laporan

: Bapedal Provinsi Banten dan Kepala BLH Kota


Cilegon

Pekerjaan Struktur Bangunan dan Beton

1.

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: penurunan kualitas udara ambien

Sumber dampak: Pekerjaan Struktur Bangunan dan Beton

Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau: pengukuran data


debu dan gas buang (CO, NOx, SO2) dan hasilnya tidak melebihi baku
mutu sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 12 Tahun 2010
tentang Pelaksanaan Pengendalian Pencemaran Udara

2.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data: Sampling dan pengukuran data


debu dan gas buang (CO, NOx, SO2) yang terkandung dalam sample udara
dengan Multiple impinger. Hasil analisis data dibandingkan dengan baku
mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 12 Tahun 2010 tentang
Pelaksanaan Pengendalian Pencemaran Udara

Lokasi pemantauan lingkungan hidup: Dilakukan di 4 titik yaitu Upwind


di utara Jalan Ahmad Yani, Downwind di selatan Jalan Ahmad Yani,
pusat kegiatan proyek dan timur proyek daerah sosial.

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup: 1 kali selama


kegiatan berlangsung dan dievaluasi kembali setiap 6 bulan sekali selama
masa konstruksi.

3.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

: BLH Kota Cilegon, Tim Ahli Udara dan


Kebisingan

Penerima laporan

: Bapedal Provinsi Banten dan Kepala BLH Kota


Cilegon

Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal

1.

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: penurunan kualitas udara ambien

Sumber dampak: Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal

Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau: pengukuran data


debu dan gas buang (CO, NOx, SO2) dan hasilnya tidak melebihi baku
mutu sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 12 Tahun 2010
tentang Pelaksanaan Pengendalian Pencemaran Udara

2.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data: Sampling dan pengukuran data


debu dan gas buang (CO, NOx, SO2) yang terkandung dalam sample udara
dengan Multiple impinger. Hasil analisis data dibandingkan dengan baku
mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 12 Tahun 2010 tentang
Pelaksanaan Pengendalian Pencemaran Udara

Lokasi pemantauan lingkungan hidup: Dilakukan di 4 titik yaitu Upwind


di utara Jalan Ahmad Yani, Downwind di selatan Jalan Ahmad Yani,
pusat kegiatan proyek dan timur proyek daerah sosial.

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup: 1 kali selama


kegiatan berlangsung dan dievaluasi kembali setiap 6 bulan sekali selama
masa konstruksi.

3.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

: BLH Kota Cilegon, Tim Ahli Udara dan


Kebisingan

Penerima laporan

: Bapedal Provinsi Banten dan Kepala BLH Kota


Cilegon

B.

Tingkat Kebisingan (Peningkatan Kebisingan)

Pekerjaan Pondasi

1.

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: peningkatan kebisingan

Sumber dampak: Pekerjaan Pondasi

Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau: pengukuran data


tingkat kebisingan dan hasilnya tidak melebihi baku mutu sesuai Peraturan
Menteri Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996 tentang Baku Mutu
Tingkat Kebisingan

2.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data: Pengamatan dan pengukuran


lapangan dengan menggunakan alat Sound Level Meter merk EXTECH
407764 sesuai SNI 7231:2009. Hasilnya dianalisa dengan perbandingan
baku mutu berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 48
Tahun 1996 tentang Baku Mutu Tingkat Kebisingan.

Lokasi pemantauan lingkungan hidup: Dilakukan di 4 titik yaitu sebelah


utara Jalan Ahmad Yani, sebelah selatan Jalan Ahmad Yani, pusat
kegiatan proyek dan sebelah timur proyek.

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup: 1 kali selama


kegiatan berlangsung dan dievaluasi kembali setiap 6 bulan sekali selama
masa konstruksi.

3.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

: BLH Kota Cilegon, Tim Ahli Udara dan


Kebisingan

Penerima laporan

: Bapedal Provinsi Banten dan Kepala BLH Kota


Cilegon

Pekerjaan Struktur Bangunan dan Beton

1.

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: peningkatan kebisingan

Sumber dampak: Pekerjaan Struktur Bangunan dan Beton

Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau: pengukuran data


tingkat kebisingan dan hasilnya tidak melebihi baku mutu sesuai Peraturan
Menteri Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996 tentang Baku Mutu
Tingkat Kebisingan

2.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data: Pengamatan dan pengukuran


lapangan dengan menggunakan alat Sound Level Meter merk EXTECH
407764 sesuai SNI 7231:2009. Hasilnya dianalisa dengan perbandingan
baku mutu berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 48
Tahun 1996 tentang Baku Mutu Tingkat Kebisingan.

Lokasi pemantauan lingkungan hidup: Dilakukan di 4 titik yaitu sebelah


utara Jalan Ahmad Yani, sebelah selatan Jalan Ahmad Yani, pusat
kegiatan proyek dan sebelah timur proyek.

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup: 1 kali selama


kegiatan berlangsung dan dievaluasi kembali setiap 6 bulan sekali selama
masa konstruksi.

3.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

: BLH Kota Cilegon, Tim Ahli Udara dan


Kebisingan

Penerima laporan

: Bapedal Provinsi Banten dan Kepala BLH Kota


Cilegon

C.

Tingkat Getaran (Peningkatan Getaran)

Pekerjaan Pondasi

1.

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: peningkatan getaran

Sumber dampak: Pekerjaan Pondasi

Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau: pengukuran data


tingkat getaran dan hasilnya tidak melebihi baku mutu sesuai Peraturan
Menteri Lingkungan Hidup No. 49 Tahun 1996 tentang Baku Mutu
Tingkat Getaran

2.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data: Pengumpulan data dilakukan


dengan cara pengambilan sampel di beberapa titik dan pengukuran
dilakukan dengan alat sensor probe dengan prosedur sesuai sengan
petunjuk teknis PT-06-2002-B yang dikeluarkan oleh Dinas Pekerjaan
Umum. Hasilnya dianalisa dengan perbandingan baku mutu berdasarkan
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996 tentang Baku
Mutu Tingkat Kebisingan.

Lokasi pemantauan lingkungan hidup: Dilakukan di 4 titik yaitu sebelah


utara Jalan Ahmad Yani, sebelah selatan Jalan Ahmad Yani, pusat
kegiatan proyek dan sebelah timur proyek.

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup: 1 kali selama


kegiatan berlangsung dan dievaluasi kembali setiap 6 bulan sekali selama
masa konstruksi.

3.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

: BLH Kota Cilegon, Tim Ahli Udara dan


Kebisingan

Penerima laporan

: Bapedal Provinsi Banten dan Kepala BLH Kota


Cilegon

Pekerjaan Struktur Bangunan dan Beton

1.

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: peningkatan getaran

Sumber dampak: Pekerjaan Struktur Bangunan dan Beton

Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau: pengukuran data


tingkat getaran dan hasilnya tidak melebihi baku mutu sesuai Peraturan
Menteri Lingkungan Hidup No. 49 Tahun 1996 tentang Baku Mutu
Tingkat Getaran

2.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data: Pengumpulan data dilakukan


dengan cara pengambilan sampel di beberapa titik dan pengukuran
dilakukan dengan alat sensor probe dengan prosedur sesuai sengan
petunjuk teknis PT-06-2002-B yang dikeluarkan oleh Dinas Pekerjaan
Umum. Hasilnya dianalisa dengan perbandingan baku mutu berdasarkan
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996 tentang Baku
Mutu Tingkat Kebisingan.

Lokasi pemantauan lingkungan hidup: Dilakukan di 4 titik yaitu sebelah


utara Jalan Ahmad Yani, sebelah selatan Jalan Ahmad Yani, pusat
kegiatan proyek dan sebelah timur proyek.

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup: 1 kali selama


kegiatan berlangsung dan dievaluasi kembali setiap 6 bulan sekali selama
masa konstruksi.

3.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

: BLH Kota Cilegon, Tim Ahli Udara dan


Kebisingan

Penerima laporan

: Bapedal Provinsi Banten dan Kepala BLH Kota


Cilegon

D.

Ruang dan Lahan (Kerusakan Bangunan di Sekitar Lahan)

Mobilisasi Alat Berat dan Material

1.

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: kerusakan bangunan di sekitar


lahan

Sumber dampak: Mobilisasi alat berat dan material

Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau: Getaran dari


mobilisasi alat berat dan material berpotensi mengurangi umur bangunan
sekitar proyek. Pengukuran data tingkat getaran dan hasilnya tidak
melebihi baku mutu sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 49
Tahun 1996 tentang Baku Mutu Tingkat Getaran

2.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data: Pengumpulan data dilakukan


dengan cara pengambilan sampel di beberapa titik dan pengukuran
dilakukan dengan alat sensor probe dengan prosedur sesuai sengan
petunjuk teknis PT-06-2002-B yang dikeluarkan oleh Dinas Pekerjaan
Umum. Hasilnya dianalisa dengan perbandingan baku mutu berdasarkan
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996 tentang Baku
Mutu Tingkat Kebisingan.

Lokasi pemantauan lingkungan hidup: Dilakukan di 4 titik yaitu sebelah


utara Jalan Ahmad Yani, sebelah selatan Jalan Ahmad Yani, pusat
kegiatan proyek dan sebelah timur proyek.

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup: 1 kali selama


kegiatan berlangsung dan dievaluasi kembali setiap 6 bulan sekali selama
masa konstruksi.

3.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

: BLH Kota Cilegon, Tim Ahli Udara dan


Kebisingan

Penerima laporan

: Bapedal Provinsi Banten dan Kepala BLH Kota


Cilegon

Pekerjaan Pondasi

2.

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: kerusakan bangunan di sekitar


lahan

Sumber dampak: Pekerjaan pondasi

Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau: Getaran dari


pekerjaan pondasi berpotensi mengurangi umur bangunan sekitar proyek.
Pengukuran data tingkat getaran dan hasilnya tidak melebihi baku mutu
sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 49 Tahun 1996 tentang
Baku Mutu Tingkat Getaran

3.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data: Pengumpulan data dilakukan


dengan cara pengambilan sampel di beberapa titik dan pengukuran
dilakukan dengan alat sensor probe dengan prosedur sesuai sengan
petunjuk teknis PT-06-2002-B yang dikeluarkan oleh Dinas Pekerjaan
Umum. Hasilnya dianalisa dengan perbandingan baku mutu berdasarkan
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996 tentang Baku
Mutu Tingkat Kebisingan.

Lokasi pemantauan lingkungan hidup: Dilakukan di 4 titik yaitu sebelah


utara Jalan Ahmad Yani, sebelah selatan Jalan Ahmad Yani, pusat
kegiatan proyek dan sebelah timur proyek.

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup: 1 kali selama


kegiatan berlangsung dan dievaluasi kembali setiap 6 bulan sekali selama
masa konstruksi.

4.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

: BLH Kota Cilegon, Tim Ahli Udara dan


Kebisingan

Penerima laporan

: Bapedal Provinsi Banten dan Kepala BLH Kota


Cilegon

E.

Ruang dan Lahan (Kerusakan Jalan dan Sarana Lain)

Mobilisasi Alat Berat dan Material

1.

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: kerusakan jalan dan sarana lain

Sumber dampak: Mobilisasi alat berat dan material

Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau: Perhitungan


matematis dan hasilnya harus sesuai dengan Penilaian Kondisi Permukaan
Jalan, Ditjen Bina Marga tahun 1979.

4.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data: Menghitung Nilai Prosentase


Kerusakan (Np), Nilai Bobot Kerusakan Jalan (Nj), Nilai Kerusakan (Nr),
Nilai Kenyamanan (Nn), Nilai Gabungan Kondisi (Ng). Nilai gabungan
kondisi dapat menetukan nilai kondisi permukaan sehingga dapat
diketahui kondisi jalan berdasarkan Penilaian Kondisi Permukaan Jalan,
Ditjen Bina Marga tahun 1979.

Lokasi pemantauan lingkungan hidup: Dilakukan di 4 titik yaitu sebelah


utara Jalan Ahmad Yani, sebelah selatan Jalan Ahmad Yani, pusat
kegiatan proyek dan sebelah timur proyek.

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup: 1 kali selama


kegiatan berlangsung dan dievaluasi kembali setiap 6 bulan sekali selama
masa konstruksi.

5.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

: BLH Kota Cilegon

Penerima laporan

: Bapedal Provinsi Banten dan Kepala BLH Kota


Cilegon

2.

Komponen Sosial-Ekonomi-Budaya
A.

Demografi (Timbulnya Kemacetan Lalu Lintas)

Mobilisasi Alat Berat dan Material

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: timbulnya kemacetan lalu lintas

Sumber dampak: Mobilisasi alat berat dan material

Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau: Tidak adanya


kemacetan sepanjang jalan proyek yang dilalui masyarakat. Prakiraan

dampak

dilakukan

menggunakan

perhitungan

matematis

rumus

peningkatan volume kendaraan.


2.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data: Perhitungan matematis dengan


rumus perhitungan pertambahan transportasi dan perhitungan penambahan
volume lalu lintas.

Lokasi pemantauan lingkungan hidup: Dilakukan di 4 titik yaitu sebelah


utara Jalan Ahmad Yani, sebelah selatan Jalan Ahmad Yani, pusat
kegiatan proyek dan sebelah timur proyek.

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup: 1 kali selama


kegiatan berlangsung dan dievaluasi kembali setiap 6 bulan sekali selama
masa konstruksi.

3.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

: BLH Kota Cilegon

Penerima laporan

: Bapedal Provinsi Banten dan Kepala BLH Kota


Cilegon

3.

Komponen Kesehatan Masyarakat


A.

Sanitasi lingkungan (Peningkatan Buangan Material dan Sampah)

Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: peningkatan buangan material

dan sampah

Sumber dampak: Pekerjaan mekanikal dan elektrikal

Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau: Dampak timbulan


sampah dapat dikelola dengan baik sehingga tidak menyebabkan
penyebaran penyakit ke masyarakat.

3.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data: Menganalisa jumlah timbulan


sampah yang dihasilkan dan komposisi sampah. Metode analisis dilakukan
melalui analisa deskriptif kuantitaif dan kualitatif

Lokasi pemantauan lingkungan hidup: TPS di Cilegon Mall

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup: Setiap hari


sekali selama masa konstruksi.

4.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

: BLH Kota Cilegon dan Tim Ahli Sanitasi


Lingkungan

Penerima laporan

: Walikota Cilegon

3.1.2 Tahap Operasi


Dampak penting yang dipantau pada tahap operasi adalah sebagai berikut :
1.

Komponen GeoFisik dan Kimia


A.

Kualitas Udara (Penurunan Kualitas Udara Ambien)

Operasional Cilegon Mall

1.

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: penurunan kualitas udara ambien

Sumber dampak: Operasional Cilegon Mall

Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau: pengukuran data


debu dan gas buang (CO, NOx, SO2) dan hasilnya tidak melebihi baku
mutu sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 12 Tahun 2010
tentang Pelaksanaan Pengendalian Pencemaran Udara

2.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data: Sampling dan pengukuran data


debu dan gas buang (CO, NOx, SO2) yang terkandung dalam sample udara
dengan Multiple impinger. Hasil analisis data dibandingkan dengan baku
mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 12 Tahun 2010 tentang
Pelaksanaan Pengendalian Pencemaran Udara

Lokasi pemantauan lingkungan hidup: Dilakukan di 4 titik yaitu Upwind


di utara Jalan Ahmad Yani, Downwind di selatan Jalan Ahmad Yani,
pusat kegiatan proyek dan timur proyek daerah sosial.

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup: Setiap 6 bulan


sekali selama operasional Cilegon Mall.

3.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

: BLH Kota Cilegon, Tim Ahli Udara dan


Kebisingan

Penerima laporan

: Bapedal Provinsi Banten dan Kepala BLH Kota


Cilegon

2.

Komponen GeoFisik dan Kimia


A.

Hidrologi (Limpasan Air Permukaan)

Operasional Cilegon Mall

1.

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: limpasan air permukaan

Sumber dampak: Operasional Cilegon Mall

Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau: Limpasan air


permukaan tidak mengganggu pengoperasian Cilegon Mall

2.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data: Pengumpulan data sekunder


berupa data hujan bulanan Kota Cilegon dari Badan Meteorologi,
Klimatologi dan Geofisika Banten.

Lokasi pemantauan lingkungan hidup: Dilakukan di saluran drainase


sekitar Cilegon Mall.

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup: Setiap 6 bulan


sekali selama operasional Cilegon Mall.

3.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

: BLH Kota Cilegon, Tim Ahli Hidrologi

Penerima laporan

: Bapedal Provinsi Banten dan Kepala BLH Kota


Cilegon

3.

Komponen Sosial-Ekonomi-Budaya
A.

Demografi (Peningkatan Pendapatan Asli Daerah)

Operasional Cilegon Mall

1.

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: peningkatan Pendapatan Asli


Daerah (PAD)

Sumber dampak: Operasional Cilegon Mall

Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau: Tingkat


keberhasilan peningkatan PAD Kota Cilegon dalam pengoperasian
Cilegon Mall

2.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data: Pengumpulan data sekunder dari


Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Cilegon. Metode
analisis dilakukan melakukan analisa deskriptif kuantitatif dan kualitatif

Lokasi pemantauan lingkungan hidup: Masyarakat sekitar Cilegon Mall.

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup: Setiap 1 tahun


sekali selama operasional Cilegon Mall.

3.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

: BLH Kota Cilegon, Dinas Pendapatan,


Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Cilegon

Penerima laporan

: Walikota Cilegon, Kepala Dinas Pendapatan,


Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Cilegon

B.

Demografi (Timbulnya Kemacetan Lalu Lintas)

Operasional Cilegon Mall

1.

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: timbulnya kemacetan lalu lintas

Sumber dampak: Operasional Cilegon Mall

Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau: Tidak adanya


kemacetan sepanjang jalan proyek yang dilalui masyarakat. Prakiraan
dampak

dilakukan

menggunakan

perhitungan

matematis

rumus

peningkatan volume kendaraan.


2.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data: Perhitungan matematis dengan


rumus perhitungan pertambahan transportasi dan perhitungan penambahan
volume lalu lintas.

Lokasi pemantauan lingkungan hidup: Dilakukan di 4 titik yaitu sebelah


utara Jalan Ahmad Yani, sebelah selatan Jalan Ahmad Yani, pusat
kegiatan proyek dan sebelah timur proyek.

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup: 1 kali selama


kegiatan berlangsung dan dievaluasi kembali setiap 6 bulan sekali selama
masa konstruksi.

3.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

: BLH Kota Cilegon

Penerima laporan

: Bapedal Provinsi Banten dan Kepala BLH Kota


Cilegon

B.

Demografi (Peningkatan Kesempatan Kerja)

Operasional Cilegon Mall

1.

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: peningkatan kesempatan kerja

Sumber dampak: Operasional Cilegon Mall

Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau: Tingkat


keberhasilan kesempatan kerja yang muncul akibat pengoperasian Cilegon
Mall

2.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data: Pengumpulan data dengan cara


kuisioner.

Lokasi pemantauan lingkungan hidup: Masyarakat sekitar Cilegon Mall


yang terdapat di peta batas sosial.

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup: Setiap 1 tahun


sekali selama operasional Cilegon Mall.

3.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

: BLH Kota Cilegon, Dinas Tenaga Kerja Kota


Cilegon

Penerima laporan

: Walikota Cilegon, Kepala Dinas Tenaga Kerja


Kota Cilegon

C.

Sanitasi lingkungan (Peningkatan Buangan Material dan Sampah)

Operasional Cilegon Mall

1.

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: peningkatan buangan material


dan sampah

Sumber dampak: Operasional Cilegon Mall

Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau: Dampak timbulan


sampah dapat dikelola dengan baik sehingga tidak menyebabkan
penyebaran penyakit ke masyarakat.

2.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data: Menganalisa jumlah timbulan


sampah yang dihasilkan dan komposisi sampah. Metode analisis dilakukan
melalui analisa deskriptif kuantitaif dan kualitatif

Lokasi pemantauan lingkungan hidup: TPS di Cilegon Mall

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup: Setiap hari


sekali selama masa konstruksi.

3.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

: BLH Kota Cilegon dan Tim Ahli Sanitasi


Lingkungan

Penerima laporan

: Walikota Cilegon

3.2

Dampak Lain yang Dipantau (Dampak ber-SOP)

3.2.1 Tahap Konstruksi


Dampak ber-SOP yang dipantau pada tahap konstruksi adalah sebagai berikut :
1.

Komponen GeoFisik dan Kimia


A.

Listrik dan Energi (Peningkatan Penggunaan Listrik)

Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal

1.

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: peningkatan penggunaan listrik

Sumber dampak: Pekerjaan mekanikal dan elektrikal.

2.

Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau : Penggunaan listrik


mencukupi selama kegiatan

3.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data:

Lokasi pemantauan lingkungan hidup:

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup:

4.

B.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

Penerima laporan

Ruang dan Lahan (Kerusakan Jalan dan Sarana Lain)

Demobilisasi Alat Berat dan Material

1.

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: kerusakan jalan dan sarana lain

Sumber dampak: Demobilisasi alat berat dan material

Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau: Perhitungan


matematis dan hasilnya harus sesuai dengan Penilaian Kondisi Permukaan
Jalan, Ditjen Bina Marga tahun 1979.

2.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data: Menghitung Nilai Prosentase


Kerusakan (Np), Nilai Bobot Kerusakan Jalan (Nj), Nilai Kerusakan (Nr),

Nilai Kenyamanan (Nn), Nilai Gabungan Kondisi (Ng). Nilai gabungan


kondisi dapat menetukan nilai kondisi permukaan sehingga dapat
diketahui kondisi jalan berdasarkan Penilaian Kondisi Permukaan Jalan,
Ditjen Bina Marga tahun 1979.

Lokasi pemantauan lingkungan hidup: Dilakukan di 4 titik yaitu sebelah


utara Jalan Ahmad Yani, sebelah selatan Jalan Ahmad Yani, pusat
kegiatan proyek dan sebelah timur proyek.

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup: 1 kali selama


kegiatan berlangsung dan dievaluasi kembali setiap 6 bulan sekali selama
masa konstruksi.

6.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

: BLH Kota Cilegon

Penerima laporan

: Bapedal Provinsi Banten dan Kepala BLH Kota


Cilegon

2.

Komponen Sosial-Ekonomi-Budaya
A.

Potensi Kebakaran

Pembangunan dan Pengoperasian Basecamp

1.

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: potensi kebakaran

Sumber dampak: Pembangunan dan pengoperasian basecamp

2.

Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau: Potensi kebakaran


menurun hingga ..%

3.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data: Pemantauan potensi kebakaran


berdasarkan SOP terkait kebakaran.

Lokasi pemantauan lingkungan hidup:

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup:

4.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

: BLH Kota Cilegon

Penerima laporan

: Bapedal Provinsi Banten dan Kepala BLH Kota


Cilegon

B.

Timbulnya Keresahan Masyarakat

Demobilisasi Alat Berat dan Material

1.

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: timbulnya keresahan masyarakat

Sumber dampak: Demobilisasi alat berat dan material

2.

Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau: Tidak adanya


keresahan masyarakat yang tinggi di sekitar lokasi proyek.

3.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data: Pengumpulan data melalui


kuisioner dan wawancara

Lokasi pemantauan lingkungan hidup: Masyarakat sekitar Cilegon Mall


yang terdapat di peta batas sosial.

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup: 1 kali selama


kegiatan berlangsung dan dievaluasi kembali setiap 6 bulan sekali selama
masa konstruksi.

4.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

: BLH Kota Cilegon, Dinas Tenaga Kerja Kota


Cilegon

Penerima laporan

: Walikota Cilegon, Kepala Dinas Tenaga Kerja


Kota Cilegon

3.

Komponen Kesehatan Masyarakat


A.

Sanitasi lingkungan (Peningkatan Buangan Material dan Sampah)

Pembersihan dan Pengurugan Lahan

1.

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: peningkatan buangan material


dan sampah

Sumber dampak: Pembersihan dan pengurugan lahan

2.

Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau: Dampak timbulan


sampah dapat dikelola dengan baik sehingga tidak menyebabkan
penyebaran penyakit ke masyarakat.

3.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data: Menganalisa jumlah timbulan


sampah yang dihasilkan dan komposisi sampah. Selain itu juga
berdasarkan SOP terkait pembuangan sampah dan material Lokasi
pemantauan lingkungan hidup: TPS di Cilegon Mall

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup: Setiap hari


sekali selama masa konstruksi.

4.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

: BLH Kota Cilegon dan Tim Ahli Sanitasi


Lingkungan

Penerima laporan

: Walikota Cilegon

Pekerjaan Struktur Bangunan dan Beton

1.

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: peningkatan buangan material


dan sampah

2.

Sumber dampak: Pekerjaan Struktur Bangunan dan Beton


Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau: Dampak timbulan
sampah dapat dikelola dengan baik sehingga tidak menyebabkan
penyebaran penyakit ke masyarakat.

3.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data: Menganalisa jumlah timbulan


sampah yang dihasilkan dan komposisi sampah. Selain itu juga
berdasarkan SOP terkait pembuangan sampah dan material

Lokasi pemantauan lingkungan hidup: TPS di Cilegon Mall

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup: Setiap hari


sekali selama masa konstruksi.

4.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

: BLH Kota Cilegon dan Tim Ahli Sanitasi


Lingkungan

Penerima laporan

: Walikota Cilegon

Pembuatan IPAL

1.

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: peningkatan buangan material


dan sampah

2.

Sumber dampak: Pembuatan IPAL


Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau: Dampak timbulan
sampah dapat dikelola dengan baik sehingga tidak menyebabkan
penyebaran penyakit ke masyarakat.

3.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data: Menganalisa jumlah timbulan


sampah yang dihasilkan dan komposisi sampah. Selain itu juga
berdasarkan SOP terkait pembuangan sampah dan material

Lokasi pemantauan lingkungan hidup: TPS di Cilegon Mall

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup: Setiap hari


sekali selama masa konstruksi.

4.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

: BLH Kota Cilegon dan Tim Ahli Sanitasi


Lingkungan

Penerima laporan

: Walikota Cilegon

3.2.2 Tahap Operasi


Dampak ber-SOP yang dipantau pada tahap operasi adalah sebagai berikut :
1.

Komponen GeoFisik dan Kimia


A.

Listrik dan Energi (Peningkatan Penggunaan Listrik)

Operasional Cilegon Mall

1.

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: peningkatan penggunaan listrik

Sumber dampak: Operasional Cilegon Mall

2.

Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau : Penggunaan listrik


mencukupi selama kegiatan

3.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data:

Lokasi pemantauan lingkungan hidup:

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup:

4.

B.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

Penerima laporan

Ruang dan Lahan (Kerusakan Jalan dan Sarana Lain)

Operasional Cilegon Mall

1.

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: kerusakan jalan dan sarana lain

Sumber dampak: Operasional

Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau: Perhitungan


matematis dan hasilnya harus sesuai dengan Penilaian Kondisi Permukaan
Jalan, Ditjen Bina Marga tahun 1979.

4.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data: Menghitung Nilai Prosentase


Kerusakan (Np), Nilai Bobot Kerusakan Jalan (Nj), Nilai Kerusakan (Nr),
Nilai Kenyamanan (Nn), Nilai Gabungan Kondisi (Ng). Nilai gabungan
kondisi dapat menetukan nilai kondisi permukaan sehingga dapat
diketahui kondisi jalan berdasarkan Penilaian Kondisi Permukaan Jalan,
Ditjen Bina Marga tahun 1979.

Lokasi pemantauan lingkungan hidup: Dilakukan di 4 titik yaitu sebelah


utara Jalan Ahmad Yani, sebelah selatan Jalan Ahmad Yani, pusat
kegiatan proyek dan sebelah timur proyek.

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup: 1 kali selama


kegiatan berlangsung dan dievaluasi kembali setiap 6 bulan sekali selama
masa konstruksi.

7.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

: BLH Kota Cilegon

Penerima laporan

: Bapedal Provinsi Banten dan Kepala BLH Kota


Cilegon

3.2.3 Tahap Pemeliharaan


Dampak ber-SOP yang dipantau pada tahap pemeliharaan adalah sebagai berikut :
1.

Komponen GeoFisik dan Kimia


A.

Listrik dan Energi (Peningkatan Penggunaan Listrik)

Pemeliharaan Cilegon Mall

1.

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: peningkatan penggunaan listrik

Sumber dampak: Pemeliharaan Cilegon Mall

2.

Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau : Penggunaan listrik


mencukupi selama kegiatan

3.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data:

Lokasi pemantauan lingkungan hidup:

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup:

4.

B.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

Penerima laporan

Hidrologi (Peningkatan Debit Penggunaan Air PDAM)

Pemeliharaan Cilegon Mall

1.

Dampak lingkungan yang dipantau:

Jenis dampak lingkungan yang dipantau: peningkatan debit penggunaan


air PDAM


2.

Sumber dampak: Pemeliharaan Cilegon Mall


Indikator/parameter lingkungan hidup yang dipantau : Penurunan suplai
air PDAM untuk masyarakat.

3.

Bentuk pemantauan lingkungan hidup:

Metode pengumpulan dan analisis data: dilakukan pengumpulan data


sekunder tentang kebutuhan air bersih Cilegon Mall dari PDAM Kota
Cilegon

Lokasi pemantauan lingkungan hidup: Meteran air Cilegon Mall

Jangka waktu dan frekuensi pemantauan lingkungan hidup: Setiap bulan


sekali selama pemeliharaan Cilegon Mall

4.

Institusi pemantauan lingkungan hidup:

Pelaksana

: Pemrakarsa dan Surveyor

Pengawas

: BLH, Tim Ahli Hidrologi

Penerima laporan

: Bapedal Provinsi Banten dan Kepala BLH Kota


Cilegon