Anda di halaman 1dari 4

Secondary Survey

Setelah mendapatkan penatalaksanaan primary survey yang bertujuan untuk


menangani keadaan yang mengancam nyawa, penilaian yang berkesinambungan
harus digali.
1) Riwayat
Beberapa riwayat penting yang harus ditanyakan yaitu :

A allergies
M medication
P past illnesses
L last meal
E events/environment ( lingkungan yang berkaitan dengan terjadinya
injuri, misalnya : paparan panas, agen penyebab, pertolongan pertama
yang diberikan, dan jenis pakaan yang digunakan pada saat itu).

2) Pemeriksaan fisik
Pada kasus luka bakar, sangat diperlukan pemeriksaan yang menyeluruh untuk
mengetahui seberapa luas luka bakar dan untuk mendeteksi adanya penyakit atau
trauma yang terkait.
Kepala dan Leher
Pertama-tama yang harus dinilai yaitu tanda umum dari injuri. Setelah itu periksa
luka bakar pada kornea, eksplorasi apakah terdapat indikasi injuri inhalasi (luka
bakar atau melepuh pada hidung dan mulut, rambut hidung yang terbakar,
melepuh atau edema pada lidah, faring, atau mulut). Periksa secara hati-hati untuk
mengetahui apakah terdapat cervical spine injury.
Dada
Dilakukan pemeriksaan menyeluruh pada region dada, menlai adanya luka bakar
dan melihat apakah terdapat gangguan respirasi atau tidak. Lihat adanya fraktur
pada rib, dengarkan suara nafas dan tanda-tanda indikasi injuri inhalasi pada
saluran nafas bawah.

Abdomen
Periksa apakah terdapat tanda intra-abdominal injuries jika luka bakar berasosiasi
dengan trauma. Nilai apakah luka bakar pada abdomen merestriksi respirasi atau
tidak.
Perineum
Periksa apakah terdapat luka bakar pada perineal dan atau jejas yang lainnya.
Ekstrimitas
Pemeriksaan yang dilakukan meliputi injuri jaringan lunak dan tulang. Nilai
apakah luka bakar bersifat dalam atau superfisial. Luka bakar akan diikuti oleh
konstriksi oleh karena terjadi penyusutan kulit. Kemudian proses edema akan
mengikuti luka bakar, konstriksi ini akan menyebabkan kerusakan aliran darah
vena dari ekstrimitas, dan akan mengakibatkan pembengkakan ataupun dapat
menyebabkan berhentinya pengisian ke aliran darah arteri. Hal ini akan berujumg
pada iskemia jaringan dan nekrosis.gangguan perfusi pada ekstrimitas ini akan
diikuti oleh rasa nyeri dan parestesia, lalu berkembang menjadi mati rasa, denyut
nadi melemah, dan paralisis. Apabila aliran darah balik vena dari ekstrimitas
mengalami sumbatan, haruslah dilakukan escharotomy atau pemisahan jaringan
yang terbakar untuk mengembalikan sirkulasi pada keadaan yang adekuat.
3) Penilaian Luka Bakar
Derajat keparahan luka bakar ditentukan oleh luas dan dalamnya luka bakar
tersebut.
Penilaian Terhadap Luasnya Luka Bakar
Luas luka bakar dideskripsikan oleh TBSA (percentage of total body surface
area). Pada dewasa, hal ini dapat dikalkulasikan secara kasar dengan
menggunakan rule of nine (fig.1). setiap lengan dianggap setara dengan 9% dari
luas area tubuh, kepala 9%, badan bagian depan dan belakang masing-masing
18%, masing-masing kaki sama dengan 18%. Hal ini merupakan penilaian yang
akurat dan sederhana. Estimasi dari luka bakar yang kecil dan ireguler

ditunjukkan dengan menggunakan ukuran dari telapak tangan, dimana


diperkirakan ukurannya sekitar 1% dari luas area tubuh. Penggunaan Lund &
Browder body charts dirasa lebih akurat untuk menilai luasnya luka bakar oleh
karena menggunakan table persentase ekstrimitas, batang tubuh, dan kepala yang
tela disesuaikan dengan usia.

Fig.1 rule of nine

Penilaian Terhadap Kedalaman Luka Bakar


Saat ini belum didapatkan alat pengukuran yang akurat untuk mengukur
kedalaman suatu luka bakar, sehingga para klinisi harus menilainya menggunakan
gambaran klinis yang ada. Kedalaman luka bakar diklasifikasikan menjadi tiga
yaitu : superficial, partial-thickness or full-thickness.

Gambaran Klinis Luka Bakar Superfisial


Kerusakannya terbatas hanya pada epidermis saja, luka bakar seperti ini dapat
diakibatkan oleh sinar matahari atau oleh karena kebakaran minor. Dapat
diidentifikasi secara klinis dengan :

Eritema, dimana dapat menjadi hilang dengan tekanan

Sensitive terhadap sentuhan

Tidak terdapat bula

Gambaran Klinis Luka Bakar Partial-thickness


Kerusakan

meliputi

seluruh

bagian

epidermis

dan

sebagian

dermis,

karakteristiknya :

Dijumpai bula yang menandakan keterlibatan lapisan dermis superficial

Permukaannya lembab

Terdapat capillary return pada luka bakar superficial, partial-thickness


tetapi tidak dijumpai pada luka bakar full-thickness

Terdapat rasa nyeri karena ujung saraf sensoris teriritasi

Warna kulit bervariasi dari merah muda pucat hingga merah darah

Terjadi perdarahan ketika disuntikkan dengan jarum

Gambaran Klinis Luka Bakar Full-thickness


Kematian komplit yang meliputi epidermis dan seluruh dermis, karakteristiknya :

Kulit berwarna pucat (putih sampai dengan abu)

Terjadi koagulasi protein pada epidermis dan dermis yang dikenal sebagai
eskar

Hilang sensasi dan tidak dijumpai rasa nyeri oleh karena rusaknya ujungujung saraf sensoris

Tidak terdapat perdarahan ketika disuntikkan dengan jarum