Anda di halaman 1dari 2

1.

Jelaskan tentang sistem biologi


Sistem

biologi

adalah

bidang

ilmu

biologi

baru

yang

bertujuan

untuk

mengembangkan pemahaman tentang tingkatan sistem makhluk hidup, merupakan struktur


dan dinamika dari fungsi sel dan organisme (Kitano, 2000). Sistem biologi memprediksi
konsekuensi sistem sel seluruhnya Sistem membutuhkan satu set prinsip dan metodologi
yang menghubungkan perilaku dari molekul ke karakteristik sistem dan fungsi. Pada
akhirnya, sel, organisme, dan manusia akan digambarkan dan dipahami pada tingkat sistem
didasarkan pada kerangka pengetahuan yang konsisten yang didukung oleh prinsip fisika
dasar.
Sistem biologi adalah analisis kuantitatif komprehensif dari permasalahan dari
komponen semua sistem biologi yang berhubungan secara fungsi setiap waktu. Sistem
biologi adalah penelitian dari perilaku organisasi kompleks. Sistem biologi dapat
diagambarkan sebagai biologi terintegrasi dengan tujuan utamanya dapat memprediksi hasil
de novo biologikal dan diberikan data komponen yang terlibat
Ruang lingkup sistem biologi berpotensi sangat luas dan perbedaan tehnik dapat
dikembangkan

untuk

setiap

target

penelitian.

Hal

ini

membutuhkan

upaya kolektif dari berbagai aspek penelitian, seperti biologi molekuler, pengukuran presisi
tinggi, ilmu komputer, teori kontrol, dan bidang ilmiah dan rekayasa lainnya. Penelitian perlu
dilakukan dalam empat bidang utama: (1) genomik dan penelitian biologi molekuler lainnya,
(2) Studi komputasional, seperti simulasi, bioinformatika, dan alat perangkat lunak, (3)
analisis dinamik dari sistem, dan (4) teknologi untuk presisi tinggi, pengukuran yang
komprehensif.
Untuk lebih spesifik, untuk memahami sistem biologi , berikut tahap yang harus diselesaikan
1.

Identifikasi Struktur Sistem : Pertama-tama, struktur sistem harus diidentifikasi,


terutama hubungan peraturan gen dan interaksi protein yang memberikan sinyal
transduksi dan jalur metabolisme, serta struktur fisik dari organisme, sel, organella,
kromatin, dan komponen lainnya. Kedua hubungan komponen topologi jaringan
sebagai parameter untuk setiap relasi yang perlu diidentifikasi. Penggunaan
microarray DNA yang tinggi, protein chip, RT-PCR, dan metode lainnya untuk
memantau proses-proses biologis dalam jumlah besar sangatlah penting. Namun ,
metode untuk mengidentifikasi gen dan metabolisme dari data tersebut belum ada.
Identifikasi dari regulasi jaringan gen pada organisme multiseleluer lebih kompleks

karena melibatkan komunikasi sel-sel yang luas dan konfigurasi fisik dari ruang tiga
dimensi. Identifikasi struktur untuk organisme multiseluler pasti melibatkan tidak
hanya mengidentifikasi struktur dari regulasi gen dan jaringan metabolisme, tetapi
juga memahami struktur fisik dari seluruh hewan tepatnya pada tingkat seluler.
Sebaiknya, instrumen baru perlu dikembangkan untuk mengumpulkan data yang
diperlukan.
2. Analisis Sistem Perilaku: Setelah struktur sistem diidentifikasi pada tingkat tertentu,

perlu dipahami perilakunya. Berbagai metode analisis dapat digunakan. Sebagai


contoh, seseorang ingin mengetahui sensitivitas perilaku tertentu terhadap gangguan
eksternal, dan seberapa cepat sistem kembali dalam keadaan normal setelah
rangsangan. Analisis tersebut tidak hanya mengungkapkan karakteristik tingkat
sistem, tetapi juga memberikan wawasan penting untuk perawatan medis dengan
menemukan respon sel bahan kimia tertentu sehingga efeknya dapat dimaksimalkan
sambil menurunkan kemungkinan adanya efek samping.
3. Sistem Kontrol: Dalam rangka menerapkan pemahaman yang diperoleh dari sistem

struktur dan pemahaman perilaku, penelitian untuk mendirikan sebuah metode untuk
mengontrol keadaan dari sistem biologi diperlukan. Bagaimana bisa kita mengubah
sel-sel yang tidak berfungsi menjadi sel-sel yang sehat? Bagaimana kita bisa
mengendalikan sel kanker dan mengubahnya menjadi sel normal atau menyebabkan
apoptosis? Dapatkah kita mengontrol status diferensiasi sel tertentu ke dalam stem sel
, dan mengendalikannya ke diferensiasi jenis sel yang diinginkan? Teknologi untuk
melengkapi seperti pengendalian akan sangat besar manfaatnya bagi kesehatan
manusia.
4. Sistem Desain : akan dibangun teknologi untuk merancang sistem biologis dengan

tujuan menyediakan obat untuk penyakit. Salah satu contoh futuristik akan benarbenar merancang dan mengembangkan organ dari jaringan pasien . Teknik kloning
organ tersebut akan sangat besar berguna untuk pengobatan penyakit yang
membutuhkan transplantasi organ. Mungkin ada beberapa aplikasi teknik dengan
menggunakan materi biologis untuk robotik atau komputasi. Dengan menggunakan
bahan-bahan yang memiliki kemampuan memperbaiki sendiri dan kemampuan untuk
mandiri, sistem industri akan di revolusi.
Sumber : Faundations of Systems Biology edited by Hiroaki Kitano, The MIT Press
Cambridge, Massachusetts London, England.