Anda di halaman 1dari 6

ANALISIS PENGARUH RADIASI SINAR MATAHARI TERHADAP

RESISTANSI BAHAN ISOLASI PADA SUTET


I Gede Yogi Astawan
(1404405030)
Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Udayana

Abstrak
Pada SUTET bahan isolasi yang digunakan ada dua jenis yaitu bahan isolasi
mineral berupa porselen dan bahan isolasi gas berupa udara alami. Bahan isolasi
poselen berfungsi untuk mengisolasi tegangan listrik antara kawat penghantar dengan
tiang penyangga agar arus listrik tidak mengalir melalui tiang penyangga, sedangkan
bahan isolasi gas berfungsi untuk mengisolasi kawat penghantar yang satu dengan
yang lainnya.
Bahan isolasi porselin pada SUTET menerima radiasi sinar matahari secara
langsung karena berada di ruangan terbuka. Untuk mengetahui pengaruh radiasi
sinar matahari terhadap resistansi bahan isolasi porselin digunakan metode analisis
terhadap sumber-sumber refrensi baik dari buku maupun internet.
Porselen memiliki emisivitas bahan sebesar 0,92 Sehingga ketika porselen
terkena radiasi sinar matahari akan mudah menyerap energi panas dan mudah
mengalami kenaikan suhu. Semakin besar intensitas radiasi yang diterima semakin
besar pula kenaikan suhunya. Terjadinya kenaikan suhu ini akan memengaruhi
resistansi bahan isolasi porselen. Dimana semakin besar suhu porselen maka
semakin besar pula resistansinya.
Kata Kunci: Resistansi, isolastor, SUTET, radiasi

1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Bahan listrik adalah bahan yang
digunakan sebagai komponen dalam teknik
kelistrikan baik dalam transmisi energi
listrik maupun dalam alat-alat elektronika.
Salah satu bahan listrik yang memiliki
peranan penting adalah bahan isolasi
(isolator). Bahan isolasi adalah bahan yang
berfungsi sebagai penyekat atau pemisah

antara bahan yang bertegangan dan tidak


bertegangan.
Isolator hampir digunakan di setiap
perangkat elektronika. Pada SUTET
(Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi)
yang berfungsi untuk menyalurkan daya
listrik yang tegangannya mencapai 500 kV,
penggunaan isolator harus diketahui
berapa tegangan tembusnya, ketahanannya
pada terhadap suhu rendah atau tinggi,
ketahanannya terhadap proses kimia,

ketahanan terhadap radiasi, dan lain-lain


agar sesuai dengan fungsi kerjanya.
Karena bentuk SUTET yang menjulang
tinggi, maka bahan isolasi pada SUTET
terletak di ketinggian dan di ruang terbuka,
sehingga bahan isolasi tersebut akan
mendapatkan pancaran radiasi sinar
matahari secara langsung yang tentunya
akan memengaruhi kinerja bahan isolasi
tersebut.
(http://www.pln.co.id/p3bjawabali/?p=454
)
Untuk
itu
perlu
dilakukan
penelitian bagaimana pengaruh radiasi
sinar matahari terhadap reistansi bahan
isolasi tersebut. Sehingga kita dapat
mencegah pengaruh buruk yang mungkin
diakibatkan oleh radiasi sinar matahari
tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas
dapat dirumuskan beberapa masalah yaitu:
1. Bagaimana pengaruh radiasi sinar
matahari terhadap bahan isolasi
pada SUTET?
2. Bagaimana radiasi sinar matahari
dapat memengaruhi bahan isolasi
pada SUTET?
1.3 Manfaat Penulisan
Saya berharap dengan dibuatnya
jurnal ini akan bermanfaat bagi kita semua

sebagai media bacaan, refrensi, dan dapat


menambah wawasan kita mengenai bahan
isolasi.
2. Materi dan Metode
2.1 Materi
Bahan isolasi adalah bahan yang
berguna sebagai penyekat atau pemisah
antara bahan yang bertegangan (bahan
aktif) dan tidak bertegangan. bahan isolasi
yang baik adalah bahan isolasi yang
resistivitasnya tak terhingga. Tetapi pada
kenyataannya bahan yang demikian itu
belum
bisa
diperoleh.
Dalam
penggunannya kinerja bahan isolasi
dipengaruhi oleh beberapa faktor antara
lain sifat kelistrikan bahan, sifat terhadap
suhu panas, ketahanan terhadap suhu
rendah, konduktivitas panas, sifat fisis dan
kimia bahan (seperti ketahanan terhadap
radiasi dan proses kimia), dan sifat mekanis
(kekuatan menahan tekanan) bahan.
Biasanya bahan isolasi yang sering
digunakan tidaklah murni, tetapi sudah
diimpregnasi
dengan
bahan
lain.
Impregnasi adalah proses penambahan atau
dopping suatu bahan isolasi dengan bahan
lain.
Impregnasi
bertujuan
untuk
menambah dielektrik bahan isolasi.
2.1.1 SUTET

SUTET atau Saluran Udara


Tegangan Ekstra Tinggi adalah saluran
transmisi
yang berfungsi untuk
menyalurkan energi listrik dari pusatpusat pembangkit listrik yang jaraknya
jauh menuju pusat-pusat beban dengan
kekuatan tegangan mencapai 500 kV
sehingga energi listrik bisa disalurkan
dengan efisien. SUTET memiliki
bentuk yang menjulang tinggi guna

berfungsi untuk mengisolasi


tegangan listrik antara kawat
penghantar
dengan
tiang
penyangga agar arus listrik tidak
mengalir
melalui
tiang
penyangga. Jenis bahan isolasi

Gambar 2.2 Bahan Isolasi Porselen


jenis Isolasi gantung

Gambar 2.1 SUTET


menghindari bahaya yang ditimbulkan
pada makhluk hidup di bawahnya
akibat
medan
magnet
yang
ditimbulkannya dan terkena kabel
secara langsung, serta menghindari
gangguan dari cabang pohon yang
memungkinkan menyentuh kabel secara
langsung.

SUTET memiliki
komponen antara lain:

beberapa

1. tiang penyangga, yang terbuat


dari high steel.
2. Bahan isolasi (isolator). Ada
dua jenis bahan isolasi yang
digunakan pada SUTET yaitu
bahan isolasi mineral yang
berupa porselen, dan bahan
isolasi gas yang berupa udara
alami. Bahan isolasi porselen

Gambar 2.3 Isolasi gantung yang


telah dirangkai

porselin yang digunakan adalah


jenis isolasi gantung yang
dirangkai
sesuai
dengan
kebutuhan. Sedangkan bahan
isolasi gas berfungsi untuk
mengisolasi kawat penghantar
yang satu dengan yang lainnya.

3. Kawat penghantar, merupakan


kabel telanjang yang berfungsi
menyalurkan arus listrik.
2.1.2 Radiasi Sinar Matahari

sumber refrensi dan litelatur-litelatur baik


dari buku maupun dari internet, sehingga
tempat dan waktu penelitian menyesuaikan
dengan sumber refrensi.

Radiasi
adalah
proses
perambatan energi dari sumber energi
ke lingkungannya tanpa membutuhkan
medium. Di dalam inti matahari terjadi
reaksi fusi nuklir (penggabungan dua
atom Hidrogen menjadi atom Helium)
yang menghasilkan energi panas.
Energi panas tersebut akan diradiasikan
dalam bentuk atau melalui gelombang
elektromagnetik (sinar x, sinar gamma,
sinar ultraviolet, sinar tampak, dan lainlain). Apa bila suatu bahan (terutama
bahan berwarna gelap) menerima
radiasi dari matahari, maka energi
panas terebut akan diserap oleh bahan
tersebut sehingga terjadi perubahan
suhu pada bahan tersebut.

2.3 Prosedur Penelitian

Besarnya daya serap bahan


terhadap radiasi matahari ditentukan
oleh emisivitas bahan tersebut. Rentang
nilai emisivitas adalah 0 (nol) sampai 1
(satu). Benda yang nilai emisivitasnya 1
maka benda tersebut disebut benda
hitam sempurna dan sangat mudah
meneyerap panas. Sedangkan benda
yang nilai emisivitasnya nol maka
benda tersebut berwarna putih.
Bahan
isolasi
porselen
memiliki emisivitas yang cukup tinggi
yaitu 0,945. Sehingga bahan isolasi
porselen mudah menyerap panas yang
mengakibatkan mudah mengalami
kenaikan suhu.

Prosedur
penelitian
berdasarkan analisis terhadap
sumber tertulis dan internet.

dibuat
sumber-

Ada pun alat dan bahan yang


digunakan adalah Antara lain sebagai
berikut:
1. Termometer untuk mengukur
suhu bahan isolasi.
2. Stopwatch untuk mengukur
rentang waktu percobaan.
3. Bahan isolasi porselen.
4. Galvanotmeter untuk mengukur
arus dan tegangan.
Penelitian ini dilakukan di ruangan
terbuka saat cuaca cerah pada siang hari.
Ada pun prosesnya adalah sebagai berikut:
1. Bahan isolasi diletakkan pada
ruangan terbuka agar mendapat
radiasi sinar matahari secara
langsung.
2. Setiap waktu tertentu dilakukan
pengecekan untuk mengetahui
suhu, arus, dan tegangan. Untuk
mengetahui besarnya intensitas
radiasi yang diterima oleh bahan
isolasi digunakan persamaan
hukum
Stefan-Boltzmann
berikut:
Keterangan:
I : intensitas radiasi (

2.2 Tempat dan Waktu Penelitian

e : emisivitas porselen (

Hasil dari penelitian ini didapatkan


berdasarkan analisis terhadap sumber-

:
konstanta
Boltzmann
)

)
)

Stefan-

T : suhu (K)
Sedangkan untuk mengetahui
resistansi
digunakan
persamaan:

Keterangan:
R : Resistansi ( )
V: Teganagn (Volt)
I : Kuat Arus (A)
3. Setelah dilakukan pengecekan
atau pengukuran, Nilai suhu
disubtitusikan ke persamaan
Stefan-Boltzmann
untuk
mendapatkan intensitas radiasi.
Sedangakn nilai arus dan
tegangan
disubtitusikan
kepersamaan tegangan untuk
mencari
besar
resistansi.
Kemudian
besarnya
suhu,
resistansi dan radiasi yang telah
dihitung dicatat dalam bentuk
tabel.
3. Hasil dan Pembahasan

3.2 Pembahasan Penelitian


Dari hasil penelitian yang dilakukan
terlihat bahwa resistansi bahan isolasi
porselein dipengaruhi oleh radiasi sinar
matahari.
Bahan isolasi porselen jika terkena
radiasi matahari akan menyerap panas dari
rdiasi tersebut sehingga mengalami
kenaikan suhu. Semakin besar intensitas
radiasi yang diterima (diserap) maka
semakin besar pula kenaikan suhunya.
Adanya kenaikan suhu ini menyebabkan
resistansi porselin cenderung meningkat
seperti yang terlihat pada Tabel 3.1. Hal
tersebut sesuai dengan persamaan pengaruh
suhu terhadap resistansi bahan isolasi
berikut:

Dan besarnya
adalah:

pertambahan

resistansi

3.1 Hasil Penelitian


Setelah
melakukan
penelitian
tersebut diperoleh hasil sebagai berikut:

No.
1

Intensitas
Radiasi
(

)
394,89

Suhu
(C)

Resistansi
(

20

Keterangan:
: Hambatan mul-mula
: Hambatan setelah terjadi perubahan
suhu
.
: Koefisien suhu tahanan
: Perubahan Suhu

439,803

30

508,8

40

583,201

50

Tabel 3.1 Hasil penelitian

: Perubahan hambatan
Dengan semakin besarnya nilai
resistansi maka nilai arus yang bocor akan
semakin kecil.
4. Simpulan dan Saran
4.1 Simpulan

Bahan
isolasi
pada
SUTET
mendapat paparan radiasi sinar matahari
secara langsung karena berada pada ruang
terbuka. Berdasarkan penelitian yang telah
dilakukan radiasi matahari memengaruhi
resistansi dari bahan isolasi. Hal ini
dikarenakan pada bahan isolasi porselen
ketika terkena radiasi sinar matahari akan
menyerap panas dari radiasi tersebut
sehingga terjadi kenaikan suhu. Semakin
besar intensitas radiasi yang diterima
semakin besar pula kenaikan suhunya.
Adanya kenaikan suhu ini menyebabkan
resistansin porselin juga meningkat.

4.2 Saran
Perlu dilakukan penelitian lebih
mendalam agar nantinya pengaruh radiasi
sinar matahari terhadap resistansi bahan
isolasi terutama pada bahan isolasi yang
terpapar radiasi secara langsung dapat
diatasi. Sehingga tidak ada perubahan nilai
resistansi yang bisa membahayakan.

DAFTAR PUSTAKA
ASTM Standart. 1987. Standars Test
Method for Dielectric Breakdown
Voltage and Dielectric Strenght of
Solid Electrical Insulating Material at
Commercial Power Frequencies.
USA: Philadelphia.
Alfarisi, Azharudin. 2013. Praktikum
Pengaruh Suhu Terhadap Arus Listrik.
Diakses
dari
http://hijauhitamku.blogspot.com/2013/01/prakti
kum-pengaruh-suhu-terhadaparus.html. Tanggal 2 Desember 2014
pukul 14:00.

Beies, Arthur. 1991. Konsep Fisika Modern.


Bandung: Erlangga.
Bonggas L. Tobing. (2003). Dasar Teknik
Pengujian Tegangan Tinggi. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama.
Muhaimin. 2007. Bahan-Bahan Listrik.
Jakarta: PT Pradnya Paramita.
PLN. 2011. SUTT/SUTET. Diakses dari
http://www.pln.co.id/p3bjawabali/?p=
451. Tanggal 2 Desember 2014 pukul
13:30.