Anda di halaman 1dari 5

BAHAN KULIAH 2014/2015/I (Senin, 15 Sep 2014)

PENGANTAR GEOFISIKA EKSPLORASI


Dosen : Sudiartono
Metode-metode Geofisika
Didalam eksplorasi energi dalam bentuk sumber energi fosil (minyak dan
gas bumi serta batubara), secara umum metode geofisika yang digunakan
untuk eksplorasi dibagi menjadi dua kategori yaitu metode pasif dan aktif.
Metode Pasif dilakukan dengan mengukur data-data yang berasal dari
medan alami yang dipancarkan oleh sumber-sumber yang ada didalam bumi
ataupun dari luar bumi. Sebaliknya Metode Aktif dilakukan dengan cara
membuat medan buatan dalam bentuk gangguan atau usikan dipermukaan
ataupun dibawah permukaan, kemudian mengukur effek atau tanggapan
(respons) yang dialami oleh berbagai objek didalam bumi. Medan alami
yang dimaksud disini misalnya radiasi gelombang gempa bumi, medan
gravitasi bumi, medan magnetik bumi, medan listrik dan elektromagnetik
bumi serta radiasi radioaktivitas bumi. Sedang Medan buatan dapat berupa
ledakan dinamit, pemberian arus listrik ke dalam tanah, pengiriman sinyal
dalam bentuk gelombang elektromagnet dan lain sebagainya.
Metode geofisika yang umum digunakan di dalam eksplorasi berbagai hal
dibawah permukaan tanah adalah :
Metode

Parameter yang diukur

Sifat-sifat fisika yang terlibat

Seismik

Waktu tiba gelombang seismik


pantul atau bias, amplitudo dan
frekuensi gelombang seismik

Densitas dan modulus elastisitas


yang menentukan kecepatan
rambat gelombang seismic

Gravitasi

Variasi nilai percepatan gravitasi


bumi untuk berbagai posisi yang
berbeda

Densitas

Magnetik

Variasi nilai intensitas medan


magnetik untuk berbagai posisi
yang berbeda

Suseptibilitas atau remanen


magnetic

Geolistrik

Nilai resistansi dari bumi

Konduktivitas listrik

Polarisasi
terinduksi

Tegangan polarisasi atau


resistivitas batuan sebagai fungsi

Kapasitansi listrik

dari frekuensi
Potensial diri

Potensial listrik

Konduktivitas listrik

Elektromagnetik

Respon terhadap radiasi


elektromagnetik

Konduktivitas atau Induktansi


listrik

Radar

Waktu tiba perambatan gelombang


radar

Konstanta dielektrik

Metode Gravitasi
Metoda gravitasi adalah suatu metoda geofisika yang digunakan untuk
mengukur medan gravitasi bumi pada suatu titik. Tujuan dari eksplorasi
dengan menggunakan metode gravitasi adalah untuk memetakan distribusi
rapat massa dari batuan dibawah permukaan tanah. Dengan mengukur
medan gravitasi akan diperoleh informasi global struktur geologi bawah
permukaan tanah.
Metoda gravitasi termasuk didalam metode pasif, karena data medan
gravitasi yang diukur selalu memancar secara alami kapanpun dan
dimanapun. Survei dengan metode gravitasi relatif lebih murah, tidak
mencemari dan tidak merusak lingkungan dan termasuk dalam metode jarak
jauh. Metode gravitasi oleh NASA sudah digunakan untuk mengamati
permukaan bulan dan planet-planet yang lain.
Didalam metode gravitasi, yang diukur adalah percepatan gravitasi (g), dari
hasil pengukuran percepatan gravitasi dibeberapa lokasi, maka akan
diperoleh informasi mengenai rapat massa batuan bawah permukaan tanah.
Percepatan gravitasi suatu obyek yang berada pada permukaan laut
dikatakan ekivalen dengan 1 g, yang didefinisikan memiliki nilai 9,80665
m/s2. Percepatan di tempat lain harus dikoreksi dari nilai ini sesuai dengan
ketinggian dan juga pengaruh benda-benda bermassa besar di sekitarnya.
Untuk memudahkan, saat di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA),
umumnya digunakan nilai percepatan gravitasi 9,80 m/s2, atau 10 m/det2
Didalam geofisika, satuan pengukuran medan gravitasi adalah Gal = cm/s2
1 Gal = 1 cm/s2 , 9.80 m/s2 = 980 cm/s2 = 980 Gal

Gambar 1 : Contoh alat Gravimeter untuk mengukur percepatan gravitasi

Gambar 2 : Hasil pengukuran medan gravitasi dipermukaan tanah


Yang dibawahnya terdapat

Metode Magnetik
Didalam Metode geomagnetik ini, bumi dipandang sebagai magnet batang
yang sangat besar, dimana terdapat kutub utara dan kutub selatan magnet
bumi. Dalam metode magnetik, dengan menggunakan peralatan dapat
dilakukan pengukuran medan magnet bumi disetiap titik, sehingga dapat
dipetakan informasi geologi bawah permukaan tanah berdasarkan sifat
kemagnetan batuan.

Gambar 3 : Ilustrasi Medan Magnet Bumi


MAGNETOMETER
Magnetometer merupakan peralatan yang digunakan untuk mengukur medan
magnet bumi. Peralatan magnetometer merupakan peralatan yang portable,
dan cara pengukuran dengan menggunakan metode pasif, karena data medan
magnet muncul secara alami kapanpun dan dimanapun. Survei geomagnetik
dapat dilakukan didaratan, lautan maupun dari udara.

Metode Geolistrik
Metode geolistrik merupakan metode yang menggunakan prinsip aliran arus
listrik untuk memetakan struktur bawah permukaan tanah. Aliran arus listrik
dalam mengalir didalam tanah melalui batuan-batuan dan sangat dipengaruhi
oleh adanya air tanah dan garam yang terkandung didalam batuan serta
keberadaan mineral logam maupun panas yang tinggi.
Metode geolistrik dapat digunakan untuk penyelidikan segala hal tentang air
bawah permukaan tanah atau hidrogeologi, antara lain penentuan aquifer,
mengetahui adanya kontaminasi. Metode geolistrik juga dapat digunakan
untuk menyelidiki keberadaan mineral logam, dapat digunakan untuk survei
arkeologi dan memetakan batuan panas (hotrocks) didalam eksplorasi panas
bumi. Berdasarkan asal sumber arus listrik yang digunakan, metode
geolistrik dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu :
1. Metode pasif
Metode Geolistrik pasif menggunakan arus listrik alami yang terjadi
di dalam tanah (batuan) yang timbul akibat adanya aktivitas
elektrokimia dan elektromekanik dalam materi-materi penyusun
batuan. Metode yang termasuk dalam kelompok ini diantaranya
Potensial Diri/Self Potensial (SP) dan Magneto Teluric (MT).
2. Metode aktif
Merupakan metode geolistrik menggunakan arus listrik yang
diinjeksikan (dialirkan) didalam tanah, baik dari permukaan ataupun
dari dalam tanah. Kemudian efek potensial yang ditimbulkan karena
arus listrik buatan tersebut yang diukur di permukaan. Metode yang
termasuk kedalam kelompok ini diantaranya metode resistivity dan
Induced Polarization (IP)