Anda di halaman 1dari 4

12/6/2014

KIMIA ORGANIK I: Peranan Etilen Dalam Pemasakan Buah


1

More

Next Blog

Create Blog

Sign In

KIMIA ORGANIK I
THURSDAY, OCTOBER 11, 2012

Peranan Etilen Dalam Pemasakan Buah

BLOG ARCHIVE

2012 (4)
November (3)
October (1)

Etilen (C2H4) adalah jenis senyawa tidak jenuh atau memiliki ikatan rangkap yang dapat
dihasilkan oleh jaringan tanaman pada waktu-waktu tertentu, dan pada suhu kamar etilen
berbentuk gas. Senyawa ini dapat menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan penting dalam
proses pertumbuhan tanaman dan pematangan hasil-hasil pertanian.
Etilen adalah gas yang dapat digolongkan sebagai hormon tanaman yang aktif dalam
proses pematangan. Etilen disebut hormon karena dapat memenuhi persyaratan sebagai hormon,
yang dihasilkan oleh tanaman, bersifat mobil dalam jaringan tanaman dan merupakan senyawa
organik. Pada tahun 1959 diketahui, bahwa etilen tidak hanya berperanan dalam proses
pematangan saja, tetapi juga berperanan dalam mengatur pertumbuhan tanaman.
Secara tidak disadari, penggunaan etilen dalam proses pematangan sudah lama
dilakukan, jauh sebelum senyawa tersebut diketahui peranannya dalam proses pematangan. Di
Indonesia, pemeraman pisang yang masih hijau banyak dilakukan orang dengan menggunakan
karbit (CaC2). Karbit yang bercampur dengan air akan menghasilkan gas asetilen (C2H2), yaitu
senyawa yang hampir sama dengan etilen. Gas asetilen inilah yang dapat membuat proses
pengeraman pisang menjadi cepat.
Peranan Etilen Dalam Pematangan Buah
1. 1. Sebagai Hormon Pematangan
Seperti telah dinyatakan sebelumnya, bahwa etilen adalah sebuah hormon yang penting
di dalam proses pematangan buah. Jumlah etilen yang terdapat di dalam buah-buahan baik dari
permulaan klimakterik atau pada saat puncak klimakterik dapat dilihat pada Tabel 3. Pada
kenyataannya, jumlah etilen tersebut tidak selalu sama, akan tetapi berubah-ubah selama proses
pematangan. Misalnya pada pisang yang akan memasuki proses pematangan, jumlah etilen yang
ada di dalamnya kira-kira 0,0 dan 0,5 ppm sampai beberapa jam sebelum proses pernafasannya
meningkat, sedangkan pada saat puncak klikmaterik jumlah etilen lebih kurang 130 ppm.
2. Pengaruh Etilen Pada Bagian Tanaman
Etilen selain berperanan penting dalam pematangan buah, juga mempunyai pengaruh
yang tidak dapat diabaikan dalam sistem bagian tanaman lainnya. Pada sistem cabang, etilen
dapat menyebabkan terjadinya pengerutan, menghambat kecepatan pertumbuhan, mempercepat
daun menjadi kuning dan menyebabkan kelayuan.
Pada sistem akar, etilen dapat menyebabkan akar menjadi terpilin (terputar), menghambat
kecepatan pertumbuhan, memperbanyak tumbuhnya rambut-rambut akar dan menyebabkan
kelayuan.
Pada sistem umbi, etilen dapat mempengaruhi pertumbuhan tunas, yaitu mempercepat
umbinya tunas, sedangkan pada sistem bunga, etilen dapat mempercepat proses pemekaran
kuncup, misalnya pada bunga mawar. Akan tetapi kuncup yang telah mekar itu akan cepat
menjadi layu. Pada bunga anggrek, etilen menyebabkan warna bunga menjadi pucat, sedangkan
pada bunga anyelir, dapat menyebabkan keanekaragaman bunga.

Peranan Etilen Dalam Pemasakan


Buah

ABOUT ME

Nurul Hayati
Follow

102

View my complete profile

Masalah:

Karbit bila di campur dengan air akan menghasilkan gas asetilen, yaitu senyawa yang
hampir mirip dengan etilen, Jika kita memetik buah pisang dalam keadaan mentah lalu untuk
mempercepat mematangkan pisang tersebut di gunakan senyawa karbit. Bagaimana komentar
teman-teman dengan kasus tersebut? menurut teman-teman apa itu baik atau tidak? Dan apa
pula solusi yang dapat di tawarkan?
Posted by Nurul Hayati at 4:21 PM
+1 Recommend this on Google

http://nurulhayati93.blogspot.com/2012/10/peranan-etilen-dalam-pemasakan-buah.html

1/4

12/6/2014

KIMIA ORGANIK I: Peranan Etilen Dalam Pemasakan Buah

9 comments:
Ananesi Wulandari October 11, 2012 at 5:02 PM
Menurut saya hal tersebut baik-baik saja, karena Pematangan buah dengan cara ini
lebih sehat daripada dipakai Bahan Kimia Cair yang mengandung Etilen yang
bercamour pospor. Phospor campuran ini ternmasuk bahan yang sangat
beracun,lagi pula aplikasinya dengan cara disemprotkan kekulit buahnya.
Persamaan reaksi Kalsium Karbida dengan air adalah
CaC2 + 2 H2O C2H2 + Ca(OH)2
Karena itu 1 gram CaC2 menghasilkan 349ml asetilen. Pada proses las karbit,
asetilen yang dihasilkan kemudian dibakar untuk menghasilkan panas yang
diperlukan dalam pengelasan. (Wikipedia).
Jadi hormon yang membuat buah matang disebut gas etilen (karbit=nama dagang).
Dan Penggunaan karbit ini tidak menimbulkan dampak negatif. Kadar vitamin dan
mineral tidak berubah karena penggunaan karbit ini. Hal ini karena karbit adalah zat
kimia yang hanya merangsang pembntukan gas etilen yang merangsang proses
pematangan buah. Selain itu, tidak ada dampak negatif yang berarti bagi kesehatan
kosumen.
Terima ksih... mudah2n bermanfaat bagi kita smua.
Reply

cici novita October 11, 2012 at 6:20 PM


menurut saya lebih baik pematangan buah secara alami yaitu karbohidrat dalam
kandungan daging buahnya berubah menjadi glukosa, yang
membuat rasa manis dan melunak. jika dibandingkan dengan hasil karbitan, zat pati
berkurang,
sehingga kemanisan juga menjadi berkurang.. jika menggunakan karbit
dikhawatirkan gas dari karbit menempel di kulit
dan diserap ke dalam daging buah. Jika tertelan, menimbulkan dampak berbahaya.
Tetapi
kandungan vitamin dan mineral tidak mengalami perubahan.
Perlu diketahui juga buah yang dikarbit selain rasanya kurang manis, juga gampang
busuk.
Sementara buahnya terlihat matang dan kuning. Efek lain juga dapat menimbulkan
bercak
pada kulit buah sehingga tampilan buah menjadi kurang menarik.
mungkin solusinya kita tidak terlalu sering mengkonsumsi buah yang di karbit untuk
menghindari resiko yang terjadi. utamakan memakan buah yang alami, ^_^
Reply

riski andho firdian October 11, 2012 at 8:32 PM


kalau menurut saya sebaiknya pematangan buah lebih baik di lakukan secara alami,
meskipun sampai saat ini belum ada dampak dari proses pematangan
menggunakan karbit akan tetap banyak kandungan yang ada di dalam buah pasti
berkurang seperti karbohidrat ataupun zat pati, dan rasanya pun akan tidak semanis
yang alami. Akan tetapi Pematangan buah dengan cara ini lebih sehat daripada
dipakai Bahan Kimia Cair yang mengandung Etilen yang bercampur pospor. karena
Phospor campuran ini termasuk bahan yang sangat beracun,lagipula aplikasinya
dengan cara disemprotkan kekulit buahnya.
semoga bermanfaat terima kasih
Reply

Defi Nofita October 12, 2012 at 12:20 AM


Pematangan buah dengan karbit sedikit banyak akan memberikan dampak yang
kurang baik bagi kesehatan walaupun penggunaannya lebih sehat jika
dibandingkan dengan Bahan Kimia Cair seperti yang telah dijelaskan saudari Nesi di

http://nurulhayati93.blogspot.com/2012/10/peranan-etilen-dalam-pemasakan-buah.html

2/4

12/6/2014

KIMIA ORGANIK I: Peranan Etilen Dalam Pemasakan Buah


atas. Pemakaian karbit ini sering meninggalkan jejak racun arsenik dan fosfor yang
membuatnya menjadi berbahaya bagi kesehatan manusia. Sehingga penggunaan
karbit untuk tujuan mematangkan buah dianggap ilegal di sebagian besar negara.
Jadi sebaiknya pematangan buah dilakukan secara alami. Atau dengan cara lain
yang lebih baik, misalkan saja dengan cara pemeraman, atau meletakkan buah
yang ingin dimatangkan di kantong kertas dengan sebuah apel atau pisang yang
telah masak, karena pisang dan apel menghasilkan lebih banyak gas etilen
dibandingkan buah lain. Kantong kertas digunakan karena sangat baik dalam
memerangkap gas etilen. Menaruh buah dalam kantong kertas yang ditutup dengan
cukup rapat akan memerangkap gas etilen, sehingga dapat mempercepat
pematangan buah. Namun jangan menutup kantong kertas terlalu rapat atau
menggunakan kantong plastik, karena hanya akan membuat buah menjadi terlalu
lembab, sehingga jamur bisa ikut tumbuh.
Sekian jawaban dari saya, semoga dapat membantu.
Reply

Ratih Wulansari October 12, 2012 at 3:41 AM


menurut saya, pematangan buah dengan menggunakan karbit tentunya tidak bagus
bagi kesehatan kita, karena secara tidak langsung, penggunaan karbit dalam roses
pematangan buah sama dengan melibatkan bahan kimia dalam buah
tersebut,karena pada karbit itu terdapat racun arsenik dan fosfor yang tentu saja
berdampak buruk bagi kesehatan kita,,,skian pendapat dari saya... :)
Reply

suhartinichemist October 12, 2012 at 5:59 AM


menurut saya, pematangan buah dengan karbit masih bisa d bilang baik baik saja di
bandingkan pemakaian bahan Kimia Cair yang mengandung Etilen yang bercampur
pospor yang berdampak negatif bagi kesehatan tubuh, alangkah baik x jika ingin
memeram buah di letakkan bersamaan dengan pisang atau apel yang telah masak
persis seperti yang saudari defi jelaskan. hal tersebut di lakukan karena buah-buah
tersebut menngandung/ menghasilkan gas etilen yang lebih banyak yang dapat
mempengaruhi kematangan buah yang da d dkatnya.
Reply

vivi putri October 12, 2012 at 7:17 PM


menurut pendapat saya ,pematang lebih baik dilakukan secara alamiah..
agar kandungan karbohidrat dalam pisang terjaga,
pematangan dengan karbit
meninggalkan jejak racun arsenik dan fosfor yang membuatnya menjadi berbahaya
bagi kesehatan manusia. Sehingga penggunaan karbit untuk tujuan mematangkan
buah dianggap ilegal di sebagian besar negara.
:)
karna yg alami lebih baik
Reply

Putri Laura Simbolon October 13, 2012 at 6:05 AM


menurut saya pemakaian karbit tidak baik dalam pematangan buah Buah pisang,
terutama yang matang, memiliki beberapa kandungan seperti protein, lemak,
karbohidrat, kalsium, fosfor, serat, beberapa vitamin (A,B1, B2 dan C), zat besi, dan
niacin. Kandungan mineralnya yang menonjol adalah kalium (Wirakusumah, Emma
S, 1977).
Zat-zat tersebut sangat diperlukan dalam tubuh manusia. Bukan itu saja, pisang
termasuk buah yang murah-meriah dan mudah didapat sepanjang tahun.
pemasakan yang lebih cepat, yakni menggunakan karbit (kalsium karbor).
Jangankan buah pisang yang umurnya tua, pisang yang umurnya masih tergolong
muda (belum siap panen) pun akan segera matang walau dari sisi aroma atau rasa
kurang nyaman. Dengan karbit, ibu-ibu merasa senang karena pisangnya cepat

http://nurulhayati93.blogspot.com/2012/10/peranan-etilen-dalam-pemasakan-buah.html

3/4

12/6/2014

KIMIA ORGANIK I: Peranan Etilen Dalam Pemasakan Buah


matang dengan warna yang sama dengan proses pematangan secara alami atau
matang di pohon. Tetapi, pisang yang matang karena dikarbit cepat membusuk.
Karbit yang sehabis dipakai akanSetelah kulit pisang yang dimatangkan dengan
karbit dijadikan makanan ternak, ternyata berdampak buruk terhadap kesehatan
ternak itu. Ternak menjadi sakit. Bagaimana dampaknya terhadap kesehatan
manusia yang mengkonsumsi pisang karbitan, tampaknya masih perlu penelitian
lebih jauh. merusak lingkungan jika dibuang begitu saja di sembarang
tempapengaruhnya terhapat proses pembusukan.
Dari penelitiannya diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Pisang yang dimatangkan
dengan karbit paling cepat (tidak sampai tiga hari) matangnya, tetapi proses
pembusukannya pun paling cepat.
semoga bermanfaat
Reply

Ilan uge November 25, 2013 at 6:50 PM


aslmkum,,,,,,,
apakh tnpa karbit, gas etilen tdk akan memprcpat proses pematangan pada buah
ataw ada ada gas lain sbgai pengganti,,?????
balas
thanksss...
Reply

Enter your comment...

Comment as:

Publish

Google Account

Preview

Newer Post

Home

Subscribe to: Post Comments (Atom)

Picture Window template. Powered by Blogger.

http://nurulhayati93.blogspot.com/2012/10/peranan-etilen-dalam-pemasakan-buah.html

4/4