Anda di halaman 1dari 10

ANATOMI KADAL

(Mabouya multifasciata )

Oleh :
Nama
NIM
Rombongan
Kelompok
Asisten

:
:
:
:
:

Yudi Novianto
B1J008020
VIII
5
Farida Anita Sari

LAPORAN PRAKTIKUM STRUKTUR DAN PERKEMBANGAN HEWAN 1

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL


UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2009

I.

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

Kadal yang memiliki Ordo Squamata memiliki tubuh yang berkulit kering
dengan sisik-sisik zat tanduk yang keras tanpa adanya kelenjar-kelenjar lendir. .
Sisik pada daerah perut warnanya putih kekuning-kuningan, sisik pada daerah
punggung berwarna antara kuning sampai coklat tua, warna ini tergantung pada
umur, jenis kelamin, keadaan lingkungan dan keadaan fisiologis tubuhnya. Tubuh
kadal dibagi menjadi tiga yaitu: caput, truncus, dan cauda. Pada

hewan ini

terdapat sisitem pencernaan, pernafasan, reproduksi, ekskresi, peredaran darah,


dan persyarafan. Kadal mempunyai bentuk tubuh memanjang dan berekor. Tubuh
terdiri atas caput dengan bentuk agak pyramidal, cervix yang panjang, truncus
yang panjang dan juga konvek serta cauda (ekor) yang panjangnya hampir 2 kali
panjang tubuh dan kepala.
Kadal (Mabouya multifasciata) dipilih sebagai bahan praktikum anatomi
sebagai wakil dari class reptilia karena mudah diperoleh. Susunan tubuhnya
mudah diamati dan dipelajari karena ukuran tubuhnya cukup besar. Mabouya
multifasciata merupakan hewan reptil yang tidak berbisa sehingga tidak
berbahaya bagi praktikan.
B. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini untuk mempelajari dan mengamati susunan
anatomi Mabouya multifasciata baik bagian luar maupun dalam.

II. KERANGKA PEMIKIRAN

Kulit pada reptilia tidak berfungsi untuk pertukaran gas sehingga tidak ada
percampuran darah dalam dan darah berasal dari luar. Sistem reproduksi dari
reptil terjadi secara internal dan sebagian besar dari reptil bersifat ovipar dan telur
berkembang di luar tubuh (Manter & Miller, 1959).
Tubuh kadal memanjang, tertekan lateral, berkaki empat, kuat dan dapat
digunakan untuk memanjat. Mandibula bersatu di bagian anterior dan tulang
pterigoid, berkontak dengan tulang kuadrat. Kelopak mata dapat digerakkan.
Sabuk pectoral dapat berkembang baik dan mulut lengkap. Ekornya digunakan
untuk keseimbangan gerak ketika berlari (Ville et al., 1998).
Subordo lacertilia pada bagian rahang bawah bersatu sehingga kadal
kurang dapat membuka mulutnya. Hewan ini mempunyai dua pasang anggota
badan yang bersifat pentadactil. Membran thympani tidak cembung dan celah
auris external jelas terlihat. Palpebra superior dan inferior dapat digerakkan, juga
membran nichtansnya (Radiopoetro, 1991). Mabouya multifasciata mempunyai
kemampuan bergenerasi pada bagian ujung ekor yang lepas. Hal ini terjadi jika
ekor kadal dipegang, maka vertebrata ini akan melepaskan ekornya untuk
melarikan diri (Storer, 1957).

II.

ALAT, BAHAN, DAN CARA KERJA

A. Alat
Alat yang digunakan adalah bak preparat, pinset, pisau, gunting bedah,
jarum penususk.
B. Bahan
Bahan yang digunakan adalah Kadal (Mabouya multifasciata), air kran,
kloroform, formalin, dan tissue.
C. Cara Kerja
Cara kerja praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Kadal dimasukkan ke larutan eter dan dibiarkan sampai mati lemas.
2. Setelsh mati kadal dibedah. Pembedahan dimulai dengan pengguntingan di
depan lubang kloaka ke sisi kiri dan kanan tubuh kemudian ke arah depan
melewati kaki depan smpai ke tengah rahang atas.
3. Hemipenis kadal dapat diketahui dengan cara menekan pangkal ekor.
4. Bagian-bagian rongga mulut dapat diketahui dengan cara menggunting kedua
sudut mulut leber-lebar, rahang dibuka kemudian ditarik bagian atas dan
bawah, maka bagian dalam akan kelihatan.
5. Bagian-bagian dalam tubuh reptil diamati dan digambar serta diberi
keterangan gambar.

B. PEMBAHASAN

Hasil pengamatan anatomi kadal didapatkan hasil bahwa tubuh kadal


(Mabouya multifasciata) terbagi menjadi tiga bgian yaitu kepala, badan, dan ekor.
Kadal mempunyai dua pasang kaki yang terletak pada bagian bawah, sepasang di
depan, dan sepasang di belakang. Kulit kadal umumnya tertutup oleh lapisan
squama epidermal yang menanduk, di bawahnya disokong oleh lamina derminalis
yang menulang. Lubang pelepasan berupa celah tranversal (Radiopoetro, 1991).
Mabouya multifasciata mempunyai kulit yang bersisik dan kering yang
kurang menembus air, sehingga cairan yang hilang dari badan melalui kulit
sedikit. Cairan dari dalam tubuh kadal sulit untuk keluar, sehingga sulit terjadi
penguapan. Tulang rusuk pada kadal dapat bergantian merenggang kemudian
merapat karena terdapat perangkat otot-otot tulang rusuk yang yang berlawanan
(Kimball, 1991).
Sistem sirkulasi dari kadal berupa jantung yang memperlihatkan kemajuan
daripada amphibi meskipun aliran darah arteri dan vena tidak seluruhnya terpisah.
Jantung terbungkus oleh suatu membran transparan, yaitu perikardium, dan
dibatasi oleh endokardium (Parker and Haswell, 1978). Jantung kadal mempunyai
empat ruang, dua atrium, dan dua ventrikel. Akan tetapi, sekat dari ventrikel
kanan dan kiri belum sempurna, sehingga terlihat jantung hanya terdiri dari tiga
ruang (Djuhanda, 1982).
Sistem urogenital kadal terdiri dari sepasang ginjal. Cairan dari ginjal
keluar melalui ureter kemudian bermuara pada kloaka. Pangkal ureter terdapat
vesica urinaria, organ urogenital betina terdiri dari sepasang indung telur

(ovarium)yang berwarna kuning,seperti halnya testis pada hewan jantan,ovarium


kanan pada hewan betina letaknya lebih tinggi dari yang kiri. Ovarium berjumlah
sepasang, berbentuk oval dengan bagian permukaannya benjol-benjol. Letaknya
tepat di bagian ventral kolumna vertebralis. (Iqbal, 2007). Sistem urogenital
terdiri dari ginjal sepasang berbentuk tidak teratur, berwarna merah tua, terdiri
dari dua lobi anterior dan posterior (Parker and Haswell, 1978). Kadal mempunyai
kantong kemih atau kantong urine yang berfungsi membawa air untuk
melembabkan

tanah yang akan digunakan sebagiai sarang. Ureter bermuara

dalam kloaka dan akan diserap kembali ke dalam kantong urine (Djuhanda, 1982).
Kadal merupakan binatang yang beradaptasi dengan lingkungannya
mempunyai alat-alat yang sesuai untuk hidup didarat dengan kulit tebal bersisik
dan berlendir, dua pasang kaki dengan jari dan cakar yang kokoh untuk bergerak
cepat. Lapisan kulit terluar menanduk dan secara periodik akan mengelupas
sedikit demi sedikit. Tubuh kadal dapat dibedakan antara lain: kepala (caput),
badan (truncus) dan ekor (cauda) (Tjitroseupomo, 1984).
Kelebihan utama reptilia paling awal terhadap amphibia adalah
perkembangan telur yang bercangkang yang berisi kuning telur yang dapat
diletakan di tanah tampa kemungkinana kering. Cangkang yang kedap air juga
kedap terhadap sperma dan dengan demikian perkembangan telur yang
bercangkang terjadi bersamaan dengan perkembangan fertilisasi internal
(Kimball, 1991)
Sistem pencernaan pada kadal dimulai dari mulut dilanjutkan ke faring,
oesophagus, dan lambung dengan bagian fundus dan pylorus kemudian menuju ke
intestinum, rectum, dan kloaka. Hati dan pancreas berpembuluh ke intestinum.

Kloaka merupakan tempat bermuaranya sisa pencernaan, ekskresi, dan sel-sel


kelamin (Brotowijoyo,1993). Sistem digestorium dibedakan menjadi tractus
digestivus dan gladula digestoria. Tractus digestivus terdiri atas cavum oris,
pharynx, esophagus, ventriculus, intestinum tenue, cecum, intestinum crassum
yang berfungsi sebagai rectum dan kloaka. Gladula digestoria terdiri dari hepar
dan pamkreas. Hepar berwarna coklat kemerahan terdiri dari dual obi, dexter dan
sinister. Empedu yang dihasilkan dihasilkan oleh hepar ditampung dalam kantong
yang disebut vesica fellea. Pankreas terletak dalam suatu lengkung antara
ventrikulus dan duodenum (Jassin, 1989).
Respirasi dimulai dengan masuknya udara ke nares externa kemudian
masuk ke nares interna. Kemudian melalui glottis sebagai celah lingua menuju ke
larink. Larink tersusun atas tiga buah tulang rawan dan berisi beberapa pasang pita
suara. Selanjutnya menuju trakea yang bercabang menjadi dua bronchi yang
kemudian masing-masing menuju ke paru-paru (Jasin, 1989). Sistem respiratoria
kadal terdiri atas rima glottis, laring, trachea yang merupakan lanjutan dari laring
yang disusun atas cincin tulang rawan (annulus) trakhealis. Trakhea di daerah
thorax bercabang dua menjadi bronchus. Bronchiolis adalah cabang-cabang dari
bronchus yang masuk ke dalam pulmo. Percabangan trachea tersebut diatas
disebut bifurcation tracheae. Pulmo berjumlah sepasang sinisters dexter dan
berbentuk fusiformis (Radiopoetra, 1991).
Kadal mempunyai panjang tubuh kurang dari 30 cm. Kulitnya lembab
karena mengandung banyak kelenjar mukus dan hanya sedikit sisik yang
menyokongnya ( liss = licin ). Lapisan luar yang menanduk dari kulit mengelupas
secara berkala. Pada bagian tangan hanya terdapat 4 jari ( Romer, 1966).

Menurut Radiopoetro (1991), Mabouya multifasciata diklasifikasikan


sebagai berikut:
Phylum

: Chordata

Subphylum

: Vertebrata

Class

: Reptilia

Ordo

: Squamata

Subordo

: Lacertilia

Familia

: Scincidae

Genus

: Mabouya

Spesies

: Mabouya multifasciata

V. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:


1.

Kadal termasuk ke dalam phylum chordata, subphylum vertebrata, class


reptilia, ordo squamata, subordo lacertilia, familia scincidae, genus mabouya,
dengan nama spesies Mabouya multifasciata.

2. Tubuh kadal terbagi tiga yaitu: kepala, badan, dan ekor. Kadal mempunyai
sistem pernapasan, reproduksi, ekskresi, peredaran darah, dan persyarafan.
3.

Kadal dapat hidup di daerah tropis darat dan air maupun di gurun pasir.

DAFTAR REFERENSI

Brotowijoyo, M. 1993. Zoologi Dasar. Erlangga, Jakarta.


Djuhanda, T. 1982. Pengantar Anatomi Perbandingan Vertebrata 1. Armico,
Bandung.
Hildebrand, M. 1976. Analysis of Vertebrate Structure. United States Copyright,
California.
Iqbal,

Muhammad. 2007. Sistem Reproduksi. http://www.mohammad


iqbals.wordpress.com. Diakses pada tanggal 20 Mei 2008.

Jassin, M. 1989. Sistematika Hewan Vertebrata dan Invetebrata. Sinar Wijaya,


Surabaya.
Kimball, J. W. 1991. Biologi Jilid 3. Erlangga, Jakarta.
Manter & Miller. 1959. Introduction to Zoology. Harper and Row Publisher, New
York.
Parker, T. J. & Haswell, W. A. 1978. Text Book of Zoology II Vertebrates. The
Mac Millan Press, New York.
Radiopoetra. 1991. Zoologi. Erlangga, Jakarta.
Romer, A.S. 1966. Vertebrate Paleontology Edisi ke-3. Unversity of Chicago
Press, Chicago.
Storer, T. I. 1957. General Zoology. Kogakusha Company. Ltd, Tokyo.
Tjitrosoepomo, G. 1984. Mahluk hidup II. Yayasan Purna Usaha Tama.
Departemen P dan K, Jakarta.
Ville, C. A, Walker, W. F, and Smith, F. E. 1998. General Zoology. Gadjah Mada
University Press, Yogyakarta.